
Author pov
hari akan terus seperti biasa menjalani kehidupan yang penuh akan kejutan tak terasa sudah seminggu berlalu Kalina sedih belum mendapat kabar apapun dari Ares , Kris selalu menenangkan bahwa dia baik2 saja dia memang sedang sibuk2 nya di sana Gavin dan Yena pergi bulan madu ke Belanda si manis ingin sekali berkunjung ke perkebunan bungan tulip terbesar di sana .
" mom sedang apa? " Ansel datang sambil membawa teh hangat
" mommy hanya sedang diam saja prince . " ucap Kalina
" jangan sedih masih ada aku di sini mom . " ujar Ansel dia pun tiduran di paha sang ibu
" iya sayang mom gak sedih sebentar lagi kamu lulus , apa jurusan yang akan kamu ambil untuk kuliah nanti? " Kalina mengusap rambut Ansel
" eum apa ya? aku belum memikirkan nya tapi Vinson akan mengambil jurusan yang sama dengan ayah , Leon masuk jurusan analis kalau Jaewu di sastra terakhir Alena masuk kelas tata busana hanya aku dan Jeno yang belum tau . " jawab Ansel
" kalau begitu pikirkan jurusan apa yang kamu ambil apapun itu akan mom dukung , selama suka dan semangat dalam menjalani nya . "
lalu seorang pria bergabung di sana dia baru selesai mandi
" ambil jurusan bisnis dan bantu kakak mu mengelola perusahaan . " Kris duduk bergabung
" berkutat dengan berkas2 membosankan itu? tidak Terima kasih dad ! " tolak Ansel
" dengar bocah semua itu demi masa depan mu dengan begitu kau bisa memberikan kehidupan yang cerah untuk calon istri mu , apa kamu akan menghidupi anak orang dengan cinta? omong kosong atau jika kamu ingin memiliki perusahaan sendiri dad kasih . " ujar Kris
" aku tidak mau dad ! jangan jurusan bisnis itu menyebalkan , kalau begitu ingin mengambil jurusan seperti kak Ares saja . " Ansel bangun dan menatap pada ayah nya
" forensik maksud mu? " tanya Kalina
" iya mom ingin seperti kak Ares . "
" cih benarkah? bahkan melihat tetesan darah saja kau sudah di buat kejer , bagaimana jika di suruh mengeluarkan organ tubuh? yang benar saja Ansel Wu . " ujar Kris
" siapa tau saja nanti akan terbiasa dad . " Ansel berucap ragu
bahkan hanya dia dan Jeno yang belum tau akan mengambil jurusan apa ntahlah apa benar si tampan ini akan mengambil jurusan forensik .
...
In Belanda
Gavin dan Yena sedang berjalan2 di taman bunga tulip yang begitu luas begitu banyak bunga warna warni di sana , mereka bergandengan tangan dan terlihat romantis Gavin tidak menyewa hotel tapi dia tinggal di mansion yang di belikan oleh Mark sang ayah mertua .
" kak.. " panggil Yena
" ada apa sayang? " ujar Gavin
" ayo duduk di sana kita bersantai sebentar . " Yena pun mengajak suaminya duduk
" apa lelah dear? ingin ku belikan minum? "
" tidak usah kak Terima kasih sudah mengajak ku tempat ini . " ucap Yena
" tidak perlu berterima kasih sayang apapun untuk istri cantik ku , siapa tau saja kamu cape karena semalam kita bermain sampai dini hari . " goda Gavin
" ish kaka jangan membahas itu ! " pipi Yena bersemu merah
" jangan malu2 sayang kamu sudah melihat semuanya , tapi maaf ya kita hanya bisa di sini selama 4 hari banyak pekerjaan yang sudah menunggu . " ucap Gavin
" tidak papa bahkan ini sudah cukup kaka meluangkan waktu untuk berbulan madu ke sini , kira2 apa Ares sudah menghubungi mommy apa belum ya? " tanya Yena
" ntahlah semoga saja sudah karena aku menelpon nya tidak pernah tersambung , lagian bocah itu kenapa tidak pamit segala membuat semua orang khawatir . " omel Gavin
" Lion benar2 sedang sibuk kak . "
__ADS_1
sepasang suami istri itu melanjutkan kembali jalan2 nya mereka menikmati keindahan negara Kincir angin yang menyegarkan mata .
...
sekolah itu sedang libur karena guru2 sedang menyiapkan ujian akhir dua orang wanita cantik sedang di caffe Alena sedang mencoba menghibur Kanaya .
" udah jangan sedih bibir jangan manyun mulu mirip Rubby lama-lama . " ucap Alena
" kak Ares gak ada kabar ! bahkan mengirim pesan pun tidak . " mata Kanaya kembali berkaca
" kak Lion masih sibuk nanti juga bakalan pulang udah gak usah sedih , ayo kamu pesen apa biar aku yang traktir . " bujuk Alena
" iya makasih ya kak udah hibur aku bukan nya kaka mau ngerjain tugas ya? "
" janjian di sini biar gak sepi jadi aku ajak kamu dari pada nge galau mulu . "
Alena berjanji untuk bertemu Arka tadinya ingin hari rabu tapi karena hari ini libur lebih baik sekarang saja , kebetulan Arka tidak ada jadwal di rumah sakit dia mengajak Kanaya agar tidak ada terlalu canggung karena Alena masih suka malu-malu .
lalu dua orang pria masuk kedalam caffe mereka terlihat tampan dengan tampilan casual nya dan menghampiri Alena dan Kanaya .
