Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 93 ~ Menjenguk Bayi!


__ADS_3

"Kalian semua jahat!" teriak Lolin langsung berlari pergi. Luke ikut berlari untuk menyusul karena khawatir terjadi sesuatu pada calon ibu dan anaknya.


"Lolin!" teriak Mommy Nata siap melangkah juga ingin menyusul.


"Sudah, Sayang. Biarkan mereka berdua menyelesaikannya," cegat Daddy Jackson.


"Benar apa yang Jackson katakan, Nata. Percayalah pada Putraku, dia akan melindungi Lolin dengan ba—"


"Aaakhh!" teriakan Lolin di luar sana. Mommy Anya yang semula menenangkan Mommy Nata, seketika berlari menuju sumber suara dengan ekspresi paniknya.


Mommy Nata dan yang lainnya juga ikut berlari keluar dari Mansion. "Lapaskan aku!" rupanya Luke menggendong paksa Lolin dan membawanya masuk kembali ke dalam mansion.


"Luke pelan-pelan saja, jangan terburu-buru," ujar Mommy Anya mengingatkan pada Luke yang membawa Lolin dengan berjalan cepat


"Lolin mau kamu bawa ke mana, Luke?" tanya Mommy Nata.


"Ke kamar, jenguk baby!" teriak Luke tetap melangkah maju menuju lift akan membawa Lolin ke kamarnya di lantai tiga.


Sedangkan Mommy Nata dan Mommy Anya saling bertukar pandang. Keduanya seakan bertanya apa maksud dari kalimat menjenguk bayi, sedangkan jelas bayi mereka masih ada di dalam rahim. Beberapa detik kemudian barulah keduanya mengerti maksud dari kalimat menyesatkan itu.


"Aaakh!" teriak Nora kaget.


"Tien, kamu mau bawa Nora ke mana?" tanya Daddy Linton panik.


"Jenguk bayi!" balas Tien menyusul Sang Kakak, tapi Tien menaiki anak tangga menuju lantai dua di mana kamarnya berada.

__ADS_1


"Astaga, apa mereka tidak bisa menunggu seminggu lagi hingga hari pemberkatan tiba?" kesal Mommy Anya.


Mommy Anya dan Mommy Nata terdiam saat suami mereka masing-masing memberikan tatapan menginginkan. "Sudah tua!" ucap Mommy Anya lantang dan langsung menggaet lengan Mommy Nata menuju ke ruang makan.


"Benar, sudah tau tidak usah banyak tingkah!" sambung Mommy Nata. Daddy Linton dan Daddy Jackson saling beradu pandang, kemudian menghembuskan napas mereka masing-masing.


***


"Dasar gigolo! Cepat lepaskan aku!" teriak Lolin berontak, tapi Luke tak peduli, pria itu tetap menggendong Lolin hingga tiba di kamarnya. Luke membaringkan Lolin di atas ranjang king size miliknya. Laku mengukung dan mengunci tubuh Lolin agar tak bisa pergi ke mana pun.


"Lepaskan aku! Gigolo sialan! Pembohong!" bentak Lolin sambil menangis histeris.


"Diam dan tenanglah, Lolin. Kamu yang begini bisa melukai bayi kita," pinta Luke sabar menghadapi Lolin.


"Aku tidak peduli! Lebih baik cepat lepaskan aku!"


"Kamu ingin kebebasan, bukan!" tegas Luke membuat Lolin tenang dan tak lagi berontak.


"Iya. Aku menginginkan seorang suami yang tidak merenggut kebebasanku. Dan aku yakin kamu dan keluarga tidak akan memberikan aku kebebasan, setelah menikah kalian pasti akan mengurungku dan melarangku untuk pergi ke mana pun tempat yang aku mau. Kamu dan keluargamu pasti akan merenggut kebebasanku, sama seperti Mommy dan Daddyku!" terang Lolin menekan kalimatnya penuh amarah.


"Wanita ini terlalu banyak membaca novel populer karya Author Oniya," oceh Luke dalam hati.


Author : Salahku apa?🤧


"Aku menginginkan seorang istri yang tidak melarang ketika wanita lain melayaniku. Bagaimana?" ucap Luke mampu membuat Lolin terdiam.

__ADS_1


"Apa maksudmu?"


"Maksudku adalah aku akan memberikan kebebasan padamu. Kamu bebas melakukan apa pun yang kamu mau walau sudah berstatus sebagai istriku. Begitu pun sebaliknya, aku juga bebas melakukan apa pun yang aku mau walau aku sudah berstatus sebagai suamimu. Bagaimana? Kamu masih tidak tertarik menjadi istriku?" Luke tersenyum nyalang.


"Kau serius?" tanya Lolin sulit mempercayai apa yang berusan Luke katakan.


"Tentu saja aku serius," jawab Luke yakin.


"Baiklah, aku Setuju menikah denganmu asalkan kamu tetap memberikan aku kebebasan," balas Lolin langsung setuju.


"Baiklah, deal?" Luke mengulurkan jari kelingkingnya.


"Deal!" tegas Lolin menyatukan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Luke.


"Kita lihat? Apakah kamu bisa tahan melihat dengan wanita lain?" batin Luke dengan segala rencana liciknya.


"Sudah deal, sekarang lepaskan aku," pinta Lolin yang masih berada dalam kukungan tubuh kekar Luke.


"Tidak bisa, aku perlu menjenguk bayiku apakah benar-benar ada atau tidak?" Luke langsung menyerang Lolin.


"Aaakhh! ....


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2