
selamat menikmati dan maaf kalau typo
Author pov
hari pun berlalu setelah melaksanakan sarapan bersama semua orang melakukan aktivitas nya masing-masing Ares sudah berangkat ke kampus , Kalina sempat menolak tapi dengan sabar pria itu membuat ibunya yakin bahwa dia sudah baik2 saja dan takan terluka kembali .
" ku pikir kau takan masuk , bagaimana dengan luka mu? " Jinan datang sambil membawa map
" akan sangat membosankan jika berada di rumah sudah agak membaik , apa yang kau bawa? " tanya Ares
" laparon minggu lalu profesor lee membutuhkan nya jangan terlalu banyak bergerak , nanti yang akan menjalankan tugas lapangan aku saja kau menyusun hasil identifikasi nya . " ucap Jinan
" maaf ya aku tak bisa membantu tapi pasti kau akan repot , memang sanggup mengidentifikasi sendiri? "
" Ren akan membantu ku kau tenang saja ini berkas jenazah yang kita tangani kamu baca dan laporan identifikasi akan ku kirim , aku harus segera pergi kerumah sakit jadi kau tetap disini jangan nakal menurutlah sebentar . "
" ya baiklah . "
karena selama seminggu ke depan kelas forensik akan berada di rumah sakit tapi Ares harus absen sebentar tidak papa masih ada tim yang lain , dia sedang duduk di bawah pohon kesukaan nya memang tak ada kelas hari ini karena kelas itu sendiri berlangsung di rumah sakit .
" kamu baik-baik saja? " suara yang begitu lembut menyapa nya
" sedang apa di sini? " Ares tau siapa yang datang
" melihat keadaan mu . " Airin duduk di samping nya
" memang nya aku kenapa? aku masih terlihat tampan seperti biasanya . "
" iya tentu aku percaya tuan ice , aku membuatkan puding untuk mu . " si cantik mengeluarkan wadah
" aku bingung . " ujar Ares
" apa yang membuat mu bingung? nah ayo coba semoga kamu suka . " Airin bersiap menyuapi nya
" kenapa kamu selalu repot2 membuatkan ku makanan , wajar saja jika bingung apa itu tidak menyita waktu mu? "
" karena kau bilang menyukai masakan ku..juga memasak adalah hobby ku , jadi ini sangat menyenangkan ayo cepat cicipi puding nya . " ujar Airin
Ares melahap puding nya dengan di suapi Airin
" apa puding nya enak? "
" apapun yang kau buat selalu enak , benar-benar seperti masakan mommy . "
" apa kau menyukai tentang ku karena aku mirip dengan ibu mu? " tanya Airin
" iya tentu saja . "
Airin hanya tersenyum kenapa dia harus merasa kecewa bahkan dia terpesona pada Ares juga karena mirip seseorang , mereka berdua saling menyukai karena mempunyai orang yang mirip bukan dari rasa yang berasal dari diri sendiri .
In School
kini di lapangan terdengar suara riuh di sana sedang ada pertandingan basket antar kelas Ansel bermain dengan semangat para pendukung bersorak heboh .
" Na oper bolanya pada Leon ! " teriak Ansel pada Jaewu
" ambil bola ini Leon ! " Jaewu melempar bola nya
dengan segera Leon menangkap bola dan membawa menuju ring
" Xavier jaga dari arah belakang . " pinta Leon
yang di suruh segera menurut untuk menjaga lawan agar tak mengambil bola
blass
bola berhasil masuk kedalam keranjang sorak kemenangan langsung terdengar memang ke 4 pria casanova ini tak pernah mengecewakan , akhirnya permainan pun selesai Alena memberikan air untuk Ansel begitu juga Kanaya untuk Leon , Xavier juga Jaewu .
