Sugar Family

Sugar Family
Bagian 15


__ADS_3

selamat menikmati dan maaf kalau typo


Author pov


hari pun berlalu setelah melaksanakan sarapan bersama semua orang melakukan aktivitas nya masing-masing Ares sudah berangkat ke kampus , Kalina sempat menolak tapi dengan sabar pria itu membuat ibunya yakin bahwa dia sudah baik2 saja dan takan terluka kembali .


" ku pikir kau takan masuk , bagaimana dengan luka mu? " Jinan datang sambil membawa map


" akan sangat membosankan jika berada di rumah sudah agak membaik , apa yang kau bawa? " tanya Ares


" laparon minggu lalu profesor lee membutuhkan nya jangan terlalu banyak bergerak , nanti yang akan menjalankan tugas lapangan aku saja kau menyusun hasil identifikasi nya . " ucap Jinan


" maaf ya aku tak bisa membantu tapi pasti kau akan repot , memang sanggup mengidentifikasi sendiri? "


" Ren akan membantu ku kau tenang saja ini berkas jenazah yang kita tangani kamu baca dan laporan identifikasi akan ku kirim , aku harus segera pergi kerumah sakit jadi kau tetap disini jangan nakal menurutlah sebentar . "


" ya baiklah . "


karena selama seminggu ke depan kelas forensik akan berada di rumah sakit tapi Ares harus absen sebentar tidak papa masih ada tim yang lain , dia sedang duduk di bawah pohon kesukaan nya memang tak ada kelas hari ini karena kelas itu sendiri berlangsung di rumah sakit .


" kamu baik-baik saja? " suara yang begitu lembut menyapa nya


" sedang apa di sini? " Ares tau siapa yang datang


" melihat keadaan mu . " Airin duduk di samping nya


" memang nya aku kenapa? aku masih terlihat tampan seperti biasanya . "


" iya tentu aku percaya tuan ice , aku membuatkan puding untuk mu . " si cantik mengeluarkan wadah


" aku bingung . " ujar Ares


" apa yang membuat mu bingung? nah ayo coba semoga kamu suka . " Airin bersiap menyuapi nya


" kenapa kamu selalu repot2 membuatkan ku makanan , wajar saja jika bingung apa itu tidak menyita waktu mu? "


" karena kau bilang menyukai masakan ku..juga memasak adalah hobby ku , jadi ini sangat menyenangkan ayo cepat cicipi puding nya . " ujar Airin


Ares melahap puding nya dengan di suapi Airin


" apa puding nya enak? "


" apapun yang kau buat selalu enak , benar-benar seperti masakan mommy . "


" apa kau menyukai tentang ku karena aku mirip dengan ibu mu? " tanya Airin


" iya tentu saja . "


Airin hanya tersenyum kenapa dia harus merasa kecewa bahkan dia terpesona pada Ares juga karena mirip seseorang , mereka berdua saling menyukai karena mempunyai orang yang mirip bukan dari rasa yang berasal dari diri sendiri .


In School


kini di lapangan terdengar suara riuh di sana sedang ada pertandingan basket antar kelas Ansel bermain dengan semangat para pendukung bersorak heboh .


" Na oper bolanya pada Leon ! " teriak Ansel pada Jaewu


" ambil bola ini Leon ! " Jaewu melempar bola nya


dengan segera Leon menangkap bola dan membawa menuju ring


" Xavier jaga dari arah belakang . " pinta Leon


yang di suruh segera menurut untuk menjaga lawan agar tak mengambil bola


blass


bola berhasil masuk kedalam keranjang sorak kemenangan langsung terdengar memang ke 4 pria casanova ini tak pernah mengecewakan , akhirnya permainan pun selesai Alena memberikan air untuk Ansel begitu juga Kanaya untuk Leon , Xavier juga Jaewu .


