
Author pov
In Bandara
dua pria tampan sedang berada di bandara Jeno sibuk memeriksa koper nya memastikan tidak ada yang tertinggal , mereka akan kembali ke Seoul terlebih dulu karena Tuan dan nyonya Jung akan kembali dari London .
" ayah sama ibu udah nyampe mereka ada di mansion . " ucap Arka
" tumben banget mereka pulang . " jawab Jeno
" ko tumben sih mereka rindu Seoul , kaya gak seneng gitu denger mereka pulang . "
" bukan seneng malah aku curiga . " Jeno bersandar di kursi
" curiga apa sih Jen? "
" coba abang pikir ayah sama ibu tuh lebih cinta sama pekerjaan mereka di banding kita , sekarang mereka ngedadak pulang buat apa? pasti ada sesuatu . " ujar Jeno
" gak baik curiga sama orang tua Jung Jeno ! " peringat Arka
" ck dari dulu abang tuh emang selalu jadi anak penurut jadi ya gini , malah aku mikir salah satu dari kita bakal ada yang di jodohin . "
" kamu jangan bicara aneh-aneh ayah sama ibu pasti cuma mau ngabisin waktu sama kita . " Arka merangkul pundak sang adik
" aku sujud kalau benar itu tujuan mereka pulang ke Seoul . " Jeno melepaskan tangan Arka dan pergi membeli minum
Arka duduk termenung sebenarnya dia juga aneh dengan kepulangan mereka sedikit perkenalan tentang keluarga Jung mereka keluarga yang sukses , tuan dan nyonya Jung mulai pindah ke London ketika usia Jeno 3 tahun si bungsu di bawa ke sana sedangkan Arka tetap di seoul karena sudah mulai sekolah .
Tuan Jung mempunyai beberapa perusahaan di sana sedangkan nyonya Jung sendiri pemilik salah rumah sakit ternama di London , sekaligus kepala dokter keduanya adalah workaholic yang menghabiskan waktu dengan bekerja Jeno tumbuh dalam asuhan maid .
lalu Jeno memutuskan untuk tinggal dengan kakak sulung nya karena percuma dia selalu sendiri pulang setelah dia tidur dan berangkat sebelum dia bangun , walaupun tinggal satu atap Jeno sangat jarang bertemu bahkan pernah hingga 1 bulan tak pernah bertatap muka sesibuk itu mereka berkerja .
" kapan pesawat nya berangkat? " ucap Jeno
" tinggal 10 menit lagi . "
tak lama pengumuman pesawat mereka akan segera berangkat Arka dan Jeno pun bergegas pergi .
....
In Kim Mansion
Alena sedang mengecek ponsel nya apa si kekasih hati sudah berangkat apa belum tapi seperti nya sudah terbukti pesan tidak di balas , dia senang karena status baru tercipta kini mempunyai pacar seorang dokter yang tampan nya tidak manusiawi .
" kak tadi mommy manggil . " Kanaya menghampiri Alena di ruang tamu
" aduh maaf aku gak denger mau ngapain emang? sekarang mommy di mana? " tanya Alena
" tadinya mom mau ngajak ke jalan2 tapi udah sama dad , kalau gak salah mereka mau romantisan dulu . "
" dih dad emang suka lupa umur ! kamu udah sarapan? "
" udah tapi gak abis keburu sakit perut . " ucap Kanaya
Alena menutup mulutnya dan menampakan ekspresi terkejut .
" ayo cepet kita apotik sekarang juga ! " ujar Alena dengan heboh
" ngapain kak? "
" pasti kamu hamil ! tadi bilang sakit perut itu kram wah ponakan baru . "
Ares yang mendengar suara ribut adiknya menghampiri mereka dia melihat Alena begitu bergembira .
" kenapa heboh banget? dapet nomer Lotre kamu? " tanya Ares
" ih selamat cieee jadi ayah sebentar lagi panggilan nya daddy Lion . " Alena mengecup pipi sang kaka
" apanya yang jadi ayah? " Ares berucap bingung dan menatap pada Kanaya
" itu lhoo Kanaya sakit perut pasti kram salah satu gejala ibu hamil seperti itu ! ayo kita USG . " si bungsu menarik lengan Ares
" USG mata mu princes ! tadi pagi dia datang bulan jadi perutnya sakit , ini aku bawakan obat penghilang rasa sakit . " ujar Ares
" ih kirain mau punya ponakan lagi . " bibir Alena mencebik
" nanti kalau Kanaya udah siap mau berapa? 5 atau 7 juga boleh iyakan sayang? "
mata Kanaya membulat dikira kucing bisa langsung segitu .
" boleh lebih ramai lebih baik apalagi nanti dad pasti kelawalah . " ujar Alena
" tentu jadi sabar dulu ya ponakan kamu sedang dalam proses adonan . " Ares mengecup kening Alena
wajah Kanaya memerah dia mengabaikan obrolan absrud sepasang adik kakak itu .
