
Author pov
mata tajam itu mengerjap perlahan mencoba untuk membuka dan silau sinar matahari yang telah kembali menyapa , Ares tersadar ketika sudah 5 hari tidak sadarkan diri semua terasa sakit membuat dia meringis dan tidak melihat siapapun di ruangan .
senyum miris terhilat pada bibir yang masih pucat apa dia benar2 sudah tidak di anggap di keluarga nya , Ares melepas masker oksigen mengamati ruangan yang sangat sunyi dia harus segera sembuh dan menjelaskan kembali apa yang terjadi .
Clekk
pintu pun terbuka mata Ares tertuju pada pintu melihat siapa yang datang .
" astaga anda sudah bangun dokter Wu syukurlah saya senang . " seorang perawat menghampiri dengan terburu
" sudah berapa lama saya di sini? "
" anda sudah 5 hari tidak sadarkan diri setelah operasi luka punggung sangat parah . "
" apa ada seseorang yang berkunjung? "
" tidak ada dokter Wu . "
Ares hanya mengangguk karena hari ini memang tidak ada yang berkunjung tapi selama si tampan terbaring Araga selalu mengunjungi , dia mencoba bangun walaupun masih terasa sakit suster pun ikut membantu pria tampan itu.
" dokter Wu anda tidak boleh banyak bergerak dulu akan saya panggil dokter Byun , jadi tunggulah sebentar di sini . "
" tidak perlu saya baik2 saja tolong bawakan kursi roda . "
" astaga anda baru sadar ingin kemana? tidak boleh . " tolak pewarat
" saya sudah lebih baik tolong ambilkan sekarang."
karena nada bicara Ares yang tidak bisa di bantah perawat pun mengambil kursi roda , dengan perlahan Ares duduk sambil merasakan punggung nya yang begitu sakit .
" Anda ingin kemana? akan saya antarkan . "
" ruangan saya tolong antar kesana . "
lalu mereka pun keluar tak sengaja berpapasan dengan Ren .
" Syukurlah kamu sudah bangun aku senang . " Ren dengan terburu2 menghampiri sahabat nya
" tentu saja . "
" kamu akan kemana? baru sadar sudah kelayapan harus istirahat ! "
" Terima kasih saya akan pergi dengan Ren saja . " ucap Ares pada wanita yang sedang mendorong nya
" baiklah dokter Ren saya pergi dulu ya . "
" Terima kasih suster . "
" kau ingin kemana bodoh ! " omel Ren
" ke ruangan ku cepatlah . "
Ren dan Ares pun segera menuju ke gedung Forensik mereka pun sampai di ruangan Ares di meja ada tas yang berisi baju Ares , bahkan ponsel nya ada di sana dia menghela napas pasti sudah di usir dari rumah .
" aku tidak tau apa yang terjadi bisakah menceritakan pada ku? " tanya Ren
" akan ku keceritakan duduklah . " Ares pun menuju ke meja kerja membawa ponsel
dia menghidupkan ponsel dan banyak sekali notifikasi yang masuk dan diantaranya ada dari rumah sakit tempat Selina di rawat , dia membaca pesan jika kondisi wanita cantik itu mulai membaik detak jantung sudah telihat sedikit normal dokter di sana meminta Ares datang .
" kenapa malah diam ayo ceritakan ! "
__ADS_1
" ck tidak sabaran sekali ini masih pagi jangan terlalu banyak nge gas . "
Ares mulai menceritakan apa yang terjadi bahkan tidak ada yang terlewat Ren hampir menggeplak kepala si tampan , tapi niat nya di urungkan karena melihat bagaimana wajah rupawan itu di penuhi banyak luka .
" kau itu sedang beramal atau bagaimana hm? "
sedangkan Ares hanya tertawa kecil .