" kalian memang terbaik . " ucap Alena


" tentu saja kami memang juara nya . " Jaewu berucap sombong


" karena hari ini jam pelajaran kosong kita makan di kantin , aku yang traktir itung-itung ngerayain kemenangan kita . " ujar Ansel


" baiklah berangkat . " jawab Xavier


mereka pergi ke berganti baju Kanaya pergi mengambil baju Leon ke ruang ganti karena dia harus pergi sebentar , di sana Ansel sedang duduk dan memainkan ponsel nya menatap pada Kanaya yang baru masuk .


" kemana kaka mu? " tanya Ansel

__ADS_1


" dia pergi sebentar aku ingin mengambil baju kak . " ucap Kanaya


" duduk sebentar di sini.."


Kanaya pun duduk di samping pria tampan itu


" ada apa kak? "


" aku tidak tau ini hanya perasaan ku atau benar adanya , kamu sedang ada masalah ya? belakangan ini selalu terlihat murung . " Ansel menatap pada gadis cantik di samping nya


" aku baik-baik saja kak mungkin memang sedang tidak mood . " Kanaya tersenyum tipis


" katakan jika memang ada masalah aku mau mendengarkan jika memang ingin bercerita , jangan merasa sendiri aku tak suka melihat mu bersedih seperti ini . " Ansel meneguk air mineral


" aku sedang menyukai seorang pria tapi sudah di pastikan dia terlalu sempurna untuk ku..bakan kini dia sedang dekat dengan yang lain , bahkan perempuan itu sangat cantik dan mereka pasangan yang serasi berbeda jauh dengan ku yang seperti ini di tambah kelakuan absrud ini . " Kanaya menunduk


" tak ada manusia yang sempurna bahkan di mata tuhan semua terlihat sama..menghargai diri sendiri adalah hal terbaik , mengubah sifat hanya demi di sukai orang lain aku rasa itu tidak benar menunjukan inilah kita apa adanya walaupun terkadang orang lain tak menyukai sifat kita . tapi mau bagaimana lagi memang begini adanya dari pada berpura2 baik hanya untuk sebuah citra. " ucap Ansel


" aku hanya tidak percaya diri kak sungguh perempuan yang sedang dekat nya bukan bandingan ku , aku ingin menyerah saja dan melupakan dia walaupun rasanya sulit menurut kaka apa kau bisa? " Kanaya menatap pada Ansel


" apa kau ingin melupakan nya? "


" ya walaupun itu sangat sulit tapi aku tak bisa bertahan lebih lama lagi takut semakin lama semakin sakit . "


" kalau begitu lupakan saja sayang dan carilah kebahagian mu , mungkin di sekitar mu ada pria yang menyukai mu tapi kau tak menyadari nya. " Ansel mengecup punggung tangan Kanaya


Kanaya terdiam tak menyangka Ansel semanis ini dia akui memang diantara saudara nya dia tak terlalu dekat dengan Ansel , tunggu apa katanya tadi ada pria yang suka padanya? tapi siapa? dia pun di tarik untuk segera pergi ke kantin .


In Office


Mark sedang berkutat menyelesaikan gambar nya banyak sekali pekerjaan yang belum selesai dia berlomba dengan waktu pria memang harus berkerja keras bukan , lalu ada seorang pria tampan masuk ke ruangan sambil membawa secangkir kopi menghampiri Mark .


" pak kopi nya sudah siap . " ucap pria itu


" taruh di meja apa desain untuk lantai atas sudah siap? " tanya Mark


" sudah hanya saja aku bingung . "


" apa yang kau bingung kan Hwang Minhyun . " Mark menatap pria di depan nya


" aku tidak tau konsumen akan suka atau tidak . " ucap Minhyun


" persentasikan saja itu urusan nanti . "


" aku ingin libur pak bosen kerja mulu . " keluh Minhyun


" kalau libur mau ngapain? pacar gak punya mau ngedate sama siapa . " Mark meneguk kopinya


" ya ngapain bebas katanya mau kenalin aku sama putri bapak , mana nomer telpon nya aja gak di kasih ayolah calon ayah mertua jangan pelit-pelit . " Minhyun tersenyum manis


" gak yakin putri saya mau sama kamu . "


