Takdir Yang Terlewati

Takdir Yang Terlewati
14


__ADS_3

Siang ini Ajeng dan mahasiswa lainnya mempunyai jadwal konsultasi dan bimbingan dengan dosen pembimbing. Memasuki semester akhir, kini mereka disibukan untuk menyusun skripsi sesuai dengan judul yang sudah di acc oleh dosen pembimbing mereka sebelumnya.


Terbatasnya waktu jumpa dengan dosen karena kesibukan sang dosen yang teramat padat, sedikit banyak berpengaruh dengan laporan hasil observasi mereka. Bukan tanpa alasan, hasil observasi yang akan di gunakan sebagai laporan, nantinya harus di konsultasikan dengan pembimbing. Jika di setujui maka bisa berlanjut, namun bila tidak, mau tak mau harus melakukan perbaikan pada bagian laporannya itu tidak. Rumit memang, tapi memang prosedurnya seperti itu, mahasiswa bisa apa selain mengikutinya?


Dan hari ini juga, Ajeng sudah membuat janji dengan Mas Reno. Ajeng diminta untuk menemaninya ke acara kondangan rekan kerjanya dulu di salah satu hotel di bilangan jalan Dr. Angka. Harapan dia hanya satu, dosen pembimbing berhalangan hadir sehingga dia tidak perlu mengikuti jadwal konsultasi.


Hubungannya dengan Reno adalah pure hubungan seperti kakak-adik. Ajeng sudah mengangap Reno sebagai kakanya sendiri dan Reno pun demikian. Tidak ada ikatan cinta atau rasa ingin memiliki yang berlebihan.


Reno baru saja menghubunginya, bahwa mungkin dia akan terlambat menjemput ke kampus Ajeng, dia beralasan bahwa hari ini dia akan menemui rekan bisnisnya.


Namun, baru saja dia memasukan ponselnya ke dalam saku jas almamater, ponselnya kembali berbunyi. Tertera nama Mas Reno di layar ponselnya. Dengan dahi yang berkerut, dia mengangkat ponselnya. Merasa heran apakah ada sesuatu hal yang belum tersampaikan?


"Asalamualaikum, iya Mas ada yang tertinggal belum di sampaikan? " Ajeng membuka suara, sembari menjauh dari gerombolan temannya yang sedang asyik bercanda.


Namun tidak ada jawaban dari seberang sana. Justru suara orang yang sedang bercakap-cakap seperti sedang melakukan tanya-jawab yang terdengar sangat jelas.


"Jadi sekarang apa yang Pak Reno Rasakan? " suara seorang lelaki terdengar.


"Saya sudah mulai bisa tidur dengan nyenyak, namun masih dalam waktu yang sebentar. Dan mimpi tentang wanita itu yang sedang melakukan hubungan ran jang masih sesekali datang dok" Kini suara Reno terdengar.


Deg


Jantung Ajeng seketika berdetak lebih cepat, kemungkinan-kemungkinan bermunculan.


Apa Mas Reno sedang melakukan konseling dengan seorang dokter? Psikolog?


"Tidak masalah, setidaknya anda sudah bisa tidur nyenyak meski hanya sebentar. Dan untuk mimpi, sebenarnya itu adalah alam bawah sadar anda yang bekerja, mungkin selama ini anda masih menyimpan dendam, sakit hati atau sejenisnya mungkin?. Semakin kita mencoba untuk melupakan seorang, semakin sering juga bayangan tentang orang itu akan muncul. Jadi semuanya di bawa rileks saja, tenang. "


"Dan apakah sudah ada kemajuan dengan jagoan anda? Sudah ada reaksi kemajuan? "


Dokter itu kembali menanyai.


Ajeng seketika merasa bersalah sudah mendengar pembicaraan Mas Reno dan seseorang yang dia yakini adalah seorang dokter atau psikolog itu.


"Sudah mulai ada kemajuan sedikit. Dia sudah mulai bangun meski hanya sesaat." Jawaban Mas Reno semakin membuat dia mengurungkan untuk mengakhiri panggilan.


"Anda bisa mencari suatu objek yang bisa dijadikan sebagai imajinasi, untuk membuat pe nis anda .... "


Reflek Ajeng langsung matikan sambungan teleponya. Dia tidak bisa terlalu jauh mengetahui apa yang memang tidak seharusnya dia ketahui. Semakin banyak tau, tidak akan baik untuk dirinya. Ada batas-batas antara Reno dan dirinya. Satu tahun menjalin pertemanan dengan dia belum cukup untuk mengetahui satu atau banyak hal lain yang lebih privasi.

__ADS_1


Kenapa Mas Reno menelpon? apakah dia sengaja menelpon agar aku bisa mendengar percakapan mereka? Tapi apakah bisa dibilang sengaja? jika seseorang ingin orang lain mengetahui aibnya? bukankah itu termasuk aib?


Ajeng duduk dengan berbagai fikiran yang berkecamuk di pikirannya. Tiba-tiba saja dia merasa kasihan. Lelaki yang selama ini dia kenal ternyata menanggung beban psikis yang berat.


