
Sore menjelang malam Lolin baru bangun dari tidur panjangnya. Seperti biasa, turun dari rajang langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelahnya, Lolin memilih piyama yang nyaman karena malam ini Lolin tak ingin pergi ke mana pun dan hanya akan tidur sampai besok.
"Lolin Sayang, kemarilah sebentar," panggil Mommy Nata yang duduk di sofa bersama dengan Daddy Jackson.
"Ada apa, Mommy? Lolin laper nih, mau makan," ocehnya sambil berjalan mendekat.
"Mommy ingin mengatakan kalau semua persiapan pernikahan sudah selesai dilakukan, pihak pria pun juga mengatakan kalau pernikahan tidak jadi diundur. Melainkan, tetap akan dilaksanakan minggu depan. Jadi, mulai sekarang kamu tidak boleh pergi ke mana pun hingga hari H tiba, kamu mengerti'kan, Sayang?" tanya Mommy Nata dengan raut wajah bahagianya.
"Nggak ngerti dan nggak mau ngerti. Pokoknya, Lolin mau nikah kalau pernikahan itu dilakukan bulan depan, titik." keukeuh Lolin.
"Sayang, jangan begitu. Semuanya sudah berusaha keras untuk menyelesaikan persiapan secepat mungkin. Kalau kamu begini, apa yang akan Mommy katakan kepada keluarga dari pihak calon suami kamu?"
"Terserah Mommy," Lolin bangkit akan pergi. Namun, dengan cepat Mommy Nata menahannya.
__ADS_1
"Apa lagi, Mommy?" geram Lolin.
"Coba kamu pilih dulu mana desain gaun yang kamu sukai?"
"Terserah Mommy saja, yang penting pernikahannya bulan depan," tukas Lolin langsung pergi menuju dapur untuk mengisi perutnya yang kosong.
***
"Huwek!" Nora segera berlarian menuju kamar mandi yang ada di dapur untuk meredakan rasa mualnya. Setelah merasa lebih baik, Nora kembali mengepel lantai dengan wajahnya yang tampak begitu pucat.
"Tidak apa-apa, Kak Jina. Saya hanya masuk angin karena selalu telat makan," jawab Nora beralasan.
"Siapa suruh kerja kamu lambat kayak siput," ejeknya seraya pergi menuju ruangan lainnya.
__ADS_1
Setelah selesai membersihkan ruangan dapur seperti yang kepala pelayan Jina titahkan, Nora pun segera beranjak kembali ke lantai atas untuk menyusun pakaian milik Tien yang sudah disetrika oleh pelayan Rose. Selesai menyusun pakaian, Nora segera kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri.
Nora tak punya banyak waktu untuk membersihkan diri, karena harus menyambut Tien yang sebentar lagi akan segera pulang. Selesai mandi, Nora mengambil baju yang agak kebesaran di tubuhnya, guna menutupi perut buncitnya. Setelah itu barulah Nora menuju kamar Tien.
Masuk ke dalam kamar mandi milik Tien, menghidupkan keran untuk menyiapkan air hangat dalam buthub. Sambil menunggu air penuh, Nora keluar lagi dari kamar mandi, membuka pintu kamar dan menunggu kedatangan Tien tepat di pintu.
Beberapa detik kemudian, pintu lift yang berada jauh di sana terbuka. Menampakkan tubuh kekar Tien yang berjalan cepat menuju dirinya yang masih berdiri di tempat semula.
Dari cara berjalan yang terburu-buru serta tatapan tajam mata elang Tien, Nora dapat membaca dan mengambil kesimpulan kalau detik itu juga Tien menginginkan dirinya. Nora sudah hapal, karena kejadian seperti ini memang sering terjadi beberapa minggu ini, kejadian di mana Tien akan melahapnya di mana pun dan kapan pun.
Dan benar saja, Tien langsung melempar tasnya ke sembarang arah, kemudian menerkam Nora tepat di depan pintu kamarnya. Tanpa keduanya sadari, ada sepasang mata yang kini merekam kejadian tersebut.
.
__ADS_1
.
.