
Author pov
kini hari yang di nanti datang di hotel mewah sudah di hias sedemikian rupa kerlipan lampu dan bunga cantik terlihat menghiasi setiap sudut , tamu berlalu lalang dengan pakaian terbaik mereka hari ini Gavin resmi menikah dengan Yena sungguh bahagia .
setelah melakukan pemberkatan di gereja yang hanya di hadiri oleh keluarga besar mereka langsung ke tempat resepsi , suasana haru sangat terasa semua orang menangis terkecuali si Lion tapi bukan berarti tidak bahagia .
" hahh..rasanya seperti mimpi melihat mereka bersanding di sana . " ucap Leon
" iya mereka sekarang sudah sah menjadi suami istri . " timpal Vinson
" nanti malam bagaimana ya? pasti seru aw aw sakit sayang . " Ansel mengiris ketika Winter mencubit pinggang nya
" gak usah bicara yang aneh2 ! " omel Winter
lalu Araga bersama Airin naik ke pelaminan memberikan selamat .
" selamat berbahagia jagoan . " Araga memeluk Gavin
" Terima kasih uncle . " ucap Gavin
" selamat ya kak Yena segera punya baby yang lucu-lucu . " ujar Airin
" hehe iya makasih Airin . " Yena tersenyum malu2
" selamat cucu nenek yang tampan dan cantik bahagia selalu ya . " nyonya kim pun memberikan selamat
" Terima kasih nenek . " jawab si pengantin baru
Mark sedang berbincang dengan para tamu sekaligus kolega nya .
" cieee yang bakal jadi kakek udah tua kamu . " ujar Jaemin
" makasih kalian udah datang dimana Jaewu? " tanya Mark
" dia langsung bergabung dengan cs nya . "
" kita ucapin selamat dulu sama pengantin nya ayoo . " ajak Hana
" iya sayang . "
" kita mau ngasih selamat dulu Mark . " ujar Jaemin
" oke jangan buru2 pulang ya Na . " pinta Mark
Jaemin pun pergi bersama istri nya untuk memberikan selamat pada pengantin baru, sedangkan Ares duduk sambil makan puding buah bersama Kanaya .
" ayo berikan ucapan selamat . " ajak Kanaya
" nanti sayang masih penuh aku malas mengantri bisa-bisa pegal kaki ku . " ucap Ares
" ish biar bisa photo bersama kak Yena cantik banget . "
" sabar kamu juga akan cantik jika memakai gaun itu . " Ares mengecup tangan Kanaya
" huh dasar gombal . "
" itu fakta dear percayalah pada ku . " lalu Ares mengecup bibir Kanaya
Kanaya melotot di sini banyak orang dasar menyebalkan !
....
In Mansion Jung
Arka sedang memakai dasi nya dia akan bersiap untuk datang ke pernikahan Gavin setelah beres dia pun turun , ternyata sang adik juga di undang oleh Ansel dunia memang sesempit itu tidak menyangka jika mereka akan menjadi teman sekelas .
" apakah kamu sudah siap Jung Jeno? " panggil Arka
" aku harus pakai baju yang mana abaaaang . " teriak Jeno
" bocah itu benar2 ! "
lalu dia pun pergi ke kamar adiknya dan melihat kamar sudah menjadi kapal pecah .
" apa barusan ada gempa bumi ! kenapa di sini acak2kan sekali , bahkan kandang angsa jauh lebih rapih Jung . " omel Arka
" ih abang malah ngomel bantuin adek cari baju nya . " protes Jeno
" hanya tinggal pakai yang ada apa susah nya Jeno ! "
" abis bingung baju nya kebanyakan . "
akhirnya si sulung Jung yang turun tangan dia mengambil satu set setelan jas dari pada naik darah menghadapi adik nya .
" cepat pakai atau ku tinggalkan ! " ucap Arka
" iya2 gak usah ngomel darah tinggi tau rasa . "
setelah berdebat mereka akhirnya pergi Jeno membalas pesan Ansel yang menanyakan keberadaan nya .
__ADS_1
" gak nyangka kalian bisa kenal . " ucap Arka
" kenal sama siapa? " tanya Jeno
" kamu sama Ansel dunia emang sempit tapi bagus sih kalian saling kenal . "
" apa bagusnya? "
" ya bagus aja gak usah banyak tanya ! " Arka menjawab dengan nge gas
" deh situ yang duluan nanya ko malah ngamuk? sehat bang? , apa jangan2 otak nya ke bedah jadi ilang deh alhasil jadi gak ngotak kalau ngomong . " jawab Jeno
" diamlah sebelum kau ku lelang Jung Jeno ! "
" oh iya nanti nanti bayarin aku pesan celana pendek yang motif nya belalang kawin . "
dokter tampan itu hanya mengiyakan walaupun kadang suka marah2 dia sayang sekali dengan adiknya , tapi ujung-ujung nya Arka harus meminum obat penurun darah karena ulah si bungsu Jung .
mereka pun sampai di sana Arka memarkirkan mobilnya dan pergi ke dalam di sana terlihat ramai kedua pria itu segera pergi untuk menyapa
" Jenooooo.. " panggil Ansel
" Hai gyusss . " balas Jeno
" jangan berteriak Jung di sini banyak orang ! " omel Arka
tanpa mendengar ucapan kakanya dia berlari menghampiri Ansel jadi hanya Arka yang pergi menyapa .
