
Author pov
setelah turun ke bawah hampir saja Ares marah besar di sana untung Arka berhasil menenangkan si Lion Kanaya baik-baik saja , Jaewu juga lega mendengar itu dia tidak ada kelas hari ini Alena menunggu di luar bersama mereka .
" kenapa tadi kamu gak hubungi saya? " tanya Arka
" aku ke buru panik kak tapi untung ada Jaewu . " ujar Alena
" makasih udah bantu . " Arka melihat kesamping mereka duduk berjejer
" ya tidak masalah di tambah Kanaya sudah seperti adik ku . " jawab Jaewu
" jangan lupa datang ke pernikahan saya . "
" pengen banget aku datangin? " ujar Jaewu sambil membuka satu kaleng soda
" ya engga sih kenapa kamu gagal move on? cieee galau mantan nya saya nikahi . " goda Arka
" ish kaka apaan sih ! " Alena mencubit pinggang Arka
" dih engga juga jangan sembarangan ! kalau mau nikah ya nikah aja , gak ada acara galau2lan segala . " protes Jaewu
" jangan lupa datang Na aku menunggu mu . " ucap Alena
" iya aku pasti datang . " Jaewu tersenyum pada si mantan kekasih
" bawa gandengan jangan lupa . " tambah Arka
" gak usah nyindir ! "
" siapa yang nyindir? kamu judes banget sama saya , katanya gak baper tapi nge gas mulu . "
" calon suami kamu berisik . "
Jaewu memainkan ponsel sambil menunggu balasan dari Leon .
...
di ruangan Ares masih memeluk Kanaya itu hanya efek syok saja maklum mengandung di usia muda tidak mudah , masih rentan tidak boleh tertekan ataupun setres apalagi Kanaya membawa 2 sekaligus .
" jadi kenapa bisa begini sayang? " tanya Ares
" tadi aku hanya berselisih paham kak dan berakhir marah2 . " jawab Kanaya
" katakan siapa yang mengusik mu? dia mengatakan hal macam2? " Ares menangkup wajah Kanaya
" tidak kak hanya obrolan tak penting harusnya aku tidak terbawa emosi , jadi berefek tidak baik pada baby . " ucap Kanaya
" sungguh tidak terjadi apa-apa? "
" iya kak . "
Kanaya tidak ingin ribut dan ingin melupakan kejadian tadi pelukan Ares membuat dia nyaman sekaligus merasa di lindungi .
clek
" permisi maaf mengganggu . " seorang wanita masuk sambil membawa parsel buah
" kali ini apa lagi Park? " tanya Ares
" aku hanya ingin menjenguk istri mu ! bukan ingin bertemu dengan mu singa buluk . " ujar Viona
sedangkan Kanaya terlihat bingung .
" halo nama saya Viona Park di sini sebagai dokter anak , senang bertemu langsung dengan istri dokter Wu salam kenal . "
" salam kenal kak nama saya Kanaya . "
" iya kamu manis sekali ini saya bawakan buah semoga ibu berserta bayi nya selalu sehat . " Viona meletakan buah di meja
" terima kasih dokter Park sudah repot2 membawakan bingkisan . " ucap Kanaya
Viona tersenyum ternyata istri Ares sangat cantik dan manis .
" gak usah so anggun ! " cibir Ares
" ck diem kamu berisik sekali . "
" apa kak Viona akan datang ke pernikahan ka Arka? " Kanaya mulai berbincang
" iya saya pasti datang ke pernikahan dokter Jung , tapi bingung mau datang sama siapa . " ucap Viona
__ADS_1
" nanti kita bisa barengan kalau kaka mau . " ucap Kanaya
" wah ide bagus itu boleh2 aduh ini baju kenapa malah jadi lengket ! " tangan Viona mengusap baju nya
" baju kaka kenapa? "
" ah ini tadi pagi saya memakai krim pembesar tapi malah lengket , harus ganti baju dulu tapi nanti saja . "
Kanaya mengerti krim apa itu dia hanya tersenyum canggung .
" saya juga pengen besar kaya kamu oh ternyata benar kata dokter Wu tangan lebih efektif . " Viona melihat ke arah Kanaya
sedangkan Ares hanya menghela napas sudah cape dengan tingkah laku si dokter bar2 .
...
Kanaya meminta supaya jangan memberitahu orang rumah agar tidak khawatir sekarang kondisinya baik , Leon yang kebetulan mendapat tugas lapangan untuk pertama kali dirumah sakit juga di buat panik .
" kamu yakin gak papa? " tanya Leon
" aku baik kak tidak perlu khawatir . " ucap Kanaya
" kamu praktek lapangan? " Alena pun ikut bertanya
" iya aku butuh kak Ares di mana dia? "
" kak Ares pergi sebentar mengganti baju , ada apa? "
" aku butuh bantuan nya kamu jaga Kanaya dulu maaf merepotkan . "
Leon pun segera pergi untuk bertemu dengan Ares setelah mendapat izin untuk masuk ke gedung forensik , lalu segera menemui si Lion untuk membantu tugas pertama nya di rumah sakit .
" kak Ares . " panggil Leon
Ares menoleh sedang apa dia ada sini .
