Sugar Family

Sugar Family
Bagian 37


__ADS_3

Author pov


suara tangisan bergema di rumah sakit semua menuju ke sana setelah mendengar Kalina kecelakaan semua tak menyangka akan mendapat musibah ini , nyonya kim masih tak sadarkan diri di sana beliau masih di temani oleh nyonya Wu wajah2 yang nampak tegang tetapi Kris dan Ares tak menampakan ekspresi apapun .


bahkan Ares tak mengatakan sepatah kata ketika datang mata nya hanya memandang lurus ke ruang operasi , Kalina langsung di tangani dan segera masuk ke sana kini dokter sedang melakukan usaha terbaik di dalam .


" aku ingin mommy hikss.. " Alena menangis kencang


" iya sayang sabar ya mom akan baik2 saja . " Araga menenangkan nya


" kenapa lama sekali ! aku ingin masuk . " ujar Alena


" princes tenanglah . " si uncle kembali memeluk nya


" siapa yang melakukan nya awas saja dia . " Ansel terduduk di lantai dia juga menangis


" jagoan ayah tidak boleh menangis . " Mark pun berjongkok


" aku takut ayah . " adu Ansel


" apa yang kau takutkan? semua akan baik2 saja jangan khawatir . " di usap nya surai legam itu


" ku mohon lindungi dia tuhan . " Kaira memejamkan mata nya


" kemari duduk dengan bunda . " Diana menarik Alena dan memberikan kata2 penenang


Ansel melihat kakak dan ayah nya hanya diam lalu dia menghampiri nya


" Daddy.." panggil Ansel


" hm? "


" aku takut mommy meninggalkan ku . " ujar Ansel


" mommy takan kemana2 percaya pada dad . " Kris menangkup wajah anak nya


" sungguh? "


" iya jangan menangis prince . "


Kris memeluk nya lihat saja akan ada pesta besar nanti Ares juga mengusap kepala adiknya dan setelah 2 jam menunggu lampu pun berubah hijau


" Bagaimana keadaan nya? " tanya Tuan Wu


" operasi nya lancar hanya saja nyonya belum bangun . " ucap dokter


" apa semua akan baik2 saja? " tanya Leo


" kami masih harus memantau nya kondisi nya naik turun , setelah ini akan di tempatkan di ruang pemulihan . "


setelah itu Kalina di bawa keluar Alena kembali menangis melihat kondisi sang ibu yang di tempeli alat2 aneh , Ares pergi dia tak mengikuti keluarga nya hati si Lion hancur melihat wanita yang begitu dia cintai terbaring lemah .


kebetulan itu adalah rumah sakit tempat dia melakukan praktek dia terududuk di kursi taman kenapa semua ini harus terjadi?


" jika ingin menangis lakukan saja jangan memendam nya . " Kris pun duduk di samping nya


" apa yang harus ku tangisi? " tanya Ares


" dad janji akan mencari si brengs*k itu . "


" jika benar ini adalah ulah nya aku tau harus pergi kemana , jadi biarkan aku yang menyeret nya ke hadapan mu dad . "


" lakukan saja nanti akan dad ajarkan bagimana cara bermain yang baik , nanti kau akan melihat sesuatu yang menyenangkan . " ucap Kris sambil berbisik


lalu ada seorang pria bergabung di sana


" kita langsung saja dia sudah berani menyentuh keluarga ku ! " ucap Araga


" tentu saja aku tunggu buruan ku jagoan . " Kris pun berdiri dan mengusap rambut Ares


...


sedangkan Kanaya dan Leon baru saja menyelesaikan kelas tambahan begitu juga dengan Vinson karena Ansel dan Alena berbeda jadwal , mereka panik ketika mendapat pesan mom Kalina masuk rumah sakit dan akan segera ke sana untuk melihat .


" cepatlah Xavier bawa mobil mu ! " omel Leon


" sabar sebentar ! " Vinson pun berlari ke parkiran


" semoga mommy baik2 saja , kak Ares sabar ya my Lion . " ujar Kanaya


lalu mereka pun segera berangkat ke rumah sakit tak sempat untuk berganti baju tak lama kemudian mereka sampai di sana , Leon dan Kanaya pergi terlebih dulu karena Vinson harus memarkirkan mobil nya .


" kenapa begini semoga mom baik2 saja . " gunam Vinson


dia berlari dan tak sengaja menabrak seseorang


" maaf ya saya buru2 . "

__ADS_1


" memang nya mau kemana boy? " ucap seseorang


" daddy? kenapa ada di sini? di mana mommy? " tanya Vinson


" dad akan pergi sebentar.. mom ada di dalam pergilah . " Kris mengusak rambut Vinson


Vinson pun mengangguk dia masuk kedalam di sana sudah ramai bahkan Gavin dan Yena sudah ada si presedir membatalkan semua rapat , dia berlari ke sini setelah mendengar ibunya kecelakaan membuat pria itu sangat sedih .


