Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 100 ~ Takut Melahirkan!


__ADS_3

Tiba di rumah sakit, Dokter Adit mengantarkan Mommy Anya, Luke dan Lolin hingga tiba di ruang obgyn untuk menemui Dokter Yuna. Dokter Yuna adalah Dokter spesialis kandungan yang terkenal di rumah sakit Aelfreat.


Setelah itu, Dokter Adit pun langsung kembali ke ruangannya untuk melanjutkan tugasnya. Sementara Sekretaris Jansen berjaga di luar ruangan. Di ruangan prakteknya, Dokter Yuna ditemani oleh dua orang suster.


Setelah berbincang sebentar, barulah Lolin siap untuk di cek kondisi janinnya. Luke membantu membaringkan Istrinya di atas brankar, karena Brankar yang cukup tinggi sulit untuk Lolin naiki. Di atas brankar, Lolin berbaring dengan nyaman.


Luke dan Mommy Anya berdiri di sisi kirinya, sedangkan Dokter Yuna dan seorang suster berdiri di sisi kiri. Di hadapan mereka semua ada layar monitor yang cukup besar.


Suster mengoleskan suatu cairan yang terasa dingin ke atas perut datar Lolin, dan Dokter mulai menggerakkan alat di tangannya. Sesaat kemudian, munculah beberapa bulatan kecil berwarna merah di dalam layar monitor yang ada di hadapan mereka semua.


"Dokter, itu ...." Mommy Anya langsung menutup mulut dengan kedua telapak tangannya kala kaget dengan bulatan kecil di layar. Sedangkan Lolin yang tak mengerti seketika ketakutan karena dia mengira terjadi sesuatu yang buruk pada janinnya. Sama seperti sang istri, Luke yang juga tak mengerti langsung menggenggam erat tangan Lolin karena tiba-tiba muncul perasaan khawatir yang begitu besar.


"Apa yang terjadi, Dokter?" tanya Luke dengan volume suara yang tinggi. Pria kekar itu langsung mengerutkan alisnya ketika melihat Dokter yang Yuna justru tersenyum manis.

__ADS_1


"Baik-baik saja, Tuan. Semuanya normal," jawaban Dokter Yuna membuat Lolin bernapas lega. Luke tak puas dengan jawaban yang Dokter Yuna berikan.


"Lalu, kenapa Dokter membuat Mommy saya kaget?" tanya Luke penasaran, Lolin juga antusias mendengarkan.


"Luke, Lolin Sayang. Lihat di sana," Mommy Anya menunjuk layar monitor dengan antusiasnya. Luke dan Lolin kebingungan, karena tak mengerti dengan bulatan kecil di layar.


Setelah memastikan baik-baik, barulah Dokter Yuna membuka suara. "Selamat untuk Tuan Luke dan Nona Lolin, kalian akan mendapatkan baby kembar empat sekaligus," terang Dokter Yuna membuat Luke dan Lolin sama-sama tercengang.


"Maksud Dokter, istri saya mengandung empat baby?" Luke memastikan.


Namun, pasangan itu hanya saling menatap penuh haru. Walau tak mengerti apa yang ada di dalam layar sana, tapi keduanya terlihat begitu terharu. Apalagi Mommy Anya yang tampak sangat gembira.


"Sudah sayang, jangan menangis lagi, ya," bujuk Mommy Anya mendekati Lolin, padahal dia sendiri pun turut menangis haru.

__ADS_1


"Aku tahu kamu terharu, Sayang. Terima kasih untuk empat baby yang ada di dalam rahimmu. Aku sangat mencintaimu," berkali-kali kecupan Luke daratan di sekujur wajah cantik Lolin.


Namun, relasi yang Lolin berikan membuat Luke kaget, "Dasar suami sialan! Kamu pasti sengaja, kan? Kamu sengaja memasukan banyak-banyak kecebong agar aku hamil banyak anak kembar! Hiks, bagaimana ini? aku takut, bagaiamana caraku mengeluarkan empat bayi sekaligus? Aku bisa mati, huhu ..." tangis Lolin semakin histeris karena membayangkan dirinya yang tak mungkin sanggup mengeluarkan empat bayi sekaligus. Satu saja sudah cukup membuatnya bergidik ngeri, lalu bagaimana dengan empat?


Tak hanya Luke dan Mommy Anya yang terdiam. Tapi, Dokter Yuna pun juga kaget dengan apa yang barusan Lolin katakan. "Nona, melahirkan bayi kembar tidak sekaligus. Melahirkan bayi kembar akan disarankan operasi cecar, karena ada banyak risiko bila dilahirkan secara normal. Jadi, Nona tidak perlu takut, kami akan melakukan yang terbaik," jelas Dokter Yuan mampu meredakan tangisan histeris Lolin.


"Sayang, apa Mommymu tidak menceritakan bagaimana dia melahirkan kamu dan kakakmu?" tanya Mommy Anya dan Lolin langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak perlu takut, Sayang. Tidak sesulit dan semenakutkan yang kamu bayangkan," bujuk Mommy Anya.


"Benar apa yang Mommy katakan, Sayang. Tenang saja, aku akan mempelajari banyak hal untuk membantumu," Luke juga ikut menenangkan.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2