
Author pov
setelah kejadian Ansel yang mengerjai kakanya pria itu harus merelakan kening nya memar karena hantaman kaleng bir , Ares meradang ketika melihat adegan sang adik setelah melempar dia pergi begitu saja dan pagi ini Ares sudah berada di bandara dengan Araga karena ada panggilan mendadak dari rumah sakit .
" nanti langsung pulang ke rumah uncle saja . " ucap Araga
" iya uncle . "
" kenapa kamu melempar adik mu dengan kaleng bir? bahkan kening nya sampai memar . "
" dia memang pantas di lempar . " jawab Ares
" kalian tidak boleh bertengkar prince saudara harus saling menjaga , yang lain akan pulang besok kamu ingin sarapan dulu? "
" aku tidak lapar . "
Araga mengangguk sepertinya si Lion berada dalam mood yang tak baik mereka menunggu pesawat untuk segera kembali ke seoul , dan tak lama pesawat mereka tiba Ares berjalan sambil menarik koper nya Araga pulang menemani sedangkan nyonya kim akan pulang bersama yang lain .
sebenarnya Ares bisa pulang sendiri karena sang kakek khawatir dia harus bersama seseorang di Seoul karena semua orang ada di jeju , kebetulan Araga juga memiliki urusan mendadak ada kolega bisnis nya yang datang dari italy jadi si uncle ice ikut pulang bersama .
" bangunkan jika sudah tiba . " pinta Ares
" iya baiklah . "
kini mereka sedang dalam perjalanan Araga membaca majalah sambil menikmati segelas kopi Ares kembali tidur .
....
In seoul
Airin akan bersiap pergi ke kampus sebenarnya dia masuk siang dari pada menunggu dirumah sangat membosankan , dia berangkat lebih awal saja kalau sudah di kampus gadis itu bisa pergi ke perpustakaan atau kemana saja .
" ku pikir sudah berangkat . " ucap seseorang
" lho Jinan sedang apa di sini? " Airin mengunci rumah dan menghampirinya
" kebetulan hanya lewat ayo sekalian berangkat bersama . "
" baiklah terima kasih untuk tumpangan nya . " ucap Airin
" ck santai saja kalau dengan ku ini pakai helm nya , apa kau tau jika kekasih mu akan pulang hari ini? " ujar Jinan sambil memberikan helm
" dia akan pulang hari ini? ya ampun bahkan aku tak mengirim pesan sedari kemarin . "
" kalian sedang bertengkar? "
" tidak..kami baik-baik saja ayo berangkat . " Airin pun naik ke motor
mereka pun segera berangkat Airin berpikir bagaimana cara memberi tau Ares tentang perasaan dia yang sebenarnya .
...
In Jeju
semua orang asik menikmati liburan untuk yang terakhir sebelum besok pulang Kanaya hanya berdiam diri melihat keasikan saudara2 nya , waktu bangun dia tak bertemu dengan Ares dan Ansel memberi tau semalam dia akan pulang terlebih dulu karena tugas Kanaya tau karena pria ini itu mengirim pesan tapi dia abaikan .
" kenapa hanya diam ayo kita bersepeda . " ajak Alena
" aku sedang tak bersemangat kak . "
" hey ada apa? kau sedang ada masalah? " tanya Alena dia pun duduk bersama
" tidak ada hanya akhir2 ini sedang banyak tugas saja kak . "
" ayolah semangat kemana Kanaya yang selalu penuh keceriaan? "
__ADS_1
" hehe baiklah kita bersepeda tapi aku tak ingin mengayuh . " ucap Kanaya
" tenang saja kamu naik dengan Vinson dan aku dengan kak Ansel , ayo berangkaaaat.. " Alena menarik Kanaya untuk bersepeda bersama
para muda mudi menikmati liburan terakhir di jeju dan orang2 dewasa hanya bersantai mereka suka cepat lelah umur memang tak bisa di bohongi .
