Sugar Family

Sugar Family
Bagian 85


__ADS_3

Author pov


Kalina sedang menggendong Siena perempuan cantik itu tak bisa berkata2 ketika Kris menceritakan semua nya , Yena juga sangat terkejut mereka sedang di ruang tamu sedangkan Jeno pergi ke rumah tuan Jung .


" mom dia cantik sekali ya . " ucap Yena


" iya pasti ibu nya akan menyesal nanti meninggalkan Siena . " Kalina mengecup pipi si mungil


" lihat Gray kamu punya teman sekarang . " ujar Yena pada putranya


" jika nanti Nyonya Jung marah pada Jeno biar mom yang urus Siena . "


" iya kasian Jeno pasti sedang bingung . "


lalu terdengar mobil masuk Kanaya masuk bersama dengan Ares .


" mom kita pulanggg.." ucap Kanaya


" welcome home sayang . " jawab Kalina


" lho kamu tumben sudah pulang dari rumah sakit? apa tidak sibuk? " Tanya Yena


" aku menjemput dulu Kanaya kak , itu bayi siapa mom? " Ares terlihat bingung


" wah dede bayi nya cantik sekali.." Kanaya berucap heboh


" duduk mommy ceritakan pada kalian . "


mereka pun duduk lalu Kalina menceritakan semuanya wajah Ares nampak syok begitu juga dengan Kanaya .


" sungguh mom? " si Lion benar2 sangat terkejut


" iya semua ini sudah terjadi sekarang Jeno sedang kerumah Tuan Jung , saat ini dia sedang butuh dukungan . "


" ya ampun kak Jeno buat aku jantungan . " ucap Kanaya


" apa kak Arka sudah tau? " tanya Ares


" belum biarkan saja dulu dia fokus berlibur dengan Alena , nanti kalau mereka sudah pulang baru kita ceritakan . " ucap Kalina


" baby Gray ada teman sekarang . " timpal Kanaya


lalu seseorang kembali datang dia masuk kedalam sambil menaruh tas di sofa .


" aku pulang.." Ansel mengecup pipi Kalina


tapi perhatian dia teralih pada bayi di gendongan ibunya


" itu dede bayi siapa mom? "


" putra Jeno cantik kan? " Kalina tersenyum manis


" oh anaknya Je.." perkataan Ansel langsung terhenti


seketika wajah Ansel langusung berubah mendengar itu


" apaaaaa? dia sungguh? kenapaaaa ! " teriak si tampan


karena teriakan bergema kedua bayi yang tadi tertidur bangun dan menangis .


" jangan berteriak bodoh ! lihat mereka jadi bangun . " omel Ares


" kena-pa jangan bercanda mom Jeno sungguh? ish lelucon macam apa ini . "


" duduk dan dengarkan cerita nya ! " Ares menarik sang adik


lalu cerita pun kembali di ulang Ansel hanya diam Jeno luar biasa membuat semua orang terkejut .


" lalu di mana si Jung? "


" dia pergi bersama daddy menghadap orang tuanya . " jawab Kalina


" awas saja si sialan ini berani menyembunyikan rahasia besar ! " Ansel pun berdiri dan kembali meraih kunci mobil


" mau kemana lagi kamu? " Ares menahan tangan si adik


" urusan anak muda . "


" kau pikir aku tua bangka ! " protes si Lion


dia mengabaikan ucapan kakanya dan pergi keluar sambil menelpon .


....


In Mansion Jung


di rumah mewah sedang terjadi kekacauan banyak vas bunga beserakan tuan Jung di buat mengamuk dengan pengakuan Jeno , sedangkan Kris menikmati secangkir teh dengan santai di tengah kerusuhan .


" ayah benar2 tak habis pikir dengan kelakuan mu Jung Jeno ! , siapa yang mengajarkan kamu untuk menjadi brengs*k seperti ini . "


Plakk


suara tamparan kembali menyapa wajah Jeno yang sudah babak belur .


" maaf ayah.." ucap Jeno dengan lirih

__ADS_1


" aku tak butuh maaf mu ! ayah kecewa pada mu benar2 tak berguna . " tuan Jung membawa stik golf


" sudah hentikan ingat dia putra mu hiks ! " nyonya Jung menahan lengan suaminya


" kita masih punya Arka biarkan aku melenyapkan nya ! , bahkan dia tak menganggap kita sebagai orang tua ! " bentak Tuan Jung


Tuan Jung pun akan memukul Jeno dengan stick golf nya .


