
Author pov
pagi pun mulai menyapa Kalina dan Kaira menginap di rumah sakit yang lain akan kembali menjenguk sehingga Ares bisa kembali bekerja , nanti siang Jeno akan berkunjung sepulang dari kampus karena dia ada kelas pagi bahkan Ansel cs juga ikut bergabung .
" Lionnn aku ingin melihat anak2 mu . " rengek Ren
" selesaikan ini dulu . " jawab Ares
" pasti mereka tampan . " ujar Jinan
" tentu saja ayah nya sudah tampan begini . "
" semoga mereka tidak menyeramkan seperti mu dan tidak menyebalkan juga . " timpal Ren
lalu setelah selesai dengan data mereka turun Ren dan Jinan sudah menyipakan buket bunga dan parsel buah , mereka masuk dan antusias melihat 2 bayi yang baru selesai di berikan asi lihat mata kecil itu sangat menggemaskan .
" kaka sudah makan? " tanya Kanaya
" sudah sayang aku pikir mereka tidur . "
" mungkin sudah kenyang tidur nya jadi ingin bermain . "
Kalina keluar dari toilet dia baru beres mandi ternyata ruangan sudah ramai .
" selamat pagi mom ratu ku selalu terlihat cantik. " Ares mengecup pipi sang ibu
" apa kalian sudah sarapan? "
" sudah tadi di kantin . "
" selamat pagi mom . " sapa Ren dan Jinan
" selamat pagi kembali tampan . "
lalu Kris dan perawat masuk ke dalam si hot daddy membawa banyak makanan .
" Hai sayang . " Kris mengecup bibir Kalina
" dad banyak orang ! " protes si manis
" dokter Wu baby twins harus mendapat asupan sinar matahari , mungkin anda bisa membawa baby berjemur di luar . " ujar perawat
" ya baiklah . "
" ayo dad temani tidak mungkin kamu menggendong keduanya . "
Kris menggendong Kean dan Ares membawa Sean mereka duduk di bangku untuk berjemur .
" gemas sekali cucu dad . " Kris mengecup pipi baby Kean
" apa? aku tampan ya? " Ares melihat ke arah Sean yang sedang berkedip lucu
" nanti siang ibu dan Araga akan berkunjung ke sini . "
" mereka sudah pulang? "
" iya dad sudah menyiapkan kado untuk mereka bahkan Araga juga . "
Kris membelikan 2 set pistol Bresta 204 lengkap dengan pelurunya untuk si kembar dan Araga membuat 2 samurai , nama mereka terukir di masing2 samurai yang di buat oleh perajin terbaik di Jepang .
...
In Lab
Leon masih mencatat hasil rumusan zat yang sedang di teliti hari ini dia menggunkan Lab rumah sakit karena lebih lengkap , dia begitu fokus dan terkejut ketika ada yang memeluk dari belakang .
" kita sedang di rumah sakit . " ucap Leon
" di sini tidak ada orang . " jawab Viona
siapa jika bukan dokter Park dia masuk kedalam ternyata si tampan sedang sibuk .
" apa tidak ada jadwal? "
__ADS_1
" nanti sore saya baru ada jadwal , sayang jangan sibuk terus . " rengek Viona
" sedikit lagi . "
lalu tiba2 pintu kembali terbuka Viona melepaskan pelukan nya .
" Leonnn.." panggil seorang gadis
" Yoonji? kamu kenapa di sini? " Leon menyimpan alat tulis
" alat di Lab tidak ada jadi aku ke sini ayah yang menyuruh selamat pagi , nama saya Min Yoonji salam kenal . " sapa Yoonji pada Viona
" iya selamat pagi kembali saya Viona Park dari bagian anak . "
Yoonji tersenyum lalu mengeluarkan buku tugas .
" rumusan ku yang ini belum selesai . " ujar Yoonji
" yang mana hm? kenapa tidak bilang nanti aku bantu . " ucap Leon
sedangkan Viona duduk melihat interaksi mereka berdua .
" kamu benar ayah kalau buat soal gak kira2 . "
" kemana saja kamu baru sadar..hati-hati nanti tangan mu terluka . " Leon menjauhkan carian kimia
" apa tugas kalian banyak? " Viona mencoba bergabung
" lumayan dokter Park ya beginilah tugas anak kuliah . "
Prakk
Yoonji berteriak ketika tak sengaja menjatuhkan gelas penelitian .
" sudah ku bilang hati2 ! apa kamu terluka? " Leon dengan segera melihat kaki Yoonji
tak sadar jika Viona juga tergores karena berada cukup dekat dan membuat si manis meringis , tapi dia sedih bahkan Leon tak menanyakan keadaan nya .