" ck nyoba aja belum ! lagian aku terlalu tampan untuk di tolak , boleh ya putrinya ku dekati? masa gak kasian liat aku jomblo mulu . " Minhyun memasang wajah memelas


" ya , ya nanti saya pikirkan . " ucap Mark


" memang calon ayah mertua idaman . " ujar minhyun


Mark mendengus sebenarnya dia juga akan mendekatkan Yena dengan Minhyun selain baik dan pintar dia orang yang humoris , siapa tau saja Yena bisa dengan segara melupakan Gavin dia tak ingin putrinya bersedih terlalu lama .


lalu tak bedanya seorang pria sedang berkutat dengan berbagia berkas dia meneliti agar tidak ada yang salah dan perempuan cantik masuk kedalam .


" presedir.." panggil Krystal


" hm? "


" gavin wu . "


" apa? ada apa Krystal? " gavin mendongkak menatap padanya


" sudah ku bilang aku ingin mengatakan sesuatu . " ucap Krystal


" katakan saja aku dengarkan . "


" ayo sambil makan siang agar terlihat lebih santai . " ajak Krystal


" apa kau tak melihat pekerjaan ku banyak ! katakan di sana saja apa susah nya . " Gavin melonggarkan dasi gadis ini membuat dia sedikit kesal


" kenapa kau selalu menolak permintaan ku? apa kurang nya aku ! dari dulu aku selalu bilang menyukai mu tapi tak pernah kau balas , kenapa tega sekali bahkan di kampus aku selalu menamani mu ketika kau bersedih tapi kenapa giliran ku kau tak pernah ada . " Krystal pun menangis

__ADS_1


memang ketika Gavin kuliah mereka selalu bersama ketika si tampan bertengkar dengan Kris maka Krystal akan selalu menenangkan nya , tapi dari dulu pun Gavin tak pernah mempunyai perasaan lebih bagiamana Krystal tak jatuh cinta jika setiap hari bersama di tambah sifat nya yang penyanyang membuat gadis itu semakin nyaman .


" bukan begitu maksud ku bukankah dari dulu aku selalu bilang kita hanya teman..kamu sudah ku anggap seperti keluarga ku , apa tidak bisa kita begini saja? di luar sana banyak pria yang jauh lebih baik dari ku mengertilah Krystal . " Gavin menghela napas


" kau yang tidak mengerti Gavin ! kita sama-sama sendiri kenapa tak bisa bersatu . " ujar Krystal


" aku tidak sendiri kini aku mempunyai kekasih ! " si sulung wu kini terbawa emosi


" katakan pada ku siapa? jangan membual hanya untuk menghindari ku ! . "


" Yena adalah kekasih ku apa kau puas? sekarang keluar aku tak ingin di ganggu . "


Krystal teridiam Yena? tidak mungkin ini terjadi


" kau berpacaran dengan si jal*ng itu? kalian saudara sadarlah gavin ini salah , bagaimana mungkin kau lebih memilih dia di banding aku? katakan apa kurang nya aku brengs*k ! " Krystal meraih kemeja Gavin dan meremas nya


" jaga ucapan mu siapa kau berani mengatakan itu pada dia? bukankah kamu sendiri yang bilang aku hanya anak angkat , tidak ada aliran darah yang sama ! dimana letak kesalahan nya? kata-kata itu yang selalu kau katakan jadi persetan dengan semua ini . " Gavin menyentak tangan Krystal


" kau tidak mecintai nya itu rasa kasihan ! karena dia selalu terlihat mengejar mu kau menjadi iba apa itu benar? , bagaimana jika dia telah tidur dengan pria lain di luar sana dan saat ini perempuan itu sedang hamil dan sengaja mendekati mu agar ada yang mau tanggung jawab dia jal*ng ! " teriak Krystal


Plakkk


suara tamparan terdengar nyaring Krystal jatuh tersungkur ke lantai sudut bibir nya robek dia menatap tak percaya pada Gavin yang memandang dingin , tubuh gadis itu bergetar ketika melihat tatapan yang selalu terlihat hangat berubah menakutkan bahkan terlihat sama seperti Ares .


