Sugar Family

Sugar Family
Bagian 27


__ADS_3

Author pov


setelah kejadian Ansel yang mengerjai kakanya pria itu harus merelakan kening nya memar karena hantaman kaleng bir , Ares meradang ketika melihat adegan sang adik setelah melempar dia pergi begitu saja dan pagi ini Ares sudah berada di bandara dengan Araga karena ada panggilan mendadak dari rumah sakit .


" nanti langsung pulang ke rumah uncle saja . " ucap Araga


" iya uncle . "


" kenapa kamu melempar adik mu dengan kaleng bir? bahkan kening nya sampai memar . "


" dia memang pantas di lempar . " jawab Ares


" kalian tidak boleh bertengkar prince saudara harus saling menjaga , yang lain akan pulang besok kamu ingin sarapan dulu? "


" aku tidak lapar . "


Araga mengangguk sepertinya si Lion berada dalam mood yang tak baik mereka menunggu pesawat untuk segera kembali ke seoul , dan tak lama pesawat mereka tiba Ares berjalan sambil menarik koper nya Araga pulang menemani sedangkan nyonya kim akan pulang bersama yang lain .


sebenarnya Ares bisa pulang sendiri karena sang kakek khawatir dia harus bersama seseorang di Seoul karena semua orang ada di jeju , kebetulan Araga juga memiliki urusan mendadak ada kolega bisnis nya yang datang dari italy jadi si uncle ice ikut pulang bersama .


" bangunkan jika sudah tiba . " pinta Ares


" iya baiklah . "


kini mereka sedang dalam perjalanan Araga membaca majalah sambil menikmati segelas kopi Ares kembali tidur .


....


In seoul


Airin akan bersiap pergi ke kampus sebenarnya dia masuk siang dari pada menunggu dirumah sangat membosankan , dia berangkat lebih awal saja kalau sudah di kampus gadis itu bisa pergi ke perpustakaan atau kemana saja .


" ku pikir sudah berangkat . " ucap seseorang


" lho Jinan sedang apa di sini? " Airin mengunci rumah dan menghampirinya


" kebetulan hanya lewat ayo sekalian berangkat bersama . "


" baiklah terima kasih untuk tumpangan nya . " ucap Airin


" ck santai saja kalau dengan ku ini pakai helm nya , apa kau tau jika kekasih mu akan pulang hari ini? " ujar Jinan sambil memberikan helm


" dia akan pulang hari ini? ya ampun bahkan aku tak mengirim pesan sedari kemarin . "


" kalian sedang bertengkar? "


" tidak..kami baik-baik saja ayo berangkat . " Airin pun naik ke motor


mereka pun segera berangkat Airin berpikir bagaimana cara memberi tau Ares tentang perasaan dia yang sebenarnya .


...


In Jeju


semua orang asik menikmati liburan untuk yang terakhir sebelum besok pulang Kanaya hanya berdiam diri melihat keasikan saudara2 nya , waktu bangun dia tak bertemu dengan Ares dan Ansel memberi tau semalam dia akan pulang terlebih dulu karena tugas Kanaya tau karena pria ini itu mengirim pesan tapi dia abaikan .


" kenapa hanya diam ayo kita bersepeda . " ajak Alena


" aku sedang tak bersemangat kak . "


" hey ada apa? kau sedang ada masalah? " tanya Alena dia pun duduk bersama


" tidak ada hanya akhir2 ini sedang banyak tugas saja kak . "


" ayolah semangat kemana Kanaya yang selalu penuh keceriaan? "

__ADS_1


" hehe baiklah kita bersepeda tapi aku tak ingin mengayuh . " ucap Kanaya


" tenang saja kamu naik dengan Vinson dan aku dengan kak Ansel , ayo berangkaaaat.. " Alena menarik Kanaya untuk bersepeda bersama


para muda mudi menikmati liburan terakhir di jeju dan orang2 dewasa hanya bersantai mereka suka cepat lelah umur memang tak bisa di bohongi .


