Sugar Family

Sugar Family
Bagian 61


__ADS_3

Author pov


In Bandara


dua pria tampan sedang berada di bandara Jeno sibuk memeriksa koper nya memastikan tidak ada yang tertinggal , mereka akan kembali ke Seoul terlebih dulu karena Tuan dan nyonya Jung akan kembali dari London .


" ayah sama ibu udah nyampe mereka ada di mansion . " ucap Arka


" tumben banget mereka pulang . " jawab Jeno


" ko tumben sih mereka rindu Seoul , kaya gak seneng gitu denger mereka pulang . "


" bukan seneng malah aku curiga . " Jeno bersandar di kursi


" curiga apa sih Jen? "


" coba abang pikir ayah sama ibu tuh lebih cinta sama pekerjaan mereka di banding kita , sekarang mereka ngedadak pulang buat apa? pasti ada sesuatu . " ujar Jeno


" gak baik curiga sama orang tua Jung Jeno ! " peringat Arka


" ck dari dulu abang tuh emang selalu jadi anak penurut jadi ya gini , malah aku mikir salah satu dari kita bakal ada yang di jodohin . "


" kamu jangan bicara aneh-aneh ayah sama ibu pasti cuma mau ngabisin waktu sama kita . " Arka merangkul pundak sang adik


" aku sujud kalau benar itu tujuan mereka pulang ke Seoul . " Jeno melepaskan tangan Arka dan pergi membeli minum


Arka duduk termenung sebenarnya dia juga aneh dengan kepulangan mereka sedikit perkenalan tentang keluarga Jung mereka keluarga yang sukses , tuan dan nyonya Jung mulai pindah ke London ketika usia Jeno 3 tahun si bungsu di bawa ke sana sedangkan Arka tetap di seoul karena sudah mulai sekolah .


Tuan Jung mempunyai beberapa perusahaan di sana sedangkan nyonya Jung sendiri pemilik salah rumah sakit ternama di London , sekaligus kepala dokter keduanya adalah workaholic yang menghabiskan waktu dengan bekerja Jeno tumbuh dalam asuhan maid .


lalu Jeno memutuskan untuk tinggal dengan kakak sulung nya karena percuma dia selalu sendiri pulang setelah dia tidur dan berangkat sebelum dia bangun , walaupun tinggal satu atap Jeno sangat jarang bertemu bahkan pernah hingga 1 bulan tak pernah bertatap muka sesibuk itu mereka berkerja .


" kapan pesawat nya berangkat? " ucap Jeno


" tinggal 10 menit lagi . "


tak lama pengumuman pesawat mereka akan segera berangkat Arka dan Jeno pun bergegas pergi .


....


In Kim Mansion


Alena sedang mengecek ponsel nya apa si kekasih hati sudah berangkat apa belum tapi seperti nya sudah terbukti pesan tidak di balas , dia senang karena status baru tercipta kini mempunyai pacar seorang dokter yang tampan nya tidak manusiawi .


" kak tadi mommy manggil . " Kanaya menghampiri Alena di ruang tamu


" aduh maaf aku gak denger mau ngapain emang? sekarang mommy di mana? " tanya Alena


" tadinya mom mau ngajak ke jalan2 tapi udah sama dad , kalau gak salah mereka mau romantisan dulu . "


" dih dad emang suka lupa umur ! kamu udah sarapan? "


" udah tapi gak abis keburu sakit perut . " ucap Kanaya


Alena menutup mulutnya dan menampakan ekspresi terkejut .


" ayo cepet kita apotik sekarang juga ! " ujar Alena dengan heboh


" ngapain kak? "


" pasti kamu hamil ! tadi bilang sakit perut itu kram wah ponakan baru . "


Ares yang mendengar suara ribut adiknya menghampiri mereka dia melihat Alena begitu bergembira .


" kenapa heboh banget? dapet nomer Lotre kamu? " tanya Ares


" ih selamat cieee jadi ayah sebentar lagi panggilan nya daddy Lion . " Alena mengecup pipi sang kaka


" apanya yang jadi ayah? " Ares berucap bingung dan menatap pada Kanaya


" itu lhoo Kanaya sakit perut pasti kram salah satu gejala ibu hamil seperti itu ! ayo kita USG . " si bungsu menarik lengan Ares


" USG mata mu princes ! tadi pagi dia datang bulan jadi perutnya sakit , ini aku bawakan obat penghilang rasa sakit . " ujar Ares


" ih kirain mau punya ponakan lagi . " bibir Alena mencebik


" nanti kalau Kanaya udah siap mau berapa? 5 atau 7 juga boleh iyakan sayang? "


mata Kanaya membulat dikira kucing bisa langsung segitu .


