
Author pov
waktu sudah berganti malam Kanaya sedang menyiapkan makan malam dia akan menginap di sana dan Kanaya memberikan pesan pada orang rumah , dia tidak mengatakan menginap di mana pasti orang2 menganggap di rumah papa Leo jadi biarkan saja .
" mata mu bisa copot jika terus melihat kertas itu tanpa berkedip Kean . " ujar Kanaya
Kean di telphon di ibunya untuk datang ke rumah walaupun dia sempat menolak mentah2 karena masih marah dengan sang ayah , tetapi luluh ketika dia terus mendengar suara ibunya yang memohon lalu segera menjelaskan semua masalah.
" aku tidak salah membaca bukan? ini sungguh bukan candaan? " tanya Kean
" ini serius kamu akan punya adik " Kanaya menghampiri Kean
" tapi kenapa? "
" kenapa apa nya sayang? "
Kean berdiri dan mengambil centong sayur lalu berjalan menggebu ke ruang tamu .
" hey itu centong sayur mau di bawa kemana kembalikan itu punya momyyyyy ! " teriak Kanaya
di ruang tamu Ares masih membujuk Sean yang masih manyun lalu terdengar suara meringis karena Kean memukul bahu Ares .
Buk
Buk
Buk
" aduh aduh hentikan kenapa lagi ini? tadi dengan bantal sofa sekarang dengan centong sayur , ampun jangan aniyaya daddy nanti kalau tidak tampan lagi bagaimana? " ujar Ares
" bagaimana mungkin aku mendapatkan adik ketika besar nanti pasti akan jauh berbeda adik bayi masih imut sedangkan kami sudah seperti om2 , yang benar saja pak tuaaaaaa ! tidak bisakah burung daddy puasa jangan ingin terus keluar sangkar ! " teriak Kean
" mana boleh begitu kalau kurus kering kerontang bagaimana? besar tapi tidak di gunakan itu percuma aduh sudah itu taruh di dapur "
Ares mencoba berlari dan masih di kejar Kean mereka memutari ruang tamu sedangkan Sean dan Kanaya hanya menonton , makan malam selesai di laksanakan walaupun harus ada drama Ares yang di kejar banteng si kembar juga ikut menginap .
" sana jangan dekat2 ! " usir Kean
mereka sudah di kamar dan akan tidur ber 4 untung saja kasur itu luas .
" sini daddy peluk dulu . "
" ck apaan sih jangan sentuh . "
Ares tetap mendusal kepala nya di dada Sean dan membuat dia terkekeh geli.
" haha ini geli dad . " Sean tertawa
" wah jagoan ku ternyata masih tetap geli . " Ares menggelitik Sean
" ampun ampun sudah dad . "
gelak tawa terdengar bergema Ares perang bantal dengan kedua putra nya Kean dan Sean sudah berbaring , Kanaya tidur di sebelah Sean dan di belakang ada Ares sedangkan Kean di ujung dekat lampu tidur .
" ayo istirahat udah malem . " Kanaya mengcup kening si kembar
__ADS_1
" mom juga bobo . "
" iya ini bobo . " di tarik selimut untuk mereka berempat
Kanaya mengusap2 rambut Sean sedang Kean yang mengantuk berat mudah terlelap , dia menggigit bibirnya ketika merasakan tangan sedang bermain di Area dadanya .
" besar aku suka . "
" tangan diem gak usah nakal ! " Kanaya menyikut perut Ares
" ayo lanjutkan tadi sore aku belum puas sayanggg . "
" jangan gila Tuan Wu ! "
" anak2 sudah terlelap jadi aman satu kali saja please . " rengek Ares sambil terus memainkan si bulat favorit nya
" tadi sore apa masih kurang ! "
" tentu sayang kamu menyamping saja ayo angkat kaki nya . "
Kanaya ingin sekali menangis kenapa suami nya kantong hormon sekali tangan Ares sibuk menurunkan sesuatu dia bawah , mata Kanaya memejam kala kegiatan panas di mulai dia membekap mulut rapat2 agar tidak membangunkan si kembar .
" aku suka di dalam sini . " Ares mulai bergerak dan mengangkat kaki Kanaya
mata tajam itu pun ikut mengawasi keadaan anggap saja sedang uji nyali melakukan ini karena jujur Ares sudah tidak kuat .
