
Naufal POV
Aku melihatnya dari kejauhan, dia memasuki area dapur. Ada sesuatu hal yang akan ku sampaikan mengenai project yang esok akan kita lakukan bersama. Yaitu pengambilan gambar outdoor beserta dengan model. Tadi dia sempat menghilang setelah sesi foto keluarga, tentunya dengan perasaan kesal, saat Pak Barata berkata tak menyenangkan padaku.
Aku hendak mendekatinya, namun kalah cepat dengan lelaki berbadan kekar itu. Siapa lagi kalau bukan Sersan yang perkataan yang sepedas sambal bawang!
Aku menunggu, apa yang akan dia lakukan pada Ajeng. Hingga tak berselang lama beliau menarik tangan Ajeng dan memasukannya ke sudut ruangan. Yang aku fikir itu adalah mushola mungkin. Dikarenakan bentuk dindingnya yang dibuat menyerupai kubah masjid.
Samar-samar ku mendengar pembicaraan yang tertahan antara keduanya. Apakah itu di benarkan? laki-laki sudah beristri menyembunyikan perempuan lain yang notabene dia adalah kakak iparnya?
Dibelakangku terdengar suara derap langkah kaki, aku langsung beranjak, keluar melewati pintu samping yang kebetulan terbuka. Aku tak ingin dipergoki sedang menguping pembicaraan kedua orang yang entah sedang membahas apa.
"Sayang" terdengar suara panggilan yang entah untuk siapa. Mungkin pengantin baru yang kehilangan mempelai prianya. Dan benar saja, saat ku tolehkan kepalaku, Anita yang hanya memakai bathrobe berjalan ke arah mushola.
Semoga saja dia tidak masuk, aku khawatir akan terjadi perang antar saudara, meskipun tidak di benarkan juga. Ahh untuk apa aku memikirkan hal yang tidak seharusnya aku fikirkan.
Dan pagi ini, aku di kesalkan dengan panggilan telepon yang tak kunjung di respon oleh dia. Patutkah pagi-pagi begini aku bertandang ke rumah perempuan? meskipun dengan alasan pekerjaan yang memang sangat mendesak ini. Tidak mungkin kan para model yang sudah di booking, di batalkan begitu saja tanpa ada kejelasan?
akhh Ajenggggg... Ada apa denganmu???
Anita POV
Rasa kesalku kepada Barata benar-benar sudah di ubun-ubun. Ketika sebentar lagi aku mencapai puncak, dengan beraninya dia menghentikan permainan yang sedang panas-panasnya, saat mendengar suara pintu sebelah di banting dengan begitu kerasnya!!
Sialan wanita penggoda itu!!!!
Dia pun belum meluncurkan benih cintanya padaku, dua kali kami melakukannya (dulu) , belum setetes pun aku merasakan hangatnya letusan magma kentalnya di dalam rahimku.
Bagaimana aku bisa lekas mengikatnya jika dia saja belum pernah meninggalkan jejak magmanya? Bagaimana akan berubah menjadi Barata junior kalau begitu? Sungguh Barata keterlaluan!!
Aku sudah cukup sabar dengan tingkahnya seharian ini, aku tidak buta dengan bisa melihat mata dia yang selalu memperhatikan ****** itu!! Ingin rasanya aku mecekik lehernya. Tapi aku masih cukup waras untuk tidak melakukannya saat ini. Tunggu saja tanggal mainnya!!
Aku bisa mendengar jelas ungkapan cinta Barata padanya, aku hanya bisa menanti saat yang tepat untuk memisahkan mereka, menendang ****** itu untuk segera keluar dari rumah ini. Memikirkan caranya agar mertua bodohku itu tidak bergantung lagi dengannya.
Dan langkah pertamaku hari ini adalah, mengekori kemanapun mertuaku pergi, perduli se tan dengan kedua orang yang sekarang tertinggal di rumah. Aku muak melihat wanita yang sok polos itu memasang wajah tak berdayanya. Menji jikan!!
Namun, sepertinya kekesalanku masih berlanjut hingga di butik. Para karyawan Ibu mertuaku pun roman-romannya bertingkah seperti Ajeng, mereka menyambut kedatanganku dengan muka masamnya. Dan apa yang dia tanyakan pertama kali kepada mertuaku?
"Loh, Mbak Ajeng kemana? " Perempuan sok cantik dengan tubuh yang tinggi semampai menyambut kedatangan kami.
"Suplier ingin bertemu dengan Mbak Ajeng Bu" Imbuhnya tanpa menyapa maupun tersenyum padaku.
Belum berhenti sampai di situ, dua orang rekannya yang sedang menata display gamis pun bertingkah sama. Benar-benar ini!!!
Awas aja ya, kalau butik ini sudah aku kuasai, ku cutat kalian semua.
Aku beranjak pergi ke dalam, mencoba menghubungi Pak Rafi. Rasanya hari ini aku sangat jenuh dan kehilangan mood. Tak bergairah sama sekali. Apa lagi dengan hasratku yang sejak semalam belum tersalurkan. Semakin membuat hariku kacau.
Aku hanya ingin kenikmatan saat ini, semoga saja Pak Rafi sedang tidak sibuk, lagian sejak kapan dia berani menolak pesonaku? mana mungkin aku tertolak olehnya.
Dan benar saja, dia langsung merespon panggilanku,
i'm coming my boss!!
__ADS_1
Barata POV
Sungguh Aku tidak bisa menghentikan ini, bi birnya menjadi candu bagiku, belum lagi makiannya yang berbuat aku semakin menggila.
