
Author pov
Gavin , Ansel , Arka kembali turun mereka juga butuh penjelasan juga mencoba membujuk Kris agar tidak menghukum Ares dengan berat sedangkan yang lain di atas , sementara Junghyun berhasil membawa Ares pulang tidak ada pemaksaan si Lion ikut dengan suka rela .
napas semua orang berhenti ketika mendengar mobil sudah tiba Kris menuangkan Wine dan menyalakan rokok .
" aku pulanggg.. " sapa Ares seolah semua akan baik2 saja
dia menghampiri semua orang yang ada di ruang tengah kini apa yang dia takutkan terjadi pasti semua orang sudah salah paham .
Plakk
bunyi tamparan begitu bergema luka sobek langsung tercipta pada bibir Ares , semua menunduk tak tega ketika tamparan keras itu Kris layangkan kecuali si kembar yang terlihat biasa saja .
" bagaimana rasanya mempunyai 2 istri hm? apa sudah puas? sekarang dimana wanita jal*ng itu bawa juga dia kemari , kau sedang mencari pengalaman baru atau bagaimana hingga berani melakuan ini bajing*n !
Bugh
Kris menendang perut Ares hingga si Lion mengantam lantai dengan keras bahkan sampai terbatuk , Ansel mati2an harus menahan tangis ketika melihat sang kaka bahkan napas Arka dan Gavin pun tercekat .
" uhuukkkk..ini salah pah-am daddy harus dengarkan . " ujar Ares dengan sudah payah
" kami akan mempunyai ibu baru dad? " tanya Kean dengan sinis
" secantik apa dia? hingga rela menduakan mommy? " sambung Sean
" apa yang ingin kau jelaskan brengs*k aku tidak tidak sudi mengakui mu sebagai putra ku ! pergilah ke neraka , menduakan Kanaya istri yang begitu sempurna kurang apa lagi ! selamat ya sebentar lagi kau dan si jal*ng akan mempunyai bayi . "
Kris meraih tubuh Ares lalu membanting kembali
pranggg
tubuh Ares menimpa meja yang membuat kaca pecah otomatis melukai banyak punggung nya , lalu Kris kembali menyeret hingga darah berceceran semua berdiri cukup Ansel tidak bisa diam .
" cukup Daddy jangan lakukan itu pada kakak berhenti ku mohoon ! " bentak Ansel
Ansel melihat raut wajah Ares yang begitu kesakitan belum lagi Kris menjambak rambut begitu kuat membuat pandangan si Lion mengabur , aliran darah terus menggenang di lantai hingga bau amis menyeruak Kris tetap menyeret Ares hingga keluar rumah .
" dad dengar-kan sebentar tak sedi-kit pun ingin menghianati Kanaya , cerita nya tidak begi-ni semua ha-nya salah paham . " ujar Ares dengan suara putus2 dia menahan sakit di sekujur tubuh
" lihat tampan sekali anak sialan ini sayang nya aku tidak mengerti dengan bahasa mu . " Kris menginjak dada Ares hingga membuat si tampan mengerang
Araga , Gerall , Gavin , Arka , Ansel juga si kembar menyusul keluar mereka semua terkejut melihat Kris yang seperti kerasukan lalu pistol pun di keluarkan , Ares mencoba bangkit dan mendorong kaki sang ayah dia berhasil bangkit dengan sempoyongan dan menatap ke arah Kris .
" waw lihat si pecundang ini masih bisa bangun ayo berduel sampai mati . "
" ini sal-ah paham uhukkk.. " Ares terbatuk
" ayo bersiap kita akan bermain tembak menembak hindari peluru ini tampan . " Kris tersenyum
dor
dor
dor
hujaman peluru dia arahkan ke segala arah Ares berusaha menghindar punggungnya yang terluka parah membuat gerakan sedikit lambat .
Strasss
peluru itu mengenai bahu Ares hingga membuat nya tumbang .
__ADS_1
" kakaaaaaa . " teriak Ansel dengan keras
" hentikan daddy ! " protes Gavin
mata Araga membulat ketika Kris mengeluarkan belati dan akan menusuk pada jantung Ares yang sedang terkapar .
" jangan lakukan itu pada Ares baj*ngannn ! " Araga berlari secepat mungkin dan mendorong Kris hingga terjatuh
" jangan mengganggu ku brengs*k ! " Kris segera bangun dan menatap bengis
mau bagaimana pun Ares adalah sebagian hidup Araga hatinya bergejolak ketika melihat si kesayangan akan di lenyapkan di depan mata , Ansel segera berlari dia membawa tubuh yang sudah di penuhi darah ada potongan2 kaca masih yang tertancap .
" tida-k begini percaya pada ku . " bisik Ares
" aku percaya kaka tentu aku percaya . " Ansel memeluk erat sang kaka
" menyingkir dari sana Ansel Wu atau kau tau akibat nya ! " teriak Kris
" per-gi jaga semua unt-ku jangan sampai kamu terke-na amukan daddy . "
Ansel menggeleng saudara mana yang tega melihat dalam kondisi ini salah satu bodyguard menyeret Ansel menjauh , napas Ares sudah tidak beraturan darah terus mengalir belum lagi bahu yang terkena peluru begitu juga dengan semua orang hanya tersisa Kris dan Araga .
" bun*h aku terlebih dulu sebelum menyentuh dia iblis sialaaaan ! " bentak Araga
" jangan menghalangi ku ! "
Araga memberikan kode lewat mata pada Gerall untuk segera membawa si pangeran Wu yang sudah terlihat sekarat , tanpa banyak kata Gerall langsung membawa Kris akan mengejar tapi dengan sigap si uncle ice menahan .
...
