
Author pov
setelah puas bermain juga di tambah hari semakin malam Ares mengantar Kanaya pulang dia membelikan boneka beruang yang besar , lalu setelah itu Ares menepikan sebentar mobilnya karena rasa sakit yang bertambah dia meremat setir dengan erat .
" sia-lan kenapa sakit sekali . " rintih Ares
di dalam mobil hanya terdengar erangan tubuhnya sudah berkeringat dia melihat ini sudah jam 11 malam , Ares mecoba bernapas dengan pelan lalu setelah agak membaik dia pergi ke rumah sakit untuk menemui seseorang .
tak lama dia sampai di sana dan segera naik ke lantai 4 kalau tidak salah ini adalah jadwal seseorang yang akan di temui nya .
" selamat malam . " sapa Ares
seorang dokter tampan mendongkak dan melepaskan kaca mata nya
" dada mu sakit lagi? " ternyata si dokter sudah tau
" iya kak untung kaka masih ada di sini . "
" sudah ku bilang jangan kelelahan Ares Wu ! kenapa kau keras kepala sekali ! " omel dokter bername tag Arka Jung
" tugas ku banyak dokter Jung . "
" duduk dan pakai masker oksigen mu ! aku akan mengajukan cuti pada Profesor lee , bahkan lihat detakan nya tidak normal . " Arka memasangkan masker oksigen pada Ares
Arka adalah salah satu dokter spesialis jantung dan kakak tingkat di kampus Ares mereka memang dekat , bahkan dokter Jung sudah menganggap Ares seperti adik sendiri dan ini sudah 5 bulan terakhir si Lion menjadi pasien nya.
" memang nya aku akan mati kalau kelelahan? " tanya Ares
" tentu saja bodoh ! sudah ku bilang di sini ada masalah . " ucap Arka sambil menunjuk dada si Lion
" oh begitu ya . "
" istirahatlah ku mohon tugas mu yang tak mengenal waktu juga istirahat yang terbatas , akan membuat kondisi mu semakin menurun jangan sampai lebih parah dari ini Lion tolong atau kau ingin ku rantai di sini . " ancam Arka
" ck dokter macam apa yang mengancam pasien nya ! jangan galak2 dong . " omel Ares sambil membuka masker oksigen nya
" apa obat mu masih ada? aku tidak bercanda jika kamu masih nakal maaf suatu hari nanti akan ku telpon keluarga mu . "
" kita sudah sepakat jangan beri tau keluarga ku ! kaka tidak boleh ingkar janji , dad bilang pria sejati itu adalah yang bisa memegang ucapan nya jadi awas saja ! "
" maka dari itu dengarkan aku ! istirahat yang cukup dan minum obat nya anak nakaaaaal ! " ucap Arka nge gas sambil menjewer telinga Ares
" aduh..aduh ini sakit dokter Jung ! "
Arka melepaskan jewerannya dan si Lion mencebik kesal kenapa malah dianiyaya ! lalu dokter tampan itu memberikan satu botol obat .
" minum yang teratur kita akan melakukan pemeriksaan rutin aku tidak bercanda Lion detak jantung mu bisa berhenti kapan saja , jangan nakal jangan lembur jangan sampai lelah dengarkan nasehat ku . " Arka mengusak rambut si kesayangan
" jika memang ini sudah waktunya berhenti berdetak ya biarkan saja kak , jadi aku akan berusaha membahagiakan orang2 yang ku sayang terutama ibu ku sampai waktu ku habis . " Ares memegang dada nya
" jangan mengada2 kau akan sembuh Lion ! "
jika di lihat dari luar si pria dingin ini nampak sehat tidak pernah memperlihatkan bahwa dia sedang sakit , tapi itu hanya cover luar nya saja sudah 5 bulan Ares berperang dengan rasa sakit intinya jantung nya mengalami masalah .
tapi tak sedikit pun dia memperlihatkan semua itu karena tak ingin semua keluarganya tau juga dia tidak suka di kasihani , dokter Arka sampai kagum dengan Ares dia bukan hanya kuat fisik tapi juga kuat hati selalu berpikir bahwa semua akan baik2 saja .
