Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 80 ~ Tokcer!


__ADS_3

"Sial! Kenapa wanita ini selalu meninggalkan ponselnya?" kesal Tien yang sudah berkali-kali menghubungi Nora, tapi tak kunjung diangkat.


"Tien, jangan-jangan wanita itu memang—"


***


"Cucu, Nyonya. Saya memang mengandung darah dading Tien." tegas Nora yakin.


"Aaakkhh!" teriak Mommy Anya membuat Nora terlonjak kaget.


"Jadi, janin yang kamu kandung itu benar-benar adalah Cucuku?" tanya Mommy Anya kembali duduk di samping Nora, lalu bertanya serius sambil memegang kedua bahu Nora. Nora tak menjawab, tapi hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban.


"Aakhh! Oh Tuhan, aku akan punya Cucu! Terima kasih Tuhan, akhirnya aku punya Cucu!" teriak Mommy Anya kegirangan. Sedangkan Nora terlihat linglung, bibirnya bergetar hingga tanpa sadar buliran bening sudah mengalir dari kedua sudut matanya.


Nora hanya diam dan membantu, dia terlalu terharu untuk berkata-kata. Bibirnya benar-benar terasa kelu, Nora masih belum mempercayai apa yang dilihatnya kini. Benarkah Mommy Anya menerima calon bayinya? Benarkah Mommy Anya bahagia atas kehamilannya?


Nora tak mampu melakukan apa pun, bahkan tubuhnya sulit digerakkan, Nora kesulitan bernapas dengan benar maupun menelan saliva. Situasi yang terjadi kini jauh dari ekspektasinya, Nora sangat bahagia karena Mommy Anya langsung percaya kepadanya, tanpa harus dia lakukan test DNA yang berisiko dan berbahaya.

__ADS_1


"Sayang, tebak apa yang akan aku katakan kepadamu," Nora kaget mendengar percakapan antara Mommy Anya dan Daddy Linton. Saking bahagianya, Mommy Anya langsung membuat panggilan dengan Sang Suami. Nora benar-benar dibuat terharu hingga tak sanggup mengucapkan sepatah kata pun.


"Aku menyerah, ayo segera katakan ada berita bahagia apa?"


"Kau ini lemah sekali. Baiklah, berita bahagianya adalah Nora hamil, Sayang! NORA HAMIL CUCU KITA!"


"Aku pulang sekarang!"


Tutt!


Derrrt! Ting! Derrrt!


"Anya, benarkah kamu akan punya Grandma?" tanya seorang penelpon yang panggilannya Mommy Anya angkat.


"Benar, Nata. Tidak lama lagi aku akan menyusulmu menjadi seorang Grandma," jawab Mommy Anya dengan nada suaranya yang terdengar begitu bahagia saat mengatakan kalau dirinya akan menjadi seorang Grandma.


"Siapa yang mengandung lebih dulu? Luke atau Tien?" tanya si penelpon yang tak lain adalah Mommy Nata. Mommy Nata terlalu berantusias hingga tak memikirkan lebih dulu pertanyaan tak masuk akalnya.

__ADS_1


"Apa maksudmu? Luke dan Tien itu laki-laki," protes Mommy Anya.


"Ah iya aku lupa. Maksudku Luke atau Tien yang tokcer?" Mommy Nata mengulang pertanyaanya di seberang sana.


"Tentu saja, Tien. Luke mana mungkin."


"Ah iya, besok aku akan datang ke rumahmu."


"Baiklah, oh iya sudah dulu ya, aku mau mengantar menantuku ke kamarnya untuk segera istirahat."


"Iya-iya, kau matikan saja panggilan ini." Mommy Anya langsung memutuskan panggilan, kemudian mendekat pada Nora yang masih membatu di atas sofa.


"Astaga, Nora Sayang. Kamu kenapa menangis? Sudah ya, jangan menangis lagi, kasihan bayinya pasti jadi ikutan sedih," tutur Mommy Anya lembut, mendengar itu Nora langsung menyeka air mata di kedua pipi mulusnya. Setelah itu, Nora memandang Mommy Anya dengan senyuman lebarnya.


"Astaga Sayang, senyummu bikin Mommy pangling. Kamu tidak hanya cantik di luar, tapi juga cantik di dalam. Ya Tuhan, bagaimana kau bisa setidak adil ini. Lihatlah betapa cantiknya wanita di hadapanku ini. Astaga, Tien sangat beruntung mendapatkan wanita baik dan cantik sepertimu, Sayang. Pokoknya, kalian harus menikah secepatnya!"


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2