Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 87 ~ Dokter Tina, Saya Hamil!


__ADS_3

Di rumah sakit.


"Nona Lolin baik-baik saja, bukan? Saya khawatir terjadi sesuatu karena sudah hampir sebulan Nona tidak datang kemari. Saya hubungi nomor Nona sudah tidak lagi aktif," ungkap Dokter Tina senang saat Lolin kembali datang berkunjung.


Dokter Tina memberikan isarat agar Lolin segera duduk di hadapannya, dan Lolin pun langsung duduk di kursi yang selalu ada di depan meja kerja Dokter Tina.


"Saya baik-baik saja Dokter, hanya ingin menghindari seseorang, karena itulah saya tidak mengaktifkan ponsel. Selama sebulan ini saya hanya di rumah dan di rumah, menikmati hidup dan bersenang-senang di rumah, rasanya sudah sangat malas untuk keluar," terang Lolin menjelaskan apa saja yang dia lakukan selama mengurung diri di rumah.


"Baiklah, saya mengerti Nona. Sekarang coba sedikit jelaskan tujuan Nona menemui saya kali ini?" tanya Dokter Tina yang tampaknya sudah mulai curiga dengan apa yang barusan Lolin ceritakan. Jelas mengurung diri bukanlah Lolin bar-bar yang biasanya dia kenal.


"Akhir-akhir ini saya sering sekali mengantuk Dokter, bahkan rasanya sangat berat meninggalkan kasur walau hanya untuk makan maupun ke kamar mandi. Tak hanya itu saja, saya juga sering merasa lapar padahal baru saja selesai makan. Akibatnya berat badan saya bertambah. Menurut Dokter, apa yang terjadi pada saya?" terang Lolin yang dia akhiri dengan sebuah pertanyaan.


"Gejala aneh itu ...."


"Gejala aneh apa, Dokter? Apa saya mengalami depresi karena hanya berdiam diri di rumah?" sahut Lolin khawatir akan kesehatannya akhir-akhir ini.


"Untuk lebih jelasnya, mari saya periksa Nona lebih dulu," Dokter Tina bangkit dan mengajak Lolin menuju bankar untuk diperiksa. Lolin pun patuh dengan perasaan yang terus berkecamuk. Lolin takut kalau dirinya mengalami setres yang akan berpengaruh pada kesehatannya.


Lolin berbaring di ranjang, Dokter Tina mendekat dan meminta izin untuk menyingkap dress yang saat itu Lolin kenakan. Lolin mengerutkan alisnya saat Dokter Tina menekan-nekan lembut perutnya.

__ADS_1


"Dokter, sepertinya saya tidak mungkin hamil," ucap Lolin membuat Dokter Tina menghentikan tindakannya.


"Kenapa tidak mungkin, Nona?"


"Karena saya baru saja selesai menstruasi dua hari lalu," jawab Lolin dengan raut wajah kecewanya. Namun, Dokter Tina tetap fokus pada pemeriksaannya sambil mengulum senyum.


"Dugaan saya Nona hamil. Tapi, untuk memastikan, lebih baik Nona coba dulu test pack ini, kalau hasilnya benar-benar positif saya akan langsung membawa Nona ke ruangan USG," Dokter Tina mengulurkan sebuah test pack kepada Lolin. Lolin pun dibuat kebingungan.


Bagaimana mungkin Dokter Tina begitu yakin atas prediksinya, padahal jelas-jelas Lolin sudah mengatakan bahwa dirinya baru saja selesai mendapatkan tamu bulanan. Tapi, karena juga merasa penasaran, Lolin pun akhirnya memutuskan untuk mencoba. Walau yakin hasilnya akan negatif, Lolin tetap mengikuti saran yang Dokter Tina berikan.


Lolin masuk ke dalam kamar mandi, lalu mulai menggunakan benda berbentuk pipih itu, persis seperti yang pernah dirinya lakukan beberapa minggu lalu.


"Tidak bisa terus begini, aku benar-benar harus memulai diet," ujarnya masih belum memeriksa test pack yang dia letakkan di atas meja wastafel.


Tok, tok, tok ....


"Nona Lolin, apa sudah selesai?" tanya Dokter Tina di luar sana sambil mengetuk pintu kamar mandi dengan pelan.


"Sudah, Dokter. Sebentar," Lolin langsung meraih test pack, membawanya keluar kamar mandi tanpa melihat hasilnya.

__ADS_1


"Bagaimana hasilnya, Nona?"


"Hasilnya ne—" Lolin terdiam sambil menatap tak percaya test pack di tangannya yang memunculkan dua garis merah di sana.


"Hasilnya?"


"Dokter Tina, saya hamil!" seru Lolin mengangkat wajahnya dengan kedua mata membulat sempurna.


"Syukurlah, selamat atas kehamilan Nona." seru Dokter Tina turut senang.


"Kalau saya hamil, tapi kenapa saya tidak—"


***


"Huwek! ....


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2