Takdir Yang Terlewati

Takdir Yang Terlewati
46


__ADS_3

"Siapa yang di telen masuk perut pagi-pagi tinggal nama? "


"Enak ya pacaran malem-malem gini dua-duaan"


"Pak Barata? Selamat malam Pak" Naufal berdiri menyambut laki-laki yang tiba-tiba berdiri di belakang ku.


Perasaan tadi bilang kereta habis maghrib, kok jam segini udah nyampe?


"Naik apa Pak? " Naufal terdengar sok akrab dengan Barata. Padahal baru beberapa kali bertemu.


"Kebetulan tadi ada tebengan komandan, sekalian ikut" Jawabnya sambil melihat tajam padaku.


"Maaf Istriku sedang dinas di luar kota, jadi belum bisa datang ke sini"


Kedua kalinya dia menyebut Istri di depanku.


Ya ya ya ya, dia memang sudah beristri, aku tau dan tidak lupa dia adalah seorang suami dari seorang istri. Well apapun itu intinya aku tau kalau dia adalah pria beristri titik.


"Bisa tolong beliin rokok sama kopi gak? pingin ngopi nih, dingin. " Dengan angkuhnya memberikan selembar uang merah kepada Naufal.


Jangan mau, jangan mau, jangan mau pliiisssss jangan mauuuuuu.


aku mengkode Naufal dengan pelototan mataku dan dan pejaman mata berkali-kali, tapi dasar Naufal!!!!! dia sama sekali tidak pernah mengerti bahasa tubuhku!!!!!


"Sempurna MLE ya"


"Siap komandan" Jawab Naufal berlalu.


Kini dia menggantikan Naufal duduk di sebelah ku.


"Apa kata dokter tentang Ibu? " Tanyanya padaku.


"Ibu masih harus di observasi lagi, ada beberapa bagian tubuh yang sulit di gerakan. Akan di lakukan terapi. " Aku menjawab lugas, agar tidak terdengar berbelit.


"Aku sedang pengajuan Mutasi ke Kodim sini. Semoga saja segera di acc. Tak tega rasanya harus jauh-jauh dengan Ibu"


"Mbak Runti ponselnya tidak bisa di hubungi karena hilang saat di bandara. Tapi aku sudah bisa menghubungi Mas Bayu, mungkin besok mereka akan tiba di sini. "


Aku hanya diam, bingung mau merespon apa. Hal yang di ucapkan olehnya seperti "Kenapa harus dia ceritakan ke aku? "


" Kenapa harus aku ketahui? " Seperti tidak ada jarak antara kita. Dan membuat aku tidak nyaman.


"Sejak kapan seperti ini? "

__ADS_1


"Semakin cantik. Aku sampai pangling "


"Aku fikir bukan kamu tadinya"


Aku hanya memandangnya, tidak sengaja. Terakhir bertemu dia tidak seperti ini. Masih tampan.. emm tunggu, tidak, maksudku dia sekarang terlihat kurusan. Semakin terlihat hitam, namun pesonanya masih tetap sampai ke hatiku. Tidak, maksudku dia.. Arrggggghhhhhhhh!!!!!!!!


"Hanya ingin melindungi diri dari mata jahat" Ucapku sambil membuang muka.


"Sebenarnya, aku ingin memulai ini dari awal Jeng" Aku tau dia sedang menatapku. Aku enggan menghadapkan wajahku padanya.


"Dari awal bagaimana? " Ucapku kaku.


"Aku ingin memposisikan dan memperlakukanmu secara benar. Kamu Kakaku. Kakak ipar. Dan sampai kapanpun akan seperti itu. Tidak akan lebih dari ini kan? sekuat apapun aku menolak. Tidak akan merubah apapun di antara kita"


Aku memberanikan diri menoleh padanya.


"Bukankah sebelumnya seperti itu? "


Aku tersenyum. Sekuat mungkin tidak melibatkan perasaan yang masih begitu besar untuknya.