" kalau begitu aku pulang dulu ya kak , mana obatnya? "
" langusung istirahat ! " ujar Arka sambil memberikan botol obatnya
" iya..iya aku dengar pak dokter . "
lalu setelah itu Ares segera pulang takut orang rumah khawatir dengan nya .
...
In Mansion
sedangkan di kamar seorang pria belum tidur dia masih memikirkan tentang ucapan kekasihnya apa sedang ada masalah?
__ADS_1
" gara2 banyak berpikir aku jadi lapar ! " ucap Ansel
lalu dia turun ke bawah untuk memasak ramen semua orang sudah tidur tentu saja ini hampir tengah malam , lalu tak lama kemudian terdengar suara mobil dan Ares masuk kedalam melihat adiknya masih terjaga .
" kenapa belum tidur? " tanya Ares
" aku lapar kak..kenapa baru pulang dari mana? "
" ada sedikit urusan . "
" oh begitu ya apa kaka ingin mie? " tawar Ansel
" tidak aku kenyang setelah itu pergi tidur dan jangan bergadang ! "
" iya baiklah . "
Ares pun naik dan segera pergi ke kamarnya tak lupa membersihkan diri setelah selesai dia mengambil obat dan meminum nya .
" berkerja samalah dengan ku masih banyak urusan yang harus di lakukan , jika memang nanti sudah lelah aku siap untuk tidur dengan damai . " Ares menepuk2 dadanya lalu tertidur
...
pagi pun mulai menyapa di matahari sudah mulai menampakan sinar nya Diana sedang membantu menyiapkan sarapan .
" mama duduk saja biar aku yang urus . " ujar Diana
" tidak papa mama bosan hanya menunggu apalagi jika harus bergabung dengan para di sana , yang di bahas hanya masalah kantor mana ngerti mama sama urusan kaya gitu " jawab nyonya Wu
" contoh undangan untuk pernikahan Yena sudah datang ma . "
" benarkah? nanti kita lihat bersama mama juga sudah kembali memesan gaun , di tambah papa ingin menyewa hotel yang berbeda . "
" iya itu terserah mama dan papa saja Terima kasih karena membantu menyiapkan ini semua . "
" apa yang kamu bicarakan sayang mereka adalah para kesayangan ku . " nyonya Wu memeluk menantu cantik nya
Calling Najae..
" halo ada apa? " tanya pria di sebrang sana
" apa kau lupa hari ini kita presentasi ! " ucap Vinson nge gas
" terus? "
" jangan sampai aku mencekik mu Na ! materinya belum selesai dan kau bilang teruuuuuusss ! " Vinson berteriak
Mark dan Tuan Wu terkejut pagi2 sudah ada keributan lalu dia melihat cucunya mematikan telpon , gerutan terdengar dari si tampan dan akan segera pergi ke sekolah bahkan sarapan saja tidak sempat .
" sarapan dulu . " ucap Mark
" nanti di sekolah saja ayah aku ada tugas . "
lalu Vinson pun pergi tapi dia kembali lagi
" apa ada yang tertinggal? " tanya sang kakek
" uang jajan mana? " Vinson tersenyum manis agar di beri uang lebih
Tuan Wu berdecak kalau urusan uang bocah ini tidak pernah lupa lalu beliau memberikan 20 lembar uang pada nya .
...
sedangkan di sebuah rumah juga tak jauh berbeda seorang gadis cantik sedang tersenyum sendiri sambil memenadangi boneka beruang , sungguh malam tadi sangat indah di berikan hadiah juga kata2 romantis rasanya dunia hanya milik berdua .
" sampai kapan kau akan senyum2 seperti itu? " tanya Leon
" ish kaka menganggu saja ! lihat aku di beri boneka beruang oleh my hot Lion . " ucap Kanaya dengan senang
" terserah saja cepat turun ! kita harus segera sarapan dan masuk sekolah . "
__ADS_1
Kanaya mencium boneka nya anggap sapa saja sedang mengecup Ares lalu turun ke bawah
...
