
Author pov
Arka turun dari mobil dan segera masuk ke rumah sakit banyak yang menyapa dia naik ke lantai atas sambil memakai jas putih nya , tapi di sana sudah ada 3 pria duduk di depan ruangan menunggu kedatangan si dokter muda ini .
" sedang apa kalian di sini? bukankah hari ini ada visum? " tanya Arka
" kami tidak ikut tapi ingin meminta bantuan untuk tugas akhir dokter Jung . " ujar Ren
" apa sudah mendapat izin dari Profesor Lee? aku rasa ada beberapa tim forensik yang tak hadir , ayo masuk kita bicarakan di dalam saja semangat sekali pagi2 sudah ada di sini . "
mereka pun masuk siapa lagi kalau bukan 3 sekawan Ares , Jinan dan Ren pun duduk .
" jadi apa yang bisa aku bantu untuk kalian? "
" skema skripsi nya memusingkan kita harus mulai dari mana? " ujar Ares
" tentukan dari tema setelah itu bisa ke langkah selanjutnya , ingat harus menyusun dan teratur agar tidak bingung . " jawab Arka
" baiklah jadi semua sesuai rangka ya? " timpal Ren
" tentu saja dengan begitu akan lebih mudah . "
mereka pun mengeluarkan tugas nya masing2 dan mulai mengerjakan sesuai arahan dari Arka,beruntung dokter Jung yang menjadi pembimbing mereka jadi sudah tidak canggung lagi .
" maaf dokter Jung pasien ruangan 104 butuh penanganan . " ujar seorang perawat
" baiklah kalian kerjakan tugas nya aku akan segera kembali . " ucap Arka
" tentu adik ipar bekerjalah dengan baik . " Ares tersenyum jail
Arka gemas sekali ingin menggeplak Ares dia pun pergi untuk menangani pasien .
" mulai dari sekarang kita akan jarang pulang ke rumah , pihak rumah sakit sudah menyediakan tempat untuk kita menginap . " ucap Jinan
" aku ingin cepat selesai dan kita segera lulus . " timpal Jinan
" belum sehari berpisah aku sudah merindukan istri ku , apalagi sebulan kedepan akan sibuk dan akan jarang bertemu . " keluh Ares
" video call masih bisa singa jangan so menderita begitu ! " Ren mencubit paha Ares
" rasanya berbeda jika bertemu langsung bodoh lagian kaum jomblo tau apa ! , tidak tau saja rasanya akan sangat jauh lebih rindu . " bela Ares
" kenapa malah mencibir ! aku tidak jomblo hanya masih single jangan sembarangan bicara . " protes Ren
sedangkan Jinan hanya menatap malas ke arah mereka kapan akan mengerjakan tugas jika ribut begini , di omeli dokter Jung tau rasa dan si es balok semenjak menikah terlihat lebih cerewet membuat Ren dan Jinan pusing .
...
In School
Kanaya sedang membaca buku paket berada di tingkat akhir membuat dia giat belajar , karena gadis itu ingin membuat kedua orang tua nya bangga terlebih sang suami .
" kenapa tidak ke kantin? ini aku bawakan susu coklat kesukaan mu . " seorang pria duduk di samping nya
" nanti saja istirahat kedua Terima kasih . " ujar Kanaya
" tugas dari miss Gwen akan di kerjakan kapan? "
" terserah kamu saja Rafkal , kelompok kita siapa saja? "
" ada aku , kamu , Julia , Karin , Wujin dan terakhir Minho . " jawab Rafkal
" oh begitu ya aku sedang mencari materi nya kamu susun yang lain . " Kanaya meminum susu coklat nya
" siap bagaimana jika kita kerjakan di rumah ku? jika tidak teman aku akan menjemput mu . " Rafkal melihat pada Kanaya
" ah tid-ak usah aku akan di antar supir saja di tambah belum meminta izin . " jawab Kanaya
__ADS_1
Kanaya memang belum meminta izin pada suami nya mereka tidak tau dia sudah sah menjadi istri orang , bisa-bisa ada yang mengamuk jika Ares tau Kanaya di jemput pria lain jadi nanti si cantik akan meminta izin .
....
di kampus tak jauh berbeda mahasiswa dan mahasiswi sedang menikmati makan siang nya begitu juga Ansel cs , tapi pria itu masih sedih selalu bertanya kenapa Winter meminta hubungan ini berakhir .
" berhentilah menjadi sad boy lihat masih banyak wanita cantik . " hibur Jaewu
" diamlah Na aku sedang tidak mood . " ujar Ansel
" jangan begini ayo makan nanti kamu sakit . " Leon memberikan lunch box nya
" suapi aku . " pinta Ansel
" ish kau ini putus dengan dia seperti menghadapi dunia yang akan berakhir , ayolah jangan terlalu pikirkan ! itu hanya akan membuat mu lelah . " omel Vinson
" sabarlah Xavier dia sedang patah hati . " lerai Jeno
" sudah hentikan ayo makan lagi . " ucap Leon sembari menyuapi Ansel
" apa meneliti di Lab menyenangkan? " tanya Jaewu pada Leon
" ya begitulah semua harus serba jelas tentang penelitian nya . "
" kelas Analis sama kaku nya dengan kedokteran kebanyakan cinta buku . " timpal Vinson
" lalu bagaimana dengan kelas bisnis Ansel? " ujar Leon
" berkutat dengan data baru awal sudah pusing seperti nya kelas arsitek lebih menyenangkan . " jawab Ansel
" sama saja bahkan desain nya harus sesuai ! bahkan telinga ku panas ketika ayah mengomel karena salah sedikit saja . " protes Vinson
" lalu bagaimana dengan Forensik? " tanya Jaewu
" biasa saja hanya tentang anatomi tubuh manusia tak ada yang lain . " Jeno meminum jus nya
mereka memang selalu berkumpul bersama walaupun berbeda jurusan bahkan sudah menjadi para incaran kaum hawa , Jeno pamit pergi ke perpustakaan karena ada beberapa buku yang harus dia cari dan tersentak ketika ada yang memeluk nya dari belakang .
