Sugar Family

Sugar Family
Bagian 68


__ADS_3

Author pov


di meja kantin suasana hening Vinson heran kenapa suasana mendadak mencekam tak ada obrolan seperti biasa , wajah Ansel terlihat lebih dingin dan Jeno yang bingung sebenarnya mereka ini kenapa .


" kenapa suasana nya aneh sekali . " ucap Jaewu


" kau benar Na di sini sangat suram , ada apa? jelaskan . " tanya Vinson


" itu hanya salah paham Ansel aku tidak berbohong , cinta ku hanya untuk Rubby bukan wanita itu . " Jeno menatap pada Ansel


" aku harus pergi dan kalian makan saja . " jawab Ansel kemudian berdiri


" tunggu mau kemana? makanlah dulu semua takan jelas dengan begini , ayo selesaikan ini jangan berlarut-larut . " Leon menahan tangan Ansel


" tidak ada yang harus di bicarakan . " jawab Ansel


" duduklah sebentar ya . "


dengan sikap lembut Leon akhirnya Ansel menurut dan tidak jadi pergi .


" wanita siapa? " tanya Jaewu


" aku tidak mencium Winter dia yang memulai wanita itu selalu mengganggu ku maaf seharusnya aku bercerita , hanya saja belakangan ini kamu sering terlihat sedih dan tak ingin membuat mu semakin sedih . " ujar Jeno


" dia sering menemui mu setelah putus dengan ku? " Ansel menatap pada sahabatnya


" bahkan waktu kamu di Italy dia memaksa ingin menjadi kekasih ku tapi demi Tuhan aku tidak tertarik , jadi tolong jangan marah lagi ini semua salah paham dan persahabatan kita jadi hancur aku tidak mau . " pinta Jeno


" Jeno tidak mungkin membual Ansel wanita yang selalu kau pikirkan itu ternyata belang ! sudah ku bilang lupakan , kamu masih saja sedih lihat sekarang dia mencoba menghancurkan pertemanan kita ! " omel Vinson


" karena ku pikir dia mencintai dengan tulus ! kau tidak mengerti Xavier ! " Ansel marah mendengar ucapan itu


" hey tenanglah tidak ada yang menyalahkan Vinson menyayangi mu dia tidak mau saudara nya di sakiti , hati manusia tidak ada yang tau kamu masih di berikan kesempatan untuk melihat bagaimana sipat Winter sudah taukan? jangan marah lagi pada Jeno . " lerai Leon


Leon mencoba menghentikan perdebatan Vinson itu orang nya jengkelan sedangkan Ansel keras kepala bisa jadi baku hantam , Leon hadir diantara para saudaranya yang keras untuk menenangkan suasana dan menjadi pendingin .


...


In Mansion


Kalina meletakan tas besar yang berisi baju ganti suami nya selama di rumah sakit kini mereka sudah pulang kerumah , si hot daddy rewel ingin pulang bahkan dia menggunakan kursi roda karena kakinya masih sakit akan ditangani Arka untuk rawat jalan .


" Rubby daddy pulang.." Kris mengarahkan kursi rodanya ke taman belakang


dia segera mendekat ke arah kandang untuk bertemu si kesayangan lalu membuka nya Rubby langsung menghampiri sang Tuan .


" daddy rindu Jeno mengurus mu dengan baik baguslah . " Kris mengambil Rubby ke pangkuan nya


" ingin melihat mainan baru Ares tidak? " Araga datang menghampiri


" si tua bangka itu masih bernapas ternyata . " ucap Kris


" kau yang meminta . "


" Gavin akan menangani nya jadi biarkan dia mengambil keputusan , bahkan akan lebih bagus jika si sulung ikut bermain . " ucap Kris


" hatinya terlalu lembut tidak mungkin akan ikut bergabung . " Araga menyalakan rokonya


" dia memang pendiam tapi siapa yang tau? bisa saja lebih berbahaya dari kita tihang . "


mereka berbincang Tuan Kim masih bernapas karena Gavin yang akan mengambil keputusan .