" kalian memang terbaik . " ucap Alena
" tentu saja kami memang juara nya . " Jaewu berucap sombong
" karena hari ini jam pelajaran kosong kita makan di kantin , aku yang traktir itung-itung ngerayain kemenangan kita . " ujar Ansel
" baiklah berangkat . " jawab Xavier
mereka pergi ke berganti baju Kanaya pergi mengambil baju Leon ke ruang ganti karena dia harus pergi sebentar , di sana Ansel sedang duduk dan memainkan ponsel nya menatap pada Kanaya yang baru masuk .
" kemana kaka mu? " tanya Ansel
__ADS_1
" dia pergi sebentar aku ingin mengambil baju kak . " ucap Kanaya
" duduk sebentar di sini.."
Kanaya pun duduk di samping pria tampan itu
" ada apa kak? "
" aku tidak tau ini hanya perasaan ku atau benar adanya , kamu sedang ada masalah ya? belakangan ini selalu terlihat murung . " Ansel menatap pada gadis cantik di samping nya
" aku baik-baik saja kak mungkin memang sedang tidak mood . " Kanaya tersenyum tipis
" katakan jika memang ada masalah aku mau mendengarkan jika memang ingin bercerita , jangan merasa sendiri aku tak suka melihat mu bersedih seperti ini . " Ansel meneguk air mineral
" aku sedang menyukai seorang pria tapi sudah di pastikan dia terlalu sempurna untuk ku..bakan kini dia sedang dekat dengan yang lain , bahkan perempuan itu sangat cantik dan mereka pasangan yang serasi berbeda jauh dengan ku yang seperti ini di tambah kelakuan absrud ini . " Kanaya menunduk
" tak ada manusia yang sempurna bahkan di mata tuhan semua terlihat sama..menghargai diri sendiri adalah hal terbaik , mengubah sifat hanya demi di sukai orang lain aku rasa itu tidak benar menunjukan inilah kita apa adanya walaupun terkadang orang lain tak menyukai sifat kita . tapi mau bagaimana lagi memang begini adanya dari pada berpura2 baik hanya untuk sebuah citra. " ucap Ansel
" aku hanya tidak percaya diri kak sungguh perempuan yang sedang dekat nya bukan bandingan ku , aku ingin menyerah saja dan melupakan dia walaupun rasanya sulit menurut kaka apa kau bisa? " Kanaya menatap pada Ansel
" apa kau ingin melupakan nya? "
" ya walaupun itu sangat sulit tapi aku tak bisa bertahan lebih lama lagi takut semakin lama semakin sakit . "
" kalau begitu lupakan saja sayang dan carilah kebahagian mu , mungkin di sekitar mu ada pria yang menyukai mu tapi kau tak menyadari nya. " Ansel mengecup punggung tangan Kanaya
Kanaya terdiam tak menyangka Ansel semanis ini dia akui memang diantara saudara nya dia tak terlalu dekat dengan Ansel , tunggu apa katanya tadi ada pria yang suka padanya? tapi siapa? dia pun di tarik untuk segera pergi ke kantin .
In Office
Mark sedang berkutat menyelesaikan gambar nya banyak sekali pekerjaan yang belum selesai dia berlomba dengan waktu pria memang harus berkerja keras bukan , lalu ada seorang pria tampan masuk ke ruangan sambil membawa secangkir kopi menghampiri Mark .
" pak kopi nya sudah siap . " ucap pria itu
" taruh di meja apa desain untuk lantai atas sudah siap? " tanya Mark
" sudah hanya saja aku bingung . "
" apa yang kau bingung kan Hwang Minhyun . " Mark menatap pria di depan nya
" aku tidak tau konsumen akan suka atau tidak . " ucap Minhyun
" persentasikan saja itu urusan nanti . "
" aku ingin libur pak bosen kerja mulu . " keluh Minhyun
" kalau libur mau ngapain? pacar gak punya mau ngedate sama siapa . " Mark meneguk kopinya
" ya ngapain bebas katanya mau kenalin aku sama putri bapak , mana nomer telpon nya aja gak di kasih ayolah calon ayah mertua jangan pelit-pelit . " Minhyun tersenyum manis
" gak yakin putri saya mau sama kamu . "
" ck nyoba aja belum ! lagian aku terlalu tampan untuk di tolak , boleh ya putrinya ku dekati? masa gak kasian liat aku jomblo mulu . " Minhyun memasang wajah memelas
" ya , ya nanti saya pikirkan . " ucap Mark
" memang calon ayah mertua idaman . " ujar minhyun
Mark mendengus sebenarnya dia juga akan mendekatkan Yena dengan Minhyun selain baik dan pintar dia orang yang humoris , siapa tau saja Yena bisa dengan segara melupakan Gavin dia tak ingin putrinya bersedih terlalu lama .
