Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 31 ~ Kuat dan Tahan Lama!


__ADS_3

Keesokan paginya.


Lolin mengerjabkan mata saat merasa sesak, seakan ada seseorang yang menindih dadanya. Ketika membuka kedua mata, benar saja ada lengan kekar yang berada tepat di atas kedua gundukannya yang polos tanpa sehelai benang pun.


Bukannya kaget, Lolin justru merutuki Luke yang tidur begitu nyenyak. Sedangkan dirinya bahkan kesulitan menggerakkan tubuh ingin beringsut, untuk segera turun dari sofa yang telah di sulap menjadi ranjang yang super luas.


"Sial, kenapa berat sekali?" keluh Lolin yang kini berusaha menyingkirkan kedua lengan kekar Luke dari atas dadanya.


Bukannya berhasil menyingkirkan lengan itu, Luke justru memeluk Lolin dengan begitu erat. Saat itu pula Lolin menyadari kalau Luke sedang mengerjainya. Jelas Luke lebih dulu bangun darinya, dan sengaja meletakkan lengan kekar itu untuk mencuri kesempatan dalam kesempitan. Itulah analisis Lolin berdasarkan novel-novel romantis karya ONIYA yang selama ini dibacanya.


Lolin menghela napas berat, kemudian mencoba menenangkan dirinya. Mendekati wajah Luke, lalu mendaratkan bibir kenyalnya di bibir tipis Luke. Lolin tersenyum nyalang kala melihat Luke langsung membuka kedua matanya tiba-tiba.

__ADS_1


Tepat saat Luke akan membalas ciuman Lolin, saat itu pula Lolin langsung menjauhkan wajahnya. "Sudah akan siang, apa kamu tidak berangkat bekerja?" tanya Lolin bangkit dan segera turun dari sofa dengan cepat, sebelum Luke sempat menariknya lagi.


Luke juga langsung bangkit setelah gagal menarik Lolin yang telah turun dari ranjang dengan tubuh polosnya. Melihat pemandangan menyegarkan mata di pagi hari itu, tentu saja juniornya yang telah menegang di bawah sana, kini semakin memberontak.


Ketika Lolin menunduk untuk memungut pakaiannya, Luke langsung mencuri kesempatan dengan memainkan senjatanya di sana sambil berkata, "Sepertinya aku harus mengingatkanmu tentang pekerjaanku."


"Ahh, iya. Aku lupa kalau kamu adalah gigolo," Lolin langsung menyingkir, tapi dengan cepat Luke meraihnya. Kali ini, Luke tak lagi gagal.


"Aku gigolo, aku bekerja di malam hari. Tapi, kalau kamu mau pagi ini, aku tidak keberatan," balas Luke memeluk tubuh polos Lolin dari belakang, tangan nakalnya sudah mendarat, mera ba, juga mere mas kedua gundukan Lolin.


Sepersekian detik kemudian, Lolin membuka mata, menyadarkan dirinya kalau dia harus secepatnya tiba di rumah. Sebelum Sang Daddy mengetahui keberadaannya, dan menciduk dirinya di ruangan ini.

__ADS_1


Kalau sempat itu terjadi, bisa-bisa dia akan dinikahkan dengan gigolo seperti Luke. Bukan profesi Luke yang Lolin tolak, tetapi karena dirinya tidak ingin menikah. Menikah adalah sesuatu yang tidak akan pernah Lolin harapkan.


Ketika berhasil menyingkirkan nafsu dan menyadarkan dirinya, Lolin langsung membalikkan badan, lalu menatap mata tajam Luke dengan tawanya. "Haha ... Tentu saja aku masih menginginkannya. Tapi, tidak untuk saat ini, karena ada suatu pekerjaan lain yang harus aku selesaikan hari ini juga," Lolin melepaskan diri dari pelukan Luke, Luke tak lagi menahan Lolin. Namun, dari raut wajahnya yang tiba-tiba suram, dapat menjelaskan segalanya.


Sedangkan Lolin mulai memasang kembali pakaiannya. Luke yang awalnya terlihat murka, seketika langsung membaik saat melihat Lolin yang kesulitan memasang pakaian. Merasa bersalah, Luke membantu Lolin mengenakan pakaian. Sementara dirinya masih polos tak mengenakan sehelai benang pun.


"Maaf, sepertinya aku terlalu kasar semalam," rasa bersalah itu semakin dalam kala melihat ada banyak bekas kemerahan serta keunguan di sekujur tubuh Lolin yang semula mulus. Tanpa Luke sadari, itu adalah pertama kali baginya meminta maaf kepada seseorang.


"Tidak perlu minta maaf, aku suka pria yang kuat dan tahan lama."


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2