Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 28 ~ Tak Tahan!


__ADS_3

"Malam ini, kamu milikku!"


"Ahh!" Lolin mende sah ketika luke kembali melu mat bibir ranumnya, mengeksplor kehangatan itu semakin dalam.


Dengan brutal Luke memainkan lidahnya, menari, menggelitik, mengu lum, meng gigit, dan men yesapnya, membuat tubuh Lolin bergetar saat merasakan sebuah gejolak aneh yang mengalirkan gairah di sekujur tubuhnya.


Bukan Lolin Baldev namanya, kalau hanya diam dan menikmati. Dengan kasar Lolin mendorong kuat kepala Luke, menyeka bibir basahnya, kemudian tersenyum smirk. Luke juga membalasnya dengan senyuman miring. Keduanya persis seperti pemeran antagonis di sebuah novel terkenal karya oniya. 🤫🤭


"Mengaku kalah?" Luke membelai pipi mulus Lolin.


"Aku Lolin Baldev dan aku tidak akan pernah menyerah soal urusan ranjang!" tegas Lolin menarik kepala Luke, ******* bibir tipis itu dengan tak kalah brutalnya. Untuk kali ini, Luke membiarkan Lolin menguasai permainan, Luke sengaja melakukan itu karena ingin mengetahui seberapa besarnya nyali wanita yang kini menjadi candu baginya itu.


Hampir satu menit berlalu, Lolin akhirnya kembali mengalah untuk yang kedua kalinya. Lolin mulai menjauhkan bibirnya dari bibir Luke. Namun, Luke menahan pundak Lolin. Kemudian kembali melu mat dan menguasai rongga mulut Lolin. Walau sudah banyak waktu dihabiskannya hanya untuk berciuman. Tapi, tetap saja Luke tak kunjung merasa puas. Bibir manis Lolin bak sumber kehidupan baginya.


Lolin akhirnya dapat menghirup banyak oksigen saat Luke melepaskan pertautannya. Permainan lidah Luke mulai turun ke bawah hingga berhenti di ceruk leher jenjang Lolin.

__ADS_1


"Uh ..." lenguh Lolin tak kuasa menahan suara erotisnya. Ciuman, sesa pan, dan luma tan lidah Luke semakin terasa panas dan membara, membuat Lolin merasa seakan melayang di udara.


Tubuh seksi Lolin lagi-lagi bergetar saat tangan nakal Luke mulai bergerilya, menyentuh dan mera ba jengkal demi jengkal, Senti demi senti tubuh seksi Lolin. Sentuh tangan nakal Luke seakan mengandung listrik bertegangan tinggi, hingga Lolin terus merasakan sengatan yang membuatnya semakin terbuai dan menginginkan hal lebih.


Tangan nakal luke mulai menyingkap gaun seksi Lolin, lalu menyelinapkan tangannya masuk ke dalam cd yang melekat di bagian inti Lolin di bawah sana. Sementara tangan sebelahnya mulai menurunkan gaun bagian atas, melepas kancing bra Lolin dengan begitu mudah walau hanya dengan satu tangan.


"Ahh ..." Luke mulai mengusap lembut bagian kenyal di bawah sana, membuat Lolin merintih sambil membuka lebar kedua pahanya. Sementara Luke sibuk memandang dan mengamati dua bongkahan besar, padat, sintal dan sangat indah yang kini ada di hadapannya.


Dengan tak sabaran, Luke menerkam benda kenyal itu, membenamkan wajahnya di sana, serta menghirup aroma khas yang membuatnya merasa tenang. Benar-benar candu, setiap jengkal tubuh Lolin adalah candu bagi Luke.


Lolin mulai meracau semakin tak karuan, kala kedua tangan, bibir maupun lidah Luke aktif dan agresif memberikannya rangsangan yang memabukkan. Lolin menjerit memohon agar Luke segera membuatnya merasakan pelepasan pertama. Akan tetapi, Luke tak ingin kejadian sebelumnya terulang, kejadian di mana Lolin langsung pergi begitu saja meninggalkannya, tepat setelah mendapatkan pelepasan pertama darinya.


Maka untuk kali ini, Luke tak ingin menuruti permintaan Lolin. Luke hanya terus memberikan usapan lembut di bawah sana, sambil mere mas salah satu gundukan di atas sana.


"Perlu ke hotel?" tanya Luke yang kini masih sibuk dengan permainan kesukaannya.

__ADS_1


"Tidak! Ahh ... Akuh ti-dak akan sang-gup!" bentak Lolin diiringi suara erotis yang menggoda, membuat Luke semakin bersemangat mempermainkan wanita bertubuh seksi yang kini berhasil dia poloskan.


"Tetapi, suasana di tempat ini tidak istimewa. Bukankah ini adalah pertama kali bagimu? Aku ingin membuat pengalaman pertamamu indah," ucap Luke tak melepas permainannya.


"Akuhh ti-dak pe-peduli! Ce-patlah lakuh-kan, aku ti-dak ta-han lagihh ahh ...." mohon Lolin membuat Luke tersenyum puas.


"Baiklah, kita lakukan di sini sekarang."


.


.


.


Jemuran, mana jemuran💃💃💃

__ADS_1


__ADS_2