Dia kembali teringat akan cerita Reno saat di laut dulu. Dia bilang bahwa ditinggal menikah oleh kekasihnya. Apa kekasihnya tau kalau Reno itu lemah syah wat atau impo ten? yang menjadikan kekasihnya meninggalkannya? dia sempat bercerita kalau segalanya sudah dia berikan, apakah termasuk...? keper jakaannya? apakah maksud dia yang hanya bisa memuaskan ***** wanitanya dengan uang tapi tidak dengan ...?? yang menjadikan kekasihnya melampiaskan nafsunya dengan lelaki ca bul? bukan dirinya?


"Ya Allah" Rena berucap pelan. Pikirannya menerawang jauh. Hingga akhirnya seseorang menepuk pundaknya.


"Kenapa? kok Ya Allah? ada masalah? " Yanuar tiba-tiba sudah berada di sampingnya. Merangkul bahunya dan duduk di sebelahnya.


"Ada masalah? pucet gitu mukanya. Kenapa? " Yanuar meraih pipi Ajeng dengan telapak tangannya, mengarahkan wajah Ajeng untuk memandangnya.


"Suren? belum makan? apa dapat kabar buruk? " Yanuar mencercanya dengan keponya!


"Kalo laki-laki lagi ada masalah, imbasnya ke adeknya gak sih Yan? " tanyanya polos.


"Adek mana? siapa? masalah apa? " Yanuar yang ditanya malah berbalik tanya.


"Iiihh kamu ih, gak maksudan banget si." Ajeng mengerucutkan bibirnya, dan dengan gemasnya Yanuar menarik bibir Ajeng dengan jemarinya.


"Iiihh " Ajeng berontak sembari memukul dada Yanuar.


"Iya kamu kan emang gak pernah dong© jadi orang. Ngeselin" Ajeng beranjak pergi menjauh dari Yanuar.


"Ehh mau kemana? Pak Tugiono gak dateng, gak jadi ada bimbingan kita hari ini" Yanuar setengah berteriak.


Kenapa gak bilang dari tadi" Ajeng menghentikan langkahnya, kemudian berbalik ke arah Yanuar dengan meninju kembal, kali ini lengannya yang terkena tinjuan Ajeng.


"Iih kamu garang banget jadi cewe, kecil-kecil juga tapi tenaganya gede kaya Sumo" Yanuar mencibir Ajeng.


"Udah makan belum? cari makan yuk, ajaknya kemudian.


" Ogah, aku mau di ajak Mas Reno kondangan ke hotel, aku sengaja ngosongin perut biar ntar muat banyak" Ajeng tertawa.


"Iih kamu ya" kini giliran Yanuar yang mendengus kesal.


Lama mereka ngobrol berdua hingga suara pesan masuk dari ponselnya berbunyi.


"Aku udah di depan nih, lihat sini" Tertulis pesan dari Mas Reno.

__ADS_1


Ajeng seketika mengedarkan pandangannya, mencari mobil hitam bersimbol jaguar, kemudian menghampirinya.


"Mas Reno udah jemput aku nih, aku jalan dulu ya, baybay Yanuar jelek" Ajeng tertawa sembari berlari, menghindari pukulan Yanuar.


"Wah Ajeng sekarang naik drajat naik jaguar, gak Bebek lagi ya Jeng" Terdengar suara Yanuar yang berteriak, dan hanya di balas dengan lambaian tangannya saat dia memasuki mobil milik Reno.


"Udah bimbingannya? " Reno membuka suara saat Ajeng mendaratkan tubuhnya di kursi penumpang sebelah pengemudi.


"Dosennya gak dateng, jadi belum ada bimbingan lagi" Ucapnya sambil memasang seatbelt.


"Langsung jalan ya" Ucapnya


"Iyoii" Jawab Ajeng datar.


Berbeda dengan kondisi hati dan fikirannya yang diliputi banyak tanya untuk Reno. Jantungnya yang berdegup kencang, membuat dia takut kalau-kalau Reno bisa mendengar degupannya. Dia ingin memulai bertanya, namun enggan. Takut di salahkan nantinya. Namun rasa takutnya kalah dengan rasa penasarannya yang di ubun-ubun.


"Mas Ren tadi telpon aku?" akhirnya satu pertanyaan muncul dari bibirnya.


"Iya tadi kan kita telponan kan? " ucapnya tersenyum.


"Sesudah itu, sesudah itu Mas Reno telpon lagi, iya? " Ajeng bertanya kembali.


"Engga, aku tadi terakhir telpon kamu sebelum masuk ke ruang dokter. Gak telpon lagi." Sepertinya Reno kelepasan bicara.


"Dokter? rekan bisnisnya seorang dokter? " Ajeng menatap Reno yang raut wajahnya sekarang berubah.


"E.. eh apa tadi? engga iya maksud Mas iya itu"


"Itu apa?" Ajeng mulai mendesak. Mungkin ini kesempatan dia untuk bertanya.


Haruskah dia menceritakan apa yang ia dengar? Meskipun setiap kemungkinan pasti ada, Reno akan menjauh darinya karena merasa malu, atau justru membuat Ajeng tempat berceritanya.


"Sebenarnya... " Ajeng berusaha untuk berbicara, namun lidahnya terasa kelu. Tidak sampai hati untuk berterus terang.


Hingga......


© \= Maksud


Terimakasih yang sudah memberikan dukungannya baik like komen dan vote maupun hadiah. Saya sangat merasa di hargai dalam berkarya🤗🤗

__ADS_1


Terimakasih. Love you all. ❤


__ADS_2