" apa mom baik2 saja papa? " tanya Vinson


" tentu dia akan baik2 saja . " jawab Leo


" pergi hibur Ansel dia membutuhkan kalian untuk tetap kuat . " ujar Mark


" baik ayah . "


Vinson menghampiri Ansel yang sedang di tenangkan oleh Leon begitu juga dengan Alena mereka semua saling menguatkan dan menyanyangi , Kanaya mencari Ares tapi pria itu tidak ntah kemana semoga dia baik2 saja dan selalu kuat .


...


In Apartemen


seorang wanita terduduk nampak syok tubuh nya gemetar dia tak bermaksud melakukan itu dia sangat menyesal sungguh .


" kenapa nona menabrak nya ! kita hanya akan menyentuh Ares saja . " tanya Zion


" aku tak sengaja Zion ! bagaimana ini siapkan koper kita pergi ke luar negri . " ucap Krystal


" tuan Kris takan melepas begitu apalagi nona melukai orang yang begitu dia cintai . "


" maka dari itu cepat persiapkan semua nya ! " teriak Krystal


Zion segera pergi menyiapkan koper kenapa manjikan nya gegebah sekali dan terdengar pintu di ketuk , Krystal dengan ragu membuka pintu dan wajah nya memucat ketika tau siapa yang datang dia langsung menutup tapi sudah di tahan


Brak


pintu di buka dengan kasar dan seseorang masuk ke sana


" maaf menganggu waktu nya . "


" mau apa kau kemari ! pergi dari sini Ares ! "


" aku mau menjemput mu jal*ng . " ucap Ares


" Zionnnnn kemari usir dia ! " teriak Krystal


Dor


satu tembakan menyapa kaki Zion dan Krystal semakin dibuat semakin ketakutan dia berdiri dan lari dari sana , Ares hanya berjalan dengan tenang mengikuti kemana dia lari dia merasa jengah lalu berlari mengejar Krystal .


" mau kemana hm? " Ares mengcengkram tangan lentik itu


" lepaskan aku brengs*k ! aku tidak sengaja maaf hiks.. "


" tutup mulut mu ! jangan sampai kau ku buat tidak bisa bicara . "


lalu dengan segera Ares menyeret Krystal masuk kedalam mobil dan membawa nya untuk bertemu dengan Kris , tak lama kemudian dia sampai dan Krystal memberontak Ares mengcengkram rambut nya kemudian di seret begitu saja dia menuju taman belakang mansion dan ke rumah kecil .


Brug


Ares melemparkan Krystal sehingga gadis itu terjerembab di lantai dia mengdongkak melihat Araga dan Kris sedang meminum wine nya , tunggu kenapa mereka bisa bersama? bukankah mereka musuh ada apa ini sebenarnya .


" ada tamu rupanya tidak boleh kasar begitu jagoan . " Kris pun bediri


" berburu mu sukses Lion . " timpal Araga


" tentu aku dapat mainan baru nya . " Ares menutup pintu


" tua-n Kris? " panggil Krystal


" iya sayang ada apa? selamat datang di rumah kau suka? " Kris mengusap pipi Krystal


" maaf saya tidak sengaja melakukan nya hikss "


" kalau begitu anggap juga ini tidak sengaja ! "


plakkk


Kris menampar Krystal hingga membuat sudut bibit nya robek wanita itu menangis ketakutan dia terus memohon , sedangkan Ares hanya tertawa puas melihat film nya dia sangat menikmati adegan live itu .


...


In Hospital


kini di ruangan hanya tinggal si kembar dan Gavin yang lain pulang terlebih dulu mereka akan menginap di rumah sakit tidak semua , mereka akan berganti menemani Kalina hari sudah semakin sore Gavin tidak tau kemana ayah nya pergi .


" berhenti menangis sayang nanti kamu sakit . " Gavin mengusap rambut Alena

__ADS_1


" kenapa mommy tak bangun kak . " tanya Alena


" sebentar lagi mommy pasti bangun jangan menangis princes . " ucap Gavin


" kenapa orang itu tega melakukan ini padanya mommy adalah orang yang baik . " Alena memeluk kakanya


" iya dear semoga orang itu mendapat hukuman yang setimpal , kamu sudah makan belum? "


" belum kak . "


" kita beli makan ya? kaka suapin bagaimana? "


Gavin pun membeli makan untuk kedua adik nya sedangkan Ansel terus menggenggam tangan Kalina .


