
Reno seketika mendudukan dirinya di kursi yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
"Gimana? mau nyangkal? " Ibu Sukma masih terus mencercanya.
"Itu milik perempuan yang nyaris bunuh diri Bu, dia udah kegulung ombak ke lautan. Aku reflek menolongnya, meraih dia saat terbanting ke bibir pantai. Wanita yang sedang depresi di tinggal kekasihnya. Mencoba bunuh diri. Atau mungkin dia gak sadar kali ya jalan ke tengah laut gitu" Reno menghembuskan nafas berat
"Lucu ya Bu. Dunia ini memang tak lebih luas dari daun kelor. Aku di temukan dengan wanita yang nasib percintaannya sama dengan ku. " Reno menerawang jauh.
Teringat jelas di kepalanya manakala sang kekasih sedang bercumbu mesra setelah melakukan kegiatan panas di siang itu. Dia datang untuk mengunjungi kekasihnya, memberikan surprise atas kedatangan yang tiba-tiba.
Namun untung tak dapat diraih, malang tak dapat di tolak. Seketika dirinya merasa jijik dengan pemandangan yang ada di depannya. Niat hati akan membuat surprise malah dirinya yang di beri surprise. Amazing!!!
Dan semuanya terlihat begitu jelas, pakaian yang berserakan, kedua orang beda jenis kelamin sedang bergerumul di bawah selimut yang sama dan itu sudah cukup membuat Reno meradang. Dengan membabi buta Reno menghajar laki-laki yang sedang bercumbu dengan kekasihnya itu.
Arika, kekasihnya malah membela lelaki breng sek yang di hajarnya, dan menghina dirinya. Mengatakan bahwa harusnya dia berkaca, selama ini dia tidak bisa memuaskan hasrat nafsunya, baginya uang saja tidak cukup untuk memuaskan dirinya. Dan saat itu juga Arika meminta putus dari Reno. Dengan ringan berbicara tanpa memikirkan perasaannya.
Sungguh benar-benar wanita ular yang tak tahu diri!!! Dia bisa hidup glamor seperti sekarang berkat siapa? karena siapa? karena Renolah dia bisa bisa melakukan segalanya, segalanya yang ingin di lakukan.
Dengan puncak kemarahan yang sudah di ubun-ubun, Reno kembali meninju laki-laki tersebut sebelum akhirnya pergi, tanpa memperdulikan teriakan histeris Arika.
Segalanya Reno punya, harta yang melimpah, aset dan saham di mana-mana,. wajah yang tampan nan rupawan, namun kekurangannya hanya satu. Dia Impo ten.
Kekasih yang pergi meninggalkannya merasa tidak pernah mendapatkan kepuasan dari Reno, hingga dia bermain api bersama lelaki lain. Sungguh periiihhh.
Masa depan yang dia rajut indah, dengan segala mimpi-mimpi, seketika itu juga melayang, berserakan tak dapat di dusun lagi. Ketika dia dengan bodohnya membanting tulang, berjuang untuk mewujudkan mimpi bersama, ketika itu pula penghianatan dilakukan oleh kelasihnya.
__ADS_1
Keluarga Reno sudah mengenal Arika dengan baik. Arika gadis metropolitan dengan sejuta pesonanya, mampu menarik Reni dengan segala yang dimilikinya. Membuat pria itu bertekuk lutut memujanya. Hingga akhirnya dia tertampar sendiri dengan apa yang selama ini dia rawat. Mengenaskan!!
"Heii ditanya kok diem" Bi Sukma mengagetkan Reno yang sedang asyik dengan fikirannya.
"Eehh.. iya kenapa Bu? " Ucapnya terbata, manakala ibunya melempar dirinya dengan bantal kursi.
"Jadi kondisi anak itu gimana? " Ibunya mengulangi pertanyaanya.
"Dia baik-baik saja, aku antar dia pulang. kasihan, dompet dan ponselmya terbawa ombak, jadi terpaksa Reno membelikannya baju, itupun bergantinya di kamar mandi bukan di hadapanku Bu, pliss jangan mikir aneh-aneh deh, aku masih bisa berfikir waras untuk tidak menghamili anak orang kan? " dia menjelaskan secara rinci kepada Ibunya.
