
Author pov
rapat sudah selesai Kris pergi dari perusahaan dia mampir sebentar untuk membeli buket bunga dan beberapa buah segar , dia mengirim pesan tapi tak ada yang membalas menyebalkan memang semoga semua baik2 saja .
" ada yang bisa saya bantu Tuan? " tanya salah satu karyawan
" buatkan satu buket bunga yang cantik . " ujar Kris
" baik Tuan . "
lalu ada seorang perempuan masuk ke sana dan tak sengaja kaki nya tersandung , secara refleks Kris menahan agar dia tidak terjatuh mereka saling memandang .
" daddy? " mata gadis itu langsung membulat
" tunggu kamu Elina? ya ampun kamu semakin menawan saja . " Kris menangkup wajah si cantik
" apa kabar dad? sudah lama tak bertemu . " ucap Elina
" kabar ku baik prinses maaf ya aku jarang berkunjung ke panti , bagaimana kabar yang lain? apa panti masih di pegang ibu Choi? "
" syukurlah kalau baik tidak papa dad justru kami berterima kasih untuk semua donasi nya , dengan uang dari dad panti sudah di renovasi bahkan bisa menyekolahkan yang lain . tidak bibi Choi sudah pindah ke Busan bersama suaminya jadi sekerang ibu yang memegang panti . "
kenapa Kris bisa mengenal Elina itu adalah panti waktu si hot daddy bertengkar dengan Ares karena salah paham pada Kalina , tapi dia bertemu dengan nyonya Choi beliau adalah istri dari kakak nyonya Jeon .
jadi waktu itu panti di kelola nyonya Choi tapi sang suami di pindahkan tugaskan jadi beliau ikut pindah , maka panti pun di berikan pada nyonya Jeon Kris mencuci piring dan memasak menemani Elina hanya memang tak masuk dalam cerita saja .
" apa Jeremy sudah sekolah? " tanya Kris
" sudah dia tumbuh menjadi anak yang pintar . " jawab Elina
" dad senang jika semua baik2 saja lain kali mainlah kerumah . "
" aku malu untuk main ke sana . "
" kenapa malu sayang kamu sudah dad anggap sebagai putri ku sendiri , di sana kamu bisa bertemu dengan yang lain . " Kris mengusap rambut Elina
" iya nanti aku main . "
" hari ini cucu ku lahir bagimana jika kamu ikut menjenguk ke sana? "
" wah benarkah? sekarang bukan dad Kris tapi Grandpa Kris . " Elina tersenyum manis
" No jangan memanggil ku begitu . " protes Kris
mereka sangat dekat Kris menyukai Elina karena gadis itu memiliki senyum yang sama dengan sang istri , belum lagi pribadinya sangat baik terlihat anggun dan serba bisa dia perempuan mandiri Kalina sekali .
setelah membeli bunga Kris memutuskan untuk mengobrol dengan Elina mereka berjalan2 di sekitar Gangnam .
" kita mau kemana? " tanya Elina
" ke kedai untuk membeli es krim bagaimana? "
" eum seperti nya menyenangkan . "
Kris pun menggengam tangan Elina karena harus menyebrang dan meninggalkan mobil di toko bunga .
" pesan se sukamu sebenarnya ada yang ingin dad bahas , ini sudah lama tapi baru sekarang bisa tersampaikan . " ujar Kris
" memang ingin membahas apa? "
__ADS_1
" kamu tau kan dad punya 3 orang putra dan 1 orang putri . "
" iya lalu? "
" kedua putra ku sudah menikah hanya tinggal satu yang belum dad tak ingin basa-basi , mau tidak kamu menikah dengan dia? menjadi menantu ku dan tinggal bersama di mansion . " pinta Kris
wajah cantik Elina kini berubah syok si singa ini memang suka membuat orang jantungan setelah mendengar Ansel putus , Kris teringat pada Elina dan berniat akan menjodohkan mereka berdua tapi belum ada waktu yang pas untuk bertemu .
" hah? aku tidak tau dad . " jawab Elina dengan ragu
" tidak perlu di jawab sekarang sayang pikirkan ini baik-baik dan bicarakan dengan ibu mu , tapi dad harap kamu tidak menolak . "
Elina mengangguk mereka menikmati es krim setelah itu Kris akan segera ke rumah sakit .
...
In Hospital
suasana semakin ramai mereka saling melihat baby Ansel cs sibuk memotret untuk di bagikan ke media sosial , nyonya kim sudah ada di sana beliau juga menjenguk dan membawakan teh madu .
" minum teh nya biar ada tenaga . " ujar nyonya Kim
" Terima kasih nek sudah repot2 membawa ini . " jawab Yena
" putra mu tampan sekali persis Gavin . " ucap Kaira
" kalau sudah begini jadi tak sabar menunggu si kembar . " tambah Airin
" hehe mereka juga makin rusuh kalau gerak . " Kanaya tersenyum lebar
" tidak papa itu tandanya mereka sehat . " Diana mengusap rambut Kanaya
" apa mama dan papa sudah di beri tau? tanya Kalina
semua terdiam ketika mendengar langkah yang mendekati pintu pasti itu Kris dan bersiap menyambut .