Srak


Kris dengan segera menahan dan membawa benda panjang itu dia melihat ke arah Jeno yang sudah pasrah .


" Tuan Jung sabar jangan begini menghadapi anak muda . " ucap Kris


" lepaskan besan anak itu akan ku hajar ! "


" mari duduk dan kita bahas ini secara perlahan , emosi takan menyelesaikan apapun . " si hot daddy mengajak Tuan Jung duduk


nyonya Jung masih terisak beliau juga terkejut tapi terdengar langkah rusuh masuk rumah .


" Jenoooo.." teriak 4 pria tampan


Kris terkejut untuk apa para bocah ini kemari ! Ansel , Leon , Jaewu dan Vinson masuk kedalam tak peduli di sana berantakan .


" ikut kita pergi Jung ! " ujar Vinson


" bagus sekali ya datang2 kau bawa kabar begini meyebalkan . " timpal Jaewu


" kalian jangan langsung merusuh setidaknya beri salam dulu pada ayah dan ibu. " sela Leon


" ah iya kami lupa . " ucap Ansel


ke 4 pria itu pun membungkuk memberi salam pada nyonya dan Tuan Jung .


" maaf kami menyela ayah tapi sekarang Jeno akan di bawa , ada yang harus di bahas dengan putra mu ! " ucap Vinson


" urusan ayah belum selesai dengan dia ! " tolak Tuan Jung


" nanti saja sekarang kami dulu , kalau begitu kami permisi . " Ansel membantu Jeno berdiri


Jeno merasakan tubuh nya sakit semua karena dia tak melawan ketika sang ayah memukulinya , Leon membatu memapah keluar sedangkan Kris hanya tersenyum dia tau mereka datang untuk menyelamatkan si sahabat karib .


...


kini Jeno sudah berada di mobil dia bersandar pada bahu Jaewu sambil meringis semua terasa remuk tak apa anggap saja ini hukuman .


" tadinya aku ingin menghajar mu tapi sudah di wakili oleh ayah mu ! " omel Ansel


" kalian pasti terkejut . " ucap Jeno dengan pelan


" nanti aku obati luka mu ini minum dulu . " Leon memberikan air


" aku harus bertemu Siena . "


" anak mu aman bersama mommy ! " ujar Ansel


mereka akan pergi ke apartemen sambil mendengar cerita yang lebih rinci .


....


In Paris


Arka dan Alena masih terdiam di ranjang mereka tak mengenakan apupun hanya selimut yang membalut tubuh mereka , biasa sudah olahraga bahkan semenjak sampai di sana Arka tak berhenti meminta jatah .


" kak tangan nya jangan nakal ! " protes Alena


" ayo sekali lagi . "


" ish baru selesai juga apa tidak lelah . "


" saya masih pengen biar cepet kasih teman buat baby Gray . "


" tapi baru selesai masa iya mulai lagi ih kantong hormon banget ! pelan jangan rusuh . " Alena mengcengkram tangan Arka


" kamu selera saya . " ucap Arka sambil gerak


suara deritan ranjang kembali terdengar Arka semakin tampan dengan keringat yang mengecur di tubuh nya .


" Love you honey . " Arka membungkuk memberikan cumbuan


suara geraman rendah memenuhi kamar pengantin baru Arka takan menyia2kan kesempatan ini , sebelum pulang ke seoul dan kembali sibuk di rumah sakit dan mereka pun selesai dengan Alena merasakan hangat di perutnya .


" mau mandi sekarang tidak? "


" sebentar lagi . " ucap Alena dengan napas terengah


" semoga cepat jadi soalnya saya pengen jadi daddy kaya Ares . " Arka mengecup perut mulus si cantik


" semoga ya kak . " Alena mengusap rambut sang suami


" iya sayang dan kasih keponakan buat Jeno , kira2 dia punya pacar tidak ya? "


" memang nya kenapa kak? "


" ya gak papa sih hanya saja saya tidak pernah melihat dia dekat dengan seseorang , tapi bagus kalau nanti kita punya baby biar Jeno yang asuh kan masih jomblo . " Arka tertawa

__ADS_1


" jadi kangen rumah apalagi masakan mommy . "


" iya nanti kita pulang sekarang mandi dulu dan turun ke bawah buat makan . "


Arka pun mengangkat tubuh Alena dan pergi ke kamar mandi mereka lapar karena sudah bekerja keras .