" Arrghh.. kamu memang seperti indomie selerakuu . " erang Ares
Kanaya memukul bahu sang suami tubuh ramping itu terhentak teratur ingin berteriak bagaimana sungguh penyiksaan .
jantung Kanaya hampir lepas dia menengok ke arah Sean dan bernapas lega ketika melihat mata itu masih terpejam , sedangkan Ares tidak peduli dia masih sibuk dengan kegiatan menyenangkan cucuran keringat sudah membasahi baju .
" aku akan sampai . " dia membungkuk mencumbu Kanaya sengaja meredam geraman ketika sudah tiba
Kanaya pun mengcengkram rambut Ares ketika merasakan hangat di perut mereka pun terengah secara perlahan Ares melepasnya , lalu setelah itu ambruk di samping sang istri memeluk dan mengecupi punggung Kanaya .
....
Mansion Wu
pagi pun menyapa di sana sudah sibuk dengan kegiatan masing2 Kalina sudah sembuh dan sedang menyiram tamanan , dia tersentak ketika ada tangan yang melingkar di perut dan memeluk dari belakang .
" selamat pagi Love . "
" selamat pagi Mark pagi2 sudah kemari apa ada pekerjaan? "
" tidak aku ingin menumpang sarapan dan merindukan mu . " Mark tertawa kecil
Bugh
Mark meringis kala merasakan kepala nya di geplak dengan koran .
" berani sekali kau memeluk istri ku ! " omel Kris
" buka nya ucapakan selamat pagi kenapa kakak malah memukul ku ! " balas Mark
__ADS_1
" kau pantas mendapatkan nya bodoh masih pagi sudah peluk istri ku . "
Kalina hanya menghela napas dan sedangkan Gavin , Arka dan Ansel menonton perdebatan mereka .
" masih pagi sudah debat saja . " ujar Gavin
" bahkan daddy dan ayah tidak pernah berubah padahal sudah sama2 tua bangka . " jawab Ansel
" mereka masih tampan bahkan sama gagah dengan kita . " Arka meneguk teh yang di sajikan
Prangg
3 pria tampan yang sedang bersantai itu tersentak kaget ketika mendengar bunyi gaduh
" di mana kamu simpan mata mu Alvin Wuuuu lihat sereal ku jatuuhhh ! " teriak Alana
" maaf aku tidak sengaja bikin lagi saja jangan heboh . "
" sereal itu tidak ada lagi sialan ! "
" aduh jangan menjambak rambut ku gadis hutan ini sakit ! " Alvin berteriak ketika Alana menjambak rambut nya
Ezra menghela napas pasrah melihat pagi yang sudah terjadi perang bahkan lebih dasyat di banding perang Dunia dua , melihat ke arah luar juga sama ada Mark dan Kris yang masih baku hantam dengan saling melempar pot bunga hingga membuat grandma cantik nya mengomel .
" prinses hentikan bunda buatkan puding ya . " lerai Yena
" bunda.. " panggil Ezra
" iya prince ada apa? "
" aku bisa terkena serangan mental jika terus lama2 di sini , aku tidak sanggup tinggal di rumah dengan para manusia rimba "
Yena hanya tertawa mendengar keluh kesah putra semata wayang nya semua pertarungan itu berkahir kala Kalina yang turun tangan , sekarang semua sudah menjadi damai dan sarapan dengan tenang Kalina memang tidak pernah marah sekali marah para pria Wu langsung diam .
" sayang aku akan ke kantor . " Kris menghampiri Kalina yang sedang merangkai bunga
" pergi saja . "
" jangan rindu dengan ku ya . "
" tangan gak usah nakal ! " Kalina memukul tangan Kris yang mengusap paha mulus itu
" goodbye Kiss "
tapi dia mengabaikan sang suami Kris kesal lalu membalik Kalina dan langsung mencumbu bibir ranum yang tidak berubah , tangan satu lagi di gunakan menahan pinggang agar Kalina tidak ada jarak .
" dad ini berkas untuk ba.. " Gavin langsung berbalik ketika melihat adegan live kedua orang tua nya
dia buru2 pergi ke depan dan menyimpan berkas di meja di iringi dengan berbagai kata2 mutiara masih pagi sudah panas saja , semua orang pun pergi melaksanakan tanggung jawab yang harus di selesaikan .
halo love ketemu lagi sama aku
sehat selalu ya
sampai bertemu di next episode
__ADS_1