" jangan tertawa sialan aku serius ! "
" aku akan menjelaskan semua tapi tidak sempat ingin ku ceritakan semua pada keluarga , ya memang salah ku menyembunyikan dari awal hingga begini yang terjadi . " ujar Ares
" tahun ini kau akan mendapat gelar manusia terbodoh , pasti Kanaya kecewa walapun ini salah paham tapi tetap saja belum kedua putra mu pasti murka . "
" aku akan berusaha keras memperbaiki semua ini Ren . "
" hah kenapa aku jadi ikut lelah . " Ren bersandar pada Sofa
" apa dokter Jung masuk? aku ingin bertemu dengan dia . "
" dokter Arka bahkan sudah tidak masuk selama 5 hari dia di gantikan dengan dokter Kim , sebentar aku bawakan kamu sarapan setelah itu minum obat . "
" Terima kasih Ren maaf merepotkan mu . "
Ren pun keluar sedangkan Ares menatap pada photo keluarga yang ada di meja kerja senyum bahagia Kanaya dan 2 jagoan nya , tetapi mata tajam itu berkaca ketika melihat photo Kalina yang ada di sebelah jika untuk ini Ares tidak bisa dia rindu sang ibu .
" mom maafkan aku yang telah kembali membuat mu sedih . "
Ares harus dengan segera memperbaiki ini semua dan bisa kembali seperti dulu .
...
In Mansion
di sana aktivitas berjalan seperti biasa nya hanya saja kehangatan kini lenyap atmosfir dingin begitu terasa suasana terlihat sunyi walapun disana ada berbagai aktivitas , Kanaya sedang memotong sayuran walapun mata itu terlihat masih sembab dia membuat bubur untuk metua nya yang terbaring sakit .
" tidak papa kak aku ingin membuatkan bubur untuk mommy , apa kaka tidak akan pergi ke butik? "
" mungkin nanti apa boleh aku berbicara sebentar? "
Kanaya pun mengangguk dia duduk di pantry bersama Yena dengan 2 cangkir teh hangat agar telihat lebih rileks .
" aku tau semua ini terasa berat bahkan membuat hati mu kecewa dan tidak pernah menyangka akan merasakan itu semua , hanya saja sebuah penjelasan juga alasan penting untuk di dengarkan penyimpulan masalah tidak bisa hanya dari satu pihak . sedikit pun aku tidak bermaksud untuk mencampuri urusan ini tapi sebagai keluarga tolong dengarkan penjelasan dari Ares terlebih dulu . " Yena menggengam tangan Kanaya
air mata Kanaya selalu turun ketika mendengar nama pria yang sangat dia cintai bahkan sudah 5 ini tidak tau dimana Ares , Kris menutup rapat informasi tentang putra nya bahkan mereka tidak tau Ares baru terbangun dari koma .
" sayang kita ke rumah sakit saja . " Kris mencium punggung tangan sang istri yang terbaring
sedangkan Kalina hanya menatap photo keluarga yang terpajang apik dinding dia terus memandang wajah tampan Ares .
" bahkan kamu belum memakan apapun Kanaya sedang buatkan bubur , apa ingin sesuatu katakan ingin apa hm? " Kris bertanya dengan lembut
" aku ingin Ares.. aku ingin putra ku . " jawab Kalina dengan lirih
Kris pun menghela napas dengan kasar sudah 5 hari Kalina sakit bahkan kondisi nya semakin menurun , Arka melakuan perawaratan hingga tidak masuk kerja dan karena kondisi ibu mertua yang harus di pantau .
" aku tak ingin apapun tolong kembalikan Ares pada ku , dialah satu2 nya yang aku butuhkan saat ini . " pinta Kalina
sorot mata Kalina yang penuh luka menggetarkan hati Kris di sana terdapat jutaan rindu yang terbendung , mata tajam itu di alihkan karena tak sanggup melihat bahkan Kris juga tidak tau bagaimana keadaan Ares yang sudah di hajar habis-habisan .
" aku meminta sebagai seorang ibu tolong pertemukan aku dengan dia setidak nya beri tau jika Ares baik2 saja hikss.." tangis pilu kembali terdengar
keheningan yang begitu terasa di dalam sana Kris menunduk sambil terus mendengar sang istri menangis .