" bundaaaa.. " panggil Vinson
__ADS_1
" mamaaaaa.. " sambung Leon
" brisik mereka gak ada ! " teriak Ares
" kemana memang nya kak? " Vinson duduk bergabung di sana
" mereka pulang? " timpal Leon
" bukan mereka sedang jalan2 menikmati momen berdua . " Ansel datang sambil membawa toples kue
" lah ko kita gak di ajak? . " protes Vinson
" itu khusus perjalanan yang punya pasangan ! " ucap Ares
" gak usah nyindir mentang-mentang udah kawinnn ! " cibir Ansel
" lalu grandma dan nenek kemana? granpa juga tidak ada . " tanya Leon
" kalau mereka mempunyai wisata berbeda tidak tau kemana . " jawab si Lion
para pasangan sedang pergi hanya Ares tidak ikut terlalu malas untuk keluar rumah , jika ada yang penasaran tentang pembicaraan Gavin dengan ayah nya akan di beri tau nanti .
...
In Seoul
tak terasa memang hari sudah berganti dengan cepat jam sudah menunjukan pukul 18.00 Arka dan Jeno baru sampai perjalanan yang panjang , wajah mereka terlihat lelah Jeno dengan malas menarik kopernya ternyata mobil jemputan sudah tiba .
" silahkan Tuan Muda . "
mereka pun masuk dan segera pergi ke mansion orang tuanya sudah menunggu tak lama kemudian sampai di sana .
" jagoan ibu akhirnya pulang . " sambut nyonya Jung
" apa kabar bu? aku sangat merindukan mu . " Arka memeluk ibu nya dengan erat
" tentu baik ibu juga kangen sama kamu sudah setampan ini putra ku . "
" syukur kalau ibu baik2 saja dimana ayah? " tanya Arka
" ayah mu sedang mandi pergilah duduk ibu buatkan minuman , apa Jeno tidak rindu? tidak mau memberi pelukan? " nyonya Jung menatap putra bungsu nya
" aku kotor belum mandi . " jawab Jeno dengan datar
ada raut sedih dalam wajah nyonya Jung ketika melihat sipat dari si bungsu Jeno pun pergi dan bergegas mandi sebelum berkumpul .
" halo ayah maaf aku tidak bisa menjemput mu di bandara . " ucap Arka
" tidak papa ayo duduk dimana adik mu? "
" dia sedang mandi ayah . "
mereka pun pergi ke ruang tamu nyonya Jung membuat teh untuk di nikmati bersama tak berselang lama Jeno ikut bergabung .
" bagaimana kabar kalian? " tanya sang kepala
keluarga
" kami baik-baik saja ayah . " Arka yang menjawab karena sedari tadi Jeno hanya diam
" waktu itu kamu ke London kenapa langsung pulang Jeno? ayah dan ibu tidak ada di rumah , jika kamu menelepon pasti kami akan pulang untuk bertemu dengan mu . " ucap nyonya Jung
" memang nya kapan kalian ada di rumah? aku kesana untuk bertemu dengan bibi Han . " jawab Jeno
bibi Han adalah orang yang merawat Jeno sedari kecil dia pergi ke London untuk bertemu dengan beliau .
" ayah minta maaf tapi semua ini demi kalian semua mengertilah . "
demi kalian dalam bagian mananya?
" kami selalu mengerti ayah jadi apa yang ingin di sampaikan? " tanya Arka
" kalian sudah dewasa dan akan memiliki keluarga sendiri jadi.. " ucapan Tuan Jung terpotong
" akan di jodohkan langsung saja ke inti jangan basa basi ! haha sudah ku bilang kak , tebakan ku itu benar mereka pulang untuk mengatur kembali kehidupan kita . " Jeno tertawa sinis
" Jung Jeno ! " bentak Tuan Jung
" apa? memang benar begitu kalian akan bilang ini demi masa depan kami , omong kosong ! ayah sendiri yang bilang kita sudah dewasa biarkan memilih jalan sendiri . " ujar Jeno
" sejak kapan kamu mejadi pembangkang seperti ini ! ayah tidak mau tau kalian harus menurut , minggu depan akan bertemu dengan pasangan masing2 . "
" ayah egois ini sudah bukan zaman nya ! aku tidak mauuu . " Jeno langsung berdiri dengan marah
" sayang dengarkan dulu apa kata ayah . " bujuk nyonya Jung
" ibu sama saja dengan ayah tak ada yang mengerti perasaan ku . "
__ADS_1
nyonya Jung terhenyak ketika melihat tatapan kecewa dari si bungsu Jeno mengambil jaket dan pergi dari sana .
