
"Cut! Cut!" Ucap seorang sutradara dengan mimik tidak puasnya.
Proses pembuatan iklan kali ini cukup menguras kesabaran. Pasalnya si artis wanita tampak tak maksimal dalam berperan, terlalu rewel dan banyak sekali permintaan. Para kru di studio sampai dibuat geregetan. Entah sudah berapa kali ketukan papan slate take action dibunyikan.
Padahal para kru sudah menyiapkan segala dengan lengkap penunjang untuk kelancaran pembedahan naskah. Akan tetapi, artis yang bernama Angelina Rowler itu terus saja berulah. Sementara Jeaven yang merupakan partner kerjanya tampak jengah. Pria itu ingin sekali segera menyingkir dari sorotan kamera karena mulai tidak betah.
Sedangkan di belakang kamera, Jesslyn masih terus memantau gerak-gerik Angelina dengan tatapan tidak suka. Monica yang sedari tadi menemaninya tampak beberapa kali menahan ketawa.
Monica sangat tahu kalau Jesslyn sedang berusaha keras menahan kobaran api cemburu, karena Angelina tampak terus saja mengambil kesempatan untuk berdekatan dengan pujaan hatinya itu.
"Mon, aku sudah tidak tahan! Ingin sekali aku menenggelamkannya di laut sekarang." Ucap Jesslyn setengah berbisik.
Monica mencabut permen lolipopnya dari mulut lalu melempar tatapan sangsi ke wanita di sebelahnya. "Please! Jangan berulah lagi, Jess. Aku sudah sangat bosan kau buat malu," celetuknya.
Mendengus kesal dengan bibir mengerucut, Jesslyn akhirnya memilih bertahan dengan rasa cemburu yang memberi sensasi panas di dada. Ah! Rasanya ingin sekali ia berteriak saat itu juga, menarik Jeaven ke dalam pelukannya, lalu berkata 'Jangan sentuh milikku!'
Jesslyn sangat tahu bahwa Angelina Lowyer sudah lama mengincar Jeaven. Bahkan seribu cara ia lakukan agar bisa mendekati sang pangeran kutub. Kendati kegagalan masih terus direngkuh tangan. Namun, nyatanya hal itu tidak membuat menyerah terlalu cepat.
"Ada apa lagi, Angelina?" Dari sudut lain terdengar sang sutradara melakukan interaksi terhadap Angelina.
"Aku merasa, harus ada perombakan dadakan pada script." Angelina berkata sembari duduk santai dengan raut tak sedikitpun merasa bersalah, tak mengindahkan raut sang sutradara yang tampak terperangah.
Terperangah karena sikap Angelina Rowler yang terkesan seenaknya. Astaga ... bikin semua orang reflek mengusap dada. 'Sabar ... ini ujian' mungkin begitu batin mereka.
"Anda tahu, kan? Aku ini artis profesional yang tidak pernah bekerja setengah-setengah. Semuanya harus totalitas dan sempurna," sambung wanita itu dengan sorot mata penuh makna lalu meneguk mineral water di tangannya hingga tandas, lalu menyeka cetil bibir merah merekahnya menggunakan tisu.
__ADS_1
"Kau tidak bisa bertindak semaumu, Angelina. Semuanya harus dikerjakan sesuai--"
"Aku hanya ingin kalian menambah kiss scene pada shot terkahir agar meninggalkan kesan seksi," pangkas Angelina dengan cepat.
"Kami keberatan." Verlin mulai bersuara mewakili Jeaven sebagai manajer. "Setidaknya, perubahan ini harus dibicarakan bersama kedua belah pihak. Anda di sini tidak bekerja sendiri, Nona Angelina. Ada Tuan Jeaven sebagai partner kerjamu yang juga harus terlibat dalam semua keputusan. Jadi saya harap, jadilah seorang profesional seperti yang anda katakan tadi."