" selamat atas pernikahan nya . " ucap Arka sambil menjabat tangan Gavin
" Terima kasih sudah meluangkan waktu nya untuk datang dokter Jung . " jawab Gavin
" suatu kehormatan bisa di undang oleh keluarga besar Wu , selamat nona Yena selalu bahagia dan cepat di berikan momongan . " kini Arka beralih menyalami Yena
" Terima kasih banyak kak Arka . " ujar Yena
" ohooo lihat siapa yang datang . " Kris naik ke pelaminan sambil membawa segelas wine
" selamat siang dad.. " sapa Arka
" selamat siang kemana pangeran Jung yang satu lagi? " tanya Kris
" sudah bergabung dengan putra mu di sana . "
" ayo bergabung dengan yang lain . "
Kris mengajak Arka bergabung dengan keluarga besar nya yang di isi oleh para pria gagah dan wanita cantik .
" iya kemari duduk di sini Tuan Jung . " ucap Tuan Wu
" gagah sekali pria ini . " bisik Kaira pada Diana
" ya tentu saja apa di masih sendiri? " Diana juga penasaran akan sosok tampan satu ini
" halo mom bagaimana kabarnya? " tanya Arka pada Kalina
" aku sudah baik2 saja boy . " ucap Kalina
" syukurlah kalau begitu saya ikut senang mendengar nya . "
" jadi ini kakak tingkat Ares? " nyonya Wu ikut bergabung dalam obrolan
" iya nyonya saya satu kampus dengan Ares . "
" grandma prince bukan nyonya . " koreksi nyonya Wu
" pasti sebagai dokter spesialis sibuk sekali ya sama saja sibuk nya dengan Ares . " timpal nyonya Kim
" semua nya hadir dengan tuntunan jadi harus siap jika di panggil dadakan nek . " jawab Arka
" Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk datang kemari dokter Jung . " ujar Mark
" Sama-sama suatu kehormatan untuk saya . " Arka melihat pada si bungsu Wu
" apa hanya datang berdua dengan adikmu? mana gandengan nya? " goda Kris
" iya benar tidak mungkin pria setampan ini masih sendiri . " tambah Leo
" saya masih sendiri . " Arka berucap malu2
" Anak-anak kedokteran terlalu kaku cobalah pacaran , malahan bisa dapat servis gratiskan lumayan . " ucap Araga
dapat servis? sudah dia dapatkan bahkan tanpa pacaran !
justru dari si princes Wu oh tidak Arka bisa di penggal oleh para pria menyeramkan ini jika sampai tau , dia hanya tersenyum menanggapi itu Arka sangat menyukai keluarga Wu mereka adalah keluarga yang hangat dan membuat nya nyaman.
....
di sana para remaja juga sedang asik berbincang Airin bergabung dengan Kanaya mereka membahas hal random lain nya , sedangkan di meja pojok Alena dan Jaewu duduk bersama mereka menikmati pertunjukan musik klasik .
__ADS_1
" jangan terlalu sibuk Na badan mu terlihat kurus akhir2 ini . " Alena membuka obrolan
" terkadang aku suka lupa waktu dan di tambah tak ada yang mengingatkan ku lagi . " ucap Jaewu dengan sedih
Alena diam tak menjawab dia bingung harus berkata apa .
" apa tidak bisa untuk bersama? kau tau aku sangat mencintai mu , berikan kesempatan kedua untuk ku Alena . " Jaewu meraih tangan Alena dan di genggam nya dengan erat
" aku tidak tau Na . "
" ayo kembali memperbaiki hubungan ini aku janji takan egois lagi hari2 ku terasa berbeda , percayalah cinta ini masih tetap sama untuk mu tidak berubah aku mohon kembali pada ku . " Jaewu mengecupi tangan Alena dan menarik gadis cantik itu kepelukan nya
tanpa mereka sadari ada seorang pria yang memperhatikan mereka niat nya akan menghampiri Alena , tapi ternyata dia tidak sendiri dan malah melihat adegan romantis senyuman miris telihat muncul .