__ADS_1
...
Ren baru saja tiba di rumah sakit tempat dimana Selina di rawat dia membantu Ares duduk di kursi roda dia terus membujuk Ren , untuk mengantarkan ke sana karena ini sangat penting karena tidak mungkin jika pergi sendiri .
" selamat datang Tuan Alan astaga apa yang terjadi? " dokter yang melihat Ares terkejut melihat wajah babak belur
" Alan? " gunam Ren
Ares menatap pada Ren untuk diam sebentar .
" saya mengalami kecelakaan dan kebetulan baru sadar maaf tidak memberikan kabar , untung saja masih di berikan kesempatan . " Ares tertawa kecil
" tidak papa pasti berat sekali ya semoga lekas sembuh nona Selina sudah mulai membaik , kandungan nya juga baik2 saja ada 2 orang yang mengunjungi dia . "
si Lion berpikir Selina tidak punya siapa pun dia pun pamit pada dokter untuk pergi keruangan rawat , Ren segera membawa menuju ke sana pintu ruangan terbuka sedikit dan terkejut ketika melihat Alena dan Leon ada di sana .
Leon terlihat sedang menahan Alena yang ingin mendekati Selina wajah cantik kini terlihat mengerikan .
" hentikan Alena jangan gila ! " bentak Leon
" lepaskan wanita sialan ini menghancurkan keluarga ku ! , gara2 permasalahan ini mommy terbaring sakit hikss.. " Alena mencoba melepaskan cekalan tangan Leon
" kita harus tau apa yang terjadi yang sebenarnya jangan terbawa emosi . "
Grepp
Alena melihat siapa yang sedang menggengam tangan tubuh itu terpaku ketika sang kaka ada di hadapan nya , Ares pun menarik Alena hingga dia duduk di pangkuan si cantik tidak bisa berkata2 melihat kondisi Ares .
" tenanglah sayang sungguh tidak begini . " Ares menangkup wajah Alena
" kakak.. " panggil Alena dengan lirih
" aku di sini tolong dengarkan sebentar saja jangan membenci ku , tidak ada niat sedikit pun untuk lalukan hal ini . "
Leon juga sangat terkejut melihat suami dari adiknya banyak sekali pertanyaan tapi bukan waktu yang tepat , Ren menepuk pundak Leon mengajak untuk keluar memberikan waktu adik kakak itu menyelesaikan secara pelan2 .
Alena menangis tersedu di dada bidang Ares tangan kekar Ares memeluk adik bungsu nya dengan erat .
" daddy yang melakukan ini? " tanya Alena sambil menatap pada Ares
" tidak papa aku pantas mendapatkan nya . "
" apa selama 5 hari ini kaka? " Alena tak sanggup melanjutkan pertanyaan
" iya aku baru bangun tidak papa.. "
" bagaimana jika mommy dan Kanaya tau kondisi kaka ! sekarang mom sakit , ayo pulang kaka maaf aku tidak ada di samping mu selama di rawat . "
" sakit? lalu bagaimana keadaan sekarang? "
" kondisi nya menurun mommy menolak untuk makan , kak Arka sampai memberikan cairan nustri ayo pulang . "
Ares terdiam dia ingin sekali menangis mendengar kabar sang ibu .
" aku akan pulang setelah menyelesaikan masalah daddy tidak akan tinggal diam , jaga mommy sebentar kaka janji akan segera pulang juga tolong tetaplah di sisi Kanaya . " Ares mengecup kening Alena
Alena mengangguk sambil terus menangis sampai terdengar suara lirih .
" Alan.. " panggil Selina ke arah Ares
mata Alena kembali menyala ketika mendengar suara perempuan itu Ares dengan sigap menahan pinggang sang adik , apalagi ketika mata nya tak sengaja melihat pisau lipat yang ada di dalam tas Alena .
Hai Love ketemu lagi sama aku
__ADS_1
semoga hari kalian menyenangkan dan sehat selalu
sampai bertemu di next episode