Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 35 ~ Bersama Dokter Tina!


__ADS_3

"Saya ingin hamil, Dokter!" tegas Lolin yakin membuat Dokter Tina mengerutkan alisnya heran.


"Tapi, saya bukan Dokter ahli kandungan, Nona," jawab Dokter Tina jujur.


"Walau tidak ahli, tapi pasti Dokter mengerti, bukan?" tanya Lolin, Dokter Tina tampak berpikir keras.


"Mari ikut saya ke ruangan lebih dulu," ajak Dokter Tina mampu menerbitkan senyuman manis di bibir ranum Lolin yang sedari tadi sudah melepas maskernya.


Dokter Tina membawa Lolin hingga tiba di ruangan yang letaknya sangat terpencil, yaitu berada di deretan gudang. Lolin melihat sekelilingnya, tidak ada siapa pun dan itu artinya hanya Dokter Tina saja yang ditempatkan di tempat yang tidak layak.


"Ini ruangan, Dokter?" tanya Lolin tak habis pikir, entah ke mana uang yang Daddy Jackson tanamkan di ramah sakit itu?


"Iya, Nona. Ini adalah ruangan saya untuk beristirahat. Maaf kalau ruangannya tidak layak, Nona adalah orang kedua yang berani saya bawa ke ruangan ini," terang Dokter Tina.


"Tentu tidak masalah, Dokter. Tapi, benarkah saya adalah orang kedua? Kalau boleh tahu, siapa yang pertama?" tanya Lolin penasaran.


"Sahabat terdekat saya. Silahkan duduk dulu, Nona."

__ADS_1


Lolin segera duduk di sebuah kursi yang ada di ruangan sempit itu, sedangkan Dokter Tina membuka jendela agar mendapat sedikit udara karena ruangannya terlalu pengap dan tidak ada pendingin udara. Hanya ada satu kipas angin berukuran sedang yang sepertinya Dokter Tina bawa sendiri dari rumahnya.


"Dokter juga menginap di ruangan ini?" tanya Nora kala melihat ada pakaian ganti yang berada di bawah Brankar.


"Iya, sering shif malam jadi lebih baik menginap di sini saja. Hitung-hitung berhemat karena tinggal di sini gratis," terang Dokter Tina sambil menghidupkan kipas angin, kemudian dia arahkan ke Lolin.


"Maaf tidak ada minuman yang bisa saya hidangkan," ujar Dokter Tina ramah.


"Tidak perlu repot-repot, Dokter. Lagian, saya datang kemari karena ingin mengajak Dokter untuk bekerja sama," kata Lolin serius.


"Nona Lolin ingin hamil, bukan?" tanya Dokter Tina sudah mengerti.


"Sebelumnya kita sudah berkenalan dan Nona juga sudah mengatakan kalau Nona ingin hamil," imbuh Dokter Tina tersenyum manis.


"Ah, iya. Dokter benar, bagaiamana saya meluapkannya. Jadi bagaimana? Dokter mau bukan membantu saya agar hamil secepat mungkin?" tanya Lolin to the point.


"Tentu akan saya bantu semampu saya, Nona. Tapi sebelum itu, apakah Nona sudah menikah dan memiliki suami?"

__ADS_1


"Dokter, saya hanya ingin hamil. Saya tidak ingin menikah apalagi punya Suami," tegas Lolin.


"Jadi, maksud Nona. Nona ingin melakukan inseminasi buatan? Kalau untuk hal untuk itu, maaf saya tidak bisa membantu. Inseminasi buatan harus dilakukan oleh Dokter profesional yang benar-benar ahli dengan bidang tersebut. Saya hanya Dokter magang biasa, saya tidak punya hak dan kewenangan untuk praktek tersebut," tolak Dokter Tina dengan penjelasan panjang kali lebar.


"Bukan itu maksud saya, Dokter. Maksud saya adalah, saya memang ingin hamil tanpa menikah dan Suami. Tapi, tentu saja tidak akan melakukan praktek seperti yang Dokter sebutkan tadi. Saya hanya perlu Dokter untuk berkonsultasi, untuk laki-lakinya, saya sudah menyewa seorang pria. Tugas Dokter hanya memberikan arahan kepada saya," jelas Lolin juga panjang lebar.


"Oh jadi begitu, saya pikir Nona ingin melakukan praktek berbahaya."


"Jadi bagaimana? Dokter mau membantu saya?" Lolin mengkonfirmasi.


"Tentu saja, saya pasti akan membantu Nona. Tapi, kalau boleh tahu, Nona ini siapa? Kenapa saya merasa tidak asing dengan nama Lolin?" balas Dokter Tina yang merasa pernah membaca sebuah artikel maupun video tentang nama Lolin.


"Saya Lolin Baldev, Dokter."


"Lo-lin Bal-dev ....


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2