Sugar Family

Sugar Family
New Episode SF 9


__ADS_3

Author pov


Gavin sedang mengerjakan beberapa berkas hari ini cukup sibuk dengan beberapa jadwal rapat dan baru saja selesai , tiba2 terdengar suara ketukan pintu apa dia melupakan janji dengan seseorang .


Tok


Tok


" masuk.." ujar Gavin


" selamat siang kak . " seseorang pria dengan setelan jas masuk kedalam


" Ansel? ayo kemari . "


" aku ingin mengantar surat kontrak , kebetulan rapat di batalkan . " Ansel pun duduk


" senggang sekali presdir satu ini..sampai kontrak di antar sendiri . "


" Winter menghilang entah kemana . "


" sebenarnya aku gemas dengan sekertaris mu kenapa bisa sesuka hati begitu , aku tau dia dari masa lalu mu tapi tidak boleh di pandang sama dalam pekerjaan Ansel . " cecar si sulung


" tidak profesional begitu? "


" ayolah pintar sedikit boy darah daddy mengalir kuat di tubuh mu , tapi kenapa tidak muncul sama sekali . "


" aku anak mommy bukan anak daddy . " sela Ansel


Tak


Gavin memukul kepala Ansel dengan pulpen .


" ish sakit ! "


" biar otak mu menjadi pintar sepertinya orang bodoh di rumah hanya kamu . "


" kalau aku bodoh tidak mungkin berhasil mendirikan perusahaan ! "


" oh begitu ya Tuan Wu . "


" kaka menyebalkan dasar jelek . " cibir Ansel


" dasar bodoh . " jawab Gavin


" tapi.." Ansel menjeda ucapan nya


" lanjutkan jika bicara jangan setengah2 . "


" aku melihat dari jejak GPS Winter berada di villa, menurut kaka sedang apa? "


" villa? tunggu kenapa di sana? "


" mana ku tau maka nya aku tanya bukan di jawab malah balik bertanya ! " ujar Ansel dengan nge gas


" kau pikir aku peramal ! tanyakan saja sendiri . "


" akhir-akhir ini kaka sama menjelelakan seperti kak Ares dan daddy . "


kedua pria itu malah berakhir dengan berdebat melupakan bahwa mereka harus membahas pekerjaan .


...


In Mansion


hari ini cukup panas Kanaya hanya terbaring di ranjang dengan keringat yang bercucuran walaupun AC menyala , Ares mengecup punggung yang terkespos itu dia baru saja meminta asupan vitamin tanpa tau waktu .


" makasih sayang . " ujar Ares


" iya padahal nanti malam bisa ini siang bolong sudah minta . " jawab Kanaya


" lama jika menunggu malam cinta mana kuat aku menahan . " Ares tertawa kecil


" ish kantong hormon sekali . "


" ingin nambah hm? " si tampan mulai mengecupi pundak sang istri


Dok


Dok


aktivitas terhenti ketika mendengar suara gedoran pintu .


" siapa itu berani sekali menggangu ! " cibir Ares


dia segera memakai bathrobe dan melangkah dengan tak santai , karena aktivitas harus terganggu .


" apa? " tanya Ares dengan datar

__ADS_1


" masih berani bertanya apa sialan ! " omel Kris


" datang marah2 menganggu orang saja , aku sedang meminta jatah . "


" daddy meminta mu menjemput di halte karena mobil si tihang mogok ! , lalu kau bilang iya dan dad menunggu selama 2 jam di sana tapi kau tidak datang . "


" lalu apa? yang penting sudah selamat sampai rumah . "


" hanya itu yang kau ucapkan ! "


" sekarang harus bagaimana? kalau begitu pergi lagi ke halte sekarang , aku akan pergi menjemput ke sana ayo kita reka ulang . " ucap Ares


Kris meraih stik golf dan Ares yang tau langsung segera menutup pintu .


Brak


Brak


suara hantaman yang begitu keras terdengar si hot grandpa di buat darah tinggi .


" dasar brengs*k kau membuat ku menunggu ! sedangkan di rumah kau malah senang2 , iblis sialan keluar sekarang juga ! " teriak Kris


Kalina segera menghampiri suami nya yang sedang mengamuk .


" dad hentikan ada apa? nanti Kanaya ketakutan dia ada di dalam . " Kalina memegang tangan yang masih kekar itu


" anak mu menyebalkan akan ke lenyapkan dia . " ujar Kris


" maafkan Ares dad mungkin dia lupa..ayo daddy pasti cape aku buatkan minuman dingin , sudah tidak papa jangan marah2 nanti pinggang nya sakit lagi . " Kalina membawa stick golf lalu memberikan pelukan


Kris membalas pelukan Kalina dengan erat menghirup aroma vanila , yang begitu menenangkan dan sedikit meredam emosinya .


sedangkan di kamar Kanaya gelisah dan takut kenapa senang sekali suaminya membuat sang ayah mertua emosi .


" sudah ku bilang membuat dad marah ! " Kanaya memukul dada bidang Ares


" aku lupa karena yang ada dalam pikiran ku tadi hanya olahraga dengan mu . "


" ish menyebalkan awas aku ingin mandi ! "


" lalu bagaimana dengan ronde dua sayang? " tanya Ares


" main saja sendiri aku ingin bergabung dengan mommy . "


Kanaya mendorong Ares dan pergi ke kamar mandi meninggalkan si tampan sendirian .