" Kira-kira apa yang membuat Ares marah pada adiknya? , sampai di hantam kaleng bir sekeras itu? " tanya Leo
" mana ku tau tapi Ansel memang suka iseng . " jawab Kris sambil menyalakan rokok
" kenapa kaka tidak tanyakan saja pada Kanaya? " timpal Mark
" sudah ku tanyakan tapi Kanaya bilang semua terjadi begitu saja . " ujar Leo
" hahh..aku ingin bertanya pada Ares tapi takut di cabik kenapa dia mengerikan sekali . " keluh Kris
" berkacalah sebelum bicara sialan ! kau pikir dari siapa sifat itu Ares dapatkan . " omel Leo
Kris diam tak menjawab jawaban nya dari dia tapi kenapa harus persis sekali mungkin dulu pria itu salah berdoa , dia ingin mempunyai anak yang sangat mirip dirinya dan Tuhan mengabulkan doanya silahkan nikmati saja .
...
kini Ares sudah sampai di rumah sakit dia masuk dan segera berganti baju koper di bawa oleh orang jemputan Araga , mereka berpisah di bandara dia sengaja naik taxi karena tak ingin merepotkan kasian uncle nya pasti lelah setelah berganti baju Ares segera pergi .
Clekk
pria itu masuk kedalam ruangan yang bertuliskan ruang identifikasi Jinan dan Ren menoleh mereka senang teman nya sudah pulang .
" akhirnya kau pulangggg.. " Ren berlari memeluk nya
" ish menyingkir dari ku ! " protes Ares
" aku rindu Lionnnn ! kenapa tak bilang akan pulang sekarang . " ujar Ren
" aku sudah bilang pada Jinan kau yang ketinggalan informasi . "
Ares berdecih dia memakai sarung tangan nya dan duduk setelah itu membuka kain yang menutupi jenazah seorang perempuan , dia menatap tubuh yang sudah kaku itu dan mengecek setiap luka gadis ini pasti korban kekerasan dan di temukan di lemari baju .
" kenapa kamu mati semudah ini? si brengs*k mana yang melakukan nya , tapi tenang saja kita akan segera menemukan si sampah itu . " ucap Ares sambil menatap pada jenazah di depan nya
dia melakukan tugasnya Jinan dan Ren mengambil alat yang di butuhkan jadi hanya ada dia sendirian
" aku boleh curhat tidak? jadi dengarkan ya hati ku akhir2 ini sedang bingung suka marah tak jelas karena seorang wanita , bahkan hampir menjadi seorang baj*ngan tapi di sisi lain aku mempunyai kekasih dia cantik dan pintar memasak tapi hati ini terlalu biasa dalam menanggapi nya aku harus bagaimana? "
Ares menjait luka robekan yang terdapat pada perut si jenazah
" haruskan ku akhiri hubungan ini? tapi bagaimana jika Airin terluka dia adalah wanita yang baik dan aku tak ingin membuatnya sedih , kenapa semua ini rumit sekali semua menjadi serba salah tak ada ujung yang jelas untuk akhir dari semua ini . "
Ares membaca papan yang betulisakan Kim Rumi nama si gadis malang kini tinggal melakukan visum
" Terima kasih sudah mendengar curahan hati ku Rumi beristirahatlah dengan tenang tidak ada yang akan berbuat jahat lagi pada mu , sekarang kau sudah bahagia bersama Tuhan tenang orang itu akan segera mendapat balasan setimpal . " Ares bediri dan menutup kembali dengan kain
setelah curhat dengan jenazah Ares pergi ke ruang visum menyiapkan segalanya dan Profesor Lee sudah tiba , proses indentikasi sudah selesai semua orang sudah membersihkan diri hari semakin sore Ares akan pergi ke rumah kekasih nya .