" mau kemana kamuu ayah belum selesai bicara ! kembali ke sini dasar tidak berguna ! " teriak Tuan Jung
Arka hanya diam momen yang harus nya hangat ternyata hanya berisi teriakan , rasa lelah karena perjalanan tidak apa2 nya di banding rasa lelah menghadapi situasi ini .
...
dengan perasaan marah yang begejolak Jeno terus berjalan ntah kemana akan pergi saat ini dia butuh ketenangan kenapa ayah nya egois sekali , Jeno pun pergi ke arah minimarket dan masuk membeli beberapa bir lalu duduk sebentar mendingkan hati .
" ngapain duduk sendirian di sini? " sapa seorang wanita
Jeno mendongkak melihat siapa yang menyapa nya
" Winter? sedang apa di sini? " tanya Jeno
" aku membeli minum dan beberapa cemilan lalu melihat mu . " Winter pun duduk bergabung
" oh begitu ya . "
" apa sedang menunggu seseorang? "
" tidak hanya ingin menikmati waktu santai , Ansel besok baru pulang . " ujar Jeno
" iya aku tau dia mengirim pesan . " jawab Winter
" kenapa tidak ikut ke Italy? padahal Ansel berharap datang agar bisa ada waktu berdua , akhir-akhir ini dia juga bilang kamu seperti menghindar dari nya . " Jeno kembali membuka bir padahal dia sudah merasa pusing
" aku sedang dalam masa tahap bosan . "
" jadi bagaimana maksud mu? "
" hubungan ini terasa sangat hambar aku mencintai nya tapi aku juga bosan dengan Ansel sulit di jelaskan , tidak ada suasana baru terlihat sangat monoton mau tidak mencoba hubungan dengan ku? " Winter menatap Jeno
Jeno yang sudah mulai mabuk sedang mencerna perkataan di gadis di depan nya .
" aku tidak mengerti . "
" kita menjalin hubungan di belangkang Ansel hanya untuk sementara , setelah ini kita akan kembali biasa . " ujar Winter
Brak
Jeno menggebrak meja kenapa hari ini dia harus bertemu dengan orang2 minus ahlak
" jadi maksud mu kau mengajak ku menghianati Ansel? sepertinya otak mu sedang tidak berfungsi , waraslah sebentar pergi jangan membuat aku semakin pusing ! " bentak Jeno
" aku tidak menghianati Ansel sudah ku bilang ini hanya bosan , kamu harus bisa membedakan Jung Jeno ! jangan asal tuduh saja . " bentak Winter
" persetan dengan namanya aku tidak mau ! asal kau tau Ansel sangat mencintai mu , ini balasan untuk dia? ntah bagaimana perasaannya jika Ansel mendengar ini . "
si pria Jung itu segera meninggalkan Winter sendirian dia berjalan sempoyongan malam ini akan menginap di apartemen , yang di jadikan tempat kumpul karena Vinson sudah memberi tau kodenya .
setelah pengeroyokan Ansel secara diam2 Ares menyelidiki siapa dalang di balik semua ini dan ternyata mantan Winter , setelah itu tidak pernah terdengar lagi kabar Geovan ntah apa yang terjadi itu membuat Winter senang .
....
Arka duduk di ranjang meskipun malam sudah larut mata nya enggan terpejam memikirkan apa yang akan dia lakukan , mungkin karena dia sebagai anak pertama Arka lebih penurut berbeda dengan Jeno tak suka di atur jadi mereka lebih memanjakan si sulung di banding si bungsu .
" baru tadi aku bahagia kenapa sekarang begini ! sekarang apa? " Arka meremat rambut nya
dia mengambil ponsel dan mengubungi seseorang
Calling Daddy Wu...
" halo ada apa? ku yakin di sana sudah larut malam kenapa belum tidur? " ucap Kris
" apa menganggu? maaf dad . "
" rindu dengan ku ya? sudah dad bilang pulang nya bareng saja ! "
" iya aku rindu cepat pulang.. karena aku tidak tau harus berbagi ini dengan siapa . " ujar Arka dengan lirih
" apa yang terjadi Jung? katakan saja . "
" akan terlalu panjang jika di bahas di telpon maka dari itu cepat pulang dad . "
" baiklah besok kami akan pulang sekarang tidur apapun masalah nya , dad yakin semua akan baik2 saja calon menantu Wu tidak boleh cengeng . "
" iya dad selamat malam . "
Pip
si dokter muda semakin ingin menangis ketika mendengar perhatian calon ayah mertua nya Arka suka dengan keluarga Wu , ada ayah Mark yang humoris , papa Leo yang murah senyum dan si hot daddy walapun gendeng tapi kalau sudah perhatian membuat nyaman .
Hai ketemu lagi dengan aku
sehat selalu sayang kuh
__ADS_1
sampai bertemu di next episod