Sugar Family

Sugar Family
Bagian 49


__ADS_3

Author pov


Ares masih menatap Bianca dengan lekat tangan lentik itu masih menelusuri dada bidang nya si Lion meliat ke arah CCTV yang berada di pojok pasti terhubung dengan seseorang , bisa di tembak mati kalau macam2 maaf saja dia bahkan sudah memiliki seseorang di sana tidak tertarik sedikit pun .


" jadi apa yang tuan muda inginkan . " tanya Bianca


" aku tidak suka bermain lembut . " ujar Ares


" begitu juga dengan ku yang suka tantangan tuan muda . " Bianca tersenyum manis


" ah begitu ya " tanpa di sadari Ares menyeringai


Ares mengambil pisau nya tapi ada seseorang penjaga menghampiri mereka


" anda memiliki tamu tuan muda . " pria itu membungkuk memberi salam


" siapa? "


" Tuan besar Kim . "


" bermain nya kita tunda dulu . " ujar Ares pada perempuan cantik itu


" tuan muda bisa memanggil ku kapan saja . " Bianca tersenyum manis


tanpa banyak bicara Ares segera pergi hari ini Araga datang berkunjung hatinya tentu saja merasa bersalah , bahkan dia tak ada di sana untuk menemani si kesayangan berobat tapi harus bagaimana lagi di ruang tamu sudah banyak orang berbaris menyambut Tuan Besar .


" Tuan Besar datang . " ucap Gerall


" siapa dia? " tanya Ares


" hah? belia-u Tuan Araga . " Gerall menjawab dengan rasa kaget nya


" Araga mana? aku tidak mengenal nya usir dia jangan biarkan orang asing masuk ! " bentak Ares


semua orang yang di sana menahan napas ketika mendengar ucapan Ares .


" prince.. " panggil Araga


" siapa kau? ingin meminta sumbangan? " ujar Ares


si uncle ice menganga wajah tampan itu terlihat sangat syok


" jangan bercanda Ares Wu ! aku tau kau marah maaf uncle tidak bermaksud begitu , semua ini demi kamu jagoan . " ucap Araga dengan lembut


" aku memang tidak mengenal mu ! apa wajah ku terlihat bercanda? usir dia dari sini , dia benar2 tidak penting ! " perintah Ares


kini tubuh Araga menegang sorot mata itu terlihat berbeda apa ini efek dari pengobatan? kenapa dia tak mengenali nya .


" prince ini ak-u jangan bercanda . " ucap Araga dengan suara tercekat


" bercanda apanya ! pergi kau dari sini usir dia menganggu saja ! "


lalu dengan segera Ares pergi dari sana dia naik ke lantai dua meninggalkan sang uncle begitu saja , jangan ditanya hati Araga berdetak kencang kenapa begini? apa ini efek dari terapi pria tampan itu takut sekarang .


" panggil dokter yang menangani Ares sekarang juga ! " ucap Araga dengan nada dingin


" baik tuan . " Gerall dengan segera menelpon dokter yang merawat Ares


Araga segera menuju ke ruang kerja nya dia melempar jas rasa lelah hilang begitu saja ketika melihat Ares tak mengenal nya , dia mencari ponsel untuk segera menghubungi seseorang pikiran nya tak tenang .


Calling Kris Wu..


" kau sudah sampai? " tanya Kris di sebrang sana


" bagaimana ini kak? sepertinya ada yang salah dengan pengobatan nya . " tanpa sadar Araga memanggil begitu


" apa nya yang bagaimana? Ares baik2 saja? . "


" dia tak mengenal ku ! "


" bicara yang jelas sialan ! aku tidak mengerti . "


" dia seperti kehilangan memori nya ! tidak mengenal ku , tatapan itu terlihat berbeda seolah aku ini memang orang asing . "


" jangan bercanda Araga kim " amuk Kris

__ADS_1


" aku tidak bercanda brengs*k ! memang begitu kenyataan nya ! "


" kenapa? apa yang salah? seret orang yang merawat Ares ! , tunggu akan ku cari jalan keluarnya . "


" akan aku lakukan . "


Pip


panggilan pun terputus lalu tak lama kemudian ada 3 dokter yang masuk ke sana , mereka sangat gugup ketika Araga menatap seolah akan menguliti mereka hidup2 .


sedangkan di sebuah kamar yang luas Ares tertawa kencang untung saja di sana kedap suara dia telihat begitu puas .


" hahahaha wajah yang tua bangka itu sungguh sangat lucuuu , akting ku bagus rasakan adalah ini balas dendam ! seenaknya meninggalkan ku di sini . " ujar Ares sambil tertawa


kamu berdosa sekali sayang membuat si uncle terkena serangan mental .


...


In Seoul


Ansel sedang bersama Kanaya mereka pergi ke supermarket nanti akan berkumpul di apartemen sambil membuat beberapa cemilan , dia menggenggam erat tangan si cantik di sana juga semua akan hadir termasuk Jeno tentu saja .