" bangun mom maaf aku tidak bisa menjaga mu jangan tinggalkan aku..semua orang membutuhkan mom , mommy adalah alasan ku untuk tetap kuat menjalani semuanya kini melihat mu seperti ini aku tidak sanggup bangunlah ! " Ansel mencium kening Kalina


Alena kembali menangis mendengar itu wanita yang selalu ada ketika mereka sedang sedih kini masih terlelap tidur , hari semakin malam Ansel akan membawa baju ganti dia memutuskan untuk pulang sebentar ke rumah .


setelah membayar taxi dia melihat mobil kakak dan ayah nya terparkir di depan rumah dia pun masuk kedalam tapi sepi tak ada siapapun .


" daddy.. kak Ares " panggil Ansel


tak ada jawaban dia hanya mendengar suara dari arah taman belakang lalu Ansel berjalan mengikuti arah suara nya .


Clekk


pintu terbuka bau amis yang sangat menyengat langsung Ansel rasakan dan seluruh tubuhnya membeku , seolah si tampan merasakan tak mempunyai tulang menyaksikan kegiatan di dalam


" harusnya kau tidak masuk boy . " ujar Kris


" ap-a yang sedang.. " Ansel tak bisa melanjutkan kata2 nya


kini dia terduduk di lantai wajah tampan itu terlihat pucat siapa tak kaget melihat tiga orang dewasa yang baju nya sudah basah dengan darah , belum lagi ruangan itu penuh dengan genangan merah Ansel menahan diri agar tidak muntah .


" kenapa ada di sini? lalu mom dengan siapa? " Ares melempar pisau nya dan menghampiri sang adik


" jangan mendekat ! " ucap Ansel


" hey tenanglah . " Ares menangkup pipi Ansel


" pergi kalian gila ! kena-pa melakukan ini . " Ansel mendorong kakanya


dia berlari keluar karena tak tahan dengan bau amis dan Ansel pun muntah dia mengusap pipi yang terkena darah karena Ares memegang nya , remaja tanggung itu menangis dia tak menyangka akan melihat adegan yang begitu menyeramkan .


" urus semua ini biar dad yang menangani adik mu , dia masih lemah dalam urusan begini . " Kris memberishkan tangan nya


" iya dad aku akan bereskan semua nya . " jawab Ares


Kris pun keluar dia melihat Ansel sedang muntah


" sudah selesai? " Kris memijat tengkuk anak nya


" pergi hikss ! "


" dad punya alasan untuk semua ini ! putra ku tidak boleh takut dengan hal sepele , dia pantas mendapatkan nya apa kau lupa? dia yang membuat ibu mu terluka Ansel Wu ! "


Araga ikut keluar biar si Lion yang membereskan sisa nya


" hey prince tenanglah.. " Araga menggendong Ansel dan membawanya ke ruang tengah


Kris membawa minum Araga masih berusaha membuat Ansel tenang bahwa yang dia lihat itu wajar di dapat untuk orang2 jahat , lalu tak lama kemudian si tampan malah terlelap terlalu banyak kejutan hari ini walaupun terlihat dalam tidurnya dia bergerak gelisah .


" sepertinya Ansel tak cocok dengan tugas yang akan ku berikan di italy . " ujar Araga


" ya buktinya dia bahkan terlihat ketakutan . " jawab Kris


" sifat iblis mu hanya menurun pada Ares padahal di italy Ansel akan ku jadikan pimpinan selanjutnya , tapi mental nya tidak sekuat itu yang cocok menggantikan ku hanya Ares . " Araga menyalakan rokok nya


" dia bekerja di rumah sakit tihang ! " omel Kris


" kenapa tidak? dia bisa tetap berkerja di rumah sakit sekaligus menjadi pimpinan . "


mereka mengobrol seolah tak terjadi apapun jangan tanya keadaan Krystal ! Ansel di buat pingsan melihat nya , Ares pun menyusul dan Araga memperhatikan si Lion dia mempunyai sesuatu yang akan di wariskan di italy.


" besok saja ke rumah sakit nya dad kak Gavin ada di sana . " ujar Ares


" iya kita harus membereskan kekacaun ini . "


" aku membutuh Kanaya untuk tetap waras , mungkin peluk dan cium sudah cukup . " Ares tersenyum tipis


Kris mendengus mendengar ucapan Ares dia mengambil selimut lalu menyelimuti Ansel yang sudah terlelap dan membisikan kata maaf untuk nya .


Hai ketemu lagi sama aku


selamat minggu malam love


sehat selalu maaf di buat nunggu ya mine

__ADS_1


sampai bertemu di next episod


__ADS_2