TENTANG KAMU

TENTANG KAMU
PART 67


__ADS_3

Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Begitulah siklus kehidupan yang harus dilalui manusia.


Tapi jika perpisahan itu hanya akan menjadi sebuah penyesalan. Mungkin lebih baik, memilih untuk tidak dipertemukan.


^^


Rosa senggugukan menahan isak tangis saat melihat batu nisan tersebut. Para korban kebakaran di kuburkan dalam satu liang lahat. Karena kebanyakan penghuninya tidak mempunyai identitas. Mereka sudah tidak mempunyai keluarga atau sudah terpisah dengan keluarganya.


'Nak, maafkan Bundamu ini. Apa kamu akan memaafkan Bunda? kenapa kamu meninggalkan Bunda secepat ini? bagaimana Bunda mau menebus semua kesalahan Bunda padamu. Una... bagaimana Bunda bisa hidup tanpamu!!!' Rosa memukuli dadanya yang begitu menyesakkan, bukan hal seperti ini yang ia harapkan saat merelakan Una bersama Reno. Jika tahu akan seperti ini, ia tak akan mungkin tega meninggalkan Una sendirian disana.


Tapi semua sudah terlambat, tak ada yang bisa dilakukan agar sang putri dapat hidup kembali.


"Maafkan aku, tolong maafkan aku." Reno memeluk tubuh Rosa. Hatinya juga begitu perih.


Tangis yang coba untuk Rosa tahan akhirnya pecah juga. Tangisan pilu penuh penyesalan.


###

__ADS_1


"Maafkan kami." Nenek berlinang air mata saat melihat makam itu. Ia begitu sangat menyesal atas sikap dan keegoisannya selama ini, hingga membuat cucu yang belum pernah dilihatnya meninggal dalam keadaan tragis.


Baik Kakek dan Nenek, dulu mereka tuli dan buta atas apapun yang dikatakan Reno tentang cucunya.


Hanya karena menentang hubungan Reno dan Rosa, mereka melupakan sosok putri kecil yang tak berdosa.


Hanya karena tak menyukai Rosa, sosok Una seakan tak ada dan tak terlihat.


"Apa anak malang itu akan memaafkan kita?" Nenek bertanya pada suaminya dengan wajah berderai air mata.


"Aku yang keterlaluan pada mereka." Kakek menghela nafas panjang, merasakan perasaan sakit dan tertekan memenuhi hatinya. Sikapnya yang begitu kejam pada Reno berimbas pada bocah itu. Bagaimanapun anak Reno adalah cucu kandungnya. Yang seharusnya ia sayangi dan rawat.


Wajah imut dengan senyuman polos, makin membuat Nenek hanyut dalam penyesalan.


Jika saat itu ia merestui Reno dan Rosa, ia pasti akan mendengar bocah itu akan memanggilnya nenek. Ia bermain bersama dengan sang cucu. Merawat dan membesarkannya dengan kasih dan sayang.


Tapi sekarang hanya ada penyesalan, ia tak akan bisa melakukan hal itu pada cucunya. Cucunya itu telah pergi dan tak akan kembali untuk selama-lamanya.

__ADS_1


"Halo..." Kakek mengangkat panggilan masuk.


Tak berapa lama. "Apa?" Teriak pria itu membuat Nenek melihat ke arahnya.


"Tutup semua berita apapun yang telah terjadi." Pinta kakek cepat.


Mereka sedang berduka. Ditambah perusahan mulai goyah membuat kakek mengambil tindakan untuk menutup semua informasi tentang keluarganya. Ia takut kabar tentang cucunya yang tewas tragis dalam kebakaran, menjadi senjata saingan bisnis untuk menjatuhkannya.


Ia mengambil keputusan yang sulit. Menjadikan keberadaan sang cucu tak pernah hadir dalam kehidupan Reno. Walau sebenarnya ia tak tega, tapi ia juga tak mau baik Reno atau Rosa jadi bahan gungjingan masyarakat karena meninggalkan anak. Padahal dirinya sendirilah yang menjadi alasan mereka meninggalkan cucunya tersebut.


Walau dalam catatan negara Una tak pernah ada. Tapi dalam hati kakek dan neneknya selalu tersimpan penyesalan. Berharap dapat meminta maaf langsung pada cucunya tersebut. Menyesali keegoisan mereka selama ini.


'Cucuku, tolong maafkan kakek dan nenekmu ini. Tapi, apa pantas kami menjadi kakek dan nenekmu??'


))Flashback off((


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2