
Author pov
Kean sedang diam di kantin dia belum memesan apapun suasana sepi sekali tentu saja ini masih jam pelajaran si tampan sedang bolos , bahkan uji nyali dengan berdiam di kantin karena hari ini ada pelajaran kimia yang membuat bosan .
" ck bel istrirahat kenapa lama sekali ! " omel Kean
dia menelungkupkan kepala di meja kantin tapi tak berapa lama ada yang menjewer telinga nya .
" akhhh ini sakit sialan ! " protes Kean
" coba ucapankan sekali lagi . " ujar seorang pria
Kean mengenali suara ini dan melihat siapa yang sedang menjewer nya .
" daddy Araga? "
" berani sekali membolos anak nakal ! "
" sedang apa daddy disini? "
" jangan mengalihkan pembicaraan boy . "
Araga datang untuk memberikan berkas Aska karena kepindahan ke sekolah baru , tapi mata tajam itu melihat seseorang yang tidak asing
" pelajaran kimia membosankan dad ! " ujar Kean
" hey dengan tau berbagai zat kimia kamu bisa membuat racun . " bisik Araga
" wah menyenengkan sekali . "
" tentu sekarang pergilah ke kelas mu . " Araga mengusap rambut Kean
" tentu dad . "
Kean segera bergegas untuk mengikuti kelas yang baru di mulai 10 menit lalu .
...
di rumah sakit Ares baru saja beres melakukan tugas dia membereskan semua alat pria ini sampai tak pulang ke rumah , kasus yang cukup rumit sedikit menyita waktu dia turun untuk sarapan di kantin saja .
" selamat pagi dokter Wu . " sapa seorang perawat
" selamat pagi kenapa nampan itu berantakan . " tanya Ares
" anak yang ayah nya kecelakaan kemarin membanting semua barang termasuk sarapan pagi ini , operasi berjalan lancar hanya beliau koma dan gadis itu histeris tidak ingin memakan apapun . "
Ares pun membawa nampan yang baru di ganti dan masuk kedalam ruangan yang masih terlihat berantakan .
" setidak nya butuh makan untuk mengamuk di sini nona . "
" pergi ! jangan masuk kesini ! " teriak si gadis
" jangan berteriak telinga saya masih berfungsi ayo makan . " ujar Ares
dia membawa pisau buah yang kebetulan ada di meja berniat mengiris nadi nya dengan cepat Ares menahan , gadis muda itu memberontak dalam dekapan Ares hingga pisau berhasil di dapat .
" aku akan sendiri ketika ayah benar2 tidak ada lalu untuk apa hidup . " air mata membasahi jas putih Ares
" operasi berjalan lancar lantas apa yang mendasari ucapan mu itu? "
" sampai saat ini ayah masih terbaring ! apa kau mengerti dokter ! "
" masih ada harapan yang tersisa menunggu adalah proses yang indah . "
mata cantik itu bersitatap dengan mata tajam Ares dia pun memeluk dokter Wu dengan erat seolah meminta perlindungan , nama nya Jung Mina gadis 17 tahun hanya tinggal dengan sang ayah karena sosok ibu telah meninggal 3 tahun lalu .
" semua akan baik-baik saja . " Ares mengusap rambut panjang Mina
" dengan siapa aku sekarang semua saudara ayah bahkan tidak di tinggal disini . " tanya Mina
" bagaimana dengan keluarga ibu mu? "
" ibu berasal dari Swiss . "
" kita akan membahas ini nanti ayo makan dulu jangan menjadi anak nakal . "
__ADS_1
Ares pun menarik kursi melihat Mina yang masih menatap kosong dia pun menyuapi nya .
...
Kanaya sedang bersama Alena membuat berbagai cake ketika sedang bersantai anak2 senang dengan berbagai makanan manis , tangan kekar memeluk tubuh Alena membuat dia terkejut ternyata itu kelakuan sang suami .
" aku sedang memegang pisau dokter Jung bagaimana jika lengan mu terpotong . " ujar Alena
" di sini sedang membuat kue kenapa tangan mu memegang benda itu hm? " tanya Arka sambil mengecup pundak mulus itu
" cake akan lebih enak jika di tambah ini . "
" ingin mangga nya . "
Alena memberikan potongan mangga pada Arka mereka masih saling berpelukan .
" kaka maaf saja jika ingin bermesraan jangan di sini ya ! " omel Kanaya
" haha maaf saya ingin menemani kalian saja . " ujar Arka
" menemani apa kalian hanya pamer ! awas saja ya jika suami ku pulang ! "
Arka dan Alena hanya tertawa melihat Kanaya merajuk sedangkan Kalina sedang merangkai bunga di ruang tengah .
" i'm home.." tubuh Kalina tersentak ketika sepasang tangan kekar memeluk nya
" dad ! "
" merindukan ku sayang "
Kris yang baru tiba tersenyum ketika melihat Kalina fokus merangkai bunga semakin hari kadar rindu semakin bertambah .