"Nah kan, tidak hanya kamu saja yang tersakiti oleh cinta. Jadi jangan selalu merasa kamu yang paling malang di dunia ini. Saat kamu tersakiti, bahkan menganggap cobaan datang silih berganti tiada henti, percayalah, Allah sedang menaikan derajat imanmu. Dia hanya ingin tau seberapa kuat kamu bertahan dan mencoba menyelesaikan dengan memohon bantuan hanya kepadaNYA. " Suasana yang sempat memanas dan tegang, kini berubah menjadi seperti acara siraman rohani.
"Kamu bisa mendapatkan perempuan manapun, yang lebih segalanya dari dia. Perempuan gak hanya satu. Ingat kata pepatah. Mati satu tumbuh seribu. Hilang satu datang menyerbu" Bu Sukma tertawa. Mentertwakan perkataanya barusan. Tanpa melihat kearah anaknya yang sedang murung. Yang sedang emikirkan nasib kehidupannya kelak. Adakah wanita yang benar-benar mau dan tulus mencintainya? menerima dia dengan satu paket penuh? kelebihan dan kekurannya?
Sedangkan Arika saja, yang sudah dia kucuri dana tanpa batas, masih saja merasa kekurangan dengan keperkasaannya. Dan dia tidak mungkin menceritakan kepada Ibunya tentang apa yang dia alami dan apa yang sedang dijalaninya saat ini.
Dia selalu merasa, tidak semua kehidupannya bisa di ketahui oleh orang lain. Terutama orang terdekatnya. Kakak dan adiknya. Baginya itu adalah aib dirinya, dia tidak mungkin membuka aibnya, barang sedikitpun. Bahkan ke keluarganya sekalipun.
Dia tidak mau dikasihani hanya karena keadaan dia yang tidak prima di ranjang! Dia bisa menutupinya dengan baik selama dia bisa.
"Lalu dimana wanita itu tinggal? kamu gak habis sama orang tua dia kan? gak salah paham kan?" Ibunya kembali merundung tanya.
"Jauh di sana lah pokoknya. Ibu gak bakalan tau. Biasa aja orang tuanya. " Reno mulai malas menjawab pertanyaan ibunya Menginterogasi seakan dia anak kemarin yang masih bau kencur. Ya meski bagi seorang ibu, setua dan sedewasa apapun anaknya, mereka tetap anak-anak.
"Uh kalo Ibu jadi orang tua gadis itu, udah ibu habisi kamu"
__ADS_1
"Loh kok?? "
"Harusnya berterimakasih dong, udah nganter anaknya dengan selamat sampai ke rumah, aku beliin baju, aku ajak makan. Ih ibu aneh-aneh aja. Udah ah aku masih ngantuk. Ibu ganggu tidurku aja, weekend nih" Reno beranjak dari kursinya. Memasuki rumah dan langsung naik ke lantai 2 dimana kamarnya berada.
Sedangkan Bu Sukma yang merasa belum puas atas jawaban anaknya berteriak memanggil anaknya untuk kembali.
"Dasar anak nakal" Ujarnya sembari mengikuti langkah Reno, memasuki rumah besarnya.
Ternyata tujuan Reno untuk tidur kembali hanya keinginan hatinya saja. Matanya menghianati hati. Enggan terpejam.
Ternyata, ada banyak alasan untuk mencari kesalahan dan kekurangan orang lain. Ada banyak alasan untuk meninggalkan pergi. Ada banyak alasan untuk tak mau menerima ketidak sempurnaan.
Menyalahkan orang lain begitu terlalu mudah. Jika hanya dengan ingkar semua menjadi mudah, lakukanlah. Akan ada titik dimana penyesalan benar-benar merenggut jiwa,
Dan tidak semudah melukai.
Mengobati membutuhkan waktu yang tak sedikit. Bahkan jika sudah tidak ada waktu lagi untuk berbenah,
Jika terlanjur kecewa yang teramat sangat. Biarlah berjalan tapa beriringan. Jalan yang masih begitu panjang, semoga tetap menjadi semangatnya.
Bahwa masih banyak hal yang harus dia selesaikan. Tanpa kasih. Semoga mampu. Dan harus mampu.
Semuanya telah ditinggal di pangkal jalan, Tak terbawa ke tujuan. Karena semua tertinggal, dia melangkah kembali. Hingga waktunya nanti dia pulang. Selamat tinggal.
🍂🍂🍂
__ADS_1
Biasakan untuk meninggalkan jejak berupa like maupun komen, syukur-syukur keduanya. Agar penulis semakin semangat dalam menulis cerita. Terimakasih 😊