Terjerat Cinta Sang Pembalap

Terjerat Cinta Sang Pembalap
Menepati Janji


__ADS_3

Insiden crash beruntun bermula ketika satu pembalap dari barisan kedua mencoba menyalip Jeaven pada sebuah tikungan. Namun na'as, motor mereka malah saling bersenggol dan membuat keduanya kehilangan kendali dan terjatuh. Detik kejadian terlalu cepat sehingga pembalap lain yang berada di barisan belakang tak sempat mengelak dan akhirnya ikut terjatuh dan berguling-guling.


Jeaven terseret bersama motornya hingga membentur pagar pembatas. Kalau dilihat dengan mata telanjang goncangan yang diterima cukup keras. Di balik helmnya pria itu bahkan tampak meringis karena rasa sakit yang membekas.


Beruntung ia mengenakan baju balap berteknologi tinggi. Sebuah perlengkapan keselamatan yang tentu sangat mumpuni. Meski terpelanting dari motor, terseret di aspal dan gravel, atau bahkan setelah jungkir balik sekalipun ia tak mengalami cedera serius seperti yang Jesslyn takuti.


Ingat kau ada janji yang harus ditepati, Jeaven.


Kala raga Jeaven hampir terlena oleh kesakitan bayang-bayang ucapan Jesslyn seketika memenuhi pikiran, mendorongnya untuk segera menguasai keadaan.


Melanjutkan balapan itu yang ada di benak tujuan utamanya saat ini. Mengingat janjinya yang harus ditepati itu berhubungan dengan ngidam sang kekasih hati.


Sedikit tergopoh tapi tak memangkas kegagahannya saat berjalan, Jeaven berusaha keras mengangkat motor balapnya dengan cekatan. Tidak lama pria berparas tampan itu kembali beraksi di atas lintasan.


Bahkan petugas marshal belum sampai tiba untuk membantunya. Jeaven jauh lebih cepat dalam bergerak seolah tak butuh bantuan mereka. Dia tidak ingin Jesslyn kembali menuai kecewa. Apalagi membayangkan wajah sedih si wanita, sungguh ia tak memimpikannya.


Jesslyn ...


Berkali-kali nama sang pemilik hati menggema di rongga dada. Laksana lantunan kasih penggugah semangat jiwa. Jeaven benar sudah dimabukkan asmara.


*Marshal merupakan petugas sirkuit yang akan dengan sigap memberikan pertolongan pada pembalap yang terjatuh atau mengalami masalah pada motornya.


Posisi nomor urutan Jeaven cukup jauh ketinggalan. Namun, tak mengikis seberkah harapan yang tersimpan. Dorongan cintanya tehadap Jesslyn bersambut keyakinan. Keyakinan akan sebuah kemenangan.

__ADS_1


Jeaven merestorasi posisinya setelah menyalip beberapa pembalap seusai lap ke 27, menggasak pesaingnya dari zona podium kejuaraan. Sang Ice Gun J.J itu berusaha mengandalkan kelincahan motornya di tikungan.


Persaingan di lap terakhir berlangsung sangat ketat dan menegangkan. Posisi Jeaven mulai memberi ancaman pada pembalap yang saat ini mendominasi di urutan terdepan.


Harus bisa!


Hati Jeaven berseru, mendobrak kobar semangat di hatinya. Tinggal sepuluh detik menyentuh garis finish dan dia masih berada di urutan ke dua. Namun, dia tidak akan menyerah begitu saja. Tikungan terkahir adalah kesempatan satu-satunya agar bisa merangsek di urutan pertama.


Hingga di lap terakhir, sang Ice Gun J.J berhasil memimpin dan menjadi pembalap pertama yang menyentuh garis finis dengan hanya selisih waktu satu detik saja. Sorak gembira ribuan penonton penyambut penampilannya yang cemerlang.


Seperti jadwal rutin biasanya, usai balapan Jeaven akan mengikuti konferensi pers yang terselenggarakan di area gedung sirkuit. Di waktu dan tempat seperti sekaranglah merupakan kesempatan baginya untuk menepati janji.


Para awak media massa sudah memenehui tempat khusus, menantikan kehadiran sang juara dan tentu tentunya bersiap menyerang dengan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan hubungannya dan Jesslyn.


Lebih parahnya lagi, para penggemar Jeaven juga menaburkan banyak kritikan pedas karena Jesslyn dianggap hanya ingin memanfaatkan kebaikan Jeaven agar bersedia menjadi ayah dari anak yang dikandung. Tentu dia tidak akan membiarkan desas-desus itu kian berkeliaran menyebar fitnah dan merusak nama baik wanitanya.