" vas bunga hampir terjatuh jangan mengejutkan ku . "
" salahkan diri mu yang semakin cantik hingga aku tak sanggup jika tak menyentuh mu . " ujar Kris
" masih saja merayu ingat umur . "
" jangan menyinggung umur jika tidak ingin berkahir di ranjang . "
" jangan macam2 dad di sini banyak orang ! "
" tidak masalah . "
Kris membalik tubuh Kalina hingga terjadi adegan panas di ruang tamu cumbuan yang membuat hari ini berwarna , Gavin hampir memaki melihat adegan di sana dan langsung menarik Yena dengan segera .
" ada apa aku ingin membantu mommy merangkai bunga . " protes Yena
" jangan kesana si kantong hormon sedang beraksi . "
" daddy sudah pulang? "
" iya ah pria tua itu benar2 menyebalkan tidak tau tempat sekali . " si sulung langsung kultum melihat kelakuan sang ayah
" ini teh untuk kaka . "
" Terima kasih Kanaya apa cake sudah jadi . " tanya Yena
" belum kak aku sedang membuat adonan kak Alena memotong buah . "
" ayo kerjakan bersama saja . "
" Jung di banding mengganggu istri mu lebih baik temani saya minum teh . pinta Gavin
" tentu kak saya juga sedang membantu . "
" membantu dari mana sedari tadi hanya bermesraan . "
aktivitas keluarga di mansion Wu selalu saja ramai ada yang sedang bersantai tidak pergi ke kantor maupun rumah sakit .
...
sekolah bubar pada jam makan siang karena ada rapat guru yang di lakukan tentu saja membuat siswa dan siswi nya senang , Aska sudah memakai helm dan Alana naik sedangkan Livy , Alvin , Ezra , Lexsy , juga Siena masuk ke mobil .
" kalian duluan saja aku akan menunggu Sean . " ujar Kean
__ADS_1
" langsung pulang dan jangan keluyuran . " ucap Ezra
" baiklah kak nanti akan langsung pulang . "
" kita akan makan siang bersama? " tanya Aska
" iya hanya saja Jaehyuk tidak bisa bergabung harus menjemput ayah Na ke kampus . "
Aska pun jalan terlebih dulu Lalu di susul dengan mobil yang di bawa oleh Ezra , Kean menuju tempat duduk di bawah pohon sambil menunggu Sean saudaranya masih mengantar buku ke perpustakaan .
angin berhembus perlahan hari ini sedikit mendung hingga cuaca pun cukup dingin , ponsel Kean berbunyi ada panggilan masuk dia melihat siapa yang menelpon .
Daddy Lion Calling..
" ada apa? " tanya Kean to the poin
" daddy tidak bisa pulang untuk makan siang di rumah , katakan pada mommy sudah di telpon tapi tidak di angkat . " ujar Ares di sebrang sana
"kenapa? daddy sudah berjanji sesuatu ! "
" kita pergi lain kali saja dad masih sibuk . "
dahi Kean mengerut ketika mendengar suara wanita .
" siapa itu? dad di mana sekarang ! kenapa ada suara wanita . " tanya Kean dengan emosi
" hey jangan salah paham dulu.. dokter ini terlalu dalam . " suara Mina terdengar menyela
Kean meremat ponsel nya dengan kuat lalu mematikan panggilan kilatan emosi telihat , Sean baru saja tiba heran kenapa wajah sang kaka kembar terlihat marah .
" ada apa? " tanya Sean
" kita kerumah sakit sekarang aku sudah menghubungi Grandpa Kris ! "
" siapa yang sakit? ada sesuatu terjadi? "
" naik saja ! "
...
Ares bingung kenapa panggilan nya mati lalu dia melihat pada Mina yang meringis sakit karena jarum infus terlalu dalam .
" maaf Mina sebentar saya lepaskan dulu . "
" aduuuh aduuuh pelan2 dokter sakit . "
dia pun membungkuk mencoba melepaskan jarum itu .
Brak
pintu di buka dengan tak santai berbarengan dengan seseorang menendang punggung Ares hingga mengantam meja dengan keras , membuat Ares meringis karena rasa sakit belum lagi kepala si tampan sempat terhempas pada ujung meja membuat pelipis nya berdarah .
Mina menjerit ketakutan lalu membalut semua tubuh ramping itu dengan selimut beratus umpatan meluncur dari bibir Ares .
" brengs*k ini sakit.. " ucap si dokter Forensik yang masih terkapar di lantai
baru akan beranjak punggung itu sudah di injak dan di tahan oleh sesorang .
" sudah berani berkhianat hm? " ucap sesorang
tunggu suara ini? kenapa Kris bisa ada di rumah sakit !
" daddy??? "
" apa sialan ! berani berbuat macam2 dengan wanita lain ! " Kris semakin menekan kaki nya membuat Ares meringis dengan keras
" hentikan sakit dad semua ini salah paham ! "
tubuh Mina semakin bergetar ketika mendengar suara ribut dia tak berani membuka selimut , tak lama kemudian 2 remaja masuk kedalam dan tersenyum puas ketika melihat sang ayah sudah di tangani oleh si raja iblus yang sesungguhnya.
haloo ketemu sama aku lagi love
gimana kabar kalian sehat? semoga sehat selalu bahagia selalu
maaf baru up sekarang lagi so sibuk aku ya
__ADS_1
sampai bertemu di next episode