" kamu ngapain di sini? jenguk adik kamu? "
" iya sekalian itu..tapi aku butuh bantuan kaka . "
" bantuan apa? wah kamu sudah mendapat tugas lapangan saja , ayo duduk apa yang bisa ku lakukan? . " Ares pun mengajak Leon duduk
" begini jurnal pertama ku adalah tentang gizi pada anak , jadi sekarang aku butuh narasumber dokter yang khusus menangani anak apa punya rekan di bidang itu? " tanya Leon
" aku punya hanya saja.."
" hanya saja apa? " Leon melihat ke arah Ares dengan penasaran
" ikut aku . "
tanpa banyak kata dia mengajak Leon bertemu seseorang mereka berjalan ke lorong dan berhenti di depan pintu , dia sana tertulis nama seorang dokter yang khusus menangani anak .
" permisi ada waktu tidak? " Ares langsung masuk
Viona sedang membuka baju dia hanya mengenakan tank top dan melihat ke arah pintu .
" Ares ini masih kecil ish menyebalkan ! " rengek Viona sambil memegang dadanya
Leon langsung menunduk agar tak melihat hal itu
" dokter Park pakai baju..anda kedatangan tamu ! " Ares berkata dengan penuh penekanan
" ah maaf saya tidak tau hehe . " ujar Viona
lalu setelah memakai baju nya mereka duduk .
" dia Leon saudara ku ini adalah tugas lapangan pertama untuk nya kebetulan bersangkutan dengan anak , jadi tolong bantu dan bimbingan dia dokter Park . " ucap Ares
" oh begitu tentu akan saya bantu dokter Wu nama saya Viona Park salam kenal tampan . " Viona tersenyum ke arah Leon
" senang bertemu dengan anda dokter Park mohon bantuan nya . " Leon berdiri memberi salam
" ya ampun pria yang sopan dan tampan aku gemasss . " ujar Viona
" kalau begitu saya permisi dulu Leon tanyakan saja semua pada dia . " Ares pun berdiri
" iya Terima kasih Kak . " ucap Leon
setelah itu Ares pergi dan menuju ke ruang Kanaya istrinya sudah bisa pulang .
...
__ADS_1
In Mansion
malam sudah beranjak di tempat biasa seorang perempuan terikat di kursi keadaan nya sudah acak2kan , Alena berhasil menemukan siapa dalang yang membuat Kanaya masuk rumah sakit lalu si princes Wu masuk .
" halo kita bertemu lagi kau adik kelas ku bukan? " ujar Alena
Jesica memberontak dia tak menjawab mulut nya di lakban .
Srakk
Alena menarik lakban dengan kasar sehingga membuat bibir Jesica terluka .
" kalau orang bertanya itu jawab ! "
" lepaskan dasar wanita sint*ng ! " teriak Jesica
" kau baru tau ya? kemana saja berani sekali mulut kotor mu itu menghina Kanaya , untung saja calon keponakan ku baik2 saja ! " Alena menjambak rambut Jesica
" lepaskan akuu ! "
Alena melepas ikatan nya lalu menendang kursi membuat kening Jesica terkatuk ujung meja , lalu dia membawa tingkat bassbal sambil tersenyum menyeringai .
Krek
suara patahan tulang terdengar dan diringi jeritan dari Jesica Alena sangat menikamati suasana ini , lalu membuka lemari yang berisi jajaran pisau yang tertata dengan apik di sana .
" eum yang mana ya? hadiah dari daddy dan uncle banyak sih . " ujar Alena
lalu salah satu pisau Alena bawa dan kembali bermain dengan Jesica jeritan demi jeritan memenuhi ruangan , terdengar langkah menuju ke sana lalu seorang pria masuk dan melihat adik nya sedang terlihat asik .
" ini sudah malam prinses . " ucap Ares
" iya ini sebentar lagi selesai . " Alena berdiri dan membuang pisau nya
" kamu terlalu bersemangat . "
Alena tersenyum manis wajah dan baju nya sudah basah kuyup dengan cairan merah .
" tidak papa anggap saja ini hadiah pernikahan ku kak . "
" Terima kasih sudah mengurus semua nya . " Ares mengecup kening Alena
si Lion tau bahwa Kanaya tak ingin bercerita kejadian sebenarnya jadi dia diam saja ternyata si bungsu sudah turun tangan .
" segera mandi lalu tidur sayang . " ucap Ares
mereka pun keluar dan sisa nya akan di urus oleh bodyguard Alena masuk ke kamar mandi , tak lama kemudian selesai dan dering ponsel mulai terdengar .
My Handsome Boy Calling..
" halo kak . " sapa Alena
" saya pikir kamu sudah tidur . "
" belum memang nya ada apa? "
" tidak ada saya rindu sama kamu , sedang apa? " tanya Arka
" baru selsai bermain . "
" bermain apa malam2 begini? jangan sampai kelelahan sayang . "
" mainan yang menyenangkan pokonya hadiah pernikahan dari kak Ares , kaka juga jangan sampai sakit . "
" saya jadi pengen ikutan main . "
" boleh jika kaka suka nanti kalau ada mainan baru kita bergabung ya . "
" iya karena sudah mendengar suara mu saya bisa tidur , kalau begitu selamat malam mimpi indah honey . "
" selamat malam juga pangeran ku . "
Pip
Alena hanya tersenyum dalam waktu 2 hari lagi pria ini akan resmi menjadi suami nya .
Hai bosen gak ketemu aku hehe
semoga diberikan kemudahan untuk urusan kalian semua love .
sampai bertemu di next episod
__ADS_1
pawang nya prinses Wu