
Author pov
Kean sedang bermain dengan mainan baru yang di belikan Kris tenpo hari lalu Ezra berkutat dengan tugas , Alvin bermain monopoli bersama Alana juga Livy sedangkan Sean menggambar bersama Lexsy mereka baru selesai makan malam.
" tugas mu sudah selesai? " tanya Ezra
" belum nanti saja . " jawab Kean
" mana boleh begitu nanti kalau lupa bagaimana ayo kerjakan bersama . "
" kaka ini tidak bosan belajar terus? apa bedanya dengan Lexsy . " sela Sean
" agar kita pintar memang harus belajar . " ujar Ezra
" ya ya baiklah . "
Kean pergi menuju kebelakang dan melihat kandang Rubby terbuka .
" pasti angsa itu belum makan ish merepotkan saja ! " omel Kean
dia mengambil tempat pakan karena jika si hot grandpa tau , maka besok akan terjadi kultum yang teramat panjang .
" sedang apa? " sapa seseorang
" ish daddy Arka membuat kaget saja ! "
" habis mencurigkan sekali tingkah mu , pergilah berlajar . "
" sebentar angsa2 centil ini belum di berikan Pakan . "
" daddy yang urus . " ujar Arka
" baiklah dad . "
Kean pun kembali masuk dan Arka memberi makan kesayangan sang mertua .
...
In Villa
Ansel sedang menatap Winter wanita itu masih terus saja bercerita bahwa saudara2 nya sangat jahat , si tampan mendengarkan semua ucapkan Winter dan menyimak dengan baik .
" jadi kamu harus percaya pada ku mereka semua itu jahat hiks.." Winter menangis tersedu
" mereka melukai mu . " ujar Ansel
" iya sayang mereka menyakiti ku ayo pergi dan kita bangun hidup yang baru . "
" tentu . "
mata Winter seketika berbinar ternyata Ansel masih begitu mencintai nya , tak sia2 dia kembali ke sini dan hidup bahagia merangkai cerita baru .
" kamu percaya pada ku dan akan pergi bersama kan? " tanya Winter dengan penuh harapan
" iya tentu aku percaya dengan semua ucapan.. "
" saudara ku.." jawab Ansel dengan yakin
__ADS_1
plakk
suara tamparan begitu bergema pipi putih langsung terhias warna merah , rasa perih dan sudut bibir yang robek membuat Winter meringis
Winter begitu syok ketika Ansel menampar nya dengan keras kenapa malah berujung seperti ini
" jangan ucapan mu brengs*k jangan berkata sembarangan tentang semua saudara ku ! , kau pikir siapa? tak lebih dari kilasan masa lalu yang sudah tak berguna ! " teriak Ansel
" kau menyakiti kuu Ansel ! " balas Winter tak kalah histeris
" jangan salah paham dengan sikap ku selama ini aku baik karena selalu ingat dengan perkataan mommy , hidup menyimpan rasa marah hanya akan membuat perasaan kita lelah dan kita harus selalu memaafkan orang yang sudah membuat kita kecewa . Tuhan siapkan hadiah untuk mengobati luka yang telah di ciptakan oleh dia ikhlas memang sulit tapi mencoba juga bukan suatu kesalahan , lalu kau menghancurkan kembali kepercayaan itu dengar sialan aku mencintai istri dan anak ku ! " Ansel mencengkram pipi Winter
sorot tajam mata Ansel yang sama dengan milik sang daddy membuat Winter takut .
" turunan jal*ng memang tidak ada yang benar . " ucap Winter
" coba katakan itu lebih keras lagi . "
" kalian keluarga brengs*k ! "
Srakkk
Ansel membuka ikatan tali dengan pisau sehingga membuat bahu Winter tersayat , rintihan pilu si tampan abaikan dan kemudian mencengkram rambut Winter lalu di seret .
rontaan dan tariakan Winter menjadi melodi indah di malam yang begitu sejuk , sedangkan di ruangan Ares , Alena dan Leon hanya tersenyum melihat layar ketika melihat Ansel mengambil samurai .
tidak bisa si pungkuri darah Kris mengalir dalam tubuh Ansel pria kalem justru lebih berbahaya , sisi lembut Ansel di dapat dari sang ibu malaikat pelindung dan wanita yang menjadi semesta nya.