" kak nono.." panggil Kanaya
" hai para princes . " sapa Jeno
" maaf ya saya telat jalan cukup padat hari ini . " ucap Arka
" gak papa kak maaf ngerepotin ayo duduk ingin pesan apa? " tanya Alena
" samain aja sama kamu dan maaf saya bawa anak jin hari ini , dia ngotot pengen ikut tadinya mau saya buang di jalan . " Arka melihat pada sang adik
" dih awas aja adek aduin mamih ! " protes Jeno
" Hai Kanaya . " sapa Arka
" halo kak gak papa jadi di sini rame suasana nya tambah asik . " ujar Kanaya
Alena pun mengeluarkan tugas nya sedangkan Jeno dan Kanaya asik berbincang mereka terlihat seperti sedang double date , setelah selesai mereka berempat berjalan2 di area Han River hari ini menghabiskan waktu dengan para pria Jung .
" kamu ngambil jurusan apa? " tanya Arka
" tata busana kak . " jawab Alena
" oh biar bisa membuat baju pernikahan kita iyakan? " si dokter menatap Alena
" ish apa-an coba ! " Alena salah tingkah di tatap seperti itu
" mau tidak menjalin hubungan? walaupun kamu udah ada yang punya tapi saya gak bakal nyerah , jika kamu membutuhkan kepastian maka carilah saya karena itu yang akan di berikan bukan hanya sekedar harapan . " ujar Arka
" aku gak ngerti kaka ngomong ap-a . "
" intinya saya sayang kamu . " lalu dengan segera Arka menggenggam tangan Alena
di depan Kanaya sedang mengejar Jeno yang mengerjai nya tidak jangan salah paham si bungsu Jung ingin sekali mempunyai adik perempuan , Jeno sangat senang mengenal Kanaya dia seperti mempunyai seorang adik seperti impian nya jadi hubungan mereka hanya sebatas itu .
....
In Italy
Ares kini sedang terbaring lemas dia baru melaksanakan terapi nya memang itu salah satu efek yang akan di rasakan , seminggu sudah dia menanggung semua nya tidak ada keluarga dan orang2 terkasih sangat menyiksa sekali .
" aku lelah mom . " gumam Ares
dia bangun dari tidur nya lalu berjalan keluar untuk mencari sedikit hiburan .
__ADS_1
" Tuan muda harus istirahat . " Gerall datang menghampirinya
" aku bisa cepat mati kalau hanya di kamar ! menyingkir dari ku . " ucap Ares
" mau kemana? anda harus istirahat . " bujuk Gerall
" teserah aku . "
lalu si lion pun pergi dia memasuki lift yang membawanya ke lokasi bawah setelah sampai ada ruangan yang begitu luas , dia berjalan dan membuka pintu bau amis langsung menyapa Ares pun duduk semua orang di sana menunduk memberi salam .
" finalmente il giovane maestro è venuto a trovarci ( akhirnya tuan muda datang berkunjung) " ucap salah satu pria
" lanjutkan saja . " ujar Ares
" ini adalah orang2 yang pantas di mendapat hukuman . "
" hm "
" Tuan muda ingin bermain? " lalu pria itu memberikan sebilah pisau
" boleh . "
Ares dengan segera masuk kesana bahkan kaki nya menginjak genangan merah itu dia merindukan suasana ini , sedikit butuh hiburan dan kini sudah si Lion dapatkan mereka bergidik melihat ke bengisan si Tuan Muda Wu .
di ruang tamu Bianca sedang menyiapkan makanan kesukaan Ares mulai sekarang dia juga ikut mengurus membantu Gerall , wanita cantik itu senang bisa dekat degan keponakan Tuan besar kim waktu nya makan .
" makanan sudah siap di mana Tuan muda? " tanya Bianca
" di ruang bawah mungkin sedang bermain . " ujar Gerall
" baiklah akan ku susul saja . "
Bianca menuju ke sana untuk memanggil Ares dia pun turun setelah sampai si cantik menanyakan pada pengawal yang menjaga .
" Maestro waktunya makan . " panggil Bianca
Ares melempar pisau dan sekarang baju nya sudah penuh darah lalu kembali duduk di sofa
" bermain nya sudah dulu kita harus makan , setelah itu minum obat "
Bianca mengambil handuk kecil dan membersihkan noda darah di pipi Ares
" hm "
" Tuan muda bosan? " tangan Lentik Bianca menelusuri rahang tegas milik Ares
" iya "
" sebenarnya Tuan bisa menyuruh ku apa saja termasuk pelayanan pribadi . " ujar Bianca sambil merapatkan tubuh nya
tidak di pungkiri Bianca terjerat dalam pesona Ares pria gagah bahkan nyaris sempurna siapa yang tidak tergila2 !
" pelayanan pribadi? " tanya Ares
" benar aku ahli dalam segala hal master . "
Bianca memberikan senyuman menggoda gadis cantik itu membuka 2 kancing baju Ares dan mengusap dada bidang itu secara perlahan .
Hai love ketemu lagi sama aku
sehat selalu ya sayang kuhh
sampai bertemu di next episod
__ADS_1
Lion pengen pulang !