...


seorang gadis sedang menyapu halaman membersihkan daun2 yang gugur anak2 sedang bermain bola , suasana panti begitu riuh dengan tawa begitu menyenangkan hari mulai beranjak sore .


" kak Elina sarung bantal sudah kering . "


" Terima kasih Jeremy pergilah makan . " ucap Elina


" nanti saja apa adik2 sudah makan? " Jeremy pun duduk


" mereka sudah makan apa tugas nya sudah selesai? "


" sudah kak tapi pusing banyak sekali tugas . "


" gak papa biar makin pinter . "


lalu ada sebuah mobil yang datang sepertinya ada tamu yang berkunjung .


" halo prinses . " sapa Kris


" lhoo daddy sedang apa di sini? mari silahkan masuk . " sapa Elina


" dad sengaja mampir sedang apa? tidak papa di sini saja . "


" aku baru beres menyapu dad . "


setelah dari rumah tuan Jung Kris pergi menemui Elina , Jeremy melihat pria dewasa itu wajah ini tidak asing .


" jangan bilang kamu lupa pada ku boy ! " ujar Kris


" siapa memang? "


" wah sungguh kau lupa dengan ku? padahal dulu kamu memborong isi minimarket bersama ku . "


" daddy? " Jeremy berucap ragu


" ya ini aku kemari berikan dad pelukan . "


Jeremy langsung berlari memeluk Kris ternyata ini adalah pria yang dia rindukan bahkan Jeremy ketika besar nanti ingin seperti Kris .


" dad kemana saja? kenapa jarang kemari . " protes Jeremy


" maaf ya dad akhir2 ini sedang sibuk bagimana sekolah mu? "


" semua berjalan baik . "


" bagus sekarang belilah es krim untuk mu juga untuk adik2 . " Kris memberikan 20 lembar uang


" siap kapten . "


Jeremy pun pergi dengan semangat kini Kris dan Elina sedang berbincang .


" kemana ibu mu? "


" ibu pergi menjenguk teman nya yang sedang sakit dad , ingin minum apa? aku buatkan . "


" tidak perlu nanti jangan lupa datang untuk makan malam . " ujar Kris


" iya aku sudah membicarakan ini dengan ibu . "


" terima kasih tidak menolak perjodohan ini , mahar apa yang kamu inginkan? "


" aku tidak memikirkan itu di Terima dalam keluarga dad saja sudah sangat bersyukur , padahal kami hanya keluarga biasa bahkan sangat jauh . " Elina tersenyum


" jangan bilang begitu sayang itu tak penting dad dengar kamu ingin menjadi guru ya? , bahkan ingin membangun sekolah gratis? "


" iya tapi untuk membangun sekolah itu masih mimpi hehe . "


" dad sudah buatkan kemarin menyuruh orang untuk membeli beberapa hektar tanah untuk membangun sekolah , bahkan yang mendesain nya adalah adik kandung dad rencana akan di buat 15 lantai terdiri dari 200 kelas . dengan berbagai fasilitas lengkap kantin menyediakan makan siang dad sudah menyewa beberapa chef untuk memasak makanan bergizi bagi para murid ." ucap Kris


" hah? kenapa besa-r sekali . " Elina berucap dengan terbata


" sengaja kamu yang akan menjadi pengelola nya nanti akan direkrut guru2 terbaik biar dad yang mengajih mereka , di tambah sudah mengurus surat perizinan pada pemerintah sekolah yang akan kamu kelola itu resmi . "


Elina hanya terdiam di buat tak bisa berkata-kata


" untuk syarat masuk ke sana uang bukan masalah asal bisa belajar dengan rajin siapa saja boleh masuk , sesuai keinginan mu membuka sekolah gratis tapi memiliki tarap internasional dan mampu bersaing dengan sekolah lain . "


" ini benaran dad? "


" tentu saja princes anggap saja sebagai hadiah pernikahan dari ku . "


Kris mewujudkan apa yang menjadi keinginan si calon menantu tak tanggung2 sekali hadiah pernikahan nya .


Hai ketemu lagi sama aku


sehat selalu sayang kuhh


sampai bertemu di next episod

__ADS_1


__ADS_2