
Author pov
di meja kantin suasana hening Vinson heran kenapa suasana mendadak mencekam tak ada obrolan seperti biasa , wajah Ansel terlihat lebih dingin dan Jeno yang bingung sebenarnya mereka ini kenapa .
" kenapa suasana nya aneh sekali . " ucap Jaewu
" kau benar Na di sini sangat suram , ada apa? jelaskan . " tanya Vinson
" itu hanya salah paham Ansel aku tidak berbohong , cinta ku hanya untuk Rubby bukan wanita itu . " Jeno menatap pada Ansel
" aku harus pergi dan kalian makan saja . " jawab Ansel kemudian berdiri
" tunggu mau kemana? makanlah dulu semua takan jelas dengan begini , ayo selesaikan ini jangan berlarut-larut . " Leon menahan tangan Ansel
" tidak ada yang harus di bicarakan . " jawab Ansel
" duduklah sebentar ya . "
dengan sikap lembut Leon akhirnya Ansel menurut dan tidak jadi pergi .
" wanita siapa? " tanya Jaewu
" aku tidak mencium Winter dia yang memulai wanita itu selalu mengganggu ku maaf seharusnya aku bercerita , hanya saja belakangan ini kamu sering terlihat sedih dan tak ingin membuat mu semakin sedih . " ujar Jeno
" dia sering menemui mu setelah putus dengan ku? " Ansel menatap pada sahabatnya
" bahkan waktu kamu di Italy dia memaksa ingin menjadi kekasih ku tapi demi Tuhan aku tidak tertarik , jadi tolong jangan marah lagi ini semua salah paham dan persahabatan kita jadi hancur aku tidak mau . " pinta Jeno
" Jeno tidak mungkin membual Ansel wanita yang selalu kau pikirkan itu ternyata belang ! sudah ku bilang lupakan , kamu masih saja sedih lihat sekarang dia mencoba menghancurkan pertemanan kita ! " omel Vinson
" karena ku pikir dia mencintai dengan tulus ! kau tidak mengerti Xavier ! " Ansel marah mendengar ucapan itu
" hey tenanglah tidak ada yang menyalahkan Vinson menyayangi mu dia tidak mau saudara nya di sakiti , hati manusia tidak ada yang tau kamu masih di berikan kesempatan untuk melihat bagaimana sipat Winter sudah taukan? jangan marah lagi pada Jeno . " lerai Leon
Leon mencoba menghentikan perdebatan Vinson itu orang nya jengkelan sedangkan Ansel keras kepala bisa jadi baku hantam , Leon hadir diantara para saudaranya yang keras untuk menenangkan suasana dan menjadi pendingin .
...
In Mansion
Kalina meletakan tas besar yang berisi baju ganti suami nya selama di rumah sakit kini mereka sudah pulang kerumah , si hot daddy rewel ingin pulang bahkan dia menggunakan kursi roda karena kakinya masih sakit akan ditangani Arka untuk rawat jalan .
" Rubby daddy pulang.." Kris mengarahkan kursi rodanya ke taman belakang
dia segera mendekat ke arah kandang untuk bertemu si kesayangan lalu membuka nya Rubby langsung menghampiri sang Tuan .
" daddy rindu Jeno mengurus mu dengan baik baguslah . " Kris mengambil Rubby ke pangkuan nya
" ingin melihat mainan baru Ares tidak? " Araga datang menghampiri
" si tua bangka itu masih bernapas ternyata . " ucap Kris
" kau yang meminta . "
" Gavin akan menangani nya jadi biarkan dia mengambil keputusan , bahkan akan lebih bagus jika si sulung ikut bermain . " ucap Kris
" hatinya terlalu lembut tidak mungkin akan ikut bergabung . " Araga menyalakan rokonya
" dia memang pendiam tapi siapa yang tau? bisa saja lebih berbahaya dari kita tihang . "
mereka berbincang Tuan Kim masih bernapas karena Gavin yang akan mengambil keputusan .
...
di sekolah sudah terlihat ramai Kanaya merapihkan baju nya Ares mengantar sang istri tercinta karena waktu nya masih cukup , jadi hari ini dia menggunakan mobil agar Kanaya merasa nyaman saat di antar .
" kak apa boleh aku pergi berkerja kelompok? " tanya Kanaya
" dengan siapa? " tanya Ares
" ya teman2 ku mungkin agak sore aku pulang nya karena banyak tugas . "
__ADS_1
" kalau bisa jangan terlalu lama . "
" tidak bisa seperti itu kak tugas nya kan memang banyak , tidak enak jika aku hanya sedikit membantu . " sanggah Kanaya
" tapi bukan hanya kamu yang berkerja namanya kerja kelompok itu bagi-bagi . " ujar Ares
" tapi banyak yang harus di bahas . "
" minimal jam 2 siang sudah di rumah tidak ada bantahan . "
" di mulai nya saja jam 1 kenapa mepet sekali ! bahkan itu belum membahas apa2 . " Kanaya di buat kesal
" yasudah terserah tidak perlu minta izin kalau ujung2 tetap membantah ! " bentak Ares
Kanaya terkejut baru kali ini dia di bentak Ares mata cantik itu berkaca tak seperti biasa si Lion sensitif .
" kaka egois ! " ucap Kanaya
" egois apa? aku hanya khawatir tidak ingin kau kelelahan , tapi malah begini jangan kekanak2kan Kanaya ! "
" oh begitu ya maaf jika ku sikap begini ! pasti kau menyesal menikah dengan aku . "
Brakk
Kanaya turun dan menutup pintu dengan keras Ares yang terbawa emosi pergi begitu saja , kenapa perasaan khawatir nya malah di balas begini dia sampai di rumah sakit wajah tampan itu terlihat tidak bersahabat .