In Mansion
Kalina di buat terkejut ketika kakanya membawa gadis cantik ke sana si kembar juga syok calon aunty mereka cantik sekali , Araga membawa Airin berkenalan dengan keluarga nya sebagai calon istri Airin di buat gugup .
" kamu cantik sekali . " puji Kalina
" ah mommy bisa saja bahkan mom jauh lebih cantik . " ucap Airin
" aku tak menyangka calon uncle daun muda ya . " goda Gavin
" tentu saja siapa yang tak ingin dengan pria tampan seperti ku . " ucap Araga
" cih percaya diri sekali ! " cibir Ansel
" jadi aku harus memanggil aunty Airin? " tanya Alena
" tentu saja sayang sekarang dia adalah Aunty mu . " Araga mengusap rambut Alena
Airin sebenarnya gugup bukan karena bertemu dengan Kalina dia nyaman dengan perempuan cantik itu , namun tatapan tajam dari seseorang membuat nya salah tingkah ya Ares pelaku nya dia ada di sana bahkan tak mengatakan apapun .
" berhenti menatap nya seperti itu Lion ! " ucap Araga
" tidak ada kabar apapun tau2 nya langsung menikah ! kejutan sekali . " Ares berucap datar
" maaf aku mau bercerita pada mu tapi kita tidak pernah bertemu . "
" hahh.. terserah saja selamat untuk kalian berdua lancar sampai nanti . "
Ares berdiri dan pergi ke dapur untuk meminum obat sakitnya kembali berulah dia akan ke kampus ada rapat dadakan , jika ada yang bertanya dimana si hot daddy pagi2 sekali dia sudah berangkat ada sedikit urusan jadi Gavin akan menjaga Kalina .
dia pamit terlebih dulu karena Airin akan izin hari ini Araga akan pergi menemui orang tua si manis untuk membahas lebih lanjut , tak lama kemudian Ares sampai di kampus dan segera masuk ke kelas di sana semua teman nya sudah hadir dan Profesor Lee datang .
" selamat pagi semua . " sapa prof Lee
" selamat pagi . " ucap nya serentak
" kalian sebentar lagi akan lulus dan kita akan membahas tugas akhir waktu kalian semua akan tersita , jadi persiapkan dari sekarang tim sudah ada hanya tinggal penempatan setiap kelompok nya di mana . "
Profesor Lee menghampiri setiap tim dan kini dia menghampiri 3 serangkai .
" kalian akan tetap di rumah sakit yang sama hanya jadwal kalian lebih penuh . " ucap Profesor Lee
" kenapa begitu? " tanya Ren
" kalian terpilih sebagai tim unggulan bahkan banyak pihak rumah sakit yang meminta untuk berkerja sama , jadi banyak kematian yang akan kalian pecahkan apalagi kamu Ares sebagai ketua tim akan menjadi orang tersibuk apa tidak papa? " tanya sang dosen
Ares diam dia tidak tau harus menjawab apa sungguh bingung sekali
" aku akan berusaha semampu ku prof . " jawab Ares seadanya
" bagus persiapankan diri mu bahkan kamu bisa tidak tidur seharian saking banyak nya tugas , kalian jaga kesehatan dan hari ini pergi kerumah sakit sudah ada 2 jenazah yang akan di periksa . "
Jinan dan Ren pun mengangguk Ares sedang terlihat berpikir bagaimana ini? baru awal saja sudah sibuk bagaimana nanti , dokter Jung akan mengamuk jika tau dan bisa2 Ares akan di rantai benaran oleh si dokter tampan .
halo ketemu lagi sama aku
akhirnya bisa nemenin lagi
selalu bahagia ya walaupun dengan hal yang sederhana
sampai bertemu di next episod
kenalan sama dokter Jung
__ADS_1