" Ares ingin bergabung makan malam dengan kami? " tanya Ren
" tidak . "
" tentu saja tidak si es balok akan makan malam dengan kekasihnya . " sela Jinan
" haha begitu ya cieee.. " ejek Ren
Ares segera meninggalkan rumah sakit dia menuju halte pria itu akan naik bus saja nanti biar jalan kaki karena rumah Airin tak terlalu jauh , tak lama kemudian bis pun datang dia segera naik matahari sudah terganti dengan hiasan bintang lalu turun setelah sampai di halte .
dia berjalan sambil terlihat berpikir wajah tampan itu terlihat sangat lelah kini dia sampai di depan rumah Airin
__ADS_1
Tok
Tok
pintu pun terbuka menampilkan senyuman yang manis Ares pun ikut tersenyum
" welcome home.. " Airin memeluk sang kekasih hati
" maaf aku lupa tak memberi kabar akan pulang . " Ares membalas pelukan nya mencium aroma vanila yang menenangkan
" tidak papa aku sudah memasak ayo kita makan . "
Airin menarik nya ke ruang makan lalu dia mengambil piring dan menambahkan nasi berserta lauk pauknya tak lupa menuangkan segelas air , lalu mereka makan bersama tak banyak percakapan di sana karena mereka tau tak baik berbicara saat makan .
setelah makan Airin membawa piring untuk di cuci dan dia tersentak ketika ada yang memeluk nya dari belakang .
" hampir saja piring nya jatuh Lion ! " protes Airin
" maaf sayang . " Ares menumpukan dagu nya pada pundak si cantik
" istirahatlah sebentar kamu terlihat sangat lelah . "
" semua hari yang ku miliki selalu terasa lelah . " ujar Ares
Airin segera mencuci tangan nya dan berbalik menatap pada Ares dia melihat tatapan bingung .
" apa terjadi sesuatu? " Airin menangkup wajah Ares
" iya banyak sekali yang terjadi . "
" kalau begitu bagaimana jika bercerita? "
lalu mereka pergi ke ruang tamu dia membuatkan segelas teh hangat .
" aku bingung harus bercerita dari mana . " ucap Ares
" lakukan semau mu Lion aku juga ingin membicarakan sesuatu . "
" aku beruntung menjadi kekasih mu seorang gadis cantik yang pintar dalam segala hal senyuman mu membuat lelah ku hilang , tapi kenapa hati ku tak bisa menerima afeksi itu? tak ada debaran yang hadir seolah semua itu hanya hal biasa . " ujar Ares
" jadi apa yang ingin kau katakan? " tanya Airin dengan lembut
" setelah ini kau bisa membenci ku maaf aku merasakan debaran itu pada wanita lain awalnya itu ku anggap hanya sementara , tapi tidak melihat dia mengabaikan ku juga ketika melihat dia tersenyum dengan pria lain hati ini rasanya sesak aku cemburu ! " Ares berbicara dengan nada frustasi
Airin nampak sangat terkejut mendengar nya jadi saat ini dia sedang jatuh cinta?
" jangan membenci ku maaf bahkan aku sudah mencoba untuk melupakan nya tapi tak bisa..menjauh dari dia semakin membuat ku merindukan nya , bagaimana sekarang pasti kau terluka? kau boleh menghajar ku sekarang Seo Airin . " Ares menunduk
" aku senang kau menemukan orang yang kamu cintai Lionn . " Airin mengangkat wajah Ares
" hah? "
" maaf membuat mu tertekan seperti ini begitu juga dengan ku bahkan aku tak memiliki rasa yang sama . " ucap Airin
" apa maksud mu sayang? "
" aku tidak mencintai mu Ares perkataan waktu itu hanya bualan , maaf atas kata2 tenpo lalu kamu sudah ku anggap sebagai keluarga ku jadi sekarang ayo kita putus . " ujar Airin
mata Ares membola apa dia tak salah dengar? Airin tak pernah mencintainya? jadi sekarang Ares harus sedih atau bahagia .
Hai love ketemu lagi sama aku
makasih yang masih nungguin cerita ini
maaf ya kalau up nya agak lama hehe
__ADS_1
sampai bertemu di next episod