lalu tak bedanya seorang pria sedang berkutat dengan berbagia berkas dia meneliti agar tidak ada yang salah dan perempuan cantik masuk kedalam .
" presedir.." panggil Krystal
" hm? "
" gavin wu . "
" apa? ada apa Krystal? " gavin mendongkak menatap padanya
" sudah ku bilang aku ingin mengatakan sesuatu . " ucap Krystal
" katakan saja aku dengarkan . "
" ayo sambil makan siang agar terlihat lebih santai . " ajak Krystal
" apa kau tak melihat pekerjaan ku banyak ! katakan di sana saja apa susah nya . " Gavin melonggarkan dasi gadis ini membuat dia sedikit kesal
" kenapa kau selalu menolak permintaan ku? apa kurang nya aku ! dari dulu aku selalu bilang menyukai mu tapi tak pernah kau balas , kenapa tega sekali bahkan di kampus aku selalu menamani mu ketika kau bersedih tapi kenapa giliran ku kau tak pernah ada . " Krystal pun menangis
__ADS_1
memang ketika Gavin kuliah mereka selalu bersama ketika si tampan bertengkar dengan Kris maka Krystal akan selalu menenangkan nya , tapi dari dulu pun Gavin tak pernah mempunyai perasaan lebih bagiamana Krystal tak jatuh cinta jika setiap hari bersama di tambah sifat nya yang penyanyang membuat gadis itu semakin nyaman .
" bukan begitu maksud ku bukankah dari dulu aku selalu bilang kita hanya teman..kamu sudah ku anggap seperti keluarga ku , apa tidak bisa kita begini saja? di luar sana banyak pria yang jauh lebih baik dari ku mengertilah Krystal . " Gavin menghela napas
" kau yang tidak mengerti Gavin ! kita sama-sama sendiri kenapa tak bisa bersatu . " ujar Krystal
" aku tidak sendiri kini aku mempunyai kekasih ! " si sulung wu kini terbawa emosi
" katakan pada ku siapa? jangan membual hanya untuk menghindari ku ! . "
" Yena adalah kekasih ku apa kau puas? sekarang keluar aku tak ingin di ganggu . "
Krystal teridiam Yena? tidak mungkin ini terjadi
" kau berpacaran dengan si jal*ng itu? kalian saudara sadarlah gavin ini salah , bagaimana mungkin kau lebih memilih dia di banding aku? katakan apa kurang nya aku brengs*k ! " Krystal meraih kemeja Gavin dan meremas nya
" jaga ucapan mu siapa kau berani mengatakan itu pada dia? bukankah kamu sendiri yang bilang aku hanya anak angkat , tidak ada aliran darah yang sama ! dimana letak kesalahan nya? kata-kata itu yang selalu kau katakan jadi persetan dengan semua ini . " Gavin menyentak tangan Krystal
" kau tidak mecintai nya itu rasa kasihan ! karena dia selalu terlihat mengejar mu kau menjadi iba apa itu benar? , bagaimana jika dia telah tidur dengan pria lain di luar sana dan saat ini perempuan itu sedang hamil dan sengaja mendekati mu agar ada yang mau tanggung jawab dia jal*ng ! " teriak Krystal
Plakkk
suara tamparan terdengar nyaring Krystal jatuh tersungkur ke lantai sudut bibir nya robek dia menatap tak percaya pada Gavin yang memandang dingin , tubuh gadis itu bergetar ketika melihat tatapan yang selalu terlihat hangat berubah menakutkan bahkan terlihat sama seperti Ares .
