Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 60 ~ Dipaksa Bekerja!


__ADS_3

Luke langsung bergegas pergi ke rumah sakit, setelah mendengar kabar buruk itu dari seorang pelayan perempuan yang dia temukan di dalam kamar mandi. Luke tak mengenali siapa pelayan itu, lantaran dirinya baru pulang setelah beberapa hari tak pulang ke rumah.


Setelah kepergian Luke, Nora segera keluar dari kamar Tien. Turun ke lantai bawah, ingin pergi ke rumah sakit, bukan hanya untuk melihat keadaan Tien dan Mommy Anya. Namun, Nora juga ingin memeriksakan keadaan janinnya setelah sempat terjatuh di kamar mandi.


Walau tidak merasakan sakit, tetapi tetap saja Nora khawatir. Janinnya masih sangat muda dan rentan keguguran. Sayangnya, ketika akan pergi ke rumah sakit. Langkah Nora terpaksa harus berhenti setelah dipanggil oleh kepala pelayan Jina.


"Mau ke mana kamu?" tanyanya mengintrogasi.


"Ke rumah sakit, Kak."


"Memangnya kamu siapa harus ke rumah sakit?" ketusnya sambil bertolak pinggang.


"Sebagai Asisten pribadi Tuan Muda Tien, saya harus ada di sana untuk merawatnya," jelas Nora perlahan dan berhati-hati.


"Nora, kamu harus ingat, ya. Kamu itu hanya Asisten Tuan Muda Tien DI KAMAR, di rumah sakit ada perawatnya sendiri yang lebih ahli daripada kamu. Jadi, sebagai pelayan di rumah ini kamu harus bekerja, sama seperti pelayan lainnya. Lebih baik sekarang, kamu pergi ke dapur, ada banyak piring kotor yang menunggu," titah pelayan Jina dengan bentakkan.


"Tapi, Kak. Saya—"

__ADS_1


"Tidak perlu banyak alasan, ayo ikut!" kepala pelayan Jina menyeret Nora hingga tiba di dapur.


"Cepat bereskan dan cuci semua piring-piring kotor ini. Setelah ini, kamu pergi ke ruangan pakaian, bantu Rose dan Lena menyetrika. Kerjakan dengan cepat!" Pelayan Jina kembali berteriak, Nora pun akhirnya pasrah. Pasrah dan mulai melakukan tugasnya seperti yang Pelayan Jina inginkan.


Baru saja beberapa piring Nora cuci, tapi rasa lelahnya seakan tak dapat diajak kompromi. Bahkan, Nora harus menarik napas dalam lalu menghembuskannya perlahan, guna menenangkan diri.


"Cuci yang benar, dasar perempuan lemah, baru kerja begitu saja pucatnya sudah seperti orang yang akan mati," oceh pelayan Jina tak Nora dengarkan, dia tetap fokus pada pekerjaannya. Ingin menyelesaikannya secepat mungkin agar bisa pergi ke rumah sakit.


Hampir tiga puluh menit berlalu, akhirnya Nora berhasil mencuci bersih semua piring kotor yang ada. Namun, rasa asam di tenggorokan yang seakan mendorong dan mengaduk-aduk perutnya tiba-tiba datang. Hingga akhirnya, Nora memuntahkannya tepat di hadapan kepala pelayan Jina. Bukannya merasa jijik, pelayan Jina justru mengerutkan alisnya heran. Sedangkan Nora merasa sangat lega setelah berhasil mengeluarkan apa yang sedari tadi mengganjal.


"Mau ke mana lagi kamu?" pelayan Jina kembali menahan langkah Nora.


"Bagus, pergilah," usir pelayan Jina tapi tetap mengikuti Nora hingga sampai di ruangan khusus menyetrika banyak pakaian. Rose dan Lena tampak kaget dengan kehadiran pelayan Jina dan Nora.


"Sana, kamu gantikan Rose. Rose, kau kemarilah ikut aku."


"Baik, Kak Jina." jawab Rose langsung ikut pergi dengan pelayan Jina dan Nora menggantikan tugas Rose.

__ADS_1


"Nora, apa kamu baik-baik saja?" tanya pelayan Lena yang menyetrika pakaian di sampingnya.


"Iya, Lena. Aku baik-baik saja, hanya sedikit lelah," jawab Nora mulai menyetrika.


"Tapi wajahmu sangat pucat Nora, lebih baik kamu istirahat saja, ya. Nanti akan aku bangunkan kalau kepala pelayan Jina tiba-tiba datang."


"Terima kasih, Lena. Tapi, aku baik-baik saja, aku masih bisa membantumu," Nora tetap keukeuh membantu.


"Baiklah, tapi jangan terlalu memaksakan diri, aku takut terjadi sesuatu kepadamu."


Beberapa menit kemudian.


"Nora!"


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2