
"Astaga aku melupakan ponselku," Lolin kembali dengan terburu-buru.
"Kau—"
"Terima kasih, aku pergi dulu, lain kali kita lanjutkan, bye," Luke menghembuskan napasnya kasar kala kembali melepaskan kepergian Lolin. Tapi, pria tampan dengan tubuh kekar itu menyunggingkan senyumnya sambil memainkan ponselnya yang ada rekaman video tadi. Selain video, Luke juga tak lupa menyalin nomor ponsel Lolin.
Setelah itu, Luke keluar dari kamar menuju ruangan di mana kedua sahabatnya berada. Tiba di sebuah ruangan khusus, kedatangan Luke langsung disambut oleh kedua sahabatnya yaitu Herry dan Daffin.
"Widih, cepat amat, sekali doang?" tanya Herry, seorang playboy cap buaya, dia adalah CEO sekaligus pemilik hotel ternama di Oesteria.
"Tumben lemah," sambung Daffin merendahkan sahabatnya yang biasa bermain semalaman, dan kali ini hanya sekitar 10 menit saja. Tentu hal itu mengejutkan kedua pria berkharisma itu.
"Yang terpenting adalah aku pemenang taruhan permainan gigolo kali ini, proyek X adalah milikku," balas Luke membuat kedua sahabatnya itu terdiam dengan wajah lesunya.
"Selera wanita itu saja yang aneh, jelas tadi aku adalah gigolo yang lebih tampan darimu," balas Herry tak ingin kalah.
"Dia memang aneh," Luke tersenyum, membuat Herry dan Daffin sama-sama mengerutkan alisnya, karena baru pertama kali melihat senyuman tulus terbit di bibir pria tampan bertubuh kekar itu.
Herry dan Daffin saling bertukar pandang. "Ehem," dehem Luke yang menyadari tingkah anehnya, seketika raut wajahnya kembali dingin.
"Maksudmu apa? Apa yang aneh dari wanita seksi tadi?" tanya Daffin antusias, sekaligus penasaran.
"Dia masih bersegel," jawab Luke santai sambil melipat kedua kaki jenjangnya.
__ADS_1
"Uhuk!" Herry yang tak percaya seketika terselak minumannya sendiri. Sedangkan Daffin Sang Desainer ternama hanya tercengang dengan mata terbuka lebar.
"Tidak mungkin masih ada wanita yang bersegel di zaman sekarang. Dari penampilannya yang seperti itu, aku sangat yakin itu palsu," balas Herry, Daffin ikut mengangguk setuju.
"Awalnya aku juga tidak percaya, tapi—"
"Kau mendapatkannya?" tanya Herry tak sabaran.
"Tidak. Tapi dia langsung pergi setelah mendapatkan pelepasan dengan jariku. Aku rasa itulah alasan kenapa dia masih bersegel," jelas Luke antara yakin dan ragu.
"Maksudmu, dia hanya melakukan hubungan sebatas itu dan tidak pada intinya. Wanita yang benar-benar aneh, siapa yang dapat menebak, di balik penampilan seksi dan tingkah anehnya. Dia adalah satu dari nol koma nol satu persen wanita bersegel di negara kita," lanjut Daffin ikut heran ada wanita sejenis Lolin.
"Aku tertarik padanya," Luke tersenyum miring.
"Benar, tidak masalah proyek X milikmu. Anggap saja itu hadiah dari kita berdua. Tapi, apa kau akan menikahinya seperti keinginan Bibi Anya dan Pamsny Linton?" Daffin bertanya penasaran, walau sebenarnya dia tahu tidak akan mungkin seorang Luke Marit mengubah prinsip yang tak akan pernah menikah.
"Aku tertarik padanya, bukan berarti aku akan menikahinya," Herry dan Daffin mengangguk percaya.
"Jansen," panggil Luke pada Sekretaris Jansen yang setia berada di ruangan yang sama.
"Gunakan nomor ponsel ini untuk mendapatkan identitas wanita aneh itu," titah Luke memberikan ponselnya kepada Sang Sekretaris.
"Baik, Tuan." jawab Sekretaris Jansen sigap melakukan tugasnya. Sedangkan Herry dan Daffin ikut antusias, karena keduanya juga baru pertama kali bertemu dan melihat wanita aneh itu.
__ADS_1
"Ini, Tuan."
"Bacakan."
"Wanita tadi memiliki nama lengkap Lolin Baldev dan—"
"Tunggu!" cegat Luke, Herry dan Daffin bersamaan.
"Baldev?"
.
.
.
Luke Marit
Lolin Baldev
__ADS_1