
Author pov
hari mulai berganti cahaya matahari sudah terlihat langit begitu biru seolah menyuruh semua orang untuk berbahagia Kanaya mulai terbangun , tubuhnya terasa remuk tapi tidak di pungkiri dia sangat bahagia saat membuka mata sesosok pria tampan masih tertidur pulas .
bahkan masih tak percaya kini dia menjadi istri sah dari salah satu pangeran Wu dari sekian banyak gadis Kanaya menjadi pemenang , mendapatkan posisi sebagai pendamping sampai akhir nanti tangan nya mengusap wajah yang banyak di puja kaum hawa itu secara perlahan .
" tampan.. " gunam Kanaya
" itu benar sayang . " jawab Ares dengan suara serak nya
Kanaya terkejut dia pikir Ares masih tertidur dia sangat gugup ketika mata tajam nya mulai terbuka .
" selamat pagi cinta . "
" selama-t pagi kak maaf mengganggu tidur mu . " pipi Kanaya kembali memerah
" tidak papa ini adalah pagi terindah untuk ku karena melihat seorang dewi di sini . " ucap Ares
" masih pagi gak usah ngerayu ! " ujar Kanaya sambil menaikan selimut
" jangan di tutupi aku sudah melihat semua nya tadi malam . " Ares tertawa jail
" ih nyebelin jangan di bahas ! "
" iya baiklah istri ku masih sangat pemalu ayo aku bantu , hari ini akan memasak makanan spesial untuk mu . "
" harus nya aku yang memasak untuk mu kak . "
" sungguh? aku tak yakin kamu bisa berjalan sayang . " bisik Ares
Kanaya memukul dada Ares kenapa senang sekali menggodanya setelah itu dia memangku sang istri ke kamar mandi .
...
In Mansion
maid sedang membantu pempersiapkan keperluan untuk berangkat ke Italy tentu saja untuk resepsi Araga kebetulan masa ospek kampus sudah selesai , hanya saja meraka pergi tanpa memberitahu Ares semua belum berubah Kris masih dengan rasa marah nya .
" dad apa kita akan berangkat sekarang? " tanya si sulung
" iya . "
" apa semua orang sudah di beri tau? " Gavin kembali bertanya
" sudah mereka akan menyusul besok . " jawab Kris
" Ares sudah tau kita akan pergi sekarang iyakan dad . "
" untuk apa aku memberi tau dia? bahkan tidak perlu pamit sekalipun bukan masalah , dia sudah berbeda dan mempunyai urusan nya sendiri dad tak peduli . " Kris berdiri dan pergi ke atas
hati Gavin rasanya sesak mendengar ucapan itu Yena meletakan secangkir kopi .
" Ares sudah di beri tau? " tanya Yena
" belum aku bingung sekali.. baby kakek mu menyebalkan ! " Gavin mengusap perut Yena
" kirim pesan saja katakan pada Ares kita akan berangkat ke Italy hari ini , aku yakin pasti dia ingin sekali bertemu dengan mom terlebih dulu kak . " ucap Yena
Gavin segera mengambil ponsel nya lalu terdengar suara mobil yang masuk .
" di mana ayah mu Gavin? " tanya Araga
ternyata si uncle yang datang tapi wajah nya terlihat tidak santai .
" dad pergi ke atas uncle . "
" Kris turun kau sialaaaaaann ! " teriak Araga
Yena dan Gavin terkejut mendengar suara teriakan Araga begitu juga dengan yang lain, bahkan Ansel hampir terjatuh dari kursi saking kaget Kris turun dengan ekspresi tembok nya
" apa? "
" kita perlu bicara ! ayo keluar . "
kedua pria itu pun pergi ke taman belakang suasana sedang memanas .
" apa yang kau lakukan pada Ares brengs*k ! " ucap Araga
" memang apa yang aku lakukan? tidak ada . "
" kenapa kau mengusir nya ! bahkan dengan tega membiarkan dia tidak membawa apapun , dimana otak mu Kris? sejahat itu kau pada anak mu sendiri ! "
__ADS_1
" jahat kau bilang? lebih jahat mana dia tidak mengatakan apapun pada ku selaku ayah nya ! melakukan hal sebesar ini , Ares tidak pernah menganggap aku sebagai orang tua ! jadi terserah saja . " jawab Kris
" aku tau kamu kecewa tapi tidak begini kita sebagai orang yang lebih dewasa harus nya mengerti , Ares masih menghargai mu jangan salah paham ini hanya tentang waktu perasaan marah mu akan segera hilang . " bujuk Araga
" aku tidak ingin mendengar namanya ! jika dia sudah bosan menjadi anak ku maka dengan senang hati takan aku akui lagi . "
" baj*ngan kau Kris ! aku tidak rela keponakan ku di perlakuan seperti ini , dia juga tidak perlu ayah egois seperti mu akan ku bawa Ares dan Kanaya menetap di Italy . " emosi Araga memuncak
" bawa saja aku tidak peduli ! Terima kasih sudah mau menampung nya . "
Kris pun pergi Araga sampai terdiam lihat saja takan dia biarkan si kesayangan kesulitan di luar sana .
....
Alena sedang berada di kampus dia mengambil beberapa buku paket untuk nanti kelas pertama takut nya tidak kebagian jika menunggu pulang dari Italy , Arka menunggu sambil duduk di taman kampus dia mengantar si manis karena Kris yang meminta tentu dia mau lumayan pendekatan dengan calon mertua .
" dokter Jung sedang apa di sini? " seorang pria datang menyapa
" selamat pagi Profesor Shin saya sedang mengantar seseorang . " ucap Arka
" sudah lama sekali tidak melihat lulusan terbaik di sini , bagaimana di rumah sakit? apa semua lancar2 saja . "
" anda bisa saja semua lancar saya lihat tahun sekarang banyak yang mendaptar di arsitek , tadi juga saya melihat kelas analias dan sastra banyak di penuhi wajah baru pasti sangat menyenangkan . "
" tentu saja pasti semua dosen akan sibuk termasuk saya dan tahun ini kebagian mengajar anak bangsawan . " bisik Profesor Shin
" anak bangsawan? " tanya Arka
" saya membaca beberapa data para mahasiswa baru dan menemukan nama Vinson Xavier Wu , dari belakang nama marga nya saja sudah bisa di tebak dia bukan hanya remaja biasa . "
" Vinson masuk kelas arsitek? dia mengikuti jejak ayah nya . "
" kamu tau? bukan hanya di arsitek tapi di analis dan kelas bisnis juga ada , mereka para putra keluarga Wu termasuk adik tingkat kesayangan mu Ares . "
" iya saya tau titip mereka ya prof . " ujar Arka
lalu Alena datang dan menghampiri dua pria yang sedang asik berbincang setelah ini Arka akan mengantar ke bandara .
" tadi siapa kak? " tanya Alena
" Profesor Shin bukanya resepsi 4 hari lagi kenapa sudah berangkat? "
" tidak tau daddy yang mengusulkan kaka datang gak? "
" ajak Jeno juga . " ujar Alena
" iya nanti saya ajak dia hubungan dad sama Ares masih begitu saja? "
" aku juga bingung bahkan dad tidak suka jika kami membahas nya . "
" tidak perlu khawatir saya yakin semua akan baik2 saja sayang . " Arka mengecup punggung tangan Alena
mereka segera menuju bandara karena Alena mendapat pesan dari kakak sulung nya dengan segera Arka mengantar ke sana , tak lama kemudian mereka sampai semua orang sudah ada nyonya kim dan Airin sudah berada di Italy .
" selamat pagi mom dan dad.. kak Gavin juga . " sapa Arka
" selamat pagi Terima kasih sudah mengantar Alena dokter Jung . " ucap Kalina
" tidak papa mom saya senang bisa membantu . "
" jangan lupa datang ke sana . " Gavin menepuk pundak Arka
" tentu saya usahakan datang kak . "
sambil menunggu jadwal penerbangan mereka berbincang
" dad apa Ares sudah di beri tau? " tanya Kalina pada suami nya
" sudah . "
" tapi kenapa dia belum tiba? siapa tau saja ingin berangkat bersama . "
" dia mungkin akan menyusul nanti . " ucap Kris
" boleh meminjam ponsel ku sebentar? apa Ares mengirim pesan . " pinta Kalina
" dia tidak mengirim apapun sayang sudahlah . "
Kris tak sama sekali mengirim pesan dan menyita ponsel Kalina dia ingin tau sampai mana Ares akan bertahan , karena dia tau putranya takan bisa tanpa melihat wajah sang ibu biarkan saja ini pelajaran untuk nya .
...
__ADS_1
sedangkan Ares tengah berlari ke halte untuk menuju bandara dia tidak tau jika semua keluarga nya akan menuju Italy hari ini , pria itu menghubungi sang mertua untuk menjaga Kanaya sebentar niat nya tadi dia akan berkunjung ke mansion untuk memberikan roti kesukaan Kalina .
setelah bus tiba Ares langsung naik dan melihat jam masih ada waktu dia hanya ingin bertemu ibunya sebelum berangkat , dengan gusar Ares duduk mencoba mengirim pesan tapi tidak bisa karena sudah di blokir Kris setelah tiba si Lion kembali berlari .
" semoga belum berangkat . " ucap Ares sambil memegang paper bag berisi roti
dia sampai di ruang tunggu tapi tidak siapa2 di sana apa sudah berangkat? Kris menggunakan penerbangan khusus , jadi hanya keluarganya yang berada dalam pesawat mata Ares terus mencari .
" maaf apa penerbangan ke Italy sudah berangkat? " tanya Ares pada petugas bandara
" apa penerbangan khusus Tuan Wu? "
" iya benar mereka . "
" belum tapi mereka sudah memasuki pesawat Tuan . "
" bisahkah saya bertemu dengan nyonya Kalina? sebentar saja . " pinta Ares
" maaf sebelum nya Tuan Wu sudah berpesan untuk tidak mengizinkan siapa pun menggangu penerbangan nya , jadi kami tidak bisa memanggil nyonya Kalina untuk kemari jika bukan dengan izin Tuan Kris . "
" hanya sebentar saya hanya ingin memberikan roti ini , beliau adalah ibu ku jika sudah bertemu saya janji akan pergi . " ucap Ares
" maaf kami tidak bisa Tuan . "
wajah tampan itu berubah menjadi sedih Ares melihat paper bag dengan tatapan terluka dia hanya ingin memberikan roti , setelah itu berjalan ke arah jendela melihat pesawat yang berada di landasan apa dia sudah tak layak mendapat maaf .
" mom aku di sini..semoga perjalanan nya lancar , nanti aku belikan lagi rotinya . " Ares menghela napas dan melihat ke arah pesawat
dia mendengar pengumuman pesawat tujuan Italy akan segera terbang .
" aku merindukan mu mom . " gunam Ares
akhirnya pesawat pun terbang Ares hanya bisa melihat tanpa bisa melakukan apa2 dia pun berbalik untuk pergi , dia kembali menaiki bus dan pulang ke apartemen tapi banyak mobil yang terparkir di sana .
" kenapa baru pulang hm? " seseorang mengusap kepala Ares
" ayah.. " Ares pun langsung memeluknya dengan erat
" berhasil bertemu dengan ibu mu? kenapa sedih begini . " tanya Mark
" mom pergi aku tidak sempat bertemu dengan nya . " adu Ares
" tidak papa kita akan segera menyusul ke sana jangan bersedih , ayo masuk bunda membawa makanan kesukaan mu . " Mark memberikan semangat
" tapi aku rindu . "
" ayah tau prince semua hanya butuh waktu bersabarlah sebentar . "
Mark membawa Ares masuk di sana sudah banyak orang tapi tetap saja si Lion ingin sang ibu .
" menantu ku tidak boleh cengeng . " ujar Leo
" aku tidak cengeng maaf tempat nya kecil , mau apa ke sini? " tanya Ares
" durhaka sekali pertanyaan mu nak , grandpa belum memberikan hadiah pernikahan apa yang kamu mau? "
" tidak ada grandpa . "
" jangan sedih sayang kita akan segera menyusul mereka , bunda bawakan mandu untuk mu . " Diana mengusap bahu Ares
" terima kasih bunda..di mana grandma dan mama? "
" mereka di kamar . "
Ares pun izin sebentar menemui mereka keluarga Wu kagum pada Ares dia berhasil mempunyai tempat tinggal sendiri , apartemen ini hasil jeripayah nya si tampan benar2 menjadi pria yang bertanggung jawab .
" aku tidak menyangka kak Kris semarah ini , papa waktunya turun tangan kasian Ares . " ucap Mark
" kakak mu hanya masih kecewa . "
" tapi ini terlalu jahat bahkan kak Kris tak menginzikan Ares bertemu Kalina , sedangkan kita semua tau bagaimana sayang nya dia pada ibunya . "
" papa juga bingung nanti kita pikirkan jalan keluarnya , mobil yang papa pesan kapan di kirim? "
" nanti sore juga akan datang . " jawab Mark
Tuan Wu membeli 3 mobil untuk Ares sebagai hadiah pernikahan dan Mark memberikan investasi saham atas nama Ares , Leo sendiri membeli motor sport jika sewaktu-waktu malas menggunakan mobil dan kebutuhan rumah yang super lengkap .
kini mereka hanya tinggal memikirkan cara bagaimana membujuk si hot daddy yang masih marah , mengobati hati nya yang masih terluka mereka yakin Kris akan tetap menyayangi Ares siapa tau saja dalam hati kecil Kris sudah memaafkan si Lion .
Hai jumpa lagi dengan aku hehe
__ADS_1
sehat selalu ya love
sampai bertemu di next episod