...
" kenapa masih di sini pergilah tidur . " ujar Gavin
" kaka sendiri kenapa malah ikut bergabung . " jawab Vinson
" belum mengantuk saja . "
" sama dengan ku . "
lalu seorang pria tampan datang menyusul ke teras depan dengan wajah khawatir .
" kenapa kak Arka belum tidur? " tanya Vinson
" saya menunggu Alena pulang istri saya kemana ya.." ujar Arka dengan gelisah
" tenanglah dia pergi bersama dengan Ares dan Leon , apa yang kamu takutkan mungkin sebentar lagi pulang . " ucap Gavin
" iya kak Alena pergi dengan kak Lion pasti baik2 saja . "
" kemari duduk dan tunggu saja di sini . " ajak si sulung
lalu tak lama kemudian satu mobil telihat memasuki halaman utama .
" ya ampunn padahal tidak usah menunggu dan menyambut ku boy . " Kris pun turun sambil tersenyum
" tolong jangan terlalu percaya diri Grandpa . " ujar Gavin
" ohoooo siapa yang sedang kau panggil begitu hm? panggil dengan benar ! "
__ADS_1
" memang kenyatan nya pria tua harus bagaimana? , coba lihat ke kamar cucu mu itu segudang . "
" aku tidak tua baj*ngan lihat bahkan tubuh ku masih tegap ! dan masih bisa melempar mu dari lantai 2 , jadi jangan memanggil daddy begitu sudah lama mulut mu tidak di lakban ! atau ingin di jait sekalian Gavin Wu . " omel Kris
" berisik nanti anak-anak bangun ! " ucap Gavin
" kau yang mulai bodoh ! "
Vinson dan Arka hanya menonton debat di tengah malam anggap saja sedang menonton bioskop .
tapi Arka terkejut ketika Kris membuka jas karena lengan kemeja yang penuh dengan darah .
" daddy baik-baik saja? tanya Arka
" ya ampuunn kenapa bisa begini . " dengan heboh Vinson menghampiri Kris
" hey tenanglah daddy baik-baik saja . " Kris mengusap kepala Vinson
" katakan di mana yang terluka nanti kak Arka obati , daddy jatuh? tadi kecelakan? atau di rampok , aku harus memberi tau ayah dan papa tentang ini . " wajah tampan Vinson berubah cemas
" daddy tidak terluka jangan panik tadi berburu sebentar dengan Araga . "
" lalu mana? "
" apanya yang mana? "
" tentu saja buruan nya ! "
" sudah mati untuk apa di bawa ke sini . " ucap Kris
" ku mohon jangan terluka dan teruslah baik2 saja seperti ini , melihat anak2 tumbuh dan menjadi tempat bagi kami mengadu . " ujar Vinson
" daddy akan berusaha untuk itu boy . "
Kris memeluk Vinson malam yang terasa hangat cinta dan kasih sayang menjadi cahaya yang begitu cantik , bahkan mengalahkan indah nya kerlipan bintang yang menghiasi langit malam .
" daddy sayang aku? " tanya Vinson
" tentu pertanyaan konyol macam apa itu? "
" kalau begitu besok bayar tagihan mobil baru ku kata ayah minta saja pada daddy . " Vinson tersenyum lebar
" hey kenapa malah di suruh bayar tagihan ! " omel Kris
" tadi daddy bilang sayang aku ! besok harus sudah bayar . " lalu Vinson pun pergi masuk ke dalam
" bocah sialan . "
Kris hanya menghela napas sipat tengil Vinson sama persis dengan Mark si bungsu Wu tentu dia adalah ayah kandung nya .
Hai ketemu lagi sama akuu
makasih yang udah nunggu terharu banget
sehat selalu Love
sampai bertemu di next episod
__ADS_1