" apa yang kau lalukan ! memeluk orang sembarangan . " Jeno menyentak tangan Winter
" kenapa jahat sekali pada ku . " ucap Winter dengan sedih
" aku benar2 tidak habis pikir ! bagaimana jika Ansel salah paham . " bentak Jeno
" aku sudah putus dengan nya aku menyukai mu Jeno . " Winter meraih tangan kekar itu
" dasar tidak jelas pergi dan jangan mengganggu ku ! "
" ku mohon ayo kita pacaran . "
" bahkan sama sekali kau tidak merasa bersalah pada Ansel , membuat dia sedih setega itu kau padanya ! pergi sekarang Winter . " usir Jeno
" justru aku sudah baik dengan memutuskan nya dari pada terus bertahan , dimana letak kesalahan ku Jung Jeno? " tanya Winter
" kau tanyakan saja pada diri mu sendiri ! jangan menemui ku lagi . "
" aku ingin menjadi kekasih mu . "
" maaf saja aku sudah memiliki Rubby ! menjauhlah sebelum aku berbuat kasar . "
dengan segera Jeno pergi dari perpustakan Winter memasuki kampus yang sama ntah apa mau nya dari Ansel kini beralih pada Jeno .
...
malam pun tiba hujan turun dengan deras membuat udara semakin dingin dan jalanan yang sepi karena orang2 sudah pulang , bahkan sibuk berteduh Kris juga mengomel dia baru selesai rapat karena Tuan Wu memarahi nya agar pergi .
" hujan nya deras sekali harus segera sampai ke rumah . " gunam Kris
__ADS_1
kalau hujan begini Kalina akan membuatkan soup ayam kesukaan nya .
Tinnn
Kris tersentak ketika melihat silau lampu di depan nya dengan spontan dia membanting stir dan membuat mobil hilang kendali , mobil terbalik karena jalan yang licin lalu berakhir di pinggir tortoar sedangkan truk terus melaju kencang .
" kecelakaan berhasil di lakukan..Tuan akan mendengar berita kematian nya dengan segera , kami tunggu bayaran jangan sampai ingkar janji . " seorang pria melihat mobil Kris yang terbalik
setelah mengakhiri panggilan nya pria itu pergi dalam batas ambang kesadaran Kris mencoba melepaskan sabuk pengaman , tubuh tegap nya sudah penuh darah kenapa ini harus terjadi lagi? tapi percuma dia sudah lemas .
" maaf.." ucap Kris dengan lirih
bau bensin mulai tercium dengan perlahan Kris terus mencoba melepas sabuk pengaman mobil akan segera meledak , tak apa jika akhir hidup nya harus seperti ini kini Kalina mempunyai Gavin dan Ares tapi dia meminta maaf karena tak bisa melihat Alena dan Ansel menikah bahkan kelahiran cucu nya .
...
In Mansion
mereka sedang makan tanpa kehadiran si kepala keluarga walaupun begitu suasana tetap ramai , Ares yang sudah pulang karena jadwal nya tidak terlalu penuh .
" mom kemana dad? " tanya Ansel
" pergi rapat tapi kenapa belum ya . " jawab Kalina
" mungkin rapat nya belum selesai . " ujar Gavin
" iya pasti dad masih rapat..oh iya terima kasih untuk susu dan Vitamin nya . " Yena menatap pada Alena
" hehe iya itu dari ibu kak Arka . " ucap si bungsu
" ucapkan terima kasih pada mereka . "
" iya kak Yena . "
" ayo tambah lagi nasinya Kanaya mom masakan bulgogi kesukaan mu . " ujar
" iya terima kasih mom . "
dering telpon Ares pun terdengar .
Dokter Park Calingg..
" selamat malam dok ada yang bisa saya bantu? " ucap Ares
" maaf mengganggu waktu mu , ada tugas dadakan sekarang . "
" tugas apa dok? "
" terjadi kecelakaan di jalan Gangnam pihak kepolisian sudah beranjak ke sana , mereka butuh tim forensik untuk memeriksa . "
" baiklah saya akan segera menuju lokasi . "
Pip
Ares harus segera berangkat menjalankan tugas nya .
" sayang maaf aku ada panggilan dadakan dan sekarang harus pergi . " ucap Ares pada Kanaya
" tapi sekarang sedang hujan kak . "
" ini sudah tugas ku dear , mom aku titip Kanaya ya . "
" iya baiklah hati-hati di jalan boy . "
si Lion pun beranjak dan mengambil jaket setelah itu pergi untuk mengurus kasus kecelakaan ini bagaimana jika dia tau , yang menjadi korban adalah sang ayah siapa orang yang tega menghancurkan keluarga bahagia Wu .
Hai yang minta double up di kasih
__ADS_1
gak papa ya dad Kris pergi mom Kalina masih punya para prince .
sampai bertemu di next episod