" boleh lebih ramai lebih baik apalagi nanti dad pasti kelawalah . " ujar Alena


" tentu jadi sabar dulu ya ponakan kamu sedang dalam proses adonan . " Ares mengecup kening Alena


wajah Kanaya memerah dia mengabaikan obrolan absrud sepasang adik kakak itu .


" bundaaaa.. " panggil Vinson

__ADS_1


" mamaaaaa.. " sambung Leon


" brisik mereka gak ada ! " teriak Ares


" kemana memang nya kak? " Vinson duduk bergabung di sana


" mereka pulang? " timpal Leon


" bukan mereka sedang jalan2 menikmati momen berdua . " Ansel datang sambil membawa toples kue


" lah ko kita gak di ajak? . " protes Vinson


" itu khusus perjalanan yang punya pasangan ! " ucap Ares


" gak usah nyindir mentang-mentang udah kawinnn ! " cibir Ansel


" lalu grandma dan nenek kemana? granpa juga tidak ada . " tanya Leon


" kalau mereka mempunyai wisata berbeda tidak tau kemana . " jawab si Lion


para pasangan sedang pergi hanya Ares tidak ikut terlalu malas untuk keluar rumah , jika ada yang penasaran tentang pembicaraan Gavin dengan ayah nya akan di beri tau nanti .


...


In Seoul


tak terasa memang hari sudah berganti dengan cepat jam sudah menunjukan pukul 18.00 Arka dan Jeno baru sampai perjalanan yang panjang , wajah mereka terlihat lelah Jeno dengan malas menarik kopernya ternyata mobil jemputan sudah tiba .


" silahkan Tuan Muda . "


mereka pun masuk dan segera pergi ke mansion orang tuanya sudah menunggu tak lama kemudian sampai di sana .


" jagoan ibu akhirnya pulang . " sambut nyonya Jung


" apa kabar bu? aku sangat merindukan mu . " Arka memeluk ibu nya dengan erat


" tentu baik ibu juga kangen sama kamu sudah setampan ini putra ku . "


" syukur kalau ibu baik2 saja dimana ayah? " tanya Arka


" ayah mu sedang mandi pergilah duduk ibu buatkan minuman , apa Jeno tidak rindu? tidak mau memberi pelukan? " nyonya Jung menatap putra bungsu nya


" aku kotor belum mandi . " jawab Jeno dengan datar


ada raut sedih dalam wajah nyonya Jung ketika melihat sipat dari si bungsu Jeno pun pergi dan bergegas mandi sebelum berkumpul .


" halo ayah maaf aku tidak bisa menjemput mu di bandara . " ucap Arka


" tidak papa ayo duduk dimana adik mu? "


" dia sedang mandi ayah . "


mereka pun pergi ke ruang tamu nyonya Jung membuat teh untuk di nikmati bersama tak berselang lama Jeno ikut bergabung .


" bagaimana kabar kalian? " tanya sang kepala


keluarga


" kami baik-baik saja ayah . " Arka yang menjawab karena sedari tadi Jeno hanya diam


" waktu itu kamu ke London kenapa langsung pulang Jeno? ayah dan ibu tidak ada di rumah , jika kamu menelepon pasti kami akan pulang untuk bertemu dengan mu . " ucap nyonya Jung


" memang nya kapan kalian ada di rumah? aku kesana untuk bertemu dengan bibi Han . " jawab Jeno


bibi Han adalah orang yang merawat Jeno sedari kecil dia pergi ke London untuk bertemu dengan beliau .


" ayah minta maaf tapi semua ini demi kalian semua mengertilah . "


demi kalian dalam bagian mananya?


" kami selalu mengerti ayah jadi apa yang ingin di sampaikan? " tanya Arka


" kalian sudah dewasa dan akan memiliki keluarga sendiri jadi.. " ucapan Tuan Jung terpotong


" akan di jodohkan langsung saja ke inti jangan basa basi ! haha sudah ku bilang kak , tebakan ku itu benar mereka pulang untuk mengatur kembali kehidupan kita . " Jeno tertawa sinis


" Jung Jeno ! " bentak Tuan Jung


" apa? memang benar begitu kalian akan bilang ini demi masa depan kami , omong kosong ! ayah sendiri yang bilang kita sudah dewasa biarkan memilih jalan sendiri . " ujar Jeno


" sejak kapan kamu mejadi pembangkang seperti ini ! ayah tidak mau tau kalian harus menurut , minggu depan akan bertemu dengan pasangan masing2 . "


" ayah egois ini sudah bukan zaman nya ! aku tidak mauuu . " Jeno langsung berdiri dengan marah


" sayang dengarkan dulu apa kata ayah . " bujuk nyonya Jung


" ibu sama saja dengan ayah tak ada yang mengerti perasaan ku . "

__ADS_1


nyonya Jung terhenyak ketika melihat tatapan kecewa dari si bungsu Jeno mengambil jaket dan pergi dari sana .


