
Author pov
Ares masih menatap Bianca dengan lekat tangan lentik itu masih menelusuri dada bidang nya si Lion meliat ke arah CCTV yang berada di pojok pasti terhubung dengan seseorang , bisa di tembak mati kalau macam2 maaf saja dia bahkan sudah memiliki seseorang di sana tidak tertarik sedikit pun .
" jadi apa yang tuan muda inginkan . " tanya Bianca
" aku tidak suka bermain lembut . " ujar Ares
" begitu juga dengan ku yang suka tantangan tuan muda . " Bianca tersenyum manis
" ah begitu ya " tanpa di sadari Ares menyeringai
Ares mengambil pisau nya tapi ada seseorang penjaga menghampiri mereka
" anda memiliki tamu tuan muda . " pria itu membungkuk memberi salam
" siapa? "
" Tuan besar Kim . "
" bermain nya kita tunda dulu . " ujar Ares pada perempuan cantik itu
" tuan muda bisa memanggil ku kapan saja . " Bianca tersenyum manis
tanpa banyak bicara Ares segera pergi hari ini Araga datang berkunjung hatinya tentu saja merasa bersalah , bahkan dia tak ada di sana untuk menemani si kesayangan berobat tapi harus bagaimana lagi di ruang tamu sudah banyak orang berbaris menyambut Tuan Besar .
" Tuan Besar datang . " ucap Gerall
" siapa dia? " tanya Ares
" hah? belia-u Tuan Araga . " Gerall menjawab dengan rasa kaget nya
" Araga mana? aku tidak mengenal nya usir dia jangan biarkan orang asing masuk ! " bentak Ares
semua orang yang di sana menahan napas ketika mendengar ucapan Ares .
" prince.. " panggil Araga
" siapa kau? ingin meminta sumbangan? " ujar Ares
si uncle ice menganga wajah tampan itu terlihat sangat syok
" jangan bercanda Ares Wu ! aku tau kau marah maaf uncle tidak bermaksud begitu , semua ini demi kamu jagoan . " ucap Araga dengan lembut
" aku memang tidak mengenal mu ! apa wajah ku terlihat bercanda? usir dia dari sini , dia benar2 tidak penting ! " perintah Ares
kini tubuh Araga menegang sorot mata itu terlihat berbeda apa ini efek dari pengobatan? kenapa dia tak mengenali nya .
" prince ini ak-u jangan bercanda . " ucap Araga dengan suara tercekat
" bercanda apanya ! pergi kau dari sini usir dia menganggu saja ! "
lalu dengan segera Ares pergi dari sana dia naik ke lantai dua meninggalkan sang uncle begitu saja , jangan ditanya hati Araga berdetak kencang kenapa begini? apa ini efek dari terapi pria tampan itu takut sekarang .
" panggil dokter yang menangani Ares sekarang juga ! " ucap Araga dengan nada dingin
" baik tuan . " Gerall dengan segera menelpon dokter yang merawat Ares
Araga segera menuju ke ruang kerja nya dia melempar jas rasa lelah hilang begitu saja ketika melihat Ares tak mengenal nya , dia mencari ponsel untuk segera menghubungi seseorang pikiran nya tak tenang .
Calling Kris Wu..
" kau sudah sampai? " tanya Kris di sebrang sana
" bagaimana ini kak? sepertinya ada yang salah dengan pengobatan nya . " tanpa sadar Araga memanggil begitu
" apa nya yang bagaimana? Ares baik2 saja? . "
" dia tak mengenal ku ! "
" bicara yang jelas sialan ! aku tidak mengerti . "
" dia seperti kehilangan memori nya ! tidak mengenal ku , tatapan itu terlihat berbeda seolah aku ini memang orang asing . "
" jangan bercanda Araga kim " amuk Kris
__ADS_1
" aku tidak bercanda brengs*k ! memang begitu kenyataan nya ! "
" kenapa? apa yang salah? seret orang yang merawat Ares ! , tunggu akan ku cari jalan keluarnya . "
" akan aku lakukan . "
Pip
panggilan pun terputus lalu tak lama kemudian ada 3 dokter yang masuk ke sana , mereka sangat gugup ketika Araga menatap seolah akan menguliti mereka hidup2 .
sedangkan di sebuah kamar yang luas Ares tertawa kencang untung saja di sana kedap suara dia telihat begitu puas .
" hahahaha wajah yang tua bangka itu sungguh sangat lucuuu , akting ku bagus rasakan adalah ini balas dendam ! seenaknya meninggalkan ku di sini . " ujar Ares sambil tertawa
kamu berdosa sekali sayang membuat si uncle terkena serangan mental .
...
In Seoul
Ansel sedang bersama Kanaya mereka pergi ke supermarket nanti akan berkumpul di apartemen sambil membuat beberapa cemilan , dia menggenggam erat tangan si cantik di sana juga semua akan hadir termasuk Jeno tentu saja .
