
Author pov
hari libur pun tiba semua orang terlihat bersantai dan menghabiskan waktu bersama keluarga atau bahkan pergi tamasya , begitu juga dengan keluarga Kris si kepala keluarga tadi pagi sudah berjalan2 dengan Rubby dan siang ini maid sedang membuat jamuan untuk tamu tuan nya .
" dad memang nya siapa yang akan datang? " tanya Kalina
" aku mengundang dokter Jung sayang dia bilang ingin berkenalan dengan Rubby . " ucap Kris sambil memijat kaki Kalina
" dia tampan sekali dad kenapa Ares tak pernah mengajak dia ke rumah . "
" masih tampan aku ! oh iya dimana anak2? "
" Ares di atas sedangkan Gavin dan Yena mereka ke super market sebentar , mereka ingin membuat hot pot untuk di makan bersama kalau Ansel dia ada di kamarnya lalu Alena berjalan2 . " ujar Kalina
Ares turun ke bawah dia memakai kaos polos dan celana pendek berwarna abu tapi masih tetap tampan , di luar Alena baru masuk ke gerbang wajah cantik itu masih terlihat sedih dan kebetulan ada mobil masuk .
Alena memperhatikan siapa yang datang lalu keluar seorang pria tampan sambil membawa bunga dan parsel coklat , mata mereka bertemu Alena dan Arka saling memandang ternyata benar Rubby sangat cantik .
" selamat siang.. " sapa Arka
" iya mau bertemu siapa? " tanya Alena dengan cuek mood nya masih hancur
" saya di undang oleh tuan Kris senang bisa bertemu langsung dengan mu nona Rubby . " ucap Arka sambil tersenyum manis
sontak Alena melotot dan memberikan tatapan tajam pada nya apa Rubby? dia sedang sedih karena baru putus ! , lihatlah sekarang ada yang menyamakan dia dengan peliharaan milik sang ayah menyebalkan .
Srak
secara repleks Alena menarik rambut dokter Jung mata nya terlihat berkaca sedangkan Arka panik dan kesakitan , kenapa dia malah di jambak? sungguh sambutan yang sangat indah sekali siang ini .
" berani sekali kau menyamakan ku dengan angsa buluk itu ! aku ini cantik hikss.. " Alena menangis sambil menggoyangkan kepala Arka
" aduh kepala saya sakit nona ! angsa apa nya? Rubby itu nama mu bukan? " Arka memegang tangan Alena demi apapun kepalanya sakit
" bukan nama ku Alena Wu sedangkan Rubby adalah angsa burik miliki daddy ! , huweeee mommy . " tangis Alena semakin kencang
Kris dan Ares berlari keluar karena mendengar tangis si princes Wu dan mata tajam Ares membola kala melihat Alena sedang menjambak kakak seniornya , dengan terburu-buru dia menghampiri mereka begitu juga dengan Kris kenapa si cantik melakukan itu pada dokter Jung .
" hey, hey lepaskan jangan menjambak nya Alena dia kesakitan . " Ares mencoba melepas tangan adiknya
" dia menyamakan aku dengan Rubby hikss , menyebalkan sekali kak ! "
" ada apa ini princes? dia tamu daddy . " lerai Kris
lalu dengan segera Ares menarik Alena dan menggendong nya kedalam lalu Kris menghampiri Arka yang sedang berjongkok , dokter tampan itu merasakan kepalanya pusing bahkan ada beberapa helai rambut yang terlepas tenaga si princes Wu memang tak main2 .
" kau baik2 saja dokter Jung? " tanya Kris
" kepala ku pusing putri mu kenapa? aku hanya ingin berkenalan tapi malah begini . " ujar Arka
Kris mengajak Arka masuk terlebih dulu dia mendengar tangisan Alena lalu maid datang menyajikan teh .
" ini minum dulu memang nya apa yang kau tanyakan pada putri ku? " tanya Kris
" aku hanya mengucapkan senang bertemu dengan mu nona Rubby , lalu dia malah menarik rambut ku apa sebenarnya salah ku dad? " ujar Arka
si hot daddy cengo mendengar itu dan sedetik kemudian tawa bergema di sana bahkan Kris sampai merasakan perut nya sakit , dengan segera dia menarik Arka ke taman belakang untuk di kenalan pada seseorang .