" mau kemana kamuu ayah belum selesai bicara ! kembali ke sini dasar tidak berguna ! " teriak Tuan Jung


Arka hanya diam momen yang harus nya hangat ternyata hanya berisi teriakan , rasa lelah karena perjalanan tidak apa2 nya di banding rasa lelah menghadapi situasi ini .


...


dengan perasaan marah yang begejolak Jeno terus berjalan ntah kemana akan pergi saat ini dia butuh ketenangan kenapa ayah nya egois sekali , Jeno pun pergi ke arah minimarket dan masuk membeli beberapa bir lalu duduk sebentar mendingkan hati .


" ngapain duduk sendirian di sini? " sapa seorang wanita


Jeno mendongkak melihat siapa yang menyapa nya


" Winter? sedang apa di sini? " tanya Jeno


" aku membeli minum dan beberapa cemilan lalu melihat mu . " Winter pun duduk bergabung


" oh begitu ya . "


" apa sedang menunggu seseorang? "


" tidak hanya ingin menikmati waktu santai , Ansel besok baru pulang . " ujar Jeno


" iya aku tau dia mengirim pesan . " jawab Winter


" kenapa tidak ikut ke Italy? padahal Ansel berharap datang agar bisa ada waktu berdua , akhir-akhir ini dia juga bilang kamu seperti menghindar dari nya . " Jeno kembali membuka bir padahal dia sudah merasa pusing


" aku sedang dalam masa tahap bosan . "


" jadi bagaimana maksud mu? "


" hubungan ini terasa sangat hambar aku mencintai nya tapi aku juga bosan dengan Ansel sulit di jelaskan , tidak ada suasana baru terlihat sangat monoton mau tidak mencoba hubungan dengan ku? " Winter menatap Jeno


Jeno yang sudah mulai mabuk sedang mencerna perkataan di gadis di depan nya .


" aku tidak mengerti . "


" kita menjalin hubungan di belangkang Ansel hanya untuk sementara , setelah ini kita akan kembali biasa . " ujar Winter


Brak


Jeno menggebrak meja kenapa hari ini dia harus bertemu dengan orang2 minus ahlak


" jadi maksud mu kau mengajak ku menghianati Ansel? sepertinya otak mu sedang tidak berfungsi , waraslah sebentar pergi jangan membuat aku semakin pusing ! " bentak Jeno


" aku tidak menghianati Ansel sudah ku bilang ini hanya bosan , kamu harus bisa membedakan Jung Jeno ! jangan asal tuduh saja . " bentak Winter


" persetan dengan namanya aku tidak mau ! asal kau tau Ansel sangat mencintai mu , ini balasan untuk dia? ntah bagaimana perasaannya jika Ansel mendengar ini . "


si pria Jung itu segera meninggalkan Winter sendirian dia berjalan sempoyongan malam ini akan menginap di apartemen , yang di jadikan tempat kumpul karena Vinson sudah memberi tau kodenya .


setelah pengeroyokan Ansel secara diam2 Ares menyelidiki siapa dalang di balik semua ini dan ternyata mantan Winter , setelah itu tidak pernah terdengar lagi kabar Geovan ntah apa yang terjadi itu membuat Winter senang .


....


Arka duduk di ranjang meskipun malam sudah larut mata nya enggan terpejam memikirkan apa yang akan dia lakukan , mungkin karena dia sebagai anak pertama Arka lebih penurut berbeda dengan Jeno tak suka di atur jadi mereka lebih memanjakan si sulung di banding si bungsu .


" baru tadi aku bahagia kenapa sekarang begini ! sekarang apa? " Arka meremat rambut nya


dia mengambil ponsel dan mengubungi seseorang


Calling Daddy Wu...


" halo ada apa? ku yakin di sana sudah larut malam kenapa belum tidur? " ucap Kris


" apa menganggu? maaf dad . "


" rindu dengan ku ya? sudah dad bilang pulang nya bareng saja ! "


" iya aku rindu cepat pulang.. karena aku tidak tau harus berbagi ini dengan siapa . " ujar Arka dengan lirih


" apa yang terjadi Jung? katakan saja . "


" akan terlalu panjang jika di bahas di telpon maka dari itu cepat pulang dad . "


" baiklah besok kami akan pulang sekarang tidur apapun masalah nya , dad yakin semua akan baik2 saja calon menantu Wu tidak boleh cengeng . "


" iya dad selamat malam . "


Pip


si dokter muda semakin ingin menangis ketika mendengar perhatian calon ayah mertua nya Arka suka dengan keluarga Wu , ada ayah Mark yang humoris , papa Leo yang murah senyum dan si hot daddy walapun gendeng tapi kalau sudah perhatian membuat nyaman .


Hai ketemu lagi dengan aku


sehat selalu sayang kuh

__ADS_1


sampai bertemu di next episod


__ADS_2