
Author pov
Gavin sedang mengerjakan beberapa berkas hari ini cukup sibuk dengan beberapa jadwal rapat dan baru saja selesai , tiba2 terdengar suara ketukan pintu apa dia melupakan janji dengan seseorang .
Tok
Tok
" masuk.." ujar Gavin
" selamat siang kak . " seseorang pria dengan setelan jas masuk kedalam
" Ansel? ayo kemari . "
" aku ingin mengantar surat kontrak , kebetulan rapat di batalkan . " Ansel pun duduk
" senggang sekali presdir satu ini..sampai kontrak di antar sendiri . "
" Winter menghilang entah kemana . "
" sebenarnya aku gemas dengan sekertaris mu kenapa bisa sesuka hati begitu , aku tau dia dari masa lalu mu tapi tidak boleh di pandang sama dalam pekerjaan Ansel . " cecar si sulung
" tidak profesional begitu? "
" ayolah pintar sedikit boy darah daddy mengalir kuat di tubuh mu , tapi kenapa tidak muncul sama sekali . "
" aku anak mommy bukan anak daddy . " sela Ansel
Tak
Gavin memukul kepala Ansel dengan pulpen .
" ish sakit ! "
" biar otak mu menjadi pintar sepertinya orang bodoh di rumah hanya kamu . "
" kalau aku bodoh tidak mungkin berhasil mendirikan perusahaan ! "
" oh begitu ya Tuan Wu . "
" kaka menyebalkan dasar jelek . " cibir Ansel
" dasar bodoh . " jawab Gavin
" tapi.." Ansel menjeda ucapan nya
" lanjutkan jika bicara jangan setengah2 . "
" aku melihat dari jejak GPS Winter berada di villa, menurut kaka sedang apa? "
" villa? tunggu kenapa di sana? "
" mana ku tau maka nya aku tanya bukan di jawab malah balik bertanya ! " ujar Ansel dengan nge gas
" kau pikir aku peramal ! tanyakan saja sendiri . "
" akhir-akhir ini kaka sama menjelelakan seperti kak Ares dan daddy . "
kedua pria itu malah berakhir dengan berdebat melupakan bahwa mereka harus membahas pekerjaan .
...
In Mansion
hari ini cukup panas Kanaya hanya terbaring di ranjang dengan keringat yang bercucuran walaupun AC menyala , Ares mengecup punggung yang terkespos itu dia baru saja meminta asupan vitamin tanpa tau waktu .
" makasih sayang . " ujar Ares
" iya padahal nanti malam bisa ini siang bolong sudah minta . " jawab Kanaya
" lama jika menunggu malam cinta mana kuat aku menahan . " Ares tertawa kecil
" ish kantong hormon sekali . "
" ingin nambah hm? " si tampan mulai mengecupi pundak sang istri
Dok
Dok
aktivitas terhenti ketika mendengar suara gedoran pintu .
" siapa itu berani sekali menggangu ! " cibir Ares
dia segera memakai bathrobe dan melangkah dengan tak santai , karena aktivitas harus terganggu .
" apa? " tanya Ares dengan datar
__ADS_1
" masih berani bertanya apa sialan ! " omel Kris
" datang marah2 menganggu orang saja , aku sedang meminta jatah . "
" daddy meminta mu menjemput di halte karena mobil si tihang mogok ! , lalu kau bilang iya dan dad menunggu selama 2 jam di sana tapi kau tidak datang . "
" lalu apa? yang penting sudah selamat sampai rumah . "
" hanya itu yang kau ucapkan ! "
" sekarang harus bagaimana? kalau begitu pergi lagi ke halte sekarang , aku akan pergi menjemput ke sana ayo kita reka ulang . " ucap Ares
Kris meraih stik golf dan Ares yang tau langsung segera menutup pintu .
Brak
Brak
suara hantaman yang begitu keras terdengar si hot grandpa di buat darah tinggi .
" dasar brengs*k kau membuat ku menunggu ! sedangkan di rumah kau malah senang2 , iblis sialan keluar sekarang juga ! " teriak Kris
Kalina segera menghampiri suami nya yang sedang mengamuk .
" dad hentikan ada apa? nanti Kanaya ketakutan dia ada di dalam . " Kalina memegang tangan yang masih kekar itu
" anak mu menyebalkan akan ke lenyapkan dia . " ujar Kris
" maafkan Ares dad mungkin dia lupa..ayo daddy pasti cape aku buatkan minuman dingin , sudah tidak papa jangan marah2 nanti pinggang nya sakit lagi . " Kalina membawa stick golf lalu memberikan pelukan
Kris membalas pelukan Kalina dengan erat menghirup aroma vanila , yang begitu menenangkan dan sedikit meredam emosinya .
sedangkan di kamar Kanaya gelisah dan takut kenapa senang sekali suaminya membuat sang ayah mertua emosi .
" sudah ku bilang membuat dad marah ! " Kanaya memukul dada bidang Ares
" aku lupa karena yang ada dalam pikiran ku tadi hanya olahraga dengan mu . "
" ish menyebalkan awas aku ingin mandi ! "
" lalu bagaimana dengan ronde dua sayang? " tanya Ares
" main saja sendiri aku ingin bergabung dengan mommy . "
Kanaya mendorong Ares dan pergi ke kamar mandi meninggalkan si tampan sendirian .
