Sugar Family

Sugar Family
Bagian 78


__ADS_3

Author pov


setelah turun ke bawah hampir saja Ares marah besar di sana untung Arka berhasil menenangkan si Lion Kanaya baik-baik saja , Jaewu juga lega mendengar itu dia tidak ada kelas hari ini Alena menunggu di luar bersama mereka .


" kenapa tadi kamu gak hubungi saya? " tanya Arka


" aku ke buru panik kak tapi untung ada Jaewu . " ujar Alena


" makasih udah bantu . " Arka melihat kesamping mereka duduk berjejer


" ya tidak masalah di tambah Kanaya sudah seperti adik ku . " jawab Jaewu


" jangan lupa datang ke pernikahan saya . "


" pengen banget aku datangin? " ujar Jaewu sambil membuka satu kaleng soda


" ya engga sih kenapa kamu gagal move on? cieee galau mantan nya saya nikahi . " goda Arka


" ish kaka apaan sih ! " Alena mencubit pinggang Arka


" dih engga juga jangan sembarangan ! kalau mau nikah ya nikah aja , gak ada acara galau2lan segala . " protes Jaewu


" jangan lupa datang Na aku menunggu mu . " ucap Alena


" iya aku pasti datang . " Jaewu tersenyum pada si mantan kekasih


" bawa gandengan jangan lupa . " tambah Arka


" gak usah nyindir ! "


" siapa yang nyindir? kamu judes banget sama saya , katanya gak baper tapi nge gas mulu . "


" calon suami kamu berisik . "


Jaewu memainkan ponsel sambil menunggu balasan dari Leon .


...


di ruangan Ares masih memeluk Kanaya itu hanya efek syok saja maklum mengandung di usia muda tidak mudah , masih rentan tidak boleh tertekan ataupun setres apalagi Kanaya membawa 2 sekaligus .


" jadi kenapa bisa begini sayang? " tanya Ares


" tadi aku hanya berselisih paham kak dan berakhir marah2 . " jawab Kanaya


" katakan siapa yang mengusik mu? dia mengatakan hal macam2? " Ares menangkup wajah Kanaya


" tidak kak hanya obrolan tak penting harusnya aku tidak terbawa emosi , jadi berefek tidak baik pada baby . " ucap Kanaya


" sungguh tidak terjadi apa-apa? "


" iya kak . "


Kanaya tidak ingin ribut dan ingin melupakan kejadian tadi pelukan Ares membuat dia nyaman sekaligus merasa di lindungi .


clek


" permisi maaf mengganggu . " seorang wanita masuk sambil membawa parsel buah


" kali ini apa lagi Park? " tanya Ares


" aku hanya ingin menjenguk istri mu ! bukan ingin bertemu dengan mu singa buluk . " ujar Viona


sedangkan Kanaya terlihat bingung .


" halo nama saya Viona Park di sini sebagai dokter anak , senang bertemu langsung dengan istri dokter Wu salam kenal . "


" salam kenal kak nama saya Kanaya . "


" iya kamu manis sekali ini saya bawakan buah semoga ibu berserta bayi nya selalu sehat . " Viona meletakan buah di meja


" terima kasih dokter Park sudah repot2 membawakan bingkisan . " ucap Kanaya


Viona tersenyum ternyata istri Ares sangat cantik dan manis .


" gak usah so anggun ! " cibir Ares


" ck diem kamu berisik sekali . "


" apa kak Viona akan datang ke pernikahan ka Arka? " Kanaya mulai berbincang


" iya saya pasti datang ke pernikahan dokter Jung , tapi bingung mau datang sama siapa . " ucap Viona

__ADS_1


" nanti kita bisa barengan kalau kaka mau . " ucap Kanaya


" wah ide bagus itu boleh2 aduh ini baju kenapa malah jadi lengket ! " tangan Viona mengusap baju nya


" baju kaka kenapa? "


" ah ini tadi pagi saya memakai krim pembesar tapi malah lengket , harus ganti baju dulu tapi nanti saja . "


Kanaya mengerti krim apa itu dia hanya tersenyum canggung .


" saya juga pengen besar kaya kamu oh ternyata benar kata dokter Wu tangan lebih efektif . " Viona melihat ke arah Kanaya


sedangkan Ares hanya menghela napas sudah cape dengan tingkah laku si dokter bar2 .


...


Kanaya meminta supaya jangan memberitahu orang rumah agar tidak khawatir sekarang kondisinya baik , Leon yang kebetulan mendapat tugas lapangan untuk pertama kali dirumah sakit juga di buat panik .


" kamu yakin gak papa? " tanya Leon


" aku baik kak tidak perlu khawatir . " ucap Kanaya


" kamu praktek lapangan? " Alena pun ikut bertanya


" iya aku butuh kak Ares di mana dia? "


" kak Ares pergi sebentar mengganti baju , ada apa? "


" aku butuh bantuan nya kamu jaga Kanaya dulu maaf merepotkan . "


Leon pun segera pergi untuk bertemu dengan Ares setelah mendapat izin untuk masuk ke gedung forensik , lalu segera menemui si Lion untuk membantu tugas pertama nya di rumah sakit .


" kak Ares . " panggil Leon


Ares menoleh sedang apa dia ada sini .