" itu yang nama nya Rubby . " tunjuk Kris
Arka mengalihkan pandangan nya seketika pria tampan itu terlihat syok berat bahkan ingin pingsan saja , seekor angsa putih terlihat riang berlari bahkan dokter Jung tidak bisa berkata2 jadi Rubby bukan nama putri Kris?
" Rubby nama angsa sedangkan putri ku adalah Alena pantas dia marah , kau salah paham dokter Jung Terima kasih sudah membuat ku tertawa hari sungguh ada2 saja . " Kris menepuk pundak Arka
" aku tidak bermaksud begitu dad . "
" tidak papa bukan salah mu biar aku tebak bunga dan coklat itu untuk Rubby kan? Rubby suka nya pakan yang berkualitas "
rasanya Arka ingin sekali menangis niat hati ingin membangun kesan pertama yang baik di depan si princes Wu , tapi malah hancur seketika gara2 seekor angsa lalu Kris mengajak nya ke meja makan di sana sudah berkumpul dia masih melihat Alena menangis .
bahkan Ares juga terkejut kenapa ayah nya bisa mengenal Arka jangan sampai rahasia terbongkar bahaya ! lalu ada dua orang yang masuk , Ansel turun dan ikut bergabung di sana dia heran kenapa adik nya menangis .
" halo mom . " sapa Yena
" Hai sayang sudah selesai belanja nya? kemari duduk kita makan siang bersama . "
" sudah mom nanti kita masak hot pot nya . " jawab Yena
" dia siapa? " tanya Ansel
" perkenalan dia dokter Jung kaka tingkat Ares dan dia adalah adalah kembaran Alena . " ucap Kris pada Arka
" halo senang bertemu dengan mu nama saya Arka Jung . "
" nama ku Ansel senang bertemu dengan mu pak dokter. "
lalu Gavin masuk dia harus memarkirkan mobil nya dan duduk bergabung di sana
__ADS_1
" ini putra sulung ku Gavin dan yang duduk si sana adalah calon istrinya dia Yena . " Kris mengenalkan semua nya
" halo senang bertemu dengan mu Tuan Gavin dan juga nona Yena . " ucap Arka
Yena tersenyum dan Gavin pun berjabat tangan
" formal sekali panggilan nya panggil kakak saja jangan terlalu kaku . " ucap Gavin
" lalu Alena putri bungsu ku . " ucap Kris sambil menahan tawa
" apa liat-liat ! " Alena melotot pada Arka dan berbicara ketus
" hey tidak boleh begitu sayang . " sela Kalina
" kenapa kalian bisa saling kenal? " tanya Ares
" dad bertemu di toko bunga dia orang yang menyenangkan , maka dari itu dad mengajak nya makan siang bersama . " jawab Kris
" kalau begitu ayo kita makan , mari dokter Jung jangan sungkan . " ucap Kalina
" iya terima kasih mom . "
mereka pun mulai makan siang Arka tak berani menatap pada Alena karena merasa bersalah membuat dia menangis , padahal ini pertama kali bertemu sungguh bodoh sekali pikir Arka setelah selesai makan mereka berbincang .
keempat pria itu mengobrol di ruang tamu sedangkan Kalian dan Yena pergi ke dapur untuk membuat minuman dingin , lalu Arka pamit sebentar ke toilet tak sengaja dia melihat Alena yang masih bermain ponsel di meja makan dia mengambil buket bunga serta coklat nya .
" mau apa kemari? ingin ku jambak lagi? " tanya Alena dengan garang
" tidak ampun..saya minta maaf bukan bermaksud begitu nama Rubby terlalu cantik untuk seekor angsa , jangan marah lagi saya membawa bunga dan coklat ini untuk mu karena tak mungkin menemui seorang wanita cantik dengan tangan kosong . " ucap Arka
sialan sekali dokter satu ini pipi Alena memerah mendengar pujian nya tadi di bikin kesel sekarang di bikin baper !
" eum iya Terima kasih " ucap Alena malu2 dia mengambil bunga dan coklat nya
Arka tersenyum senang ya walaupun masih terlihat jutek tidak papa semua butuh proses
" kalau begitu saya ke depan dulu jangan rindu . " ujar Arka
" yasudah sana pergi ! " omel Alena
...