" mana laporan kemarin berikan pada ku . " ucap Ares
" ada dengan mu? " tanya Jinan
" berikan saja jangan banyak bertanya ! "
Jinan agak takut dengan wajah dingin si Lion dan segera memberikan laporan nya dengan segera Ares ke ruang data , mood si tampan sedang hancur dia mengabaikan semua sapaan dan terburu2 mendorong pintu ruangan tak sadar ada seseorang di sana .
" shhh..aduh sakit . " seorang wanita meringis karena terdorong
Ares juga terkejut menyangka di sana tidak ada orang
" tidak papa tapi kaki saya seperti nya terkilir . " ucap Viona
gadis itu adalah Viona si dokter baru dia sedang mencari data pasien kebetulan ada rak dekat pintu , karena dorongan mendadak tubuh nya tak seimbang dan jatuh di tambah memakai sepatu hak tinggi .
" ayo bangun saya bantu sekali lagi maaf . " Ares memegang tangan lentik Viona
" tidak papa dok sepertinya anda sedang terburu2 . " jawab Viona
mereka pun duduk Viona bersandar meluruskan kaki nya tiba2 Ares membuka sepatu Viona untuk mengecek .
" tidak papa dok lanjutkan saja pekerjaan nya . "
" saya harus bertanggung jawab , tunggu sebentar saya akan ambil kain dan kompresan agar kaki mu tidak terlalu sakit . "
Ares segera pergi kemarahan nya membuat orang celaka jadi wajib untuk bertanggung jawab tak lama kemudian dia datang , baskom kecil berisi air hangat dan kain untuk mengkompres sudah siap .
" katakan jika sakit . " Ares mulai mengobati si dokter cantik
" tidak perlu saya akan melakukan nya sendiri . " ujar Viona
" diamlah ini bentuk tanggung jawab ku . "
Viona merasa tidak enak bagaimana jika ada yang salah paham di tambah hanya ada mereka berdua di sini .
" apa masih sakit hm? " tanya Ares
" sudah mendingan . "
" jika masih sakit aku akan mengantar pada dokter choi , takut ada yang salah dengan tulang kaki mu . "
" tidak perlu ini sudah baik-baik saja . "
setelah selesai mengkompres Ares memberikan sedikit pijatan agar tidak terlalu bengkak .
__ADS_1
" kaki mu kecil sekali seperti anak SD pantas saja langsung jatuh . " ucap Ares
" ish dokter jangan sembarangan ! kaki ku sangat cantik tau . " protes Viona
" ya paling cantik di antara anak SD . "
" ck ternyata dokter menyebalkan ! "
Ares tertawa mood nya perlahan membaik dengan obrolan random itu .
...
In School
jam istirahat sudah tiba semua bersemangat pergi ke kantin tetapi Kanaya menyendiri di perpustakaan , dia menangis karena pertengkaran tadi pagi sungguh tak bermaksud begitu tapi rasa kesal membuat nya emosi .
" aku mencari mu . " ucap seorang pria
Kanaya mendongkak dengan mata yang sembab
" lho kaka sedang apa di sini? " tanya Kanaya dengan suara serak
" mengambil beberapa data untuk keperluan kampus , ada apa kenapa menangis sendirian di sini? " tanya Ansel
kenapa ada Ansel? pria ini sengaja datang untuk membawa rekap nilai yang belum selesai sekalian mengunjungi Kanaya , Ansel pergi ke kelas tapi tak menemukan nya lalu ke kantin tetap tidak ada dan seseorang bilang Kanaya ada di perpustakaan .
" katakan pada ku ada apa? " Ansel menghapus jejak air mata di pipi Kanaya
" kak Ares marah hikss.. "
tangisan akhirnya pecah Ansel memberikan pelukan untung suasana di sini sedang sepi punggung sempit itu terlihat bergetar .
" bagia-mana ini kak Ares marah pada ku . " adu Kanaya
" kenapa kalian bertengkar? "
" aku hanya meminta izin untuk pergi kerja kelompok , tapi kak Ares hanya memberikan waktu sedikit aku tidak setuju lalu dia marah . "
" sudah jangan menangis nanti kita bicarakan ini baik2 , lihat wajah mu jadi jelek begini di tambah masih ada pelajaran kan? " Ansel merapihkan rambut Kanaya
" iya kak..apa kaka sendiri? " tanya Kanaya
" tadinya dengan Vinson tapi tidak jadi karena dia ada kelas dadakan , kamu sudah makan? ayo pergi ke kantin . " ajak Ansel
Kanaya mengangguk dengan segera Ansel menggenggam nya untuk segera pergi ke kantin sebelum jas istirahat habis .
...
malam pun beranjak kini matahari di gantikan dengan cahaya rembulan para petugas forensik sedang sibuk dan panik , ada yang membawa air hangat dan memijat tengkuk Ares dia sedang muntah Ren sangat khawatir tak lama kemudian seseorang datang tak kalah heboh .
" katakan apa yang sakit? " tanya Arka
" pusing sekali kak . " keluh Ares
lalu mereka membantu Ares duduk keringat sudah bercucuran .
" kita ke ruangan ku dan minum obat Ares . " ujar Arka
" tidak mau obat tapi ingin semangka . " rengek Ares
" jangan macam2 bodoh ! " omel dokter Jung
" ish jangan membentak ku ! dokter park aku ingin semangka . " pinta Ares dengan wajah memelas
semua orang di sana melongo hey apa2an si es balok kenapa malah ingin semangka proses identifikasi di berhentikan sebentar , karena mereka riweh mengurus Ares yang tiba2 muntah Jinan berlari memanggil Arka karena takut ada yang salah .
Hai jumpa lagi dengan aku
sehat selalu ya
sampai bertemu di next episod
__ADS_1