
Author pov
Kanaya melihat surat pemeriksaan dia kaget ketika calon keluarga baru akan segera hadir dia sedang mengandung calon penerus Wu , bahkan dia lupa sudah tidak datang bulan ternyata ada si jabang yang sedang tumbuh dia akhirnya pergi menggunakan taxi .
" selamat datang sayang tumbuh dengan baik ya jangan nakal . " Kanaya mengusap perut dengan lembut
dia menolak di antar siapapun dan pergi sendiri lalu wanita cantik itu berdiri akan pergi jalan2 sebentar , udara sore yang sejuk orang berlalu lalang senyuman Kanaya muncul ketika melihat anak2 bermain dengan ceria .
tapi langkah seketika terhenti kala melihat rumah yang tak asing mata cantik yang langsung berkaca kenapa harus rumah ini , dia lupa bahwa rumah yang bangun Ares dulu tidak jauh dari rumah sakit lalu Kanaya pun berbalik .
" sayang.. "
jantung Kanaya berdetak kencang tubuh nya bergetar ketika medengar suara yang amat di rindukan , wangi yang membuat Kanaya ingin sekali berbalik memeluk si jabang bayi kini sedang bertemu si hot daddy .
" lepas ! " sentak Kanaya
" aku merindukan mu sungguh . " ujar Ares
" lepas hikss.."
" dengarkan aku . " Ares mencoba memeluk tapi Kanaya memberontak
" lepas kak ! aku bilang lepas ! "
Ares terkejut ketika dia pulang dari rumah sakit Selina kembali mengamuk ketika Ares menolak untuk tetap bersama nya , lalu melihat seseorang yang membuat dia membendung jutaan rindu di hati dan segera berlari kencang .
" sayang aku mohon dengarkan aku . "
Kanaya semakin terisak dia membiarkan Ares memberikan pelukan hangat yang sudah lama tidak dia rasakan , dengan susah payah Ares mengajak Kanaya masuk kedalam rumah wanita cantik itu masih diam tak berbicara apapun .
" semua salah ku katakan saja aku memang pria bodoh begitulah kenyataannya tidak menceritakan apa yang terjadi , tapi demi Tuhan tidak ada niat untuk membagi cinta ini..hanya kamu masih kamu selama nya akan begitu . " Ares berlutut di depan Kanaya
isak tangis yang menyesakan dada begitu terdengar .
" hati dan cinta ini masih utuh tak sedikit pun berkurang bahkan semakin bertambah selalu membuat ku bersyukur telah memiliki mu , tidak ada maksud membuat air mata hadir dalam wajah mu maaf sayang maafkan aku.. " suara Ares penuh akan keputusasaan
Kanaya melihat air mata mengucur dari mata tajam yang terlihat tangguh bahkan tidak pernah gentar untuk selalu melindungi nya .
" kaka aku rindu.. " Kanaya bangun dan segera memeluk Ares dengan erat
" aku jauh lebih merindukan mu bahkan setiap bangun tidur aku merasa tidak sanggup membuka mata menerima kenyataan , jangan membenci ku sayang aku mohon jangan pergi jangan tinggalkan lagi . " Ares membalas pelukan sama istri tak kalah erat
" maaf aku tidak memberi mu kesempatan untuk menjelaskan ini juga salah ku kaka . "
mereka saling menyalurkan semua kerinduan yang terpendam Ares mengangkat tubuh Kanaya ke ranjang mengecupi setiap inci wajah nya , tak di pungkiri Kanaya juga merindukan pria tampan ini Ares menarik tengkuk Kanaya memberikan cumbuaan panas .
Kanaya mengalungkan tangan lentik di bahu kokoh itu sambil membalas cumbuan membuat suasana berubah seketika , tidak ada isak tangis tetapi di ganti dengan suara lirihan sexy Kanaya bahkan Ares sudah mencumbu leher jenjang si manis .
" jangan di sana nanti terlihat . " Kanaya meremas rambut Ares
" biarkan saja agar bisa pamer . "
tangan Ares kini sudah membuka kain yang menempel di kedua nya dan bermain di aset kembar yang menjadi favorit , Kanaya semakin mengerang akibat kegiatan liar Ares tangan lentik itu terus meremat rambut legam si hot Lion .
tidak pernah berubah Kanaya selalu di buat gila oleh sentuhan Ares kini mata nya sudah memejam ketika sudah memasuk permainan inti .
" kakak... "
" sebentar sayang . " Ares menggeram gairah sedang berada di ubun2
__ADS_1
setelah berhasil irama deritan ranjang menjadi melodi tambahan Ares mengecupi wajah Kanaya dengan penuh cinta , si hot mommy dia buat kewalahan dengan gerakan Ares keringat mengucur deras yang membuat Ares semakin tampan .