" kak.. " panggil Kanaya


" ada apa sweet heart? " jawab Ansel


" nanti mau buat apa? biar gak bingung nanti pas belanja . "


" gak tau justru nanti ada ide nya pas liat bahan2 di sana . " ujar Ansel


" eh iya juga ya apa nanti aku boleh membeli es krim? " Kanaya berkata semangat


" tentu sayang sesuka mu . "


" aku juga membeli nya untuk kak Alena , apa semua orang sudah di sana? "


" hanya tinggal Jeno dan Alena mereka sedang membeli cake , jadi si apartemen hanya aja kaka mu Vinson juga Jaewu . "


" oh begitu ya . "


...


" Jen kamu mau yang mana? " tanya Alena


" aku suka semua . " jawab Jeno


" jadi maksud mu aku harus membeli satu etalase yang benar saja ! " omel si cantik


" maksud ku terserah apa yang kamu pilih aku juga suka , apa aku beli puding sekalian di sini? " gunam Jeno


" puding untuk siapa? "


" kak Arka sakit waktu itu pas di caffe sebenarnya sudah tidak fit , cuman si keras kepala itu tetap kekeh ingin pergi ! " ujar Jeno


" benarkah? harusnya aku tak merepotkan untuk di bantu mengerjakan tugas . " Alena merasa bersalah


" bukan salah mu memang sudah waktunya sakit saja . "


" aku akan membelikan puding dan kita antarkan dulu ke rumah mu . "


" tidak usah nanti saja jangan merepotkan . "


" tidak papa Jeno aku memaksa ! " pinta Alena


" iya baiklah . "


setelah membeli cake dan puding mereka bergegas ke rumah Jeno untuk mengantarkan makanan terlebih dulu , Alena tetap merasa bersalah jika tau si dokter Jung sedang sakit pasti tidak akan meminta nya untuk datang .


" apa kalian hanya tinggal berdua? " tanya Alena


" iya kak Arka tidak menggunakan jasa maid , jadi kami hanya berdua dirumah . " jawab Jeno


" kenapa tidak memperkerjakan 1 atau 2 orang saja? "


" kak Arka bilang jika masih bisa mengerjakan nya sendiri lakukan aku juga mengusulkan itu eh malah kena omelan , Tuhan menciptakan tangan dan kaki untuk di gunakan bukan buat pajangan begitu jawab nya .

__ADS_1


" haha memang benar sih Jen . "


tak lama kemudian mereka sampai di Mansion Jung dan Jeno mengajak Alena masuk rumah yang sangat amat rapih walaupun tanpa maid , barang yang tertata membuat kesan elegan di sana bagaimana bisa rumah sebesar ini tetap rapih walaupun yang menguhuni nya adalah para pria .


" ayo kamar ka Arka di ada sana . " tunjuk Jeno


Alena berjalan melewati ruang tamu dan masuk ke lorong kecil lalu berbelok ke kanan .


Tok


Tok


tapi belum ada yang membuka nya Alena melihat ke belakang lho Jeno kemana ! sekarang bagaimana?


clekk


Alena membuka pintu bukan bermaksud tidak sopan dia melihat seorang pria tertidur di ranjang .


" Jen..buatkan abang bubur instan tolong . " pinta Arka sambil menutup matanya


oh ternyata dia tidak tertidur


" ingat air nya jangan kebanyakan kamu harus buat bubur bukan sayur . "


sekarang Alena bingung dia menaruh puding nya lalu kembali keluar secara spontan berjalan ke dapur , tangan nya meraih bubur dan segera membuatkan makanan yang di pesan setelah selesai dia juga membuat teh hangat semua di tata di nampan .


" kak makan dulu . " ucap Alena


mata Arka sontak terbuka mendengar suara lembut ini apa dia sedang bermimpi? dia melihat ke samping wanita cantik sedang berdiri di depan nya .


" ini halusinasi atau apa? " gunam Arka


" bukan ini nyata ayo makan dulu bubur nya udah siap . " jawab Alena


" kenapa ada disini? sejak kapan datang? " Arka di buat gelagapan


" aku dateng bareng Jeno sengaja mau nengok pas tau kaka lagi sakit , aku mengetuk pintu dan ada yang meminta di buatkan bubur jadi di bikinin maaf gak sopan . "


" seneng banget di masakin langsung sama calon istri . " ujar Arka


" ish apaan sih ! ayo makan dulu . "


" suapin boleh? biar saya makan nya semangat . "


" eum iya boleh . " Alena pun duduk di pinggir kasur


" lalu kemana Jeno? "


" gak tau dia hilang aku sudah memanggil nya . " jawab Alena


" anak jin memang suka begitu maaf merepotkan baru berkunjung pertama kali malah begini . " ujar Arka


" gak papa kak aku senang bisa membantu ini ucapan Terima kasih kasih . "


" jadi mau ya? "


" mau apa? " Alena menatap pada Arka


" jadi ibu dari anak-anak saya . " jawab Arka


sial wajah Alena langsung tertunduk kata2 dokter satu ini tidak baik untuk kesehatan jantung .


" ayo menikah . "


mata Alena membulat mendengar ucapan nya baru pertama kali datang langsung saja di lamar tanpa basa basi .


Hai love aku kembali


makasih yang setia nungguin


bahagia selalu mine


sampai bertemu di next episod


dapet salam dari dokter Jung

__ADS_1



__ADS_2