" Kira-kira apa yang membuat Ares marah pada adiknya? , sampai di hantam kaleng bir sekeras itu? " tanya Leo


" mana ku tau tapi Ansel memang suka iseng . " jawab Kris sambil menyalakan rokok


" kenapa kaka tidak tanyakan saja pada Kanaya? " timpal Mark


" sudah ku tanyakan tapi Kanaya bilang semua terjadi begitu saja . " ujar Leo


" hahh..aku ingin bertanya pada Ares tapi takut di cabik kenapa dia mengerikan sekali . " keluh Kris


" berkacalah sebelum bicara sialan ! kau pikir dari siapa sifat itu Ares dapatkan . " omel Leo


Kris diam tak menjawab jawaban nya dari dia tapi kenapa harus persis sekali mungkin dulu pria itu salah berdoa , dia ingin mempunyai anak yang sangat mirip dirinya dan Tuhan mengabulkan doanya silahkan nikmati saja .


...


kini Ares sudah sampai di rumah sakit dia masuk dan segera berganti baju koper di bawa oleh orang jemputan Araga , mereka berpisah di bandara dia sengaja naik taxi karena tak ingin merepotkan kasian uncle nya pasti lelah setelah berganti baju Ares segera pergi .


Clekk


pria itu masuk kedalam ruangan yang bertuliskan ruang identifikasi Jinan dan Ren menoleh mereka senang teman nya sudah pulang .


" akhirnya kau pulangggg.. " Ren berlari memeluk nya


" ish menyingkir dari ku ! " protes Ares


" aku rindu Lionnnn ! kenapa tak bilang akan pulang sekarang . " ujar Ren


" aku sudah bilang pada Jinan kau yang ketinggalan informasi . "


Ares berdecih dia memakai sarung tangan nya dan duduk setelah itu membuka kain yang menutupi jenazah seorang perempuan , dia menatap tubuh yang sudah kaku itu dan mengecek setiap luka gadis ini pasti korban kekerasan dan di temukan di lemari baju .


" kenapa kamu mati semudah ini? si brengs*k mana yang melakukan nya , tapi tenang saja kita akan segera menemukan si sampah itu . " ucap Ares sambil menatap pada jenazah di depan nya


dia melakukan tugasnya Jinan dan Ren mengambil alat yang di butuhkan jadi hanya ada dia sendirian


" aku boleh curhat tidak? jadi dengarkan ya hati ku akhir2 ini sedang bingung suka marah tak jelas karena seorang wanita , bahkan hampir menjadi seorang baj*ngan tapi di sisi lain aku mempunyai kekasih dia cantik dan pintar memasak tapi hati ini terlalu biasa dalam menanggapi nya aku harus bagaimana? "


Ares menjait luka robekan yang terdapat pada perut si jenazah


" haruskan ku akhiri hubungan ini? tapi bagaimana jika Airin terluka dia adalah wanita yang baik dan aku tak ingin membuatnya sedih , kenapa semua ini rumit sekali semua menjadi serba salah tak ada ujung yang jelas untuk akhir dari semua ini . "


Ares membaca papan yang betulisakan Kim Rumi nama si gadis malang kini tinggal melakukan visum


" Terima kasih sudah mendengar curahan hati ku Rumi beristirahatlah dengan tenang tidak ada yang akan berbuat jahat lagi pada mu , sekarang kau sudah bahagia bersama Tuhan tenang orang itu akan segera mendapat balasan setimpal . " Ares bediri dan menutup kembali dengan kain


setelah curhat dengan jenazah Ares pergi ke ruang visum menyiapkan segalanya dan Profesor Lee sudah tiba , proses indentikasi sudah selesai semua orang sudah membersihkan diri hari semakin sore Ares akan pergi ke rumah kekasih nya .


