TENTANG KAMU

TENTANG KAMU
PART 65


__ADS_3

Reno memijat pelipisnya. Ini sudah setahun lebih berlalu dan ia belum bisa memenuhi syarat itu.


Ia tak bisa fokus karena terlalu merindukan istri dan anaknya. Berkali-kali ingin terlepas dari syarat ini, tapi orang tuanya selalu menjadikan istri dan anaknya sebagai ancaman. Hingga ia hanya bisa patuh dan menurut tanpa bisa berontak.


Reno berjalan ke ruangan Papanya. Dari balik pintu ia mendengar pria paruh baya itu marah-marah. Karena kinerja perusahaan pusat yang bermasalah.


Senyum Reno pun terbit. Perusahaan pusat berada di negara kelahirannya. Ia bisa menjadikan masalah perusahaan pusat alasan dan menemui keluarga kecilnya.


Reno membuka pintu tanpa mengetuk. Ia melihat Papanya memegangi kepalanya mulai pusing.


"Papa... biar aku selesaikan masalah disana."


"Tidak bisa." Tolak Papa cepat.


"Sebelumnya aku pernah memegang perusahaan itu. Aku pasti bisa mengurusnya." Ucap Reno dengan wajah yakin.


Reno melangkahkan kakinya lebar saat tiba di bandara. Hati dan pikirannya begitu bahagia, sampai ke tanah air. Dipikirannya bertemu istri dan anaknya dulu. Setelah itu baru urusan perusahaan.


Reno duduk di samping supir yang menjemputnya. Ia sengaja minta duduk disana. Seorang asisten yang merangkap body guard duduk di kursi penumpang.


"Aku lapar." Ucap Reno.


Sang supir berhenti di depan restauran.


"Bro... pesankan aku rendang,ayam penyet, bakso..." Reno mengatakan beberapa makanan.


"Apa Tuan yakin?" Tanya asisten bingung.


Reno mengangguk. "Aku sudah lama tidak makan makanan itu."


"Tunggu sebentar Tuan."

__ADS_1


Sang asisten menyuruh supir itu pergi membeli pesanan Tuannya.


Reno melihat kunci mobil yang masih tergantung.


"Bro... katakan padanya jangan terlalu pedas." Pinta Reno menatap sang asisten.


"Ta-tapi Tuan." Ia bingung bagaimana akan memberi tahu supir itu. Ia tak punya nomor hpnya.


"Apa aku harus kesana?" Reno menatap tajam asisten yang begitu menurut pada perintah Papanya.


"Tunggu sebentar Tuan." Asisten akan mengambil kunci mobil, tapi tangannya ditepis Reno.


"Apa kau akan mengunciku di dalam mobil? jika aku mati kekurangan nafas apa kau akan bertanggung jawab?"


"Maaf Tuan." Asisten itu pun segera menyusul supir itu.


Begitu melihat sang asisten sudah menjauh, Reno pun membawa pergi mobil itu. Ia akan menuju ke rumah Rosa.


Saat akan menutup pintu ia melihat seorang wanita yang juga melihat ke arahnya.


"Rosa."


"Mas Reno."


Tak lama mereka duduk di sebuah kafe. Keduanya tampak canggung dan kikuk.


Rosa melihat penampilan Reno yang rapi. Ia yakin Una pasti hidup berkecukupan.


Begitupun Reno, ia melihat Rosa lekat. Wanita itu memakai baju petugas kebersihan. Hatinya sangat sedih. Wanita itu membesarkan anaknya seorang diri.


'Aku akan membawa kalian. Kita akan bersama lagi.'

__ADS_1


"Kamu, apa kabarnya?" Tanya Reno gugup.


"Aku baik. Mas Reno, apa kabarnya?" Rosa juga berbasa-basi.


"Aku baik."


Keduanya saling diam. Tersenyum canggung dan wajah yang ingin mengatakan sesuatu.


"Bagaimana..." Ucap keduanya kompak.


"Kamu duluan."


"Mas Reno saja."


Keduanya jadi tersenyum paksa.


"Bagaimana kabar Una?" Tanya Reno dan Rosa bersamaan.


"Mas.." Rosa membelalakkan matanya mendengar Reno menanyakan Una.


"U-Una sama kamu, kam?" Reno juga tampak bingung.


"U-Una selama ini tinggal sama Mas Reno, kan?" Rosa memastikan dengan mata berkaca-kaca.


"Tidak, bukannya Una selama ini tinggal sama kamu?" Reno malah balik bertanya.


"U-Una..."


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2