
selamat menikmati dan maaf kalau typo
Author pov
pagi pun mulai menyapa suara burung terdengar berkicau kalina terbangun dan melihat alena masih terlelap dia mengecup kening putrinya , setelah itu dia melihat ke arah ares dan ansel yang sama masih tidur sungguh beruntung kalina memilki mereka dia pun turun dari ranjang untuk membuat sarapan .
" sayang bangun hari ini kita harus kerumah grandapa . " kalina mengusap pipi alena
mata cantik itu mengerjap secara perlahan
" selamat pagi mom . " sapa alena
" selamat pagi my princes..mom akan buat sarapan kamu bangunkan kedua kaka mu ya , setelah beres bergegas mandi lalu turun ke bawah . " ucap kalina
alena mengangguk kalina pun keluar dari kamar setelah itu gadis itu turun dan tidur di tengah2 lalu memeluk seorang pria tampan yang masih terlelap .
" kakaa.." panggil alena
" ini masih terlalu pagi jangan mengangguku . " ucap ares dengan suara serak nya
" tapi hari ini kita harus kerumah grandpa , mom menyuruh segera bersiap . " alena memainkan kancing piayama ares
" iya kaka tau 5 menit lagi bear . "
alena pun berbalik dan kembali memeluk punggung tegap seseorang
" kak ansel bangun yuu.."
" aku masih mengantuk prinses 1 jam lagi oke . " ucap ansel dengan pelan
" ish keburu telat yang ada ! " si bungsu memukul punggung kokoh itu
lalu terdengar suara dering telpon milik ansel dan alena mengangkat nya
Si baka Xavier Calling..
" kenapa semalam tak mengangkat telpon ku ! miss gwen menyakan tugas , jadi aku yang harus kena omel dasar sialan . " ucap pria di sebrang sana
" pagi-pagi sudah mengomel . " ucap alena
" oh alena? aku salah memencet nomer ya , kenapa jadi kamu selamat pagi.."
" tidak salah nomor kak ansel masih tidur , selamat pagi kembali . "
" begitu ya kamu sudah bersiap ke rumah grandpa? mau ku jemput tidak? "
" aku belum mandi tidak usah bareng sama dad saja titip pesan sama bunda dong . "
" apa yang harus ku sampaikan? "
" aku ingin aku mandu buatan bunda hehe . "
" iya baiklah akan ku katakan sampai bertemu nanti . "
Pip
panggilan pun berakhir ares sudah bangun dan menatap pada ansel yang masih bergulung selimut
" bangun atau ku lempar kau keluar jendela . " ucap ares
" iya , iya ini bangun . " ansel menegekan tubuh nya dengan mata yang masih terpejam
setelah semua bangun dan bersiap sarapan setelah itu akan pergi ke rumah grandpa alena sudah sangat cantik dengan balutan dres warna peach .
" dad kak leo bilang mereka sudah di sana . " ujar kalina
" oh begitu ya kenapa nyubuh sekali . " kris memakan omlet nya
" mereka sarapan di sana . "
setelah selesai sarapan gavin mengeluarkan mobil biar si sulung yang menyetir tapi ares membawa motor sendiri , jadi di mobil mereka berlima saja dan berangkat menuju mansion wu si tampan menyusul di belakang dan dering telpon menghentikan nya .
Airin Calling..
" ada apa? " tanya ares
" apa kamu sibuk? maaf mengganggu . "
" tidak memang nya ada apa? "
" eum aku ingin meminta tolong . " ucap airin dengan ragu
" katakan . "
" keran air ditempat cuci piring tidak keluar , aku sudah menghubungi tukang tapi mereka tidak bisa karena hari minggu jika sibuk tidak usah . "
" aku ke sana . "
Pip
ares segera memutar balik motornya nanti dia akan menyusul setelah membantu airin dia menambah laju motor dan tak lama kemudian sampai , seorang gadis cantik menunggu di depan rumah menyambut kedatangan ares penampilan nya terlihat manis walaupun memakai pakaian sederhana .
" maaf merepotkan . " ucap airin
" tidak papa kenapa air nya tidak keluar? " ares membuka helm dan masuk kedalam rumah
" aku tidak tau padahal semalam masih keluar . "
" kau punya peralatan nya kan? kau sedang membuat apa ? " pria itu melihat beberapa bahan2 di meja belum lagi aroma wangi yang menyebar di dapur
" ada di lemari akan ku ambilkan , ohh aku sedang membuat kue untuk di bawa ke panti . " jawab airin
" rajin sekali mana alat nya bawa ke sini . " ares membuka jaket dan menaruh di meja makan
airin membawa perkakas setelah itu membuatkan ares secangkir teh hangat sedangkan kalina dan yang lain sudah sampai di mansion wu .