" sekali lagi kau berbicara begitu ku robek mulut mu atau ku hancurkan sekalian? gadis baik tidak boleh bicara kasar , dengar sialan kau membuat kesabaran ku habis selama ini aku diam dan berharap kamu mengerti tapi ternyata sama sekali tak mengerti bahasa manusia ya . " Gavin berjongkok lalu mengcengkram pipi Krystal
" kau buka-n Gavin ! lepaskan aku baj*ngan ! " Krystal mencoba melepaskan diri
" sudah tau aku baj*ngan kenapa masih menyukai kuu? mulai hari ini kau ku pecat , enyalah dari hadapan ku semua uang pesangon akan ku
kirim 5 kali lipat . " Gavin melepaskan nya dengan kasar
lalu setelah itu Gavin menelpon keamanan untuk membawa mantan sekertaris nya keluar
" kau tidak bisa melakukan ini pada ku ! aku bersumpah akan membalas semua ini dan membuat mu mengemis Gavin wu , juga orang2 yang kau sayang akan mati satu per satu kecuali kau memohon pada ku baj*ngan ! " Krystal bertiak frustasi
Gavin hanya memandang datar lalu 2 orang keamanan menyeret Krystal keluar siapa yang bilang gavin lemah? , apa pernah mendengar pepatah jangan memancing kemarahan orang pendiam? karena mereka jauh lebih berbahaya dia bukan lembek hanya menunggu waktu yang tepat camkan itu !
kenapa hari ini ada-ada saja Gavin membanting vas bunga hingga hancur mood nya benar2 drop dia masih bisa menahan emosi untuk tidak berbuat lebih jauh
Clekk
pintu pun terbuka
" sudah ku bilang aku tidak ingin menerima tamu sialan ! keluaaaaaar ! " Gavin berbalik dan siap memarahi orang yang berani mengganggu nya
tapi dia langsung terdiam ketika melihat siapa yang masuk dan menampilkan wajah syok
" apa barusan kau mengumpati dad? lalu aku di usir dari ruangan ku sendiri? durhaka sekali kau ! " tanya Kris
" ah maaf aku pikir bukan dad yang ma-suk . " Gavin jadi gelagapan sendiri
Kris sengaja berkunjung ke kantor dan sempat membuat para karyawan ketar ketir karena kedatangan si tuan besar , lalu dia naik ke lantai atas dan mendengar suara benda pecah setelah masuk malah dapat umpatan dari putra sulung nya .
" kenapa berantakan sekali ! jika ingin mengamuk jangan di sini . " Kris menutup pintu dan duduk di sofa
" maaf aku sedang pusing dad , ada apa kemari? "
" dad sengaja ingin makan siang bersama mu juga Krystal . " si hot daddy membuka jas nya
" dia lagi..dia lagi aku muak jangan membahas nya ! arhggg menjengkelkan ! " teriak Gavin
Kris terkejut mata nya membola baru kali ini dia di teriaki Gavin
" daddy han-ya ingin makan siang bersama . " kini giliran Kris yang di buat gugup
" jangan membahas nya lagi ! dia sudah ku pecat . "
" kenapa begitu? "
" aku tidak suka dan berhentilah bertanya dad dan karena kebetulan ada di sini , ada yang ingin ku perkenalkan pada mu gadis ini adalah kekasih ku atau bahkan calon menantu mu jadi diamlah sebentar . " ucap Gavin
Kris pun mengangguk rasanya saat ini dia ingin pulang berlari memeluk Kalina kenapa anak2nya berubah menjadi menakutkan seperti ini , Gavin mengambil ponsel dan terlihat menghubungi seseorang dan menyuruh nya kemari Kris penasaran secantik apa calon menantu nya .
hai lovee ini sebagai hadiah sebelum nanti ketemu di hari sabtu nya
semangat untuk hari ini ya mine
sampai bertemu di next episod
__ADS_1
salam kenal Alena