Clek
" welcome Granpa Kris.." teriak semua orang
Kris terlonjak ekspresi nya menjadi blank apa tadi? Granpa? maaf saja dia tak mau mendengar kalimat itu .
" sayanggg.." rengek Kris pada sang istri
" apa rapat nya sudah selesai? Lihat baby sudah lahir . " Kalina menghampiri si singa yang merajuk
" iya ini aku bawakan bunga untuk Yena . "
" lihat dia tampan seperti Gavin . " ujar Kalina
" cucu daddy tampan sekali . " Kris menggendong baby
semua orang mendelik apa2 itu !
" daddy apanya? Granpa yang ada ! " protes Mark
" sudah ku bilang jangan memanggil begitu aku masih tampan ! . "
" ayolah dad memang harus begitu . " timpal Ansel
__ADS_1
" diam kau jangan berisik atau dad potong uang jajan mu . " omel Kris
" cih dasar tidak sadar umur kau cocok sekali Granpa . " cibir Araga
" honey lihat mereka mengejek ku . " adu Kris pada Kalina
Kalina hanya bisa tersenyum dia sangat tau suaminya paling anti di panggil begitu , bahkan Kris pernah bilang cucu2 nya harus memanggil dia daddy .
para ibu mengabaikan Kris yang sedang di bully habisan2 kecuali Ares dan Arka yang tertidur lelap di sofa , sudah 2 hari mereka tidak tidur karena tuntutan perkerjaan Alena mengecup kening Arka .
...
di sebuah kamar terdapat bayi perempuan yang lucu dia asik menikmati susu bahkan pipinya terlihat bulat seperti mochi , Jeno menatap gemas dia baru beres mandi dan kembali naik keranjang .
" prinses papa tidak boleh rewel lagi ya . " Jeno mengusap kepala baby
senyum kecil terlihat dari bibir si mungil .
" papa minta maaf jika jarang berkunjung karena harus kuliah , jadi Siena main dulu sama bibi Jinri nanti kita main bersama . " ujar Jeno
dia menghela napas bagaimana dia akan menyampaikan rahasia besar ini , Jeno tak mungkin terus menyembunyikan keberadaan Jung Siena dia adalah putri kandung nya .
Siyeon Calling..
" apa? " tanya Jeno dengan datar
" aku akan segera pergi ke Jerman . "
" pergi saja apa peduli ku . "
" baguslah kau urus anak mu dan jangan menghancurkan karir ku ! "
" bahkan aku tak sudi memperkenalkan mu sebagai ibu nya , jika nanti dia bertanya kemana kau akan ku jawab sudah mati . "
" baj*ngan kau Jung Jeno ! masih untung ku lahirkan dia , dari dulu ingin aku lenyapkan saja kau berubah . "
" berubah apanya? bagaimana bisa aku rela membuang darah daging ku sendiri ! , justru kau seorang ibu tidak ada belas kasihan . "
" tapi karir ku sebagai model akan berakhir karena seorang bayi ! kamu tau itu adalah mimpi ku , jadi kau urus dia atau kirim ke panti terserah . "
" jaga ucapan mu Lee Siyeon ! lebih baik aku kehilangan mu dari pada kehilangan Siena . "
" terserah kalau begitu aku tak peduli ! "
" aku bersumpah jika nanti kau menyesal takan ku biarkan bertemu dengan Siena , bahkan sampai kau bersujud pun takan ku lakukan sialan ! "
Pip
Jeno menutup panggilan nya dan melempar posel ke dinding hingga hancur wajah si bungsu Jung terlihat frustasi .
" ayo pulang kita pulang Siena apapun yang terjadi mereka harus tau keberadaan mu , meskipun nanti papa akan di bun*h oleh kakek mu tidak masalah banyak orang yang akan menjaga kamu sayang . " Jeno menggendong bayi berusia 4 bulan itu
Jeno sudah resmi menjadi ayah ntahlah apa percintaan nya harus di ceritakan atau tidak dia begitu rapih dalam menyimpan ini , tak ada seorang pun yang tau lalu Jeno mengambil ponsel satu lagi .
begitu di aktifkan banyak panggilan masuk dan pesan yang menanyakan keberadaan nya membuat Jeno ingin menangis , dia beruntung memiliki mereka sahabat rasa keluarga sekarang langkah apa yang harus di ambil .
Hai love ketemu lagi di minggu malam
selamat bersenang-senang
__ADS_1
nama gadis yang ketemu Ansel itu Elina bukan Elena author memang suka typo
sampai bertemu di next episod