
Author pov
Gavin dah Yena sedang melihat jajaran gaun yang akan di pakai nanti hari pernikahan semakin dekat dia sana mereka mencoba berbagai desain , Gavin juga sedang memilih beberapa setelah jas untuk di pakai pada saat pemberkatan pernikahan karena baju akan berbeda untuk acara resepsi .
" bagimana sudah mendapat baju yang cocok? " tanya Diana
" sudah bunda yang ini saja . " Gavin memberikan satu setalan jas pada ibu mertua nya
" pilihlan kamu boleh juga . "
" gimana udah dapet baju? " Mark baru datang lalu meletakan paper bag di meja
" udah tinggal kamu yang pilih buat nanti . " ujar Diana
" iya nanti sayang..harus nya kamu udah mulai cuti masa calon pengantin sibuk terus . " ucap Mark pada Gavin
" hanya tinggal sedikit lagi ayah setelah itu aku akan cuti ketika tanggal pernikahan sudah dekat , ayah juga masih sibuk di kantor . " jawab Gavin
" banyak desain yang harus di ubah tapi ayah juga akan menyeselaikan perkerjaan secepat mungkin . "
Diana memberikan 2 Pria itu berdebat tentang masalah pekerjaan dan tak lama kemudian tirai terbuka , Yena tersenyum dengan balutan gaun pernikahan nya kain yang menjuntai indah membuat dia semakin cantik bahkan si sulung Wu di buat terdiam .
" kamu cantik sekali princes . " puji Mark
" Terima kasih ayah . " ucap Yena malu2
" baju nya pas sekali ternyata dan dan sangat cantik , bahkan calon suami mu saja terdiam saking terpesonya . " ucap Diana sambil melihat ke arah Gavin yang tak berkedip
" eum tentu saja calon istri ku yang tercantik . " ujar Gavin
lalu dia menghampiri Yena untuk melihat nya lebih dekat
" kaka suka? " tanya Yena
" aku sangat menyukai nya sayang nanti kamu akan menjadi dewi tercantik . " puji Gavin
" dasar perayu . " pipi Yena langsung memerah
Diana mengajak Mark pergi untuk memilih baju lalu dengan segera Gavin menunduk dan memberikan cumbuan nya , Yena dengan senang hati mengalungkan tangan lentik di leher si tampan adegan panas pun tercipta .
dia menepuk dada Gavin pertanda butuh oksigen dan di lepaskan nya cumbuan itu lalu leher putih Yena menjadi sasaran , Gavin mengecupi nya tanpa ada yang terlewat bahkan sesekali memberikan tanda kalau Mark tau bisa di tempeleng si presdir .
" bagaimana jika menikah nya besok saja? agar cepat buat baby . " bisik Gavin
" ish jangan bicara sembarang ! " Yena memukul punggung tegap calon suaminya
Gavin hanya tertawa jadi benaran tidak sabar untuk menanti hari bahagia nya .
....
In Hospital
Ares bersama tim nya baru selesai melakukan pembedahan meraka pergi ke ruang ganti untuk membersihkan diri si Lion membuka baju nya yang sudah penuh darah , dia dengan segera memakai baju ganti dan duduk sambil memainkan ponsel ini sudah jam 4 sore Ares ada janji dengan Kanaya .
" ini aku titip laporan nya pada mu . " Ares memberikan map pada Jinan
" kamu tak ikut? kita akan sekalian makan malam dengan dokter Park . " ucap Jinan
" tidak aku ada janji . "
" memang nya mau kemana sih? " Ren keluar sambil membersihkan wajah nya
Ares berdiri dan memakai jaket setelah itu menghampiri Ren
" melakukan olahraga sore di kasur dengan si manis pasti sangat menyenangkan . " bisik Ares
kedua mata Ren membelalak mendengar kalimat panas itu sedangkan Ares tersenyum dan pergi duluan , dia berjalan melewati lorong yang sepi memang letak gedung yang di belakang rumah sakit jarak nya cukup jauh tapi bangunan ini masih terhubung satu sama lain .
" sudah selesai dengan tugas nya Lion? " tanya seorang wanita cantik
__ADS_1
" sudah kalau begitu aku pulang duluan . " jawab Ares
" tidak akan ikut makan malam dengan dokter Park? "
" tidak aku ada janji jadi sampaikan permintaan maaf ku pada beliau ya kak Lisa . "
perawat cantik itu pun mengangguk Ares sudah akrab dengan semua petugas rumah sakit dia segera memakai helm nya , hari dia janji akan makan malam di rumah Kanaya jadi Kaira memasak banyak makanan enak untuk baby Lion nya .
tak lama kemudian sampai di rumah Kanaya langsung memeluk nya dia merindukan pria ini setiap hari , mereka pun masuk dan melihat Leo sedang membaca koran terlihat santai sekali si papa pulang lebih awal dari kantor .
" Hai papa . " sapa Ares
" tugas mu sudah selesai? " Leo melipat koran nya
" sudah tadi hanya ada satu pemeriksaan papa , dimana Leon? "
" dia masih di sekolah ada pelajaran tambahan sana bantu mama sayang . " ucap Leo pada Kanaya yang sedang tiduran di paha Ares
" iya papa kak aku bantu mama dulu ya . " Kanaya mengecup pipi Ares
Leo mencoba untuk tidak melemparkan gelas kopi pada Ares mereka benar-benar sesuatu sekali .
...
hari semakin sore Arka yang harus mengantar Alena pulang malah berjalan2 terlebih dulu dia meminta izin pada Kris , kebetulan si hot daddy sedang menjemput Kalina di rumah mertuanya karena akan cek up ke rumah sakit sekalian Arka di suruh beli pakan Rubby .
mereka sampai di rumah dan Alena masuk kedalam bahkan langit mulai menghitam dia meminta izin pada Alena untuk memberi Rubby makan , di rumah sepi sekali kakak2 nya belum kembali Alena bergegas mandi karena sudah berkeringat di tambah habis jalan2 .
