
Hai hai hai para reader terlope lope 🤗
Yuk mari meluncur ke karya terbaru author.
Semoga suka ya 😊
Terima kasih semua...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Apa ini aku?" Tanya Ayna menatap dirinya dalam pantulan cermin. Ia menutup mulut dengan kedua tangan, tak percaya pada sosok cantik dalam pantulan itu yang ternyata adalah dirinya.
Benar kata orang-orang. Menjadi pengantin memang membuat pangling. Seperti Ayna sekarang. Kebaya berwarna putih sangat cocok di tubuh rampingnya. Ditambah sapuan make up yang makin menunjukkan sisi menawannya. Ayna kini tampak begitu cantik, seperti bidadari yang turun dari langit.
Ayna menghela nafas saat melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 8.40 pagi. Sekitar 20 menit lagi, lebih tepatnya pukul 9 pagi, akan dilakukan proses ijab kabul. Dan disaat itu pula ia akan berubah status, dari seorang kekasih menjadi seorang istri.
Ayna Renata, wanita yang berusia 27 tahun. Bagi Ayna hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidupnya. Karena di hari ini dia akan menikah dengan Arga, pria yang sangat dicintainya. Pria yang sudah menjalin hubungan selama 5 tahun dengannya.
Berkali-kali Ayna menghembuskan nafas pelan, sudah jam segini berarti keluarga Arga pasti telah sampai, kan. Mereka pasti sudah sampai di rumahnya.
__ADS_1
Tiba-tiba saja perasaan Ayna mulai gugup. Sebentar lagi akan dilakukan proses ijab kabul. Ayna kini mulai gelisah dan tak sabar mendengar satu kata Sakral itu. Yakni kata Sah, yang berarti resminya mereka menjadi pasangan suami istri.
"Jangan gugup begitu, senyum dong." Ucap sang tukang make up yang melihat dengan jelas kegugupan di wajah cantik itu. Ia pun memaklumi, perasaan pengantin pasti campur aduk sekarang.
Ayna mencoba untuk tersenyum. Dia harus tersenyum lebar, karena hari ini ia akan menikah. Ia akan menjadi ratu sehari, jadi ia harus selalu tersenyum.
Seorang wanita paruh baya masuk ke kamar pengantin dengan raut muka sedih.
"Bun-da kenapa?" Tanya Ayna gugup. Melihat raut wajah Bunda membuat pikirannya jadi takut. Kenapa wajah Bunda tidak bahagia, apa terjadi masalah?
Ayna menepis pikiran negatif yang menghinggapinya.
"Apa Arga sudah meneleponmu?" Tanya Bunda dengan tatapan mata sendu melihat sang putri. Putrinya begitu sangat cantik dengan balutan kebaya putih. Melihat itu rasanya Bunda ingin menangis. Tapi Bunda berusaha menahan air mata.
"Arga telepon Bunda." Ayna memberitahu, ia menunjukkan layar ponselnya.
"Angkatlah, Nak." Bunda menyuruh sang anak untuk mengangkat panggilan telepon itu. Arga harus berbicara langsung pada Ayna.
"Halo... Mas sudah sampai, kan?" Tanya Ayna saat panggilannya sudah tersambung.
"Maafkan aku, Na." Ucap Arga dari seberang sana. Suaranya seperti ada penyesalan.
__ADS_1
Ayna mengkerutkan dahi mendengar kata Maaf. Kenapa Arga meminta maaf?
Apa Arga telah berbuat salah?
"Ma-maaf untuk apa? Mas sudah sampai, kan?" Tanya Ayna lagi. Kini pertanyaannya penuh penekanan. Perasaan Ayna mulai tak enak. Tapi ia mencoba untuk tenang.
"Kamu jangan tunggu aku lagi. Kita tak akan menikah. Aku tak bisa menikah denganmu. Tolong maafkan aku, Na." Ucap lirih pria itu.
Ayna bagai tersambar petir mendengar perkataan tiba-tiba dari pria yang dicintainya. Perkataan yang membuat dunianya terasa terbalik.
"Maksud Mas apa? hari ini kita akan menikah. Kita akan menikah Mas!" Ucap Ayna penuh penekanan. Tanpa terasa air mata sudah berlinang.
"Kita tidak bisa meneruskan pernikahan ini. Aku tak bisa menikah denganmu. Kamu lupakan saja aku. Aku bukan pria baik untukmu." Jelas Arga.
Kaki Ayna kini mulai gemetaran, ia perlahan terduduk di lantai karena kakinya sudah tak sanggup menopang tubuhnya.
Bunda segera menghampiri, wanita paruh baya itu mengelus pundak putrinya.
"A-apa yang terjadi Mas? kenapa tiba-tiba bicara seperti itu? Mas sudah sampai, kan? aku sedang tidak berulang tahun, jadi jangan mengerjaiku..."
.
__ADS_1
.
.