....
Arka dan Viona sedang makan siang bersama di kantin cukup ramai hari ini bahkan mereka juga tak kalah sibuk .
" ih kenapa tidak di angkat ! " dumel Viona
" ada apa dokter Park? "
" lihat suami ku tidak menjawab dokter Jung . "
" mungkin Leon masih sibuk . " ujar Arka
" sibuk apa bahkan dia tak masuk kerja sekarang , dia sedang mengurus apa sih . "
" dia juga sedang ada urusan dengan istri saya . "
" Alena juga ikut pergi? "
" iya tadi pagi izin untuk pergi ke Villa mengurus sesuatu , tapi saya tidak tau urusan apa itu dokter Park . "
" jangan2 liburan ko aku tidak di ajak ! " rajuk Viona
" tidak mungkin jika liburan pasti semua akan ikut sudah jangan di pikirkan . " ucap Arka
" aku rindu Leon.."
" nanti di rumah juga bertemu tidak usah berlebihan . "
" maaf ya dokter Jung anda juga begitu sehari tidak bertemu Alena , pulang2 langsung mengajak bermain baper sekali punya anda . " oceh Viona
" memang saya punya apa? "
Viona tersenyum jail dan melihat ke bawah membuat wajah Arka menjadi memerah , dia lupa jika istri dari dokter analis ini sangat unik .
...
In Villa
kini Winter sudah duduk di kursi dengan kondisi terikat wajah cantik nya sudah di penuhi lebam karena Alena tak berhenti bermain , Leon yang sedang menikmati wine hanya bisa menonton tanpa melakukan apapun .
tak lama kemudian suara motor tedengar dan seorang pria tampan masuk kedalam .
__ADS_1
" sudah mulai ternyata . " ucap Ares
" kaka kemana saja? " tanya Leon
" tentu saja menghabiskan waktu dengan adik mu dan kamu prinses semangat sekali . " Ares mengecup kening Alena
" tentu siapa yang tak senang mendapat mainan baru kak . " jawab si bungsu
kemudian Ares berjongkok di depan Winter melihat wajah yang tadinya mulus menjadi memprihatinkan .
" apa kamu tidak tau akan berakhir seperti ini hm? aunty Yerin tak memberi tau mu? " tanya Ares
lalu dia melepaskan lakban yang sedari tadi menutup rapat mulut Winter .
" coba saja lenyapkan aku maka ku pastikan Ansel membenci kalian seumur hidup . " tantang Winter
" haha sungguh? keadaan sudah begini masih bisa terlihat sombong nona . "
" tentu saja karena Ansel masih mencintaiku bagaimana perasaan dia? , melihat orang yang dia cintai di lukai keluarga nya sendiri ! "
" kau terlalu percaya diri jal*ng ! " Alena mengayunkan pisau ke arah Winter namun tangan kekar Ares kembali menahan
" No baby sudah jangan marah2 . " ujar Ares
Leon masih santai dengan wine dia menganggap sedang menonton drama .
" Leon.." panggil Ares
" iya kak . "
" telpon Ansel dan suruh dia kemari . "
" tidak boleh kaka ! " sela Alena
" kenapa tidak boleh sayang? " Ares mengusap cipratan noda merah di pipi putih sang adik
" jika kak Ansel tau.." ucapan Alena terhenti
" dia akan membenci kita bukan? "
Alena mengangguk dan membuat Winter tersenyum sinis .
" maka dari itu ayo kita buktikan siapa yang kaka mu itu pilih dia atau kita . " ujar Ares
" jadi Ansel kita undang? "
" iya dan ayo kita akhir drama ini karena lama2 aku bosan . "
Leon langsung mengambil ponsel dan menghubungi si pemeran utama .
Calling Ansel...
" hallo ada apa? " tanya seseorang di sebrang sana
" datanglah ke Villa . "
" untuk? "
" melihat pertunjukan seru di sini ada Winter dia juga ikut bergabung . "
" oh begitu ya . "
" hm . "
" baiklah aku kesana . "
Pip
Alena terlihat gelisah bagaimana jika Ansel membenci dia dan memilih Winter , lalu nanti akan pergi dari keluraga Wu dia memikirikan perasaan ibu nya .
" semua akan segera selesai dan hidup kita akan kembali Damai . " ucap Leon
" jangan takutkan apapun prinses . " hibur Ares
" aku tidak mau di benci kak Ansel . "
" tidak ada kaka yang membenci adik nya . "
" kenapa kalian malah diam ayo lenyapkan aku ! " teriak Winter
" keinginan mu aku kabulkan tapi tunggu Ansel ada kata2 terakhir? . " Ares menyeringai
mari kita akhiri drama yang membosankan ini dan kembali di isi dengan kehidupan yang berwarna , seperti kisah dari cucu Kris yang tak mau di panggil Grandpa dan hanya boleh untuk anak2 si montok Rubby .
Hai ketemu lagi sama aku di malming nya
sehat selalu love
__ADS_1
scene yang huru hara akan berakhir jangan pada kangen sama winter ya , maaf kalau ada typo maklum ngedit malem2 hehe .
sampai bertemu di next episode .