...


di sekolah sudah terlihat ramai Kanaya merapihkan baju nya Ares mengantar sang istri tercinta karena waktu nya masih cukup , jadi hari ini dia menggunakan mobil agar Kanaya merasa nyaman saat di antar .


" kak apa boleh aku pergi berkerja kelompok? " tanya Kanaya


" dengan siapa? " tanya Ares


" ya teman2 ku mungkin agak sore aku pulang nya karena banyak tugas . "

__ADS_1


" kalau bisa jangan terlalu lama . "


" tidak bisa seperti itu kak tugas nya kan memang banyak , tidak enak jika aku hanya sedikit membantu . " sanggah Kanaya


" tapi bukan hanya kamu yang berkerja namanya kerja kelompok itu bagi-bagi . " ujar Ares


" tapi banyak yang harus di bahas . "


" minimal jam 2 siang sudah di rumah tidak ada bantahan . "


" di mulai nya saja jam 1 kenapa mepet sekali ! bahkan itu belum membahas apa2 . " Kanaya di buat kesal


" yasudah terserah tidak perlu minta izin kalau ujung2 tetap membantah ! " bentak Ares


Kanaya terkejut baru kali ini dia di bentak Ares mata cantik itu berkaca tak seperti biasa si Lion sensitif .


" kaka egois ! " ucap Kanaya


" egois apa? aku hanya khawatir tidak ingin kau kelelahan , tapi malah begini jangan kekanak2kan Kanaya ! "


" oh begitu ya maaf jika ku sikap begini ! pasti kau menyesal menikah dengan aku . "


Brakk


Kanaya turun dan menutup pintu dengan keras Ares yang terbawa emosi pergi begitu saja , kenapa perasaan khawatir nya malah di balas begini dia sampai di rumah sakit wajah tampan itu terlihat tidak bersahabat .


" mana laporan kemarin berikan pada ku . " ucap Ares


" ada dengan mu? " tanya Jinan


" berikan saja jangan banyak bertanya ! "


Jinan agak takut dengan wajah dingin si Lion dan segera memberikan laporan nya dengan segera Ares ke ruang data , mood si tampan sedang hancur dia mengabaikan semua sapaan dan terburu2 mendorong pintu ruangan tak sadar ada seseorang di sana .


" shhh..aduh sakit . " seorang wanita meringis karena terdorong


Ares juga terkejut menyangka di sana tidak ada orang


" tidak papa tapi kaki saya seperti nya terkilir . " ucap Viona


gadis itu adalah Viona si dokter baru dia sedang mencari data pasien kebetulan ada rak dekat pintu , karena dorongan mendadak tubuh nya tak seimbang dan jatuh di tambah memakai sepatu hak tinggi .


" ayo bangun saya bantu sekali lagi maaf . " Ares memegang tangan lentik Viona


" tidak papa dok sepertinya anda sedang terburu2 . " jawab Viona


mereka pun duduk Viona bersandar meluruskan kaki nya tiba2 Ares membuka sepatu Viona untuk mengecek .


" tidak papa dok lanjutkan saja pekerjaan nya . "


" saya harus bertanggung jawab , tunggu sebentar saya akan ambil kain dan kompresan agar kaki mu tidak terlalu sakit . "


Ares segera pergi kemarahan nya membuat orang celaka jadi wajib untuk bertanggung jawab tak lama kemudian dia datang , baskom kecil berisi air hangat dan kain untuk mengkompres sudah siap .


" katakan jika sakit . " Ares mulai mengobati si dokter cantik


" tidak perlu saya akan melakukan nya sendiri . " ujar Viona


" diamlah ini bentuk tanggung jawab ku . "


Viona merasa tidak enak bagaimana jika ada yang salah paham di tambah hanya ada mereka berdua di sini .