"Penjahat ke la min kau Bar"
"Kau tak punya hati"
"Omong kosong semua yang kau ucapkan"
"Kau hanya memikirkan kesenanganmu saja"
"Lakukan kalau kau berani kepadaku"
"Lakukan semaumu"
Cukup hanya menyibakan selimut saja, aku bisa melihat body goals dia yang sungguh sangat menggiurkan. Badannya yang mungil bisa aku nikmati secara bersamaan. Dia hanya memakai kaos rumahan tanpa dalaman yang membuat aku langsung On, melebihi malam tadi saat aku men cum bunya.
Bajunya yang tersibak keatas karena gerakannya yang menggila akibat cum bu anku, memperlihatkan dua buah bukit yang begitu sempurna di mataku. Dua buah bulatan kecil yang masih terselip kedalam gundukan terlihat sangat menantang, berwarna pink kemerahan, siap untuk aku his ap.
Aku meraihnya dengan kedua tanganku, sementara bi birku masih melu mat mulutnya yang merancau semakin tidak jelas. Aku seperti tertantang dengannya.
Satu de sa han lolos dari bi birnya, saat li dahku menelusuri le her jenjangnya yang mulus, men cum bu basah, sesekali ku sisipi gigitan kecil tanpa bekas kemerahan.
Hingga sampailah di kedua buktinya yang terasa kenyal saat telapak tanganku tak sengaja menyentuhnya. Seperti candu.
"**** Ba.. raaa.. uhh" Dia masih saja mendesah, semakin membuat bagian tubuhku yang lain ingin dibebaskan dari kungkungan celana da lam ketatku.
"Ya Sayang" Suaraku mulai parau.
"Aku mencintaimu" Balasku sambil membenamkan wajahku ke da danya.
"Kau bercinta dengannya, tanpa pedulikan sakitnya aku"
"Kau mencumbunya, sesaat setelah kau katakan cinta padaku"
"Kau berdusta"
Kini ku dengar suara tangisannya. Aku seperti tersihir. Langsung menghentikan aksiku, dan mengungkung badannya di bawahku.
Dia sudah sadar.
Dengan nafas yang memburu, aku ***** bibirnya. Namun bari berberapa detik, dia memukulku.
Dia benar-benar sudah sadar!
Aku beranjak dari atasnya.
"Pergilah, jangan pernah seperti ini lagi" Dia membalikan tubuhnya, membelakangi aku yang masih termenung.
"Sudah cukup Bar, lepaskan aku"
"Biarkan aku melanjutkan hidupku tanpamu"
__ADS_1
"Biarkan kamu dengan jalan yang sudah kau pilih'
" Berbahagialah"
Kalimat yang benar-benar menusuk jantungku, kini terucap di bibirnya.
"Mari kita mulai dari awal, jangan seperti ini. Aku mohon" Tangisnya pilu, dia mencoba untuk duduk, memandangku dengan tatapan memohon.
"Lepaskan aku. Takdirmu bukan aku, bukan bersamaku. Mari kita mulai dari awal" ulangnya.
Sungguh aku membenci perkataannya.
"Aku ingin melanjutkan hidupku tanpa bayang-bayangmu, aku ingin mulai sekarang, kita selesaikan semuanya." Pintanya.
"Lupakan aku, kubur perasaanmu padaku, tidak sepatutnya kamu memperlakukanku seperti ini. Kita hanya masa lalu, cerita masa lalu. Tidak ada kita, tidak akan pernah ada kita di masa depan. Aku mencintaimu, tetapi tidak begini caranya. "
"Bahagiakan istrimu, kita sudah selesai Bar. Selesai"
Dia menundukan kepalanya di dadaku, ku raih kepalanya, pipinya menyentuh dadaku. Terasa panas. Sadarkah dia dengan perkataannya? atau masih berhalusinasi?
"Tolong, keluarlah. Aku baik-baik saja. Tidak usah cemaskan aku. " Dia mengurai pelukannya dariku.
"Maafkan aku yang tidak bisa menjelaskan apapun tentang kita dimasa lalu. Maafkan aku untuk segalanya. "
Dia meraba dadaku, dan aku hanya bisa memejamkan mataku, menikmati sentuhannya.
"Keluarlah, sebelum Mbok War melihat ini semua" Ucapnya begitu pelan.
Dan aku, tanpa berkata lagi, hanya bisa beranjak pergi. Meninggalkannya dengan sejuta lara di hati. Meninggalkan dia (lagi), dengan kondisi menangis tersedu sendiri.
Aku memang ba ji ngan!!!
Sebelum akhirnya aku benar-benar berpapasan dengan mbok War di depan pintu, dengan senampan makanan yang masih mengepulkan asapnya.
Berakhir Barata. Semua telah berakhir.
Selesai. Kisah ku dan dia telah usai 💔
Hayooo hiileeeoooooo
Barata dan Ajeng usai yaa, tapi belum selesai kok😁😁 tenang.. tenang calm down🤣🤣
yukk akhh tekan like dan beri komentar , bagimana sudah benar apa belum Ajeng dalam menyikapi Barata? puas kan Barata gak bisa dapatkan Ajeng? 🤣🤣🤣
Siapa yang di kubu Barata - Ajeng?
Siapa yang menyesali mereka tidak bersama?
Jadiii Anita sama Barata aja nih.?
Ajeng dengan siapa?
Berondong tampan Naufal?
__ADS_1
atau sendiri saja?