" ayo makan yang banyak . " Arka menaruh makanan untuk Rubby
Rubby mengusapkan kepalanya pada dokter tampan itu si angsa cantik sudah jinak dasar genit !
" boleh minta tolong gak? " Alena datang menghampiri nya
" ada apa? " tanya Arka
" tentu nanti saya ambilkan . "
mereka masuk dan ternyata hujan turun dengan deras kini langit benar2 gelap Arka sampai di depan kamar .
" boleh saya masuk? " tanya Arka
" ya silahkan maaf merepotkan semua penjaga dan maid hari ini sedang libur , jadi tidak ada orang yang membantu ku . " ujar Alena
" ada saya tenang aja . "
Arka pun masuk kedalam warna biru mendominasi kamar si princes Wu lalu dengan segara pria itu berjongkok di depan laci , ternyata benar laci ini macet Arka masih mencoba membuka nya dan meminta obeng kecil pada Alena .
" ini obeng nya apa masih susah? " tanya Alena
" sebentar lagi terbuka . "
" nah sudah selesai kamu bisa mengisi ponsel mu sekarang . " Arka menaruh obeng nya dan membawa casan ponsel milik Alena
Ctakk
seketika lampu di mansion padam Alena yang takut gelap langsung berlari memeluk Arka sehingga membuat dokter Jung terkejut , meraka berdua terduduk di ranjang kini Alena duduk di pangkuan Arka dan bergerak heboh karena takut .
" kenapa harus mati lampu segala sih ! " omel Alena sambil memeluk Arka
" hey sudah diam jangan takut . "
" aku benci gelap ingin mommy . " rengek Alena
" jangan takut ada saya di sini udah diem . " ujar Arka
dia menahan pinggang ramping itu yang masih terus bergerak gelisah bukan apa2 lutut Alena mengenai ekhmm aset nya , Alena diam mereka saling memandang hanya ada cahaya dari senter ponsel Arka tapi dia masih bisa melihat wajah tampan si hot dokter .
" gara2 gerakan kamu dia bangun . " ucap Arka
__ADS_1
" dia siapa? bagun gimana? "
" Little Jung . " bisik Arka
hati Alena berdebar bahkan merasakan pipinya benar2 memanas untung saja ini gelap jadi dia bisa menyembunyikan rona merah .
" kena-pa bisa begitu? " tanya Alena dengan gugup
" gak tau punya saya baperan senggol dikit langsung bangun , kamu tunggu dulu di sini saya harus menyelesaikan sesuatu . "
" jangan pergi tak-ut hikss . " tangis Alena langsung pecah
" cuman sebentar rasanya deg2 ser gak nyaman nanti saya balik lagi , dia harus di tidurkan kembali biar aman . "
" lakukan disini saja . " ucap Alena dengan polos
Arka tercengang kenapa si cantik begitu polos apa dia tidak mengerti apa yang akan terjadi? suara gemuruh semakin terdengar .
" mau bantuin saya? tangan kamu bakalan berguna banget dan akan cepat selesai . "
" gak tau caranya . " Alena berucap lirih
" mau bantuin emang? saya izin dulu biar gak di tuduh macem2 . "
Alena pun mengangguk ragu Arka tersenyum dia membuka sabuk nya dan menurukan resleting nya si manis agak mundur , dengan segera Arka membawa tangan lentik itu menyapa sesuatu Alena tersentak dan secara refleks mengcengkram nya membuat si dokter mengerang .
" tunggu sebentar sayang . " napas Arka memulai memberat
Alena ingin menenggelamkan diri ke kolam renang kenapa malah berakhir begini ! semua gara pemandaman listrik sialan , dengan perlahan tangan itu bergerak dengan bantuan Arka mata tajam yang terpejam erat dan bulir keringat mulai turun di luar dingin tapi di dalam panas .
suara geretakan gigi menandakan pria ini benar2 sedang dalam ambang nikmat gerakan yang semakin cepat membuat suasana semakin seru , Alena memejamkan matanya bukan menikmati jangan salah paham hanya tak sanggup melihat ini semua .
" aku sam-pai sayang . " geraman rendah pun terdengar merdu
tangan Alena bergetar ketika merasakan cairan hangat mengalir , napas Arka terengah dia menyembunyilkan wajah nya di curuk leher si cantik .
" kau suka? little Jung kokoh bukan? " ucap Arka sambil tertawa .
" menyebalkan ! "
Arka hanya tersenyum ini diluar dugaan tidak papa anggap saja keberuntungan baginya dia mengambil tisu basah dekat meja kecil .
....
In Caffe
saat ini Ansel mampir ke caffe sebentar bersama Jeno sedangkan Leon besama Jaewu langsung pulang begitu pula dengan Vinson , mereka makan bersama dia tidak kuat sudah lapar jadi singgah sebentar dan ini adalah tempat kerja Jeno .
" kenapa anak Sultan kerja? " tanya Ansel sambil memakan pasta nya
" untuk membeli saldo game lagian cuman minggu aja kerja nya , bisa di sembelih kakak ku jika minta uang untuk saldo game . " jawab Jeno
" oh begitu ya . "
" mau ku buatkan latte? kebetulan aku yang kerja di bagian itu . "
" boleh kalau tidak enak awas saja . "
Jeno mengacungkan jempolnya dan langsung menuju meja untuk membuat latte Ansel makan dengan lahap dia benar2 lapar .
Hai love ketemu lagi sama aku
sehat selalu mine
sampai bertemu di next episod
mau di bikinin minum gak sama Jeno
__ADS_1