TENTANG KAMU

TENTANG KAMU
PART 64


__ADS_3

\=\=FLASH BACK\=\=


Sekitar 21 tahun yang lalu..


'Maafkan aku Mas Reno. Maafkan Bunda, ya Una. Bunda harap ini jalan yang terbaik.'


Rosa menghapus air matanya, menahan kesedihan hatinya. Ia sudah berada dalam sebuah bus yang akan membawanya kembali ke rumah orang tuanya.


Keputusan yang diambilnya saat ini, sungguh sangat menyiksa hatinya. Tapi ia tak boleh egois, berharap tetap bersama. Reno pasti akan membawa Una kembali ke keluarganya. Dan hal itu tentu saja baik bagi masa depan sang putri.


Rosa berkali-kali membuang nafasnya saat bus yang ditumpanginya perlahan bergerak maju dan melaju sedang meninggalkan kota itu.


Beberapa jam kemudian...


Rosa sampai di rumah ke dua orang tuanya. Rumah di sebuah perkampungan kumuh. Rumah yang berdindingkan tepas dan masih beralaskan tanah.


"Ibu..." Ucapnya saat memasuki rumah itu.


"Rosa..." Ucap wanita yang tampak begitu tua.


Rosa memeluk sang ibu yang telah lama ditinggalkannya, saat ia memutuskan kawin lari dengan Reno. Tubuh sang ibu yang makin kurus dengan rambut yang mulai memutih.


"Kamu sama siapa kemari, nak?" Tanya Sang ibu dengan nada begitu lembut.


Air mata Rosa kembali berjatuhan.


"Aku sendiri, Bu."


"Mana Reno? apa kamu sudah punya anak?"


"Ka-kami memutuskan berpisah, Bu. Una putriku tinggal bersama Reno." Alasan Rosa, ia tak mungkin mengatakan pada Ibunya jika ia pergi begitu saja, tanpa mengatakan pada Reno.

__ADS_1


"Rosa..." Ibu memeluk Rosa erat. "Seharusnya putrimu tetap harus bersamamu-"


"Sudahlah Bu, aku yakin Reno akan membesarkan Una dengan baik." Potong Rosa segera.


Jika Una tetap bersamanya, itu akan tetap sama saja. Reno pasti akan terus mengejar mereka dan keluarga Reno pasti tidak akan tinggal diam.


Rosa meyakini dengan Una bersama Reno. Pasti keluarga Reno akan menyayangi anaknya itu.


###


'Kenapa begini?!' Reno mengusap wajahnya frustasi. Seharusnya hari ini ia akan bekerja menjadi kenek, tapi tiba-tiba temannya mengatakan sudah tidak menerima anggota lagi.


'Ini pasti ulah Papa dan Mama.' Reno pun pergi dari lokasi proyek bangunan itu.


"Maaf Tuan. Anda harus ikut kami." Ucap seorang pria bertubuh kekar menahan langkahnya. Pria itu membawa beberapa orang dengan penampilan sangar.


"Katakan pada orang tua itu. Mereka tidak akan bisa-"


Beberapa saat berlalu, Reno membuka matanya. Ia melihat Papa dan Mamanya duduk sambil melipat tangan di dada.


"Mana istri dan anakku?"


"Dasar anak durhaka. Bukannya bertanya bagaimana kabar orang tuanya." Ucap Mama terlihat kesal pada anaknya.


"Kamu teruskan bisnis keluarga kita disini."


"Aku tidak mau." Jawab Reno dengan wajah tidak senang.


"Kalau begitu jangan harap kamu bisa bertemu anak istrimu-"


"Papa..." Reno meninggikan suaranya. Tak terima Papa berkata seperti itu.

__ADS_1


"Lupakanlah mereka." Mama ikut berkata.


"Jika kamu tetap memilih mereka, jangan salahkan jika terjadi sesuatu pada anakmu itu."


"Jangan ganggu anakku.." Teriak Reno begitu emosi.


"Kalau begitu menurutlah."


Reno meremas tangannya. Ia dipaksa harus menjalani bisnis, jika tidak mereka akan mengganggu Rosa dan Una.


'Rosa, maafkan aku. Setelah ini berakhir aku akan menjemput kalian. Jaga Una untukku.'


Reno dipaksa untuk mengembangkan 1 perusahaan yang akan dipegangnya sekarang menjadi 3. Itulah syarat kedua orang tuanya jika ingin kembali pada istri dan anaknya.


Pria itu mulai bekerja keras mengembangkan apa yang diinginkan mereka.


Disela kesibukannya ia juga mencari tahu tentang istrinya, tapi Papa dan Mama menutup akses bagi dirinya. Ia juga tidak bisa mengirimkan nafkah untuk keluarga kecilnya.


Hati Reno terasa begitu sakit. Kedua orang tuanya seakan tutup mata dan telinga saat ia membahas tentang keluarga kecilnya. Tentang putri kecilnya yang begitu menggemaskan.


"Penuhi saja syarat kami." Itu yang selalu mereka katakan.


Rasa rindu yang menggebu membuat Reno berencana kabur. Tapi ia seperti di penjara di negara itu. Apapun pergerakannya selalu di awasi.


'Kuharap kalian baik-baik saja.' Hanya itu harapan yang Reno inginkan. Ia berharap Rosa dan Una akan baik-baik saja.


Sama seperti Rosa, yang juga berharap Reno dan Una akan baik-baik saja. Reno akan menjaga Una tanpa dirinya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2