" apa masih sakit hm? " tanya Ares


" sudah mendingan . "


" jika masih sakit aku akan mengantar pada dokter choi , takut ada yang salah dengan tulang kaki mu . "


" tidak perlu ini sudah baik-baik saja . "


setelah selesai mengkompres Ares memberikan sedikit pijatan agar tidak terlalu bengkak .

__ADS_1


" kaki mu kecil sekali seperti anak SD pantas saja langsung jatuh . " ucap Ares


" ish dokter jangan sembarangan ! kaki ku sangat cantik tau . " protes Viona


" ya paling cantik di antara anak SD . "


" ck ternyata dokter menyebalkan ! "


Ares tertawa mood nya perlahan membaik dengan obrolan random itu .


...


In School


jam istirahat sudah tiba semua bersemangat pergi ke kantin tetapi Kanaya menyendiri di perpustakaan , dia menangis karena pertengkaran tadi pagi sungguh tak bermaksud begitu tapi rasa kesal membuat nya emosi .


" aku mencari mu . " ucap seorang pria


Kanaya mendongkak dengan mata yang sembab


" lho kaka sedang apa di sini? " tanya Kanaya dengan suara serak


" mengambil beberapa data untuk keperluan kampus , ada apa kenapa menangis sendirian di sini? " tanya Ansel


kenapa ada Ansel? pria ini sengaja datang untuk membawa rekap nilai yang belum selesai sekalian mengunjungi Kanaya , Ansel pergi ke kelas tapi tak menemukan nya lalu ke kantin tetap tidak ada dan seseorang bilang Kanaya ada di perpustakaan .


" katakan pada ku ada apa? " Ansel menghapus jejak air mata di pipi Kanaya


" kak Ares marah hikss.. "


tangisan akhirnya pecah Ansel memberikan pelukan untung suasana di sini sedang sepi punggung sempit itu terlihat bergetar .


" bagia-mana ini kak Ares marah pada ku . " adu Kanaya


" kenapa kalian bertengkar? "


" aku hanya meminta izin untuk pergi kerja kelompok , tapi kak Ares hanya memberikan waktu sedikit aku tidak setuju lalu dia marah . "


" sudah jangan menangis nanti kita bicarakan ini baik2 , lihat wajah mu jadi jelek begini di tambah masih ada pelajaran kan? " Ansel merapihkan rambut Kanaya


" iya kak..apa kaka sendiri? " tanya Kanaya


" tadinya dengan Vinson tapi tidak jadi karena dia ada kelas dadakan , kamu sudah makan? ayo pergi ke kantin . " ajak Ansel


Kanaya mengangguk dengan segera Ansel menggenggam nya untuk segera pergi ke kantin sebelum jas istirahat habis .


...


malam pun beranjak kini matahari di gantikan dengan cahaya rembulan para petugas forensik sedang sibuk dan panik , ada yang membawa air hangat dan memijat tengkuk Ares dia sedang muntah Ren sangat khawatir tak lama kemudian seseorang datang tak kalah heboh .


" katakan apa yang sakit? " tanya Arka


" pusing sekali kak . " keluh Ares


lalu mereka membantu Ares duduk keringat sudah bercucuran .


" kita ke ruangan ku dan minum obat Ares . " ujar Arka


" tidak mau obat tapi ingin semangka . " rengek Ares


" jangan macam2 bodoh ! " omel dokter Jung


" ish jangan membentak ku ! dokter park aku ingin semangka . " pinta Ares dengan wajah memelas


semua orang di sana melongo hey apa2an si es balok kenapa malah ingin semangka proses identifikasi di berhentikan sebentar , karena mereka riweh mengurus Ares yang tiba2 muntah Jinan berlari memanggil Arka karena takut ada yang salah .


Hai jumpa lagi dengan aku


sehat selalu ya


sampai bertemu di next episod

__ADS_1


__ADS_2