
"Lihat saja, aku akan menghukummu malam ini!" tekan Lolin geram.
"Aku akan menantikan hukuman darimu, Sayang," balas Luke tersenyum puas.
Berbeda dengan Luke, Tien dan Nora justru mengucapkan janji suci dengan lantang dan percaya diri. Kedua pasangan itu benar-benar sudah saling menerima. Sangat berbanding terbalik dengan Luke dan Lolin yang terus saling mengancam dan mengejek satu sama lain.
"Luke segera cium Lolin! Tien, ayo sayang, cepat cium Nora!" teriak Mommy Anya memprovokasi tamu undangan lainnya. Sedangkan Mommy Nata siap dengan kameranya. Lolan Sang Kembaran Lolin hanya menggelengkan kepalanya. Pria yang sudah beristri itu terlihat tetap tampan, apalagi saat menggendong Usan, Putranya yang begitu menarik perhatian karena ketampanannya.
Luke dan Tien tentu saja bersemangat bila berhubungan dengan adegan semacam itu. Tanpa aba-aba Kakak Adik itu kompak meraih pinggang pasangan masing-masing, kemudian mencium lembut dan perlahan namun dalam dan menuntut.
Namun, tiba-tiba Luke dan Tien bersama-sama melepaskan pasangan masing-masing. Rupanya, kedua pria itu tiba-tiba merasa mual. Beruntung hanya mual dan tak muntah-muntah, karena hal itu akan menggangu tamu undangan yang sebagian sudah menyantap hidangan yang tersedia.
Nora khawatir dan langsung membantu Suaminya dengan membawa Tien duduk, kemudian mengurut tengkuk Tien dengan lembut. Hal tak sama tak Lolin lakukan, wanita itu justru tertawa lepas, karena puas melihat Luke yang terus merasa tak nyaman dengan perutnya.
__ADS_1
"Awas saja kau, aku akan menghukummu malam ini! Aku pastikan kau tidak akan bisa berjalan!" tegas Luke.
"Aku yang akan menghukummu, Sayang. Aku yang akan menghukummu karena kamu tidak akan bisa menyentuhku malam ini. Itu Dokter Tina sendiri yang mengatakannya, haha ..." kembali Lolin menertawakan suaminya.
"Istri durhaka!"
"Uhuk! Uhuk!" Luke langsung bangkit, tiba-tiba pria itu lupa dengan mual dan lemasnya barusan.
"Kau baik-baik saja?" tanya Luke khawatir pada Lolin, sedangkan Lolin terdiam. Tidak menyangka karma durhaka dan menertawai Suaminya langsung dibalas detik itu juga.
"Sayang, kau baik-baik saja?" Lolin juga tak menyangka Luke tatap baik dan perhatian kepadanya, padahal jelas-jelas sebelumnya dia sudah menertawai Luke dengan lantang. Wajah Luke yang terlihat sangat mengkhawatirkannya, sedikit banyak mampu menyentuh hatinya.
"Sayang, apa kamu mendengarku? Jawab pertanyaanku," geram Luke.
__ADS_1
"Aku lapar, aku mau makan," jawab Lolin yang memang merasa lapar.
"Ikut denganku," Luke mengajak Lolin menuju sebuah meja khusus di sana. Beberapa pelayan langsung menyajikan banyak makanan di hadapan pasangan tersebut. Sementara orangtua mereka masing-masing tengah sibuk berbincang dengan tamu undangan lainnya.
Lolin langsung melahap makanan di hadapannya tanpa menjaga imagenya sama sekali. "Sayang, aku pergi dulu!" ucap Luke tergesa-gesa dan langsung berlari menuju toilet untuk meredakan mualnya. Hal serupa juga dilakukan oleh Adiknya Tien.
Saat Nora ingin menyusul suaminya, saat itu juga Lolin memanggil Nora untuk ikut bergabung makan bersamanya. "Tapi ... Tien?"
"Sudah, biarkan saja mereka berdua. Ada Sekretaris Jansen dan Dokter Adit yang mengurus mereka," jawab Lolin memamerkan makanannya. Nora yang kelaparan, pada akhirnya memilih bergabung dengan Lolin.
"Sayang, kalian berdua di sini. Luke dan Tien di mana?" tanya Mommy Anya, Lolin dan Nora pun menggeleng dengan mulut penuh keduanya. Mereka benar-benar terlampau imut, membuat Mommy Anya merasa gemas, dan ikut makan bersama dengan dua menantu kesayangannya. Wanita itu seketika melupakan kedua putranya yang entah bagaimana kabarnya.
"Nyonya, Nona, Tuan Luke dan Tuan Tien ....
__ADS_1