"Tidak, tidak seperti itu. 5 menit yang lalu aku masih menganggapmu cintaku, Butuh keberanian aku untuk memutuskan semua ini. Aku hanya ingin lepas dari bayangmu. Sungguh Jeng, kamu begitu menyiksaku selama ini. "


"Mungkin kau juga tersiksa dengan perasaanmu padaku selama ini"


"Ketika Friendster tergantikan oleh Facebook, ketika SMS tergantikan oleh BBM, dan tergerus oleh WA sampai kini ada telegram kembali, kemudian, rasa-rasanya, tidak akan pernah bisa aku mengembalikan komunikasi yang memang tidak bisa seperti itu saja tergerus jaman . Ada etika dan ketentuan dalam berkomunikasi. Dan itu diluar kuasaku. " Dengan bahasa yang tidak aku mengerti sama sekali, bahkan justru membuat kepalaku pening berkali-kali, aku mencoba untuk mendengarkannya.


"Ibu selalu merecokiku dengan kamu, mungkin kebahagiaan ibu adalah kamu. Aku berharap kamu bersedia mendampingi ibu seperti dulu. Tanpa ada rasa takut padaku, bahkan sungkan. Karena aku adalah adikmu"


"Aku mempunyai kehidupan sendiri yang harus aku lalui Barata, aku harus melanjutkan hidupku. Aku sama sekali sudah tidak memperdulikan mu, sungguh" Hatiku bergetar hebat. Suaraku mulai serak. Untuk sekian tahun, aku baru berani menyebut namanya di depan sang empunya.


"Tolong jangan seperti ini. Aku bisa menerima semuanya, bahkan dari dulu kita sudah begini kan? Kakak dan adik? dan itu tidak pernah menjadi masalah untukku. Aku tidak pernah bercerita tentang kita kepada siapapun. Sungguh bagiku itu hanya masa lalu."


"Tetapi, bila harus tinggal dengan ibu? "


Dan melihat kemesraan kalian berdua setiap hari


"Maaf Bar, aku tidak bisa"


"Setidaknya sampai Ibu pulih" Barata tetap kekeh dengan permintaannya.


"Demi Ibu Jeng"


"Beri aku waktu untuk berfikir" Akhirnya hanya itu yang bisa aku ucapkan.

__ADS_1


Aku tidak bisa mengambil keputusan besar sendiri seperti ini, aku masih mempunyai orang tua yang harus aku dengar masukannya, posisiku sekarang sebagai apa? hanya menantu. Bekas menantu. Yang di tinggal meninggal oleh anak Ibu Sukma.


"Anita sekarang sedang hamil"


"Ibu juga pasti tidak akan cocok jika dengan Anita"


"Dia tidak sehalus kamu, tidak sesabat kamu, tidak seluwes kamu.. "


"Bara, dia Istrimu" Aku mengingatkannya.


"Tidak sepantasnya kamu membandingkan dengan aku" Ucapku sarkas.


"Tapi memang begitu kenyataannya" ucapnya.


"Mending sekarang kamu masuk, lihat kondisi Ibu, daripada ngomong nglantur yang gak-enggak" Aku mengalihkan pembicaraan dia.


"Eh, kok kamu tahu Ibu ada di ruangan sini? " Aku kembali bertanya, sementara dia sudah berdiri dari duduknya, mendengarkan perkataan ku untuk melihat Ibu.


"Punya pedang mulut ya di pakai kan, buat tanya ke receptionis, percuma juga diem aja gak dipake, lagian, nelpon orang yang lagi asyik ngobrol berdua, yang lagi kasmaran, mana denger kan ya? " berlalu meninggalkan ku yang masih terbengong, mencerna perkataannya.


Pedang mulut? apaan?


Nelpon? orang yang kasmaran? siapa?


Seett dah, dia bener-bener bikin loading otak aku huhuhuuuu


...----------------...


Done 3 bab Crazy Up!!!


Selamat membaca๐Ÿ˜Š


Slow ya, pelan-pelan saja, ikuti alurnya. Semua ada masanya terbongkar. Jadiiiii????


Ya ikuti saja pokoknya๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Big Love untuk kalian yang sudah corat caret di kolom komentar ๐Ÿ˜Š


Belum sempat balas satu per satu yaa..


Oya, besok libur update. Mau tapa dulu cari Naufal beli rokoknya ke mana ya kok gak balik-balik๐Ÿ˜‘๐Ÿ˜‘๐Ÿ˜‘


Dengan sepenuh hati dan cinta โค

__ADS_1


Widiawati


__ADS_2