
"DI LUAR!"
"Iya, Daddy. Cuma di luar aja kok, enggak sampai masuk ke dalam. Lagian, kalau perjodohan itu dibatalkan oleh mereka, Daddy jangan salahkan aku. Aku hanya menunjukkan tingkah dan sikap asliku tanpa menutup-nutupinya. Kalau pria itu benar-benar cinta padaku, seharusnya dia bisa menerima apa pun kekuaranganku." terang Lolin yang mulai manjat ke atas punggung sofa.
"Siapa yang mengatakan perjodohan antara kamu dan Putra dari kerabat Daddy akan dibatalkan?" dengan santainya Daddy Jackson duduk di samping Lolin. Mendengar dan melihat itu, Mommy Nata mengelus dada lega sambil ikut menjatuhkan bo kongnya di samping Sang Suami.
Sedangkan Lolin kembali duduk dengan tenang, tapi ekspresi wajahnya masih tetap terlihat linglung, lantaran belum mengerti duduk permasalahannya.
"Mak-maksud Daddy? Bu-bukankah Daddy akan mengatakan kepadaku kalau perjodohan sudah dibatalkan karena mereka tidak terima dengan skandalku?"
"Mana mungkin dibatalkan. Perjodohan kamu dengan laki-laki pilihan Daddy tetap akan dilanjutkan dan mereka pun juga tidak keberatan dengan kelakuan dan tingkah aneh kamu, karena sebelumnya, Daddy sudah menceritakan segalanya tentang kamu yang suka bermain di luar," terang Daddy Jackson tegas, sedangkan Mommy Nata hanya mengangguk mendukung apa pun yang Suaminya ucapkan demi kebaikan Putrinya tercinta.
"Sial! Kalau tahu begini mending sekalian di dalam, mana laki-laki yang semalam juga lumayan ganteng. Sepertinya aku tidak akan rugi kalau saja seandainya sampai masuk ke dalam beneran," gumam Lolin samar-samar terdengar di telinga Daddy Jackson.
"Apa yang kamu katakan, Lolin? Bicara yang jelas," pinta Daddy Jackson tegas.
"Laki-laki dan keluarga laki itu tidak mempermasalahkan tingkah dan kelakuanku. Apakah itu artinya mereka tidak akan merengut kebebasanku dan tetap membiarkan aku melakukan apa pun yang aku inginkan," Lolin tersenyum senang membayangkan hal itu.
__ADS_1
"Siapa bilang kamu boleh begitu? Tentu saja tidak bisa begitu, setelah menikah kamu harus menghormati Suamimu, sama seperti yang Mommy lakukan kepada Daddy," sahut Daddy Jackson merangkul bahu Mommy Nata penuh cinta.
"Benar apa yang Daddy-mu katakan, Lolin. Ingatlah, pernikahan adalah ikatan suci, bukan sebuah permainan di mana kamu dapat berbuat apa pun sesuka hatimu," lanjut Mommy Nata memberikan wejangan untuk Sang Putri tercinta.
"Bukankah ini adalah permainan yang sesungguhnya? Apa Mommy dan Daddy lupa siapa yang memulai permainan perjodohan ini?" bantah Lolin.
"Cukup Lolin!" bentak Daddy Jackson membuat Lolin mengalihkan pandangan sambil mencebikan bibirnya.
"Aku tetap tidak akan menikah. Aku akan menikah kalau mereka memberikan aku kebebasan, titik." ungkap Lolin keukeuh.
"Kamu tetap akan menikah." tegas Daddy Jackson.
"Lolin cukup, Nak." Mommy Mata menengahi.
"Mommy, Lolin tidak ingin menikah!"
"Sampai kapan?" tanya Mommy Nata dengan volume suara yang meninggi.
__ADS_1
"Sampai aku berusia 100 tahun, ahaha ...." Lolin tertawa jahat.
"Sepertinya Tuhan belum bisa memaafkan kesalahan kita di masa lalu hingga dia menghukum kita dengan memberikan dua orang anak yang satu pun tidak ada yang waras. Satu impoten dan yang satunya lagi gila."
"Sayang, jangan katakan hal tidak baik seperti itu. Lolan sudah baik-baik saja Sekarang, bahkan dia memberikan kita seorang Cucu yang sangat tampan. Tugas kita hanya satu, yaitu Lolin," protes Mommy Nata tak terima.
"Sudahlah, Mommy, Daddy. Mengalah saja."
"Tidak akan pernah." keukeuh Daddy Jackson, Lolin menghela napas kasar.
"Pergi dan sarapanlah, jaga dirimu baik-baik karena pernikahan akan dilaksanakan dua bulan lagi."
"What!"
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa like, komen, hadiah, dan votenya Guys 🙏🏻😘