" halo everybody.." sapa kris
" kak gavinnnnnnn " yena berlari memeluk pria tampan itu
" hai sayang . " gavin mengusap kepala yena
" kaka kenapa lama sekali? dari aku sudah menunggu tau . " ucap yena sambil menggandeng lengan gavin
" maaf tadi di jalan sedikit macet . "
" selamat pagi mama..bagaimana kabar mu? " kalina menghampiri nyonya wu yang sedang duduk
" selamat pagi kembali menantu cantik ku , kabar mama baik . " nyonya wu memeluk kalina
" syukurlah lalu bagimana dengan papa? " kalina menatap ke arah ayah mertua nya
__ADS_1
" tentu ayah semakin gagah nak . " ucap tuan wu
" semakin tua yang ada . " timpal kris
" anak sialan ! " umpat sang ayah
" mama dimana kak diana dan kaira? " tanya kalina
" mereka di dapur sedang membuat mandu sayang . "
" aku akan membantu mereka dulu ya ma . "
kalina pun beranjak menuju dapur dan berpapasan dengan mark
" selamat pagi love.." sapa mark
" selamat pagi mark dari mana? "
" membuat kopi mereka ada di dapur sedang membuat mandu . " ujar mark
" iya aku juga akan ke sana . "
mark pun pergi ke ruang tengah dan dari arah tangga turun seorang pria tampan
" selamat pagi mine.."
" selamat pagi kak leo kaka baru beres mandi ya . "
" iya karena tadi tak sempat mandi , kaira keburu mengomel untuk segera kemari . "
" haha dia selalu bersemangat kalau begitu aku pergi ke dapur dulu ya kak . "
leo pun mengangguk dan bergabung dengan yang lain di sana sudah terlihat ramai
" itu kopi ku jangan di minum kak ! " protes mark pada kris yang sedang meneguk kopi milik adik nya
" minta sedikit dasar pelit ! " cibir kris
" leonnnnnnnn , xavierrrrrrr kalian dimanaa? " teriak ansel
"' jangan berteriak aku tidak tuli ! " jawab leon
" kak aressssss.." kanaya berlari dari taman dan menghampiri ruang tengah
kuping nyonya wu berdengung karena teriakan cucu2nya gadis itu menelisik keberadaa pria itu tapi tidak ada .
" daddy mana kak ares? " tanya kanaya pada kris
" dad tidak tau sayang . " jawab kris
" kak alena dimana kak ares? " kanaya langsung berpindah pada alena yang sedang berbincang dengan nenek nya
" aku tidak tau tadi kak ares naik motor mungkin masih di jalan . " ujar alena
" ya ampun grandma juga baru sadar dimana cucu tampan ku? " timpal nyonya wu
kanaya pergi keluar dan duduk menunggu di teras dia merindukan pria itu
ares baru selesai membenarkan keran nya kini air sudah keluar dia pun membereskan perkakas lalu airin datang dengan secangkir teh hangat .
" ini di minum dulu teh nya terima kasih dan maaf merepotkan . " ucap airin
" santai saja . " ares pun meneguk teh nya
grepp
tangan ares menarik pinggang airin membuat kening gadis itu menabrak dada bidang nya dia sangat terkejut .
" ceroboh ! " ucap ares sambil memeluk airin
" ma-af kaki ku tersandung . " airin mendongkak menatap obsidian tajam itu
hati airin berdetak ribut ketika merasakan tubuhnya menempel bahkan tak jarak sedikit pun lalu airin berusaha menjauh , tapi tangan ares menahan nya agar diam tangan lentik airin meremas baju pria itu sungguh dia gugup setengah mati !
" kau terluka? " tanya ares
" tida-k.. aku baik2 saja . "
kemudian ares melepas pelukan nya dan menyimpan kotak perkakas ke atas lemari lalu mengambil jaket .
" tidak ada lagi yang perlu di bereskan? aku harus segera pergi . " ujar ares
" tidak ada sekali lagi terima kasih ya . "
" baiklah kalau begitu aku pergi dulu jika kran nya macet lagi , katakan pada ku nanti di benarkan kembali . "
airin pun mengantar ares keluar dan pria itu segera naik ke motor lalu segera pergi ke rumah kakek nya dia kembali membelah jalanan , hari ini lumayan macet maklum hari minggu semua orang pasti sedang melakukan berbagai aktivitas ares pun sampai dan memarkirkan motor nya .