" ternyata tidak ada kesempatan . " gunam Arka
lalu dia berbalik tidak jadi menghampiri Alena sejak kejadian malam itu si princes tidak bisa tidur dan galau sebenarnya , bahkan tidak mau bertemu dengan Arka karena malu tapi dengan gigih dia tetap menemui Alena dan sekarang sudah waktu nya berhenti berharap .
...
sedangkan di toilet Ares tertunduk sakit nya kambuh tangan nya meremat pinggiran wastafel sial obat tertinggal di kamar hotel , secara perlahan dia terduduk napas terdengar semakin memberat erangan yang sarat akan kesakitan mengalun dari bibir Ares .
" ak-u mohon ini hari bahagia kakak ku berhenti jangan sakit . " Ares menepuk2 dada nya
dia mencoba meraih ponsel dan menghubungi seseorang pria itu terlihat kesulitan bicara, karena rasa sesak tapi berhasil mengatakan bahwa di butuh bantuan .
" mom sakit.." ucap Ares dengan lirih
lalu dari luar terdengar langkah yang terburu dan pintu terbuka Arka dengan wajah panik masuk ke dalam dia di buat kalang kabut .
" dimana mana obat mu ! " Arka mencari nya di jas Ares
" ka-mar . "
Arka mengerang kesal tanpa basa basi dia menggendong Ares dan lewat tangga darurat tidak mungkin lewat depan , langkah di percepat keringat sudah membahasi kedua nya setelah sampai dia mendudukan Ares dan meraih botol obat di atas laci .
" bernapas secara perlahan Lion . "
dia mengikuti saran Arka lalu meminum obat detakan nya terlalu kuat dia harus mengambil tabung oksigen di mobil , tapi siapa yang akan mejaga di sini? Arka segera mengubungi seseorang dan menyuruh nya kemari .
" tenang bernapaslah . "
pintu kamar terbuka 2 pria tampan masuk wajah mereka sangat khawatir dan Arka turun ke bawah untuk mengambil alat2 nya , sengaja dia selalu membawa untuk situasi yang terduga seperti ini berguna bukan .
" Prince tenang dad di sini . " Kris menggenggam tangan Ares
" sakit dad . "
" tahan sebentar jagoan daddy harus kuat . " ucap Kris dia mengecup kening yang berkeringat itu
" kuatlah tampan..sayang nya uncle yang terhebat . " Araga naik ke ranjang mengusap rambut Ares
Arka sudah kembali dia memasang tabung oksigen kecil agar pernapasan nya normal kembali .
" ini saat nya kamu berhenti dan di rawat secara total Ares , dad putra mu harus mendapat perawatan intensif dan off dalam semua kegiatan sebelum terlambat . " ucap Arka
" lakukan apapun Arka ! " jawab Kris
" tidak mau tugas ku bagimana? " protes Ares
" jangan keras kepala ! kamu sedang sekarat masih memikirkan tugas , kau tidak memikirkan perasaan kami Ares ! " Araga di buat marah
" tidak mau uncle . "
" jangan membantah . " kini ekspresi Kris berubah dingin
" please dad . " pinta Ares
" Araga kau taukan apa yang harus di lakukan? " si hot daddy menatap pada Araga
" ya tentu . "
Araga dengan segera mengeluarkan ponsel
" siapkan pesawat untuk ke italy malam ini ! " ujar Araga lalu di matikan begitu saja
" aku tidak mau ! obati di sini ! " Ares melepas masker oksigen dan melemparnya ke dinding
" itu hukuman untuk mu prince kau bisa menginjakan kaki lagi di sini ketika sudah sembuh aku dan uncle mu setuju , untuk mengirim mu ke italy jadi jika ingin bertemu dengan Kanaya dan ibu mu berusahalah untuk sembuh . " ucap Kris
" aku akan menolak semua pengobatan di sana . " ancam Ares
" kalau begitu ucapkan selamat tinggal pada Kanaya dan ibu mu kau takan melihat mereka lagi mulai dari sekarang , jangan coba mengancam ku iblis kecil sembuhkan diri mu dan pulanglah kemari dengan keadaan yang sehat takan dad izinkan kau melihat 2 wanita cantik itu meskipun lewat ponsel sekalipun . " Kris mengcengkram dagu Ares sambil menyeringai
si Lion terdiam mendengar ancaman yang sang ayah Kris dan Araga sudah menyusun rencana jika Ares keras kepala mereka akan mengurung nya di Italy , si uncle ice sudah menghubungi beberapa dokter profesional di sana untuk mengurus Ares sesekali anak ini memang perlu di kerasi .
Hai love happy minggu malam
ciee yang pada mau malming 😍😍
__ADS_1
tetep jaga kesehatan ya
sampai bertemu di next episod