In apartemen h
tiga orang remaja sedang berkumpul di hari libur ini mereka tak bermain futsal seperti biasa karena Ansel tak ikut , kalau tak lengkap maka tak seru jadi mereka diam saja apartemen itu di belikan grandpa Wu karena Vinson meminta nya untuk tempat kumpul .
" belum sebentar lagi ingin di tambah telor apa bagaimana? " ujar Vinson
" kalau aku terserah saja sosis sekalian . " Leon meminum soda nya
" baiklah kalau kamu Na? " Vinson melihat ke arah Jaewu
" bebas . "
mereka sedang membuat ramen bersama makan pedas siang2 begini pasti enak .
" kau sedang ada masalah? " tanya Leon
" bagaimana ini? aku tidak mau . " Jaewu tidur di paha Leon
" tidak mau apanya? bicara yang jelas Na . " ucap Leon
" aku dan Alena putus . "
" hah kenapa bisa? apa alasan kalian putus? "
" aku tau selama ini kesibukan ku menyita waktu tapi semua itu agar nanti bisa di Terima di Universitas terbaik , aku tau itu egois mengabaikan Alena tapi mau bagaimana lagi? bahkan sekarang aku masih sangat mencintainya sungguh . " Jaewu berucap sedih
" bicarakan baik2 dengan dia Na..katakan alasan mengapa kau sibuk , Alena hanya membutuhkan itu setelah selesai maka bersatulah kembali . " ujar Leon
" aku menyesal Leon . "
" iya aku tau nanti temui Alena kalian butuh waktu berdua . "
Vinson pun datang dan membawa 3 mangkok ramen aroma wangi langsung menyebar membuat perut semakin lapar .
....
sedangkan di taman Ares sedang berjalan2 bersama dengan Kanaya dia pamit pada Arka untuk pergi dan sempat berpesan untuk tidak bicara macam2 .
" kaka ingin es krim nya? " tanya Kanaya
" tidak untuk mu saja sayang . "
" bukan nya di rumah kaka bilang ada tamu? tapi kenapa malah mengajak ku pergi . "
" itu tamu daddy jadi aku pergi saja . " ucap Ares
__ADS_1
" oh iya nanti kak Yena menyuruh ke rumah kita akan membuat hot pot . "
" jadi kamu akan pulang bersama ku kerumah? " Ares membersihkan sisa es krim di bibir Kanaya
" tentu saja pasti akan menyenangkan . " Kanaya mengecup pipi Ares
mereka kembali menikmati waktu bersama tapi ada membuat si Lion kepikiran waktu dia bertemu dengan Winter , gadis cantik itu memberikan secarik kertas sebelum pergi dan ketika Ares membuka nya di kamar ada tulisan " tolong aku kak "
Ares harus menolong nya dari apa? tapi dia melihat wajah Winter memang terlihat gelisah sebenarnya apa yang terjadi , belum lagi pria yang bersama nya waktu di restoran itu siapa sungguh membuat penasaran .
....
hari pun berlalu malam datang menggantikan matahari di mansion baru saja selesai makan malam Ansel mengupas apel untuk Kalina , di sana juga ada Alena yang sedang bermanja dengan kaka sulung nya dan di atas tepatnya di kamar sakit Ares berulah .
" berhentilah ini sakit jantung bodoh ! " Ares menepuk2 dadanya
napas nya terasa memberat bahkan oksigen terasa menjauh yang Ares lakukan hanya mengcengkram sprei dengan erat .
Tok
Tok
" maaf Tuan muda Tuan besar memanggil mu untuk datang ke ruang kerja . " ucap salah satu maid
" hm "
Ares berusaha bangun keringat nya sudah mengucur dia mencuci muka agar terlihat lebih segar , si Lion turun dan melihat semua orang sedang berkumpul di ruang keluarga dia berjalan ke ruang kerja milik sang ayah jarak nya terasa sangat jauh .
clekk
pintu pun terbuka dan seorang pria sedang meminum wine
" dad memangg-il ku? " tanya Ares dadanya masih sakit
" duduk . " Kris berucap datar
lalu Ares pun duduk mencoba mengatur napas
" sudah berani membohongi ku? " ucap Kris
" membohongi apa? "
Kris berjalan dan mendekat lalu melempar amplop coklat ke meja membuat si Lion diam membeku .