" kamu ngapain di sini? jenguk adik kamu? "


" iya sekalian itu..tapi aku butuh bantuan kaka . "


" bantuan apa? wah kamu sudah mendapat tugas lapangan saja , ayo duduk apa yang bisa ku lakukan? . " Ares pun mengajak Leon duduk


" begini jurnal pertama ku adalah tentang gizi pada anak , jadi sekarang aku butuh narasumber dokter yang khusus menangani anak apa punya rekan di bidang itu? " tanya Leon


" aku punya hanya saja.."


" hanya saja apa? " Leon melihat ke arah Ares dengan penasaran


" ikut aku . "


tanpa banyak kata dia mengajak Leon bertemu seseorang mereka berjalan ke lorong dan berhenti di depan pintu , dia sana tertulis nama seorang dokter yang khusus menangani anak .


" permisi ada waktu tidak? " Ares langsung masuk


Viona sedang membuka baju dia hanya mengenakan tank top dan melihat ke arah pintu .


" Ares ini masih kecil ish menyebalkan ! " rengek Viona sambil memegang dadanya


Leon langsung menunduk agar tak melihat hal itu


" dokter Park pakai baju..anda kedatangan tamu ! " Ares berkata dengan penuh penekanan


" ah maaf saya tidak tau hehe . " ujar Viona


lalu setelah memakai baju nya mereka duduk .


" dia Leon saudara ku ini adalah tugas lapangan pertama untuk nya kebetulan bersangkutan dengan anak , jadi tolong bantu dan bimbingan dia dokter Park . " ucap Ares


" oh begitu tentu akan saya bantu dokter Wu nama saya Viona Park salam kenal tampan . " Viona tersenyum ke arah Leon


" senang bertemu dengan anda dokter Park mohon bantuan nya . " Leon berdiri memberi salam


" ya ampun pria yang sopan dan tampan aku gemasss . " ujar Viona


" kalau begitu saya permisi dulu Leon tanyakan saja semua pada dia . " Ares pun berdiri


" iya Terima kasih Kak . " ucap Leon


setelah itu Ares pergi dan menuju ke ruang Kanaya istrinya sudah bisa pulang .


...

__ADS_1


In Mansion


malam sudah beranjak di tempat biasa seorang perempuan terikat di kursi keadaan nya sudah acak2kan , Alena berhasil menemukan siapa dalang yang membuat Kanaya masuk rumah sakit lalu si princes Wu masuk .


" halo kita bertemu lagi kau adik kelas ku bukan? " ujar Alena


Jesica memberontak dia tak menjawab mulut nya di lakban .


Srakk


Alena menarik lakban dengan kasar sehingga membuat bibir Jesica terluka .


" kalau orang bertanya itu jawab ! "


" lepaskan dasar wanita sint*ng ! " teriak Jesica


" kau baru tau ya? kemana saja berani sekali mulut kotor mu itu menghina Kanaya , untung saja calon keponakan ku baik2 saja ! " Alena menjambak rambut Jesica


" lepaskan akuu ! "


Alena melepas ikatan nya lalu menendang kursi membuat kening Jesica terkatuk ujung meja , lalu dia membawa tingkat bassbal sambil tersenyum menyeringai .


Krek


suara patahan tulang terdengar dan diringi jeritan dari Jesica Alena sangat menikamati suasana ini , lalu membuka lemari yang berisi jajaran pisau yang tertata dengan apik di sana .


" eum yang mana ya? hadiah dari daddy dan uncle banyak sih . " ujar Alena


lalu salah satu pisau Alena bawa dan kembali bermain dengan Jesica jeritan demi jeritan memenuhi ruangan , terdengar langkah menuju ke sana lalu seorang pria masuk dan melihat adik nya sedang terlihat asik .


" ini sudah malam prinses . " ucap Ares


" iya ini sebentar lagi selesai . " Alena berdiri dan membuang pisau nya


" kamu terlalu bersemangat . "


Alena tersenyum manis wajah dan baju nya sudah basah kuyup dengan cairan merah .


" tidak papa anggap saja ini hadiah pernikahan ku kak . "


" Terima kasih sudah mengurus semua nya . " Ares mengecup kening Alena


si Lion tau bahwa Kanaya tak ingin bercerita kejadian sebenarnya jadi dia diam saja ternyata si bungsu sudah turun tangan .


" segera mandi lalu tidur sayang . " ucap Ares


mereka pun keluar dan sisa nya akan di urus oleh bodyguard Alena masuk ke kamar mandi , tak lama kemudian selesai dan dering ponsel mulai terdengar .


My Handsome Boy Calling..


" halo kak . " sapa Alena


" saya pikir kamu sudah tidur . "


" belum memang nya ada apa? "


" tidak ada saya rindu sama kamu , sedang apa? " tanya Arka


" baru selsai bermain . "


" bermain apa malam2 begini? jangan sampai kelelahan sayang . "


" mainan yang menyenangkan pokonya hadiah pernikahan dari kak Ares , kaka juga jangan sampai sakit . "


" saya jadi pengen ikutan main . "


" boleh jika kaka suka nanti kalau ada mainan baru kita bergabung ya . "


" iya karena sudah mendengar suara mu saya bisa tidur , kalau begitu selamat malam mimpi indah honey . "


" selamat malam juga pangeran ku . "


Pip


Alena hanya tersenyum dalam waktu 2 hari lagi pria ini akan resmi menjadi suami nya .


Hai bosen gak ketemu aku hehe


semoga diberikan kemudahan untuk urusan kalian semua love .


sampai bertemu di next episod

__ADS_1


pawang nya prinses Wu



__ADS_2