" kakaaaaaa.." kanaya berlari menerjang pria tampan itu
hampir saja ares terjangkang kalau saja tidak sigap
" sudah ku bilang jangan bertingkah seperti gadis hutan ! " omel ares
" rindu sekali.."
" ayo masuk kedalam . "
kanaya berjalan ke belakang dan naik ke punggung lalu ares dengan segera membungkuk agar gadis itu tidak terjatuh .
" gendong hehe.." kanaya melingkarkan tangan nya di leher ares
dia hanya pasrah dengan kelakuan kanaya dan segera bergabung bersama dengan yang lain
" boy kenapa baru sampai? " kalina melihat ke arah ares yang sedang menggendong kanaya
" aku ada perlu sebentar mom . "
ares menurunkan si manis di sofa dan segera menarik kembali ketika pria itu akan beranjak
" mau kemana duduk nya di sini saja . " ucap kanaya
" aku mau ke toilet kau ingin ikut ! " jawab ares dengan nada nge gas
" iya aku ikut . "
mata ares membola dasar si bar-bar ! dengan segera dia pergi kini mereka sedang menikmati mandu yang di buat oleh para ibu sambil mengobrol , sedangkan para pria sedang bermain catur hanya mark dan tuan wu yang bermain sedangkan kris bersama leo membahas tentang saham .
" boyss jangan lupa setelah makan mandu nya kuras kolam ikan granpa oke . " pinta tuan pada pada 3 cucu jagoan nya
" hari ini panas sekali grandpa nanti saja ya? " jawab leon
__ADS_1
" ayolah kolam nya sudah kotor , nanti sebagai tanda terima kasih kalian grandpa belikan mobil keluaran terbaru . " ujar tuan wu
" laksanakan ! " ucap leon , ansel dan vinson secara bersamaan
ketiga pria tampan itu langsung pergi ke taman dengan semangat menggebu tawaran yang begitu menggiurkan , bahkan jika meminta pada para ayah ada 1000 alasan untuk menolak jadi ketika mereka sedang ingin membeli sesuatu sang kakek adalah jalan pintas terbaik .
sedangkan di taman gavin sedang menikmati wine sambil melihat ke kolam dan terlihat bingung ketika adik-adik nya mebawa banyak peralatan , lalu yena datang membawa tangsuyuk kesukaan gavin dan duduk di samping nya .
" aku bawakan makanan kesukaan kaka . " yena meletakan piring
" terima kasih ya . " ucap gavin
" iya sama-sama..aku kangen tau ! " lalu yena menyandarkan kepala nya di bahu gavin
" tiap minggu ketemu masih kangen aja , kalau gitu tinggal dengan ku di rumah . "
" memang nya boleh? "
" tidak ada yang melarang kan? " gavin malah balik bertanya
" ko malah balik nanya sih eum aku ganti baju dulu ya kak . " ucap yena
" kenapa di ganti? "
" ngerasa gak cocok aja nanti tidak cantik . " yena berdiri tetapi tangan gavin menahan nya
" kamu selalu terlihat cantik dear . " gavin memandang wajah itu dengan lekat
pipi yena merona di tambah hatinya berdebar semoga si tampan tak mendengar hari yang cerah dan suasana hari yang bagus , alena sedang melihat beberapa desain gaun pengantin dengan diana sepertinya dia mulai tertarik untuk ke jurusan desain ketika nanti kalau masuk kuliah .
" bunda yang membuat nya? " tanya alena
" iya setelah bunda berhenti mengajar lalu mencoba untuk membuat desain , waktu itu mama menyuruh ku datang untuk berlajar membuat desain dan jadilah seperti ini . " ujar diana
" sepertinya aku tertarik mempelajari ini bunda , nanti apa setelah selesai sekolah aku memgambil jurusan ini saja? "
" jika memang kamu suka coba saja bunda mendukung mu . " diana mengusap rambut alena
mereka pun melanjutkan kembali obrolan nya sedangkan ares sedang duduk di sofa sambil membaca email dari profesor lee , wajah cantik kanaya cemberut karena dia abaikan lalu dia pun menyelusup naik dan duduk pangkuan ares .
" turun aku sedang memeriksa tugas . " ucap ares mata itu masih fukos pada ponsel
" kaka mengabaikan ku ! jangan bermain ponsel . " protes kanaya
" lalu apa mau mu sayang? " ares langsung menatap pada gadis itu
" ak-u ingin es krim yang ada di minimarket depan . " seketika kanaya menunduk menyembunyikan rona merah akibat panggilan itu
" kalau begitu tunggu sebentar..setelah ini selesai kita akan membeli nya . " ujar ares
" iya kak . " kanaya menyembunyikan wajah nya di curuk leher ares
mencoba menenangkan diri tetapi agak terganggu dengan wangi yang menempel di tubuh kaka tampan nya wangi ini terasa asing .
