Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 73 ~ Brutal!


__ADS_3

"Aaakh!" teriak Nora yang kaget ketika Tien menariknya hingga berada di atas tubuh Tien. Tanpa bicara apa pun, Tien merobek pakaian yang kini melekat di tubuh Nora.


Tien membalikkan badan, mengubah posisi menjadi Nora yang berada di bawah kukungannya. Sebagai seorang wanita yang jasanya sudah dibayar, maka Nora harus menerima apa pun yang Tien lakukan kepadanya. Segala risiko baik berat maupun ringan harus dia terima.


Tien langsung melu mat bibir Nora dengan brutal, meng gigit bibir bagian bawah gadis lemah itu, hingga Nora terpaksa membuka mulutnya. Saat itu terjadi, Tien beraksi, menguasai rongga mulut Nora. Melu matnya, meng ulum, men yesap, menggeli tik, menggi git, mengalirkan gairah ke sekujur tubuhnya.


Sedangkan kedua tangannya bergerilya ke mana-mana, mengabsen setiap inchi demi inchi tubuh seksi Nora. Puas memainkan bibir ranum Nora, Tien bangkit, melepaskan sisa pakaian yang tersisa di tubuh Nora, hingga Nora benar-benar polos tanpa sehelai benang pun.


Nora kaget melihat ekspresi tak biasa saat Tien terus menatap pada perutnya yang semakin membuncit. Melihat hal itu, Nora langsung meraih selimut, kemudian menyelimuti tubuh bagian atasnya sambil berkata, "Maaf, aku akan diet bulan ini," ujarnya berharap Tien tak curiga.

__ADS_1


Tien hanya mengernyit, kemudian kembali fokus pada aktivitas yang semula terhenti. Nora menarik napas lega, namun hatinya sedikit terasa perih saat Tien memperlakukannya dengan brutal tanpa kelembutan sama sekali.


"Aarrgh!" teriak Tien kala berhasil mendapat pelepasan di pagi itu. Tien melepaskan penyatuan dengan kasar, kemudian pergi masuk ke dalam kamar mandi. Meninggalkan Nora yang kini meringkuk sambil memeluk perutnya yang semakin membuncit. Setetes air mata yang mengalir langsung Nora tepis, apa pun yang terjadi, Nora tak ingin terlihat lemah.


Nora menghela napas kala melihat bajunya yang telah robek, dengan selimut Nora langsung pergi menuju kamarnya untuk memakai pakaian yang baru. Tapi, sebelum pergi, tak lupa Nora menyiapkan setelan kerja untuk Tien, karena itu adalah tugasnya sebagai pelayan di rumah mewah itu.


"Kamu baik-baik saja, kan, Sayang?" tanya Nora sambil mengelus perutnya yang buncit. Begitu siap dengan pakaian barunya, Nora segera keluar dari kamar miliknya, menuju kamar Tien yang berada tak jauh dari kamarnya.


Saat masuk ke dalam kamar Tien, kebetulan pria itu sedang memasang pakaiannya, Nora langsung membantu Tien memasangkan satu persatu kancing baju dan juga dasi. Begitu selesai Tien segera menyingkir, menuju cermin dan menata rambutnya di sana.

__ADS_1


Tien keluar dari kamarnya tanpa berkata apa-apa. Bahkan, dia tak sudi melirik wanita yang pagi itu sudah memuaskan hasratnya. Nora juga sudah mulai terbiasa dengan sikap cuek Tien, masa bodoh, yang terpenting bagi Nora saat ini adalah dia sudah berhasil merebut hati Mommy Anya dan juga Daddy Linton. Itu saja sudah membuat Nora senang, setidaknya nanti akan ada dua orang yang akan menerima dah merawat bayinya dengan baik.


Sekarang usia kandungannya sudah memasuki tiga bulan awal. Setelah genap tiga bulan, maka Nora siap mengatakan dan membongkar segalanya di hadapan kedua orangtua Tien. Pada saat usia kandungannya tepat tiga bulan, Nora sudah mempersiapkan diri untuk membongkar kehamilannya kepada Mommy Anya dan juga Daddy Lolin.


Jika mereka tidak percaya, maka Nora siap melakukan tes DNA. Walau risikonya tinggi, tapi Nora yakin dia dan bayinya akan baik-baik saja. Apa pun akan Nora lakukan demi kebaikan calon bayinya tercinta. Termasuk, meninggalkan atau menyerahkan bayinya kepada keluarga yang dapat memastikan kehidupan yang lebih baik. Walaupun kemungkinan risiko terbesarnya adalah Nora tak akan bisa bertemu apalagi merawat bayinya sendiri.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2