In Hospital
hari pun berlalu sekarang memang cerah tapi semua tidak baik2 saja dokter melihat Selina yang terbaring koma kejujuran Ares membuat wanita itu sangat terkejut , alat2 menempel dalam tubuh yang terlihat ringkih pihak rumah sakit masih mencoba menghubungi Ares untuk tindakan selanjut nya .
" sudah belasan kami menghubungi tapi tidak ada jawaban sama sekali . " jawab salah satu perawat
" setelah ini coba lagi katakan kondisi istri nya sedikit turun . "
" baik dokter . "
....
di rumah sakit yang berbeda kondisi Ares kritis dia baru selesai menjalani operasi akibat banyak luka yang di dapat , lagi2 Gerall melihat Araga pria tangguh dan tidak gentar untuk melawan siapapun kini menangis .
" kamu harus bangun jika tidak uncle benar2 akan membun*h Kris , maaf tidak bisa menjaga mu dengan baik kenapa harus menanggung semua ini sendiri . " Araga menggenggam tangan yang terasa dingin
alat yang terdengar dari mesin monitor terdengar menakutkan .
" ibu serta istri mu benar2 akan terpukul jika tau kondisi kamu yang sebenarnya ayo bangun jagoan , uncle akan membereskan semua asal kamu bangun dan menjelaskan apa yang terjadi . "
Kalina dan Kanaya tidak tau kondisi Ares pada saat masuk ke rumah si kepala keluarga mengatakan Ares tidak boleh bertemu , Kris juga mengancam semua tidak boleh membuka mulut pada para wanita Wu tentang ini titah itu tidak bisa di bantah .
....
Kanaya masih betah menangis dia tidak peduli dengan mata yang sudah begitu bengkak semua rasa hadir dalam hatinya , rasa kecewa yang begitu besar terasa hingga membuat sesak tak pernah telintas akan merasakan semua ini .
" apa salah ku kak? kenapa melakukan ini? jika memang bosan katakan saja aku akan mengerti dan tidak egois untuk mempertahankan rumah tangga kita , apa selama ini aku masih kurang menjadi seorang yang istri yang baik? memberikan bakti ku pada mu hiksss.. " air mata yang seolah tak pernah habis kembali mengalir
clekk
pintu pun terbuka Kean membawa nampan sarapan dengan wajah yang sedih melihat sang ibu yang sedang menangis .
__ADS_1
" mom ayo makan dulu . " Kean menaruh nampan di dekat lampu tidur
Kanaya tidak menjawab dan masih tetap menangis memunggungi putra tampan nya , tak berselang lama Sean juga ikut menyusul membawa segelas susu hangat .
" kami tidak ingin mommy sakit karena alasan kita kuat adalah mom . " ujar Sean
mendengar suara kesedihan dari si kedua jagoan Kanaya pun berbalik dan bangun , ekspresi terluka nampak jelas pada wajah si kembar .
" maaf sayang mommy terlalu memikirkan perasaan mom dan lupa dengan kalian , jangan bersedih mommy baik2 saja . " ujar Kanaya
Kean dan Sean naik ke atas ranjang lalu segera memeluk sang ibu tangis Kanaya pecah kembali dia tidak ingin terlihat rapuh , hanya saja rasa sakit terlalu besar hingga tidak tau harus bagaimana .
" aku membenci daddy.. " ujar Kean
" daddy membuat mom menangis aku juga membenci nya . " sambung Sean
" mom ayo berpisah dari daddy jangan khawatir kita akan menjaga mommy menjadi anak baik , aku dan Sean akan membuktikan bahwa perjuangan mom membawa kita melihat dunia tidak sia2 . " ucap Kean dengan marah
" sudah cukup kita tidak mau melihat mommy kembali terluka daddy mengingkari janji yang akan selalu sayang ! , mana buktinya semua hanya omong kosong mempunyai wanita lain benar2 sialan sekali . " Sean juga marah dengan sikap dari sang ayah
berpisah? bercerai? Kanaya terdiam rasa kecewa dia memang besar tapi rasa cintanya pun tak kalah sama .
di kamar Kalina juga terduduk di sisi ranjang tangan lentik itu mendekap photo Ares lalu Kris keluar baru selesai mandi .
" dimana putra ku? " tanya Kalina
sedangkan Kris masih memasang wajah dingin dan mengabaikan pertanyaan nya .
" ku mohon dengarkan semua penjelasan dari Ares dia bukan orang seperti itu , kenapa kamu masih belum mengerti dengan putra mu sendiri Kris hikss.."
" diamlah jangan selalu membela ! " bentak Kris
" aku ingin bertemu dengan Ares . "
" jangan bermimpi . "
" kembalikan putra ku Kris Wuuuuu ! "
prangg
Kris melempar vas bunga ke arah jendela hingga kaca langsung berserakan , Kalina menutup mata melihat suami nya kembali marah lalu menghampiri wanita yang sedang menangis ini .
" aku tidak menerima penghianat seperti dia ! apa kamu mengerti Kalina Wu? " Kris mengcengkram dagu si cantik
" semua butuh penjelasan . "
seketika tubuh Kalina ambruk dalam pelukan Kris dan langsung panik .
" sayang bangun jangan membuat ku takut . " ucap Kris
tubuh Kalina sangat panas bahkan wajah nya terlihat memerah .
" Arkaaaaaaa kemari . " teriak Kris memanggil dokter Jung
Kris segera memindahkan ke atas ranjang Arka yang mendengar teriakan itu langsung lari tunggang langgang ke kamar sang mertua .
Hai love ketemu lagi sama aku
selamat berlibur dan semoga hari nya menyenangkan
typo adalah seni
__ADS_1
sampai bertemu di next episode