"Pertama kami ingin mengucapkan selamat atas kemenangan anda, Tuan. Anda bahkan berhasil mencetak rekor total kemenangan dan finish podium terbanyak di sepanjang musim MotoGP pada lima tahun terkahir. Dan pada pertandingan balap penutup musim tahun ini anda juga berhasil mencetak rekor kecepatan di sepanjang sejarah MotoGP," ucap salah seorang wartawan setelah sesi tanya jawab dibuka.


"Terima kasih." Jeaven menanggapi dengan seperlunya. Bahkan kadar garis senyum di bibir tak melebihi porsi karakteristiknya yang dingin dan minim ekspresi.


"Bagaimana perasaan anda atas kemenangan anda kali ini? Mengingat anda sempat terjatuh dan tertinggal jauh. Kemungkinan untuk menempati podium juga sangat kecil. Kemenangan anda kali ini tentu sangat mengejutkan bagi kita semua."


"Saya sendiri juga masih sulit mempercayainya. Seperti manusia biasa lainnya saat terjatuh saya panik. Namun, berkat doa orang-orang tercinta saya bisa." Jeaven meraih piala yang terletak di meja lalu sedikit mengangkatnya. Para wartawan seketika dibuat terperangah kala pria itu untuk pertama kalinya di depan sorotan kamera menunjukkan senyuman bangga yang mengembang sempurna. "Kemenangan kali ini saya persembahkan untuk istri saya Jesslyn dan juga calon darah daging saya," sambung pria itu kembali sekaligus menepati janjinya yang pertama.

__ADS_1


Keterangan Jeaven tentu sukses memantik pertanyaan bagi para wartawan perihal isu kehamilan Jesslyn yang memang sebelumnya sudah tersimpan di buku list pertanyaan. "Tuan Jeaven, bukankah Nona Jesslyn mengandung calon bayi dari pria lain yang berarti anda bukan ayah biologis bayi tersebut? Lantas kenapa anda menyebut janin tersebut darah daginh anda?" Wartawan lainnya langsung menyerobot sebuah pertanyaan.


"Saya sampaikan sebenar-benarnya dan tanpa adanya paksaan ataupun rekayasa bahwa anak yang dikandung Jesslyn adalah darah daging saya," tegas Jeaven sekalian menepati janjinya yang kedua yaitu mematahkan persepsi buruk publik tentang Jesslyn.


"Bagaimana anda menjelaskan tentang hal ini mengingat dulu anda pernah menampik keras tentang isu kedekatan kalian." Seorang wartawan kembali mengulas hasil konferensi pers pada satu tahun yang lalu.


"Bukankah keadaan bisa berubah seiring berjalannya waktu? Tidak ada orang yang bisa lebih kuat dari takdirnya. Sudah menjadi keharusan bagi kita untuk mengikutinya, menerimanya, ke mana pun itu menuntunnya." 


"Saya ingat anda dulu juga pernah berkata seperti ini di depan publik. Tetapi terlepas dari itu apakah anda mencintai istri anda?" tanya wartawan itu dengan rasa penasaran yang tinggi.


Jeaven langsung membetulkan posisi duduk diikuti mimik serius di wajahnya yang rupawan. Namun, tak mengikis pancaran cinta pada sepasang netranya yang tajam.


Kini perhatian penuhnya tertuju pada bidikan kamera, berniat segera memberi jawaban sekaligus sebagai janjinya yang ke tiga yaitu mengungkapkan rasa hati di depan awak media.


"Jesslyn, aku mencintaimu. Tunggu aku ya, setelah ini aku pulang," ucap Jeaven penuh kelembutan, membuat semua penghuni ruangan bersorak kecil dan berdecak kagum seketika. Tidak menyangka saja manusia sedingin dan minim ekspresi seperti Jeaven bisa bersikap romantis juga.


Di sela sesi tanya jawab yang masih berlangsung, Brent tiba-tiba datang dengan wajah cemas dan membisikkan sesuatu ke telinga Jeaven, membuat pria itu seketika berdiri dan meninggalkan tempat, tidak peduli akan acara konferensi pers yang belum usai.


Jesslyn, kau harus baik-baik saja.


Jerit batin Jeaven di sela langkah kakinya.


Bersambung~~

__ADS_1


__ADS_2