....


Arka dan Viona sedang makan siang bersama di kantin cukup ramai hari ini bahkan mereka juga tak kalah sibuk .


" ih kenapa tidak di angkat ! " dumel Viona


" ada apa dokter Park? "


" lihat suami ku tidak menjawab dokter Jung . "


" mungkin Leon masih sibuk . " ujar Arka


" sibuk apa bahkan dia tak masuk kerja sekarang , dia sedang mengurus apa sih . "


" dia juga sedang ada urusan dengan istri saya . "


" Alena juga ikut pergi? "


" iya tadi pagi izin untuk pergi ke Villa mengurus sesuatu , tapi saya tidak tau urusan apa itu dokter Park . "


" jangan2 liburan ko aku tidak di ajak ! " rajuk Viona


" tidak mungkin jika liburan pasti semua akan ikut sudah jangan di pikirkan . " ucap Arka


" aku rindu Leon.."


" nanti di rumah juga bertemu tidak usah berlebihan . "


" maaf ya dokter Jung anda juga begitu sehari tidak bertemu Alena , pulang2 langsung mengajak bermain baper sekali punya anda . " oceh Viona


" memang saya punya apa? "


Viona tersenyum jail dan melihat ke bawah membuat wajah Arka menjadi memerah , dia lupa jika istri dari dokter analis ini sangat unik .


...


In Villa


kini Winter sudah duduk di kursi dengan kondisi terikat wajah cantik nya sudah di penuhi lebam karena Alena tak berhenti bermain , Leon yang sedang menikmati wine hanya bisa menonton tanpa melakukan apapun .


tak lama kemudian suara motor tedengar dan seorang pria tampan masuk kedalam .

__ADS_1


" sudah mulai ternyata . " ucap Ares


" kaka kemana saja? " tanya Leon


" tentu saja menghabiskan waktu dengan adik mu dan kamu prinses semangat sekali . " Ares mengecup kening Alena


" tentu siapa yang tak senang mendapat mainan baru kak . " jawab si bungsu


kemudian Ares berjongkok di depan Winter melihat wajah yang tadinya mulus menjadi memprihatinkan .


" apa kamu tidak tau akan berakhir seperti ini hm? aunty Yerin tak memberi tau mu? " tanya Ares


lalu dia melepaskan lakban yang sedari tadi menutup rapat mulut Winter .


" coba saja lenyapkan aku maka ku pastikan Ansel membenci kalian seumur hidup . " tantang Winter


" haha sungguh? keadaan sudah begini masih bisa terlihat sombong nona . "


" tentu saja karena Ansel masih mencintaiku bagaimana perasaan dia? , melihat orang yang dia cintai di lukai keluarga nya sendiri ! "


" kau terlalu percaya diri jal*ng ! " Alena mengayunkan pisau ke arah Winter namun tangan kekar Ares kembali menahan


" No baby sudah jangan marah2 . " ujar Ares


Leon masih santai dengan wine dia menganggap sedang menonton drama .


" Leon.." panggil Ares


" iya kak . "


" telpon Ansel dan suruh dia kemari . "


" tidak boleh kaka ! " sela Alena


" kenapa tidak boleh sayang? " Ares mengusap cipratan noda merah di pipi putih sang adik


" jika kak Ansel tau.." ucapan Alena terhenti


" dia akan membenci kita bukan? "


Alena mengangguk dan membuat Winter tersenyum sinis .


" maka dari itu ayo kita buktikan siapa yang kaka mu itu pilih dia atau kita . " ujar Ares


" jadi Ansel kita undang? "


" iya dan ayo kita akhir drama ini karena lama2 aku bosan . "


Leon langsung mengambil ponsel dan menghubungi si pemeran utama .


Calling Ansel...


" hallo ada apa? " tanya seseorang di sebrang sana


" datanglah ke Villa . "


" untuk? "


" melihat pertunjukan seru di sini ada Winter dia juga ikut bergabung . "


" oh begitu ya . "


" hm . "


" baiklah aku kesana . "


Pip


Alena terlihat gelisah bagaimana jika Ansel membenci dia dan memilih Winter , lalu nanti akan pergi dari keluraga Wu dia memikirikan perasaan ibu nya .


" semua akan segera selesai dan hidup kita akan kembali Damai . " ucap Leon


" jangan takutkan apapun prinses . " hibur Ares


" aku tidak mau di benci kak Ansel . "


" tidak ada kaka yang membenci adik nya . "


" kenapa kalian malah diam ayo lenyapkan aku ! " teriak Winter


" keinginan mu aku kabulkan tapi tunggu Ansel ada kata2 terakhir? . " Ares menyeringai


mari kita akhiri drama yang membosankan ini dan kembali di isi dengan kehidupan yang berwarna , seperti kisah dari cucu Kris yang tak mau di panggil Grandpa dan hanya boleh untuk anak2 si montok Rubby .


Hai ketemu lagi sama aku di malming nya


sehat selalu love

__ADS_1


scene yang huru hara akan berakhir jangan pada kangen sama winter ya , maaf kalau ada typo maklum ngedit malem2 hehe .


sampai bertemu di next episode .


__ADS_2