" kak.. " panggil Kanaya
" ada apa sweet heart? " jawab Ansel
" nanti mau buat apa? biar gak bingung nanti pas belanja . "
" gak tau justru nanti ada ide nya pas liat bahan2 di sana . " ujar Ansel
" eh iya juga ya apa nanti aku boleh membeli es krim? " Kanaya berkata semangat
" tentu sayang sesuka mu . "
" aku juga membeli nya untuk kak Alena , apa semua orang sudah di sana? "
" hanya tinggal Jeno dan Alena mereka sedang membeli cake , jadi si apartemen hanya aja kaka mu Vinson juga Jaewu . "
" oh begitu ya . "
...
" Jen kamu mau yang mana? " tanya Alena
" aku suka semua . " jawab Jeno
" jadi maksud mu aku harus membeli satu etalase yang benar saja ! " omel si cantik
" maksud ku terserah apa yang kamu pilih aku juga suka , apa aku beli puding sekalian di sini? " gunam Jeno
" puding untuk siapa? "
" kak Arka sakit waktu itu pas di caffe sebenarnya sudah tidak fit , cuman si keras kepala itu tetap kekeh ingin pergi ! " ujar Jeno
" benarkah? harusnya aku tak merepotkan untuk di bantu mengerjakan tugas . " Alena merasa bersalah
" bukan salah mu memang sudah waktunya sakit saja . "
" aku akan membelikan puding dan kita antarkan dulu ke rumah mu . "
" tidak usah nanti saja jangan merepotkan . "
" tidak papa Jeno aku memaksa ! " pinta Alena
" iya baiklah . "
setelah membeli cake dan puding mereka bergegas ke rumah Jeno untuk mengantarkan makanan terlebih dulu , Alena tetap merasa bersalah jika tau si dokter Jung sedang sakit pasti tidak akan meminta nya untuk datang .
" apa kalian hanya tinggal berdua? " tanya Alena
" iya kak Arka tidak menggunakan jasa maid , jadi kami hanya berdua dirumah . " jawab Jeno
" kenapa tidak memperkerjakan 1 atau 2 orang saja? "
" kak Arka bilang jika masih bisa mengerjakan nya sendiri lakukan aku juga mengusulkan itu eh malah kena omelan , Tuhan menciptakan tangan dan kaki untuk di gunakan bukan buat pajangan begitu jawab nya .
__ADS_1
" haha memang benar sih Jen . "
tak lama kemudian mereka sampai di Mansion Jung dan Jeno mengajak Alena masuk rumah yang sangat amat rapih walaupun tanpa maid , barang yang tertata membuat kesan elegan di sana bagaimana bisa rumah sebesar ini tetap rapih walaupun yang menguhuni nya adalah para pria .
" ayo kamar ka Arka di ada sana . " tunjuk Jeno
Alena berjalan melewati ruang tamu dan masuk ke lorong kecil lalu berbelok ke kanan .
Tok
Tok
tapi belum ada yang membuka nya Alena melihat ke belakang lho Jeno kemana ! sekarang bagaimana?
clekk
Alena membuka pintu bukan bermaksud tidak sopan dia melihat seorang pria tertidur di ranjang .
" Jen..buatkan abang bubur instan tolong . " pinta Arka sambil menutup matanya
oh ternyata dia tidak tertidur
" ingat air nya jangan kebanyakan kamu harus buat bubur bukan sayur . "
sekarang Alena bingung dia menaruh puding nya lalu kembali keluar secara spontan berjalan ke dapur , tangan nya meraih bubur dan segera membuatkan makanan yang di pesan setelah selesai dia juga membuat teh hangat semua di tata di nampan .
" kak makan dulu . " ucap Alena
mata Arka sontak terbuka mendengar suara lembut ini apa dia sedang bermimpi? dia melihat ke samping wanita cantik sedang berdiri di depan nya .
" ini halusinasi atau apa? " gunam Arka
" bukan ini nyata ayo makan dulu bubur nya udah siap . " jawab Alena
" kenapa ada disini? sejak kapan datang? " Arka di buat gelagapan
" aku dateng bareng Jeno sengaja mau nengok pas tau kaka lagi sakit , aku mengetuk pintu dan ada yang meminta di buatkan bubur jadi di bikinin maaf gak sopan . "
" seneng banget di masakin langsung sama calon istri . " ujar Arka
" ish apaan sih ! ayo makan dulu . "
" suapin boleh? biar saya makan nya semangat . "
" eum iya boleh . " Alena pun duduk di pinggir kasur
" lalu kemana Jeno? "
" gak tau dia hilang aku sudah memanggil nya . " jawab Alena
" anak jin memang suka begitu maaf merepotkan baru berkunjung pertama kali malah begini . " ujar Arka
" gak papa kak aku senang bisa membantu ini ucapan Terima kasih kasih . "
" jadi mau ya? "
" mau apa? " Alena menatap pada Arka
" jadi ibu dari anak-anak saya . " jawab Arka
sial wajah Alena langsung tertunduk kata2 dokter satu ini tidak baik untuk kesehatan jantung .
" ayo menikah . "
mata Alena membulat mendengar ucapan nya baru pertama kali datang langsung saja di lamar tanpa basa basi .
Hai love aku kembali
makasih yang setia nungguin
bahagia selalu mine
sampai bertemu di next episod
dapet salam dari dokter Jung
__ADS_1