" Ares ingin bergabung makan malam dengan kami? " tanya Ren


" tidak . "


" tentu saja tidak si es balok akan makan malam dengan kekasihnya . " sela Jinan


" haha begitu ya cieee.. " ejek Ren


Ares segera meninggalkan rumah sakit dia menuju halte pria itu akan naik bus saja nanti biar jalan kaki karena rumah Airin tak terlalu jauh , tak lama kemudian bis pun datang dia segera naik matahari sudah terganti dengan hiasan bintang lalu turun setelah sampai di halte .


dia berjalan sambil terlihat berpikir wajah tampan itu terlihat sangat lelah kini dia sampai di depan rumah Airin

__ADS_1


Tok


Tok


pintu pun terbuka menampilkan senyuman yang manis Ares pun ikut tersenyum


" welcome home.. " Airin memeluk sang kekasih hati


" maaf aku lupa tak memberi kabar akan pulang . " Ares membalas pelukan nya mencium aroma vanila yang menenangkan


" tidak papa aku sudah memasak ayo kita makan . "


Airin menarik nya ke ruang makan lalu dia mengambil piring dan menambahkan nasi berserta lauk pauknya tak lupa menuangkan segelas air , lalu mereka makan bersama tak banyak percakapan di sana karena mereka tau tak baik berbicara saat makan .


setelah makan Airin membawa piring untuk di cuci dan dia tersentak ketika ada yang memeluk nya dari belakang .


" hampir saja piring nya jatuh Lion ! " protes Airin


" maaf sayang . " Ares menumpukan dagu nya pada pundak si cantik


" istirahatlah sebentar kamu terlihat sangat lelah . "


" semua hari yang ku miliki selalu terasa lelah . " ujar Ares


Airin segera mencuci tangan nya dan berbalik menatap pada Ares dia melihat tatapan bingung .


" apa terjadi sesuatu? " Airin menangkup wajah Ares


" iya banyak sekali yang terjadi . "


" kalau begitu bagaimana jika bercerita? "


lalu mereka pergi ke ruang tamu dia membuatkan segelas teh hangat .


" aku bingung harus bercerita dari mana . " ucap Ares


" lakukan semau mu Lion aku juga ingin membicarakan sesuatu . "


" aku beruntung menjadi kekasih mu seorang gadis cantik yang pintar dalam segala hal senyuman mu membuat lelah ku hilang , tapi kenapa hati ku tak bisa menerima afeksi itu? tak ada debaran yang hadir seolah semua itu hanya hal biasa . " ujar Ares


" jadi apa yang ingin kau katakan? " tanya Airin dengan lembut


" setelah ini kau bisa membenci ku maaf aku merasakan debaran itu pada wanita lain awalnya itu ku anggap hanya sementara , tapi tidak melihat dia mengabaikan ku juga ketika melihat dia tersenyum dengan pria lain hati ini rasanya sesak aku cemburu ! " Ares berbicara dengan nada frustasi


Airin nampak sangat terkejut mendengar nya jadi saat ini dia sedang jatuh cinta?


" jangan membenci ku maaf bahkan aku sudah mencoba untuk melupakan nya tapi tak bisa..menjauh dari dia semakin membuat ku merindukan nya , bagaimana sekarang pasti kau terluka? kau boleh menghajar ku sekarang Seo Airin . " Ares menunduk


" aku senang kau menemukan orang yang kamu cintai Lionn . " Airin mengangkat wajah Ares


" hah? "


" maaf membuat mu tertekan seperti ini begitu juga dengan ku bahkan aku tak memiliki rasa yang sama . " ucap Airin


" apa maksud mu sayang? "


" aku tidak mencintai mu Ares perkataan waktu itu hanya bualan , maaf atas kata2 tenpo lalu kamu sudah ku anggap sebagai keluarga ku jadi sekarang ayo kita putus . " ujar Airin


mata Ares membola apa dia tak salah dengar? Airin tak pernah mencintainya? jadi sekarang Ares harus sedih atau bahagia .


Hai love ketemu lagi sama aku


makasih yang masih nungguin cerita ini


maaf ya kalau up nya agak lama hehe

__ADS_1


sampai bertemu di next episod


__ADS_2