Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 67 ~ Garis Satu!


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian.


"Garis dua dong, ayolah garis dua, please," Lolin terus mengucapkan kalimat itu seraya menunggu garis dua pada test packnya. Cukup lama Lolin menunggu, tapi garis dua yang dia tunggu sedari tadi tak kunjung muncul. Sedangkan itu adalah test pack ke sepuluh yang dirinya coba. Akan tetapi, hasilnya tetap saja sama.


"Astaga, kenapa belum garis dua juga? Padahal, aku sudah telat seminggu menstruasi. masak iya harus coba berhubungan lagi dengan gigolo itu? Ahh, dia ganas sekali, aku takut kehilangan nyawaku di atas ranjangnya," Lolin sangat kecewa dengan hasilnya. Di luar dugaan, ternyata mengandung tidak semudah yang dirinya bayangkan. Terlalu lama berada di dalam kamar mandi membuatnya lelah, Lolin pun memutuskan untuk segera keluar.


"Bagaimana hasilnya, Nona?" tanya Dokter Tina yang sudah menunggu sedari tadi.


"Negatif, Dokter. Kenapa, ya? Padahal, saya ingat betul itu kecebong-kecebong sudah masuk, bagaimana mungkin tidak ada yang jadi satu pun," ungkap Lolin dengan ekspresi kecewanya seraya menunjukkan total sepuluh benda pipih dengan garis satu.


Dokter Tina yang sudah menduganya tak lagi kaget, karena dia sudah tahu hasilnya akan seperti apa. "Diusia Nona yang sudah matang memang terkesan sulit untuk hamil. Tapi, Nona jangan khawatir, saya akan meresepkan vitamin penyubur kandungan terbaik, agar bisa segera hamil," terang Dokter Tina tak merubah ekspresi Lolin, wajah wanita 29 tahun itu tetap saja tertekuk lesu.


"Jadi, saya harus coba lagi, Dokter? Kenapa hamil tidak semudah cerita di novel karya author oniya?" tanya Lolin terduduk lemas di Brankar.


"Namanya juga novel, Nona. Nona berbaringlah, saya akan periksa Nona lebih dulu," pinta Dokter Tina dan Lolin pun langsung merebahkan tubuhnya di Brankar tersebut.


"Bagaimana, Dokter? Saya baik-baik saja, bukan?"

__ADS_1


"Nona baik-baik saja, semua normal. Mungkin hanya belum rejekinya saja," jawab Dokter Tina.


"Kalau semuanya normal. Lalu, apa yang menyebabkan saya belum menstruasi, Dokter?" Lolin segera bangkit ketika Dokter Tina selesai memeriksa perutnya.


"Karena Nona terlalu memikirkan kehamilan ini. Stres menjadi penyebab utama kenapa Nona belum mendapatkan siklus bulanan," Dokter Tina kembali ke mejanya, mengambil beberapa vitamin yang akan dia resepkan untuk Lolin.


"Kalau begitu, saya pastikan tidak akan stres bulan ini, semoga saja benar-benar jadi bayi itu kecebong-kecebong. Tapi, Kalau begini artinya saya harus sering-sering melakukannya, ya, Dokter?"


"Tentu saja, Nona. Semakin sering dilakukan, maka semakin besar pula kemungkinan kehamilan. Nona harus semangat," jawab Dokter Tina sambil memberikan semangat kepada Lolin. Bukannya bersemangat, Lolin justru menundukkan wajahnya dalam.


"Kalau begitu ceritanya, sudah pasti saya akan tersiksa di atas kesenangan para pembaca novel ini," keluh Lolin.


"Semangat Nona, mulai besok berusahalah. Saya yakin kali ini pasti akan berhasil, asalkan Nona harus ingat untuk tidak telat mengonsumsi pil vitamin ini. Dan praktekkan juga apa yang sebelumnya saya ajarkan."


"Baiklah, Dokter. Kalau begitu saya pulang sekarang," pamit Lolin.


"Mari saya antar Nona," Dokter Tina mengantar Lolin hingga tiba di pintu utama rumah sakit.

__ADS_1


"Hati-hati, Nona."


"Terima kasih, Dokter." Keduanya saling melambaikan tangan. Lolin masuk ke dalam mobilnya, sedangkan Dokter Tina juga sudah kembali masuk ke dalam rumah sakit untuk melanjutkan aktivitasnya.


Karena sudah hampir malam, Lolin pun tak ingin pulang ke rumah, malainkan menghubungi Luke yang sudah lama dia abaikan pesan maupun panggilan lewat ponselnya. Sebenarnya, Lolin tak lagi ingin berhubungan lagi dengan pria misterius baginya itu. Tapi, Lolin tak punya pilihan lain.


"Hallo, akhirnya kamu menghubungiku, Sayang. Apa saat ini sudah sangat merindukanku?" tanya Luke di seberang sana, dengan nada bicara yang terdengar sangat bersemangat.


"Kamu di mana saat ini?" tanya Lolin to the point.


"Di mana lagi tempatnya seorang gigolo bekerja," balas Luke.


"Aku ke sana sekarang!"


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2