"Baiklah. Kita lakukan saja," sela Jeaven membuat Verlin terperangah, karena pembelaannya barusan tiada guna.
Sementara Angelina diam-diam menyeringai senang seketika. Niatnya yang mengatas namakan keprofesionalan dalam bekerja tidaklah sia-sia. Dia memang sudah menyimpan hasrat untuk menyicipi bibir si pria beku itu sejak lama.
Setelah kita berciuman aku yakin kau akan terjerat oleh pesonaku, Jeaven Allison. Di dalam hati, Angelina merasa sangat yakin dengan spekulasinya.
"Tapi, Jeav." Verlin tampak tidak setuju.
"Aku tidak ingin terlalu lama membuang waktuku di sini. Semakin cepat selesai malah bagus," balas Jeaven.
"Tunggu sebentar." Angelina tiba-tiba meringis seraya memegang perutnya yang mendadak mulas.
"Apa lagi?" Sang sutradara mulai geregatan.
Preett ... preett ...!
Suasana di dalam ruangan seketika senyap tak bersuara, saat mendengar suara tidak asing yang bersumber dari Angelina. Raut terperangah secara kompak menghiasi muka mereka. Belum lagi aroma khas kentut yang mulai menusuk indera penciuman, membuat para kru reflek menutup hidungnya.
Verlin tampak menahan tawa. Namun beda dengan Monica yang malah tergelak pecah tanpa sungkan terhadap Angelina.
__ADS_1
Dan Jesslyn tampak menyeringai seraya beradu pandang dengan Jeaven dari jarak jauh. Keduanya anak manusia itu seolah tengah berinteraksi dari sorot mata.
Memerah, muka artis cantik itu mendadak seperti kepiting rebus. Apa lagi semua mata kini tengah tertuju kepadanya. "Aku harus ke toilet dulu." Angelina langsung melenggang pergi dari ruang shooting diiringi suara kentut yang terus kelepasan tanpa sopan. Rusak sudah pamor elegannya sebagai artis terkemuka.
Rencana terselubungnya ingin menggait hati seorang Jeaven Allison sirna sudah. Tidak ada lagi harapan. Dan yang ada malah kenangan akan tragedi memalukan.
30 menit kemudian, manajer pribadi Angelina datang menemui sang sutradara dengan raut pias. "Maaf, Tuan. Nona Angelina tidak bisa melanjutkan shooting. Dia ingin membatalkan kontrak iklan ini," lapornya dengan tak enak hati.
Rupanya, Angelina sudah tidak memiliki muka untuk bertatapan dengan orang-orang terutama terhadap Jeaven. Membuang gas beberapa kali di depan umum sudah menghitamkan harga dirinya.
"APA?! Mana bisa begitu?! Dia pikir proyek ini mainan apa?!" Si sutradara langsung berang. Ia membanting script iklan yang sedari tadi dipegangnya. Digiring manik hitamnya kepada seorang kru yang menjabat sebagai casting director. "Cepat kau cari pemeran pengganti," titahnya.
"Sebaiknya kita batalkan saja proyek ini," ucap Jeaven yang sudah berdiri gagah di depan sutradara. "Kalian sudah menjatuhkan harga diriku dan juga membuang waktu berhargaku."
Si sutradara sontak berdiri dari duduknya, terkejut dengan keputusan Jeaven. "Bisakah kau memikirkannya terlebih dahulu? Kami akan segera mencari artis pengganti." Ia meminta pengertian.
"Maaf. Aku tidak bisa menunggunya sampai besok." Jeaven keukuh dengan keputusannya, membuat sang sutradara mendadak pias dan lemas.
"Aku bisa menjadi artis pengganti Angelina," sela seorang wanita yang seketika menarik perhatian penghuni ruangan.
Bersambung~~
Siapa ya dia??😁
Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen ya ... Vote dan Gift juga boleh dong disumbangin untuk Jeaven dan Jesslyn🥰
__ADS_1
Terima kasieeeehh... lop you🙏😘