" aku tidak papa . "
" kalau begitu saya permisi dulu silahkan selesaikan tugas kalian . "
Viona pergi keluar untuk mengobati luka dari pada di sana merasakan cemburu , wajah cantik itu terlihat tidak semangat karena kejadian tadi .
...
hari sudah mulai siang kini Ansel cs sudah berada di ruangan Jeno membawa anak serta istrinya dan Elina juga ikut kembali kesana .
" Terima kasih sudah menjenguk kami . " ujar Kanaya
" iya kami juga ingin bertemu si kembar . " ucap Siyeon
" mereka tampan sekali . " timpal Jaewu
" tentu mereka adalah keponakan ku Na . " Vinson berucap bangga
" kamu kapan pulang Kanaya ? " tanya Jeno
" sore nanti aku sudah bisa pulang kak Elina kemana? "
" dia mampir ke toko cake dulu dengan Alena apa Leon masih di sini? " Ansel mengeluarkan ponsel
" tadi sih iya kak . "
lalu tak lama kemudian Elina dan Alena pun masuk sambil membawa beberapa paper bag .
" ini untuk mu biar cepat sembuh harus banyak makan . " ucap Elina
" wah makasih ya kak banyak banget . " Kanaya berucap semangat
" bumil makin cantik aja . " Vinson mengecup pipi Alena
" baru tau punya saudara cantik kaya aku? " Alena mengibaskan rambut nya
__ADS_1
mereka pun mengobrol dan akan makan siang bersama setelah menjenguk Kanaya , lalu seorang pria tampan masuk kedalam .
" Hai honey . " Arka mengecup kening Alena
" aku kangeennn.. " rengek Alena
para pria hanya berdecak melihat adegan itu ada dokter bucin di sini .
" tolong jika ingin bermesraan jangan di depan kami . " ujar Jeno
" dih jangan suka iri jadi orang ! " jawab Arka
" mentang2 sudah punya gandengan pamer di sembarang tempat . " tambah Vinson
" liat saudara kamu itu kenapa sensi sekali maka nya cari pacar dong . " cibir si dokter Jung
" maaf aku sudah punya . " ucap Vinson
" lho siapa? kenapa tak becerita? " semua Ansel cs menatap dengan penasaran
Vinson jadi gelagapan di tatap oleh semua orang duh pake acara keceplosan segala , lalu makan siang pun tiba Ares beristirahat sejenak menemani Kanaya di ruangan .
Leon juga selesai dan Yoonji kembali ke kampus terlebih dulu dia menuju ruangan kekasih nya untuk mengajak makan siang .
" ayo pergi makan . " ajak Leon
" kamu saja pergi duluan saya belum lapar . " jawab Viona
" apa masih banyak pekerjaan? "
" ya begitulah . "
Leon heran kenapa sikap si kekasih agak jutek perasaan tadi pagi baik2 saja .
" ada apa? aku melakukan kesalahan hari ini? " tanya Leon
" gak papa . "
lalu dia menghampiri Viona dan membalikan kursi kerja sehingga mereka saling berhadapan , Leon berlutut di depan si cantik apa perempuan ini sedang marah .
" maaf jika aku melakukan kesalahan tapi tak ku sadari jangan diam seperti ini katakan saja aku memang tidak peka , maaf ya jika kesalahan hari ini membuat mu sedih aku tidak bermaksud begitu jadi apa hm? " Leon memegang kedua lengan lentik itu
mata Viona berkaca bagaimana dia ingin marah jika Leon bersikap begini .
" saya sedih kamu hanya perhatian pada Yoonji padahal kaki saya juga terluka terkena pecahan kaca . " ucap Viona
" ya ampun aku tidak tau maaf apa sudah di obati? " tanya Leon dengan panik
" sudah tadi . "
" aku pikir tadi kamu baik2 saja . " Leon mengusap plester di kaki Viona
" kamu menyebalkan saya tidak suka ! " Viona memukul bahu tegap sang kekasih
" iya sayang aku salah . " Leon kemudian memeluk erat Viona
" ingin cium ! "
Leon pun mengecup bibir Viona agar si cantik berhenti marah .
" itu namanya kecupan ish ! "
lalu dengan segera menarik Leon dan memberikan cumbuan mereka menuju sofa Viona duduk di pangkuan Leon , kali ini biar saja dokter park yang mendominasi karena gemas dengan tingkah si pria kaku tapi begitu mempesona .
halo tadinya mau datang di minggu malam tapi takut gak bisa jadi sekarang aja
sehat selalu dan semoga hari kalian menyenangkan serta penuh kebahagian
sampai bertemu di next episod
lain kali peka dikit ya mas Leon .
__ADS_1