" kaka pelan baby . " Kanaya mengcengkram erat bantal
mendengar kata baby gerakan itu memelan
" baby apa hm? "
" aku hamil . "
binar bahagia terlihat jelas di wajah Ares dia langsung mencumbu kembali Kanaya mengucapkan banyak Terima kasih .
" ughhh.. "
" tinggal sebentar lagi sayang . " geratakan gigi Ares terdengar
Tok
Tok
sontak kegiatan terhenti karena ketukan pintu .
" dad dompet ku tertinggal . " teriak Sean
" itu Sean cepat kak lepaskan dulu . "
" tidak mau . "
Ares semakin menggila dengan gerakan nya sontak membuat Kanaya mendesah keras .
" mom??? apa di dalam ? ada apa buka pintu nya dad kau apakan ibu ku ! " Sean semakin keras menggedor pintu
" keluar apanya dad ! "
wajah Kanaya sudah merah dia membekap mulut agar suara aneh ini tidak terdengar oleh Sean sedangkan Ares hanya tertawa .
lalu geraman rendah pun terdengar napas kedua nya terengah di sertai dengan gedoran pintu yang semakin keras , Ares menarik selimut untuk menutupi sang istri lalu cepat memakai celana kemudian berjalan ke arah pintu .
" ada apa kamu menganggu . " Ares menutup pintu membiarkan Kanaya memakai baju
" dimana mommy ! " tanya Sean
" tenang dulu . "
" awas aku akan masuk ! "
" tidak boleh kau tidak boleh melihat aset daddy boy . " Ares menahan badan Sean
" apa yang daddy lakukan . " mata Sean memandang tajam
" membuatkan adik . " bisik Ares
Sean melotot mendengar pernyataan sang daddy .
Clekk
pintu pun terbuka Sean melihat ibu nya keluar penampilan yang cukup berantakan belum lagi Maha karya Ares terpampang nyata , membuat Ares menyeringai puas indah sekali pemandangan ini .
" Sean . "
__ADS_1
" mommy baik2 saja? tidak papa kan? " Sean dengan cepat menghampiri
" mommy baik sayang . " Kanaya mengusap wajah tampan sang putra yang begitu mirip dengan Ares
" kenapa mom ada di sini? daddy menculik mommy ! "
" ayo duduk dulu "
Sean mendelik pada Ares yang sedang senyum2 sendiri Sean baru sadar ketika dompet tidak ada jadi dia balik ke rumah ayah nya .
" mommy tidak di culik kita tidak sengaja bertemu di sekitaran sini daddy sedang menjelaskan apa yang terjadi , bukan hanya dad yang salah tapi mom juga karena tidak mau memberikan kesempatan pada dad untuk bercerita . " Kanaya tersenyum
" daddy jahat . "
" tidak sayang dia adalah ayah yang hebat dalam rumah tangga tidak selama nya bahagia kita harus merasakan sulit agar tau bagaimana cara bersyukur , mementingkan rasa egois dan kesalahanpahaman yang akan merusak semua manusia tempat khilaf mommy dan daddy sudah saling meminta maaf . "
Ares tersenyum beban di hati sudah menghilang
" ayo minta maaf daddy karena sudah tidak sopan dan menanggap daddy jahat . "
Sean hanya menunduk dan tidak bergeming Ares menghampiri dan berjongkok .
" maafkan daddy belum bisa menjadi ayah yang baik . " Ares mengusap kepala Sean
" iya . "
" tatap dad jika sedang berbicara . "
Sean mengangkat kepala dia melihat senyum tulus sang ayah dan segera memeluk .
" maaf dad . "
" kamu tidak salah dengarkan baik2 kamu akan punya adik . "
" hah? "
" mommy sedang mengandung adik mu jaga dia selama daddy belum berhasil melunakan kakek mu oke . "
wajah Sean mendadak blank mengandung? dia akan mempunyai adik?
" mom.. " Sean melihat ke arah Kanaya
" iya di sini adik bayi . " Kanaya membawa tangan Sean mengusap perut yang masih rata
Bukk
Sean memukul Ares dengan bantal sofa secara bertubi-tubi
" bagaimana mungkin dad memberikan ku adik ! dasar pria tua mesum kantong hormon ! , aku sudah SMA harus nya di buatkan SIM bukan adik pak tuaaaaaaaaaa ! " Sean di buat mengamuk
Kanaya panik dan mencoba memenangkan Sean karena merasa kasihan melihat Ares di pukuli bantal sofa , sedangkan si Lion terus berucap ampun pada Sean karena bibit nya memang unggul hingga sekarang menjadi calon bayi Wu .
halo love ketemu lagi sama aku
sehat selalu dan bahagia selalu
makasih yang masih baca cerita nya.
sampai bertemu di next episode
__ADS_1