" bagaimana mungkin kau menyembunyikan hal seserius ini anak sialan ! apa aku masih ayah mu? kenapa tidak bicara , kenapa Ares? jangan coba untuk menyembunyikan apapun dari ku ! " bentak Kris
" maaf aku tidak mau membuat dad khawatir dan merepotkan mu . "
" omong kosong justru dengan kamu menyembunyikan nya akan membuat semua orang sedih ! , kau berniat membuat ku menjadi ayah yang tidak berguna begitu maksud mu? katakan sesuatu jangan diam saja ! "
" sekarang dad sudah tau sendiri ! bahwa aku akan segera mati sudah cukup bukan ! . " Ares berdiri emosi nya terpancing
Plakk
bunyi tamparan bergema di sana Ares meringis merasakan sensasi panas belum lagi rasa ngilu dan perih sudut bibir nya berdarah .
" jaga kata2 mu brengs*k ! kau tidak memikirkan perasaan dad ketika mendengar kondisi mu dari Arka , kau berhasil membuat ku menjadi ayah paling buruk jangan begini prince jangan menanggung semua nya sendiri . "
Kris menghampiri Ares dia mendudukan nya di sofa wajah dingin itu berubah menjadi sedih lalu si hot daddy berjongkok .
" jagoan ku memang terbaik bahkan sedari kecil kamu tak pernah merengek begitu mandiri dad bangga , sifat yang tak pernah mau menyusahkan orang lain sudah melekat persis seperti ibu mu tapi yang harus kamu tau tak ada kata merepotkan bagi seorang ayah untuk mendengarkan keluh kesah anak nya..dad sayang pada mu . " Kris menangkup wajah Ares
" maaf dad . " ucap Ares dengan lirih
" ayo obati sakit mu jangan memendam apapun kamu tidak sendiri prince masih ada kami katakanlah jika ada yang sakit , bahkan dad mau gantikan sakit nya untuk mu tak peduli sesakit apa jika bisa membuat mu baik2 saja dad rela..setiap malam dad berdoa agar kalian semua selalu bahagia maaf aku belum bisa menjadi ayah yang baik . " ujar Kris
seketika tangis Ares pecah pria satu ini memang terlalu mandiri dalam hal apapun , tidak mau membuat semua keluarga nya sedih terutama ibunya .
" aku bukan takut mati karena semua orang juga akan mengalami nya tapi aku takut ketika waktu ku habis , aku belum bisa membahagiakan mu juga mommy membuat kalian bangga dan yang ku takutkan adalah ketika pergi aku belum mendapat pengampunan dari kalian . "
Ares turun dari kursi dan bersujud di depan Kris
" ampuni dan maafkan semua kesalahan ku dad selama ini aku belum bisa membuat mu senang menjadi anak yang menyusahkan , tapi tidak di pungkiri aku sangat menyayangi kalian Tuhan takan mengampuni dosa hambanya jika dia belum mendapat pengampunan dari kedua orang tuanya jadi maafkan aku . " ujar Ares
Kris menangis mendengar nya dia sangat bersyukur di berikan anak yang begitu taat dan berbakti pada kedua orang tua .
" bayi kecil ku adalah hadiah terindah bahkan ketika melihat mu lahir dad tidak menginginkan apapun lagi , merawat mu dan melihat mu tumbuh dewasa sampai sekarang adalah kebahagiaan yang terbesar dalam hidup dad kamu tidak pernah menyusahkan bahkan tanpa di minta dad akan selalu memaafkan mu jadi ayo berjuang bersama jagoan . " Kris meraih bahu Ares dan memeluk nya dengan erat
tak ada sedikit pun imbalan yang di minta orang tua ketika membesarkan anak2 nya tidak peduli hujan dan panas , ayah akan tetap bekerja untuk membuat buah hatinya tercukupi tidak peduli dengan rasa lelah ibu akan tetap menjadi orang yang pertama yang merangkul mu , memeluk mu , melindungi dan mengatakan bahwa semua akan baik2 saja .
Arka menyerah menyimpan rahasia nya sebelum pulang dia mengambil map coklat di mobil dan memberikan nya pada Kris , bukan bermaksud ingin ingkar janji tapi ini semua tidak benar Ares sedang membutuhkan dukungan .
Hai love ketemu lagi sama aku
sehat selalu ya mine yang sedang sakit semoga cepat sembuh , yang sedang sedih semoga di berikan kebahagiaan .
sampai bertemu di next episod
__ADS_1