" sekali lagi kau berbicara begitu ku robek mulut mu atau ku hancurkan sekalian? gadis baik tidak boleh bicara kasar , dengar sialan kau membuat kesabaran ku habis selama ini aku diam dan berharap kamu mengerti tapi ternyata sama sekali tak mengerti bahasa manusia ya . " Gavin berjongkok lalu mengcengkram pipi Krystal


" kau buka-n Gavin ! lepaskan aku baj*ngan ! " Krystal mencoba melepaskan diri


" sudah tau aku baj*ngan kenapa masih menyukai kuu? mulai hari ini kau ku pecat , enyalah dari hadapan ku semua uang pesangon akan ku


kirim 5 kali lipat . " Gavin melepaskan nya dengan kasar


lalu setelah itu Gavin menelpon keamanan untuk membawa mantan sekertaris nya keluar


" kau tidak bisa melakukan ini pada ku ! aku bersumpah akan membalas semua ini dan membuat mu mengemis Gavin wu , juga orang2 yang kau sayang akan mati satu per satu kecuali kau memohon pada ku baj*ngan ! " Krystal bertiak frustasi


Gavin hanya memandang datar lalu 2 orang keamanan menyeret Krystal keluar siapa yang bilang gavin lemah? , apa pernah mendengar pepatah jangan memancing kemarahan orang pendiam? karena mereka jauh lebih berbahaya dia bukan lembek hanya menunggu waktu yang tepat camkan itu !


kenapa hari ini ada-ada saja Gavin membanting vas bunga hingga hancur mood nya benar2 drop dia masih bisa menahan emosi untuk tidak berbuat lebih jauh


Clekk


pintu pun terbuka


" sudah ku bilang aku tidak ingin menerima tamu sialan ! keluaaaaaar ! " Gavin berbalik dan siap memarahi orang yang berani mengganggu nya


tapi dia langsung terdiam ketika melihat siapa yang masuk dan menampilkan wajah syok


" apa barusan kau mengumpati dad? lalu aku di usir dari ruangan ku sendiri? durhaka sekali kau ! " tanya Kris


" ah maaf aku pikir bukan dad yang ma-suk . " Gavin jadi gelagapan sendiri


Kris sengaja berkunjung ke kantor dan sempat membuat para karyawan ketar ketir karena kedatangan si tuan besar , lalu dia naik ke lantai atas dan mendengar suara benda pecah setelah masuk malah dapat umpatan dari putra sulung nya .


" kenapa berantakan sekali ! jika ingin mengamuk jangan di sini . " Kris menutup pintu dan duduk di sofa


" maaf aku sedang pusing dad , ada apa kemari? "


" dad sengaja ingin makan siang bersama mu juga Krystal . " si hot daddy membuka jas nya


" dia lagi..dia lagi aku muak jangan membahas nya ! arhggg menjengkelkan ! " teriak Gavin


Kris terkejut mata nya membola baru kali ini dia di teriaki Gavin


" daddy han-ya ingin makan siang bersama . " kini giliran Kris yang di buat gugup


" jangan membahas nya lagi ! dia sudah ku pecat . "


" kenapa begitu? "


" aku tidak suka dan berhentilah bertanya dad dan karena kebetulan ada di sini , ada yang ingin ku perkenalkan pada mu gadis ini adalah kekasih ku atau bahkan calon menantu mu jadi diamlah sebentar . " ucap Gavin


Kris pun mengangguk rasanya saat ini dia ingin pulang berlari memeluk Kalina kenapa anak2nya berubah menjadi menakutkan seperti ini , Gavin mengambil ponsel dan terlihat menghubungi seseorang dan menyuruh nya kemari Kris penasaran secantik apa calon menantu nya .


hai lovee ini sebagai hadiah sebelum nanti ketemu di hari sabtu nya


semangat untuk hari ini ya mine


sampai bertemu di next episod

__ADS_1


salam kenal Alena



__ADS_2