" apa kaka ganti parfum? wangi ini seperti parfum wanita " tanya kanaya
" aku tidak berganti parfum . " jawab ares
kanaya langsung terdiam apa pria ini mendatangi seseorang sebelum kesini? wangi ini sangat asing dan bukan wangi alena , tangan lentik kanaya meremas baju ares pikiran buruk langsung menyerang jika iya bertemu dengan perempuan lain apa yang mereka lalukan? kenapa wangi ini begitu menempel pasti sudah melakukan skin ship .
" kamu kenapa? " ares meresakan baju nya di remat
" tida-k papa.." jawab kanaya
" ayo turun bukan nya ingin membeli es krim? aku sudah selesai . "
tapi kanaya langsung tersadar ini bukan urusan nya apa hak dia konyol sekali mereka pun pergi membeli es krim sekalian untuk semua nya , hari ini di isi dengan canda tawa dan sangat menyenangkan hari pun menjelang malam kini mereka sudah pulang dan mark sedang mengerjakan beberapa desain di ruang kerja nya .
Tok
Tok
pintu pun terbuka seorang gadis cantik masuk sambil membawa minuman
" ini teh ayah.." yena meletakan nya di meja
" terima kasih maaf ayah merepotkan . " ujar mark
" tidak sama sekali apa perkerjaan ayah masih banyak? "
" hanya tinggal sedikit apa ada yang ingin kamu katakan? " mark meneguk teh nya
" aku hanya ingin minta pendapat . "
" pendapat apa sayang? "
" apa wajar jika kita menyukai seseorang? " yena menatap wajah tampan sang ayah
" tentu saja dear siapa nama pria yang beruntung itu dia di sukai gadis cantik ku? " mark tersenyum ke arah yena
" tapi ayah janji jangan marah dulu ya? " si cantik berujar ragu
" kenapa aku harus marah hm? "
" eum itu aku menyu-kai kak gavin seperti ayah mencintai bunda , bu-kan sebagai adik pada kakanya maaf jangan marah.." yena menunduk sambil memilin baju
wajah mark nampak sangat syok mungkin dia salah dengar bagimana mungkin jadi seperti ini
" jangan bercanda yena ! gavin itu kaka mu kau tidak boleh menyukai nya . " ucap mark dengan tegas
" tapi perasaan tidak bisa di bohongi ayah . "
" itu hanya perasaan sesaat saja kau terbawa emosi masa lalu karena gavin selalu ada untuk mu dari dulu , di tambah karena hanya ada dia ayah yakin jika kamu sudah mengenal dunia luar kau akan melupakan nya tidak boleh begini sayang . " mark berdiri lalu berjongkok di depan yena
" perasaan ini tidak pernah berubah aku banyak memiliki teman pria di kampus , tapi rasa ini tetap untuk nya apa ayah tidak menyukai nya? " mata cantik yena berkaca
" bukan begitu maksud nya dia adalah pria yang sangat bertanggung jawab dan penyayang , juga sabar dalam menghadapi apapun siapa yang tak suka apa dia tau kau menyukai nya? " tanya mark
" tidak..aku belum mengatakan apapun padanya . " ujar yena
" bagimana jika perasaan gavin hanya menganggap sebatas adik pada mu? lalu pada akhirnya hanya kamu yang memiliki rasa ini , ayah beritau rasanya sulit jika hanya kita yang memiliki rasa ini karena seberapa besar rasa cinta kita pada dia tapi dia tak pernah mencintai mu . "mark berucap pelan
yena mulai terisak mendengar ucapan itu
" ayah tidak mau kamu merasakan apa yang ku rasakan sungguh itu tidak mudah..apalagi ketika melihat dia bersama orang yang dia cintai , apa kau sanggup melihat itu? jadi sayang lupakan gavin dan carilah kebahagian mu di luar sana ayah tak ingin melihat mu terluka . " mark mengusap air mata yena
mark memeluk yena gadis itu menangis dalam pelukan nya bagimana jika ucapan itu benar gavin hanya menganggap dia sebagai adik , apa dia harus menyerah tanpa memberi tau terlebih dulu? yena takut tidak bisa melupakan gavin pria yang selalu membuat dia nyaman .
hai love ketemu lagi sama aku jangan bosen ya
selamat berkativitas dan sehat selalu mine
__ADS_1
sampai bertemu di next episod