Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 94 ~ Sarapan!


__ADS_3

"Pria sialan itu! Untung cuma sekali, kalau tidak aku benar-benar akan mati," rutuk Lolin dalam hati. Pagi itu Lolin dibangunkan oleh Luke yang langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi. Untuk apa? Ya, untuk apa lagi selain muntah-muntah.


Masih begitu membenci Luke, Lolin tak peduli dan tak sedikit pun hatinya tergerak untuk menolong. Lolin benar-benar tak peduli walau muncul rasa kasihan, tapi langsung Lolin abaikan.


Lolin turun dari ranjang dengan tubuh polosnya, membuka lemari dan mengambil pakaian milik Luke yang pas di badannya. Lolin mengelap wajahnya dengan tissue basah, kemudian langsung turun ke lantai bawah untuk mencari makanan karena dia merasa sangat kelaparan.


"Kak Lolin," sapa Nora kaget dengan kehadiran Lolin.


"Kamu ngapain? Biarkan saja pelayan yang menyiapkan sarapan," Lolin menghentikan Nora yang semula membantu para pelayan menyiapkan sarapan. Kini, Lolin menuntun Nora untuk duduk di sampingnya di kursi meja makan.


"Sudah terbiasa, Kak," jawab Nora lembut.


"Tidak boleh begitu, kehamilan sudah besar, tidak boleh bekerja terlalu berat. Tidak baik untuk janinmu," ucap Lolin memperingatkan.


"Sudah baik-baik saja setelah menjalani bad rest, Kak."


"Apa itu bad rest?" tanya Lolin yang baru mendengar istilah aneh tersebut.

__ADS_1


"Bad rest itu adalah kondisi di mana kita (ibu hamil) tidak boleh melakukan apa pun dan hanya boleh berbaring di atas ranjang sampai kondisi kita dan bayi kita membaik," terang Nora sesuai pengetahuannya.


"Itu artinya kamu dikurung dan tidak diberikan kebebasan," balas Lolin.


"Bukan seperti itu, Kak. Ini memang kondisinya yang mengharuskan untuk aku menjalani bad rest," ralat Nora, Lolin menggelengkan kepalanya, dia tetap pada keyakinannya yang mengatakan kalau Nora tidak diberikan kebebasan, dan Lolin tidak akan membiarkan hal seperti itu terjadi kepadanya.


"Lolin, Nora, sejak kapan kalian berdua kenal? Kenapa sudah tampak akrab sekali," tanya Mommy Anya yang kaget dengan keakraban Lolin dan juga Nora.


"Belum pernah kenal sebelumnya, Mommy. Kak Lolin sangat ramah dan baik, sangat mudah untukku merasa nyaman berbincang dengannya," jawab Nora tersenyum manis, Lolin juga balas tersenyum manis.


"Baguslah kalau begitu, Sayang. Oh iya, di mana Tien dan Luke?" Mommy Anya duduk tepat di hadapan kedua Menantu cantiknya.


"Tapi, Tien sudah baik-baik saja Mommy. Nora turun ketika Tien sudah kembali tertidur," terang Nora cepat.


"Bayi-bayi kami kelaparan. Jadi, kami tidak bisa menemani mereka," lanjut Lolin berakting menyedihkan.


"Sayang, menantu-menantu Mommy yang cantik-cantik. Tidak apa-apa, kalau kalian lapar makan saja, oke. Tidak perlu pedulikan Luke dan juga Tien. Apalagi untuk kamu Nora Sayang, cucu Mommy ini harus makan banyak-banyak, begitu pun Lolin. Ayo sarapanlah," Mommy Anya begitu antusias menyiapkan sarapan ke piring dua menantunya. Meksi Lolin dan Nora melarang, tapi dia tetap melakukannya.

__ADS_1


"Kalian berdua sarapan saja, ya, Sayang. Mommy akan panggilkan Daddy kalian dulu," pamit Mommy Anya pergi menjemput suaminya untuk sarapan bersama.


Tak lama berselang, Daddy Linton dan Mommy Anya pun kembali bergabung di meja makan. "Daddy dan Mommyku di mana?" tanya Lolin yang bingung harus memanggil Mommy Anya dengan sebutan apa.


"Daddymu dan juga Mommymu sudah pulang semalam karena ada urusan mendadak," jelas Mommy Anya, Lolin hanya diam dan kembali melahap banyak makanan.


"Setelah sarapan aku mau pulang," tegas Lolin.


"Apa pun untukmu sayang, kamu bebas memilih. Kalau mau pulang Luke yang antarkan."


"Luke, Tien. Kalian berdua baik-baik saja, bukan?" tanya Daddy Linton kala melihat kedua Putranya yang sama-sama keluar dari lift.


